
"mas boleh ikut foto kan ?" Tanya Nauval membuat Aulia kaