Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 30 (21+++)


__ADS_3

"geli mas" suara Aulia yang terdengar sexy di telinga nauval, Nauval sudah lumayan bernafsu untuk segera memulai tapi ia mencoba bersabar karena takut Aulia tidak nyaman.


Nauval semakin menggesekkan hidungnya di telinga Aulia membuat Aulia geli tidak karuan dan menginginkan sesuatu yang entah apa menurut Aulia, Nauval berhenti kemudian menatap wajah Aulia yang agak sedikit memerah.


"kamu cantik banget sayang" ucap manis Nauval sambil mengusap pipi Aulia yang semakin merah karena ditatap seperti itu oleh nauval.


ia mulai dengan mencium kening Aulia kedua pipinya lalu bibirnya. awalnya hanya saling menempel tapi melihat Aulia memejamkan matanya dan tidak melarang Nauval, iapun semakin berani membuka mulutnya dan mulai mengecup bibir Aulia yang manis itu.


Aulia tidak bisa membalas apapun karena pengetahuannya tentang ciuman memang sama sekali tidak pernah, ia punya beberapa mantan yang pacarnya waktu itu hanya beberapa Minggu dan tidak pernah melakukan apapun.


"buka mulutnya sayang" pinta Nauval dan Aulia hanya menurutinya, dan entah mengapa Aulia tidak mampu menolaknya karena Aulia juga menginginkan itu, karena setelah bibirnya dicium Aulia seperti ingin meminta lebih.


merekapun melanjutkan ciumannya dan perlahan Aulia mulai bisa membalas sedangkan Nauval semakin mempererat pelukannya sambil tangan kirinya mengusap punggung Aulia sedangkan tangan kanannya mengusap bokong padat Aulia sambil sesekali meremasnya.


"bibir kamu manis sekali sayang" ucap nauval sambil mengusap bibir pink Aulia yang agak sedikit membengkak karena nya, Aulia tidak menjawab sepatah katapun karena ia masih mengatur nafasnya.


"bolehkah malam ini sayang?" pertanyaan yang membuat jantung Aulia berdebar-debar.


"Aulia takut mas"ragu Aulia. mendengar Jawaban Aulia Nauval tersenyum tapi Aulia bisa melihat ada kekecewaan Disana.


"yasudah kalau begitu kamu tidur ya, tapi kalau peluk boleh kan?" ucap nauval mencairkan suasana, dan auliapun mengangguk.


mereka pun tertidur dengan pikirannya masing-masing. Aulia sebenarnya menyesal tadi harus menolak Nauval karena setelah itu Nauval tidak bicara sama sekali, ia hanya mengelus rambut Aulia sampai Aulia tidur.


sebenarnya Nauval tidak marah sama sekali, ia hanya menahan hasratnya jadi ia diam.


puku setengah tiga dini hari Aulia terbangun dia ingin pipis, saat di tempat baru ia pasti selalu takut kalau pertama kali bangun tengah malam seperti ini, apalagi lampunya mati dan hanya ada lampu tidur remang-remang, diapun meminta bantuan kepada Nauval untuk mengantarkannya.


"mas .. mas .. bangun, mas ... anterin Lia ke kamar mandi, Lia takut" panggil Aulia pada Nauval.


Nauval masih belum terbangun, ia lalu menggoyangkan tubuh Nauval lebih keras agar Nauval mau bangun.

__ADS_1


"mas ... tolongin aku .. anterin aku mas .. bangun ... " panggil Aulia lebih keras.


"eummhhh" Nauval baru mau membuka matanya. "ada apa sayang ?" tanya Nauval dengan suara serak yang baru bangun.


"tolong hidupin lampunya mas, Lia pengen pipis, Lia takut kalau gelap begini " ucap Aulia. Nauvalpun segera bangkit untuk menghidupkan lampu kamarnya. Aulia segera menuju kamar mandi karena memang sudah kebelet banget.


saat keluar Aulia mengibas-ngibaskan tangan kirinya pada bokongnya yang basah lumayan banyak.


" loh kamu kenapa sayang?" tanya Nauval khawatir dengan menghampiri Aulia didepan pintu kamar mandi.


"nggak apa-apa kok mas ini basah dikit tadi aku buru-buru bilas nya malah kesiram" ucap l Aulia yang kemudian duduk pinggiran sofa di kamar itu.


" dikit gimana ini banyak loh sayang" ucap nauval memeriksa bokong Aulia deng tidak ragu sama sekali.


