Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 42


__ADS_3

"maksud kakak apa?" tanya Aulia.


"kakak mau jujur sesuatu sama kamu, kakak udah suka kamu dari kecil, kakak selalu seneng banget tiap disuruh jagain kamu, sampai beranjak dewasa perasaan kakak buat kamu bukan hanya sebagai saudara, kakak sayang sama kamu seperti rasa sayang laki-laki kepada perempuan, tapi kakak tau waktu itu kita gak bisa bersama jadi kakak hanya bisa menjaga kamu. tapi hari ini kakak mau ungkapin perasaan kakak entah kamu terima atau enggak kakak terima yang penting hati kakak lega setelah ngomong ini" Aulia shock mendengar ungkapan cinta dari kakak sepupu nya ini, Aulia tidak bisa menjawab apa-apa.


"tapi setelah kamu ngenalin calon suami kamu tadi kakak udah tau kok jawabannya" tambahnya lagi.


Nauval yang mendengar semua pembicaraan mereka ingin sekali keluar dan meminta penjelasan kepada Reno, tapi ia harus bersabar dulu.


"kak" kata Aulia.


"semoga kamu bahagia ya dek sama pilihan kamu, kakak akan selalu doain kamu" ucap Reno memotong pembicaraan Aulia, kemudian memeluk Aulia, tubuh Reno bergetar bahu Aulia basah tanda bahwa Reno menangis.


"kakak kok nangis?" tanya Aulia dengan posisi tetap dipeluk Reno


"nggak papa, kakak bahagia kalau kamu bahagia sayang" ucap Reno lagi.


setelah puas memeluk Aulia Reno pamit keluar dari sana mau mandi katanya.


Nauval segera keluar dari kamar mandi menghampiri Aulia.


"kok dia ngomong gitu sayang" tanya Nauval dengan nada sedikit kesal pada Aulia.


"Lia nggak tau mas, Lia juga nggak sadar dari dulu kalau suka sama Lia" jawab Aulia yang memang tidak tau apa-apa.


"kamu nggak ada perasaan yang sama kan sama dia yang?"


"ya nggak lah mas, kan Lia udah punya suami"


Nauval langsung memeluk Aulia.


"jangan pernah tinggalin mas ya sayang, mas nggak bisa kehilangan kamu, mas sayang banget sama kamu" pinta Nauval dan di angguki oleh Aulia. kemudian Nauval melepaskan pelukannya.


"Lia mandi dulu ya mas"


"iya sayang"


Aulia pun segera mandi lalu sholat ashar kemudian bersiap-siap akan pergi bersama keluarga Reno.


"mas nggak mau ikut aja?" tanya Aulia saat memoles tipis wajahnya.


"emang boleh ikut yang ?? kan acara keluarga ?"


"ya boleh lah ntar biar aku ngomong aku yang ajak" ucap Aulia sambil memasang lipstik warna merah nya.


"sebenarnya tadi mas percaya-percaya aja sama kamu, berhubung mas denger sendiri kakak sepupu kamu itu nyatain cintanya sama kamu mas jadi cemburu, dan nggak mau kamu pergi tanpa mas" jelas Nauval sambil menghampiri Aulia yang duduk di meja rias.

__ADS_1


"iya juga mas, kayaknya nanti bakalan canggung deh aku sama kak reno"


Aulia berdiri karena acara dandan nya selesai tapi Nauval menatap Aulia.


"cantik banget sih istrinya mas"


"gombal .. belum juga pakek baju Lia nya"


"tapi bibirnya merah banget sayang "


"nggak papa mas lagian perjalanan nya lumayan jauh biar awet aja mas"


"hapus aja sayang cari warna yang lain"


"yahh masa' dihapus sih mas"


"yaudah biar mas aja yang hapusin"


tiba-tiba Nauval langsung menyapu bibir Aulia dengan lidahnya, mengecup, menyesap dan ******* bibir Aulia rakus, lidah mereka saling bertaut bergantian masuk ke mulut masing-masing.


setelah puas Nauval melepaskan ciumannya, warna lipstik di bibir Aulia sudah lumayan memucat tidak Semerah tadi tapi warnanya jadi lebih bagus.


"mas boleh minta satu permintaan nggak sayang ?"


"apa mas?"


