
"oiya Lia, mas mau bilang tapi lupa terus"
"ada apa mas?" tanya Aulia penasaran.
"di depan lapangan yang biasa nya kamu bolos sekolah, kan ada tanah yang hadap ke jalan raya, itu mau di jual, mas sih kepikiran pengen beli kita jadiin cabang cafe kamu" jelas Nauval.
" bisa ngga sih nggak pake bawa-bawa bolos sekolah nya " ucap Aulia pura-pura kesal memanyunkan bibirnya.
"kan emang kamu bolosnya kesitu yang, jangan manyun gitu dong, bikin mas pengen cium aja" kata Nauval mencubit bibir Aulia gemas.
"jadi gimana? mumpung mas kenal orang nya?" lanjutnya.
"terserah mas aja, tapi nanti kita liat ke lokasinya dulu ya, nanti baru kita tentuin" ucap Aulia dan di setujui oleh Nauval.
"mas kaki ku capek dari tadi jalan seharian" ucapnya mulai manja.
"yaudah sini biar mas pijitin " Nauval lalu duduk di depan Aulia kemudian Aulia berbaring di gazebo dan Nauval mulai memijat kakinya.
"mas kok pinter banget sih mijitnya" tanya Aulia memejamkan matanya.
"iya dulu sering pijitin pak kyai di pesantren waktu mas nyantri, hampir tiap malem sayang, jadi udah lumayan terbiasa" jelas Nauval sambil terus memijat kaki Aulia.
"hah.. hampir tiap malem?? serius mas? kenapa nggak nolak aja, pasti mas capek" ujar Aulia.
"nggak sayang, itu yang namanya ngalap barokah" ucap nauval.
"hah apaan itu mas??"
"jadi bagi para santri memulyakan guru adalah sebuah hal yang bagi sebagian orang sangat penting. bahkan guru itu seperti orang tua yang sangat harus dihormati" ucap nauval. Aulia mengangguk anggukan kepalanya mencoba mengerti, tapi Nauval tau tidak secepat itu Aulia bisa faham akan penjelasannya.
"kamu tau kyai Hasyim Asy'ari?" tanya Nauval.
"kayaknya yang pernah di bahas waktu pelajaran kak Fahri deh, Aswaja kan?" tanya Aulia yang memang agak lupa.
__ADS_1
"iya, beliau salah satu pendiri organisasi terbesar Nahdlatul ulama, namanya sampai sekarang harum di mata masyarakat, dulu waktu dia nyantri di pesantren kyai Cholil Bangkalan Madura suatu hari beliau melihat gurunya kyai Cholil sedang bersedih ternyata cincin sang istri hilang di WC, kyai Hasyim Asy'ari segera menguras septic tank yang penuh kotoran mencari cincin Bu nyai dan usahanya tidak sia-sia ia menemukan cincin nya" cerita Nauval
"terus beliau jadi orang besar karena dia cariin cincin itu?" tanya Aulia, Nauval menggeleng.
"doa dan keridhoan gurunya, itu maksud mas. jadi mau ke siapapun kita apalagi itu guru, kita harus selalu baik, menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda, karena kita nggak pernah tau doa mana yang Allah kabulkan" jelas Nauval lagi, Aulia hanya mengangguk.
"jadi kemarin waktu di bis sama Bu Alika, mas nggak mau Aulia nggak menghormati guru?" tanya Aulia entah kenapa dia tiba-tiba teringat kejadian kemarin. Nauval mengangguk.
"iya sayang, mas nggak mau Bu Alika nggak ridho sama setiap ilmu yang dia ajarkan ke kamu kalau dia kecewa sama kamu, bukannya mas memikirkan perasaan dia ya, tapi ini demi kebaikan kamu" ucap nauval.
"maafin Lia ya mas yang masih nggak tau apa-apa ini, Lia akan berusaha kedepannya jadi lebih baik" ujar Lia dengan nada sedih.
"harus sayang, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, mas juga masih belajar kok, kita belajar sama-sama ya sayang" ujarnya lagi.
Aulia duduk kembali karena merasa Nauval sudah memijatnya lama.
"udah mas, Lia udah enakan, mas mau di pijit?" tanya Aulia Nauval menggeleng.
"mas mau berenang ?" tanya Aulia
"nggak sayang" jawab Nauval menggeleng karena memang berenang bukan hobinya.
"yaudah Lia aja yang berenang" ujar Aulia yang berdiri dan masuk kamarnya.
tidak sampai lima menit Aulia keluar dengan menggunakan bathrobe putih tebal dan menghampiri gazebo Nauval.
Aulia membuka bathrobe nya dan hanya menggunakan bikini warna merah dan sangat h*t dan se*y.
Nauval langsung melotot melihat istrinya yang masuk ke kolam hanya menggunakan bikini, dia takut ada orang yang melihat.
Aulia berenang agak lama lalu keluar ke permukaan bersandar di pinggiran kolam dan melihat pemandangan langit yang sangat indah malam ini.
Nauval ikut masuk ke kolam menggunakan boxer pendek lalu menghampiri istrinya.
__ADS_1
"katanya nggak mau berenang ?" tanya Aulia yang melihat Nauval menghampirinya.
"lha kamu berenang pakai bikini doang, mas kan takut ada yang liat, jadi mas mau ajak kamu naik aja" ujar Nauval.
"udah tenang aja nggak bakal ada yang liat" kata Aulia.
melihat tubuh basah Aulia dengan rambut basah wajahnya penuh air apalagi dengan setelah bikini merah ini Aulia tampak sangat cantik. Nauval memeluk Aulia dari depan Aulia hanya diam tersenyum.
"yess..berhasil godain mas Nauval, hehehehe. godain suami sendiri kan halal" batin Aulia.
mereka diam beberapa saat, terasa di paha Aulia juni*r Nauval sudah menegak, Aulia jadi sengaja menggesekkan kedua pahanya di juni*r Nauval.
"mas.. kita belum pernah di air" goda Aulia dengan nada sensual yang sangat se*y di telinga Nauval.
"sayang mas pengen kamu malam ini" bisik Nauval yang sudah di selimuti gair*h.
tangan Aulia menurunkan boxer Nauval lalu ia menenggelamkan kepalanya masuk air turun ke bawah dan mengarahkan juni*r Nauval kedalam mulutnya, ia tidak memaju mundurkan gerakannya tapi hanya menjilati dan menyesap nya seperti makan lolypop.
tapi tidak lama Aulia muncul untuk mengambil nafas kemudian menyelam lagi. setelah dua kali Nauval kemudian menghentikan Aulia, ia segera mencium bibir Aulia dengan penuh gair*h.
ciuman mereka sangat panas apalagi air di kolam itu hangat menjadikan dua insan ini ingin segera menuntaskan keinginan mereka.
Nauval membuka br* Aulia ia taruh di pinggiran kolam, dengan cepat ia mer*mas dan mem*Lin payud*ra montok Aulia, ia juga mengul*mnya seperti bayi. Aulia hanya memejamkan matanya menikmati apa yang suaminya lakukan.
kini tangan Nauval sudah melorotkan CD Aulia, dia tidak mengangkat nya pertanda bahwa ia membiarkan nya di dalam kolam.
Nauval memasukkan dua jarinya langsung sambil mengul*m payud*ra Aulia. istrinya sudah meracau tak karuan karena perlakuan Nauval.
setelah puas Nauval mulai memasukkan juni*r nya kedalam milik Aulia dengan posisi sama-sama berdiri berhadapan, mereka terus melakukan nya sampai Aulia pelepasan pertama didalam kolam.
setelah itu Nauval mengangkat tubuh istrinya untuk melanjutkan nya dikamar tapi Aulia meminta di gazebo, Nauvalpun menuruti awalnya ia enggan karena suasana malam yang dingin tapi ternyata Aulia membuatnya tetap berkeringat.
setelah dua kali Aulia pelepasan di gazebo Nauval mengajaknya ke kamar karena takut Aulia masuk angin. Aulia pun menurut, mereka melanjutkannya di kamar sampai pelepasan Nauval.
__ADS_1