Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 75


__ADS_3

"bukan urusanmu ya san" ujar radit yang sudah akan berjalan, tiba-tiba Hasan sudah di depannya dan langsung mendorong tubuh Radit.


"bukan urusanku gimana? kamu udah kurang ajar banget dit" ujar Hasan dengan suara keras.


"kamu mau berantem sama aku? ayok aku ladenin, jangan dikira umur kamu lebih tua aku takut sama kamu ya" kata Radit tidak kalah keras dan mendorong tubuh Hasan.


Zaki mencoba melerai mereka. naufal dari tadi tidak fokus ke yang lain dia hanya fokus pada suapannya untuk aulia dan untuk dirinya sendiri.


karena lumayan berisik membuat anak-anak yang lain penasaran dan melihat Apa yang terjadi pada Hasan dan Radit.


Aulia melihat Hasan dari agak jauh seperti dorong-dorongan dengan temannya dan beberapa ada yang mencoba memisahkan, Aulia yang melihat itu sontak panik


"mas.. itu Hasan berantem ya, itu" ujar Aulia pada Naufal, Naufal pun langsung menoleh seketika lalu ia bergegas turun dari gazebo dan berjalan cepat ke arah mereka diikuti Aulia, tapi Aulia jalan biasa ia tak mau ambil resiko untuk calon bayinya.


"Hasan radit!" panggil Naufal yang sudah sampai didekat mereka bertiga.


Hasan dan Radit pun berhenti cekcok karena mendengar suara Gus naufal yang sudah menghampiri mereka.


"kalian ini ngapain sih, mau jadi jagoan atau gimana? " tanya naufal dengan langsung menengahi mereka. keduanya seketika terdiam.


"kamu juga san, kamu itu yang lebih dewasa, seharusnya kamu bisa memberi contoh yang baik buat adik kelas kamu" ujar Naufal menoleh pada hasan.


"maaf Gus" gumam Hasan pelan sambil menunduk tidak berani menatap Naufal.


"masalahnya apa?" tanya Aulia yang ada di belakang Naufal.


Hasan tidak berani menjawab apalagi yang bertanya Aulia sendiri, ia takut Aulia tersinggung. Radit pun demikian, ia tak berani menjawab pertanyaan Aulia, kalau Aulia dan Naufal tau pasti akan marah besar.


"kok diem aja?" tanya Naufal, "ayo Jawab " lanjut Naufal dengannada membentak, Aulia sampai kaget melihat Naufal marah begini.


"hanya ... saya tersinggung aja Gus, maaf " bohong Hasan agar terhindar dari pertanyaan yang tadi.


"benar begitu radit??" tanya Naufal pada Radit memastikan.


"iya.. maaf gus" jawab radit agak gugup.


"Ya sudah sekarang kalian maaf-maafan dan salaman" jangan nakal Radit dan Hasan pun menuruti mereka salaman minta maaf satu sama lain.

__ADS_1


"Hasan kamu nanti bersihkan kamar mandi masjid di pesantren dan kamu Radit besok bersihkan toilet di sekolah MA, kalian mengerti hukumannya??" ujar Naufal memberikan hukuman pada kedua muridnya ini.


"mengerti Gus " ucap mereka berdua serentak.


"Ya sudah selesai makan kita kembali, dan hasan ajak anak-anak yang lain balik ke pesantren kalau sudah selesai makan kamu awasi pulangnya ya" perintah Naufal pada Hasan.


"baik gus" jawab Hasan dengan masih menundukkan wajahnya.


"yaudah kalau gitu, saya permisi, assalamualaikum " pamit Naufal lalu menggandeng tangan Aulia dan kembali ke gazebo, melanjutkan makan baksonya yang tinggal sedikit.


"biar mas bayar dulu ya, ku tunggu sini" ujar Naufal yang akan melangkah pergi.


"ehh mas, kan Aulia yang panggil, udah nggak apa-apa biar Aulia yang bayar, ada uang cash juga kok di dompet " cegah Aulia


"udah nggak apa-apa biar mas aja", kemudian Naufal pergi untuk membayar ke penjual bakso dan es kelapanya.