"tumben banget mas, biasanya mas terserah aja aku mau pake kerudung apa nggak"


"ya sebenarnya mas bukan pasrah, mas cuma nggak mau kamu salah faham sama mas, ntar dikira ngatur-ngatur, tapi emang sebenarnya sudah kewajiban mas sih ngatur kamu, tapi lihat perubah kamu sekarang mas yakin kamu bisa membiasakan diri pakai jilbab, kamu mau kan sayang "


Aulia mencoba berfikir sejenak


"yaudah mas Aulia coba, tapi pelan-pelan ya mas nggak bisa langsung.


"iya dong sayang emang harus pelan-pelan "


"yaudah mas katanya mau ikut, cepetan buruan ganti baju ntar telat lagi.


Aulia dan Nauval segera ganti baju, setelah ganti baju Aulia turun duluan, disusul Nauval tapi sambil celingak-celinguk kayak maling takut ketahuan kalau dia keluar dari kamar Aulia


setelah sampai di bawah Nauval segera menuju pintu samping yang tembus garasi lalu pura-pura masuk dari pintu depan seakan-akan dia baru sampai.


"assalamualaikum " ucap nauval


"waalaikumsalam " jawab mereka yang ada di ruang tamu Nauval masuk menyalami keluarga Aulia lagi termasuk pak Salim karena pak Salim sudah pulang dari sawah Dzuhur tadi.

__ADS_1


"om, boleh kan Lia ajak mas nauval?" tanya Aulia pada om herman.


"boleh sayang, kalau bisa ajak ibuk sama bapak juga boleh biar nanti kalian pulangnya satu mobil" kata om herman.


"maaf pak, kita nggak usah ikut" kata Bu Mira menolak halus ajakan om herman.


"kenapa buk?, ayo lah sekalian kita lebih dekat, kita kan sekarang sudah kayak keluarga" kata herman.


"saya kurang enak badan pak, tadi di sawah agak pusing" kata pak Salim


"loh bapak sakit? Nauval anter ke dokter ya pak?" tawar Nauval.


"nggak usah nak, bentar lagi juga sembuh kok habis minum obat juga" kata bapak, padahal sebenarnya kepalanya tidak pusing, tapi bapak sama ibu tidak biasa naik mobil kalau naik mobil jauh biasanya membuat mereka mabuk kendaraan, apalagi jarak tempuh nya sekitar 2 jam an.


"yaudah habis ini bapak langsung istirahat aja ya" kata Aulia pada pak Salim dan diangguki oleh bapaknya.


mereka pun berangkat dengan menaiki dua mobil yang berbeda, Aulia Reno dan Nauval satu mobil yaitu mobil Aulia yang di berikan Nauval.


"kamu beli mobil lagi Lia?, kok ini tadi dirumah kamu?" tanya Reno ketika sudah berangkat, Aulia duduk di depan sebelah kursi kemudi, nauval yang menyetir, sedangkan Reno duduk di belakang.


"nggak kak, ini hadiah dari mas nauval" jawab Aulia Reno hanya manggut-manggut.


setelah dua jam perjalanan mereka sampai di cafe Aulia.


"wahh rame juga ya sekarang ? tambah bagus sekarang Lia, kamu pinter banget buat orang tertarik Dateng ke tempat kamu" kata om herman waktu sampai di cafe dan duduk di outdoor.


"iya om sekarang Alhamdulillah omsetnya lebih besar dua sampai tiga kali lipat daripada dulu " jawab Aulia.


"ada live music nya lagi, Lo pinter banget dek" kata Reno


"iya kak, mas Nauval semua sih yang usulin, bahkan yang buat ide outdoor ini juga dia" jawab Lia.


"yaudah gue mau nyanyi dulu" ucap Reno kemudian pergi ke atas panggung.


"semoga Aulia bahagia ya nak sama kamu" ucap om herman menepuk-nepuk punggung Nauval


"iya om saya janji bakal bikin Aulia bahagia" jawab Nauval.


Tante Maya datang bersama Rara membawa se cup es krim.


"mas.. Lia juga pengen es krim " kata Aulia pada Nauval


dengan sigap Nauval segera berdiri


"mau rasa apa sayang?"

__ADS_1


"vanilla aja mas kayaknya enak " jawab Aulia, Nauval segera bangkit dan pergi ke set jual es krim yang ada sebelah kasir yang ada di indoor cafe Aulia, waktu itu Nauval juga yang menyarankan untuk jual es krim dengan berbagai macam rasa, bahkan menu es krimnya saja ada 20 lebih dan benar saja rasanya yang enak membuat anak-anak muda kesana lagi karena ingin membeli es krim nya lagi.


__ADS_2