"iya, aku nggak bawa baju ganti ini" bingung Aulia, yang sudah ingin melanjutkan tidurnya.


kemudian Nauval mencari ke lemarinya untuk mencari celana pendek untuk Aulia ganti dan ia menemukan celana boxer yang ukurannya kecil sepertinya cukup untuk Aulia.


"mau pake ini nggak?" tanya Nauval yang sudah didepan Aulia.


"ini baru kok sayang, ini masih ada labelnya, daripada kamu pakai itu basah semua nanti" jelas Nauval agar Aulia mau menerima, Aulia segera mengambil boxer itu dan menggantinya di kamar mandi lalu keluar dan menuju ranjangnya, Nauval sudah Disana menunggu kedatangan Aulia dengan bersandar di sandaran ranjangnya.


Aulia masuk ke dalam selimutnya Nauval kemudian mengikuti Aulia dan memeluk Aulia dari samping.


"lebih nyaman kan daripada tadi?" tanya Nauval.


"iya mas, terimakasih ya ", ucap Aulia Nauval pun mengangguk.


"mas boleh tanya sesuatu nggak, aku pengen tanyain tadi tapi nggak enak sama kamu"


"boleh, ada apa?"

__ADS_1


"aku dosa nggak sih tadi nolak kamu?, maafin aku ya soal yang tadi " ucap Aulia.


"nggak kok sayang gapapa, mas ngerti kok kamu belum siap" jawab Nauval.


"mas tadi kesel banget ya makanya diem?"


"nggak kok, mas tadi cuma fokus menahan hasrat karena udah terlanjur tegang" kekeh Nauval agar Aulia tidak perlu khawatir.


"kamu baik banget mas" ucap Aulia yang kemudian mengecup bibir Nauval pelan.


Nauval yang menerima itu lumayan terkejut karena dari tadi hanya Nauval yang memulai, tapi sekarang Aulia memulainya lebih dulu, bahkan lebih liar dari kecupan mereka sebelumnya.


pertahanannya goyah, sebelum tidur tadi dia sudah sangat berfikir matang bahwa ia akan menyerahkan diri sepenuhnya pada Nauval karena melihat kekecewaan Nauval tadi, Aulia tidak mau menambah dosanya karena itu memang sudah kewajiban nya.


"mas, lakukan sekarang, Aulia siap" bisik Aulia pada Nauval ditengah ciumannya ini, membuat Nauval junior tidak bisa tidak berdiri karena mendengar suara Aulia yang sexy, sepertinya sudah lumayan terangsang hanya karena ciuman mereka.


Nauval segera mengecup bibir Aulia lagi, tapi perlahan semakin turun ke leher Aulia, mengecup dengan lembut sesekali menyesap pelan tapi tidak sampai merah.


tangan Nauval juga menelusup kedalam baju Aulia, dilepaskannya pengait bra nya lalu Nauval meremas pelan dada Aulia yang lumayan besar itu dengan kedua tangannya, sedangkan lidahnya masih di leher Aulia sesekali pindah ke bibir.


Aulia berusaha menahan desahannya, tapi saat Nauval memainkan put*ngnya Aulia tidak tahan lagi Aulia mendesah.


"ahh ... mas" dan sadar dia telah mengeluarkan suara dia segera menutup mulutnya, Nauval paham Aulia takut terdengar oleh Abah dan umi.


" mendesah lah sayang... kamarnya kedap suara" ucap nauval dengan suara seraknya yang diselimuti gairah.


setelah puas memainkan dua benda kenyal itu Nauval segera membuka satu persatu kancing piyama Aulia, dengan sabar dan kadang menekan titik sensitif itu lagi.


"mas kalau di film-film biasanya buru-buru, kamu kok pelan banget" tanya Aulia saat menunggu Nauval membuka kancing terakhirnya.


"mas suka yang slow tapi nikmat Lia, Lia mau ikutin mas kan?" tanya Nauval yang terus menatap mata Aulia dengan tatapan mendamba. Aulia mengangguk mengiyakan permintaan Nauval.

__ADS_1


setelah terbuka baju Aulia Nauval segera melepas bra nya juga dan tampaklah dua benda kenyal yang tadi Nauval mainkan kini sudah terpampang di depannya.


ukurannya lumayan besar sesak dan penuh di tangan besar Nauval dengan warna putih bersih dengan ujung berwarna pink.


__ADS_2