Aulia menghampiri Sam, dan yang lain.


"Sam ni bagi-bagi ya sama yang lain, buat makan sama rokok, btw makasih udah bantuin gue tadi " ujar Aulia sambil menyodorkan lima lembar uang berwarna merah.


"ehh kagak perlu deh, kita bantuin nya ikhlas kok, lagian barusan juga udah di traktir " tolak Sam.


"emang siapa yang bayar Lo, gue ngasih ini buat rokok kalian yang tadi udah bawain gerobaknya Abang bakso, udah ah ambil aja, lagian gue seneng punya temen kayak Lo Lo pada" ujar Aulia sedikit memaksa.


"seriusan nih?" tanya Sam dan di angguki Aulia, merekapun mengambilnya.


"yaudah gue pulang dulu, Sampek ketemu lagi" ujar Aulia seraya pergi berjalan menuju mobilnya.


"tapi inget ya, jangan buat beli minuman" ujar Aulia berbalik saat sudah beberapa langkah.


"siap bos" jawab Sam kemudian Aulia menuju mobilnya menunggu Naufal.


udah mas? " tanya Aulia ketika Naufal sudah memasuki mobil.


"udah sayang tadi agak lama soalnya bapak penjual baksonya udah lumayan tua jadi Ngitungnya kurang cepet" jelas Naufal dan di angguki Aulia.


naufal menggerakkan mobilnya menuju pulang ke rumah aulia, karena mengembalikan mobil ke garasi rumah Aulia.

__ADS_1


"mas Aulia di sini dulu ya" ujar aulia meminta izin.


"boleh sayang, tapi kamu habis ini ngaji ya" ujar Naufal.


"iya mas, Aulia mandi aja kok disini, sama ketemu ibu bapak" kata Aulia kemudian di angguki oleh Naufal.


Naufal pulang ke rumahnya sendiri cepat-cepat mandi karena salat Magrib habis ini waktunya Naufal menjadi imam jadi harus cepat takut terlambat.


setelah salat magrib Naufal menuju kantor guru Madin karena hari ini dia tidak punya jadwal mengajar jadi ia memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugas yang lain.


saat sedang fokus mengerjakan menetap menatap layar komputer ada ketukan dari pintu ternyata Hasan menghampirinya.


"assalamualaikum Gus"


"waalaikumsalam sini masuk Ada apa?" jawab Naufal. Hasan masuk dan duduk di sofa.


"saya mau minta maaf atas kejadian tadi sore Gus, saya nggak bermaksud untuk mencontohkan yang buruk pada adik-adik kelas" ucap Hasan agak gugup.


"saya sebenarnya kecewa sama kamu tapi lebih ke bingung si, karena tidak biasanya kamu tersinggung sama omongan orang" kata Naufal.


"iya Gus, biasanya memang saya gak peduli, tapi kalau dia membicarakan Gus dan keluarga saya sangat tersinggung " ujarnya membuat Naufal menghentikan pekerjaannya untuk menoleh pada Hasan.


"emang radit ngomong apa ?" tanya Naufal.


"tadi dia bilang, kalau aja dia yang bisa dapetin ning Aulia, apalagi.. dia .. lihat foto dan video, maaf... Ning Aulia yang beredar " ujar Hasan Naufal kaget karena pengakuan Hasan ini.


"kok kamu nggak bilang dari tadi?" tanya Naufal ikut duduk di samping Hasan di sofa.


"tadi ada Ning Aulia Gus, saya takut beliau tersinggung dan akan sedih kalau tau kalau dia di omongin orang lain" jelasnya pada naufal.


Naufal mengangguk-anggukkan kepalanya.


"yasudah, maaf saya tadi marahin kamu kayak gitu " ujar Naufal.


"nggak papa kok Gus, kalau saya salah Gus harus marahin" ujar Hasan membuat Naufal tertawa.


"kamu ini ada-ada aja, kuliah kamu bagaimana? lancar??" tanya Naufal mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Alhamdulillah lancar gus" jawab Hasan.


"Alhamdulillah kalau gitu" tambah Naufal


__ADS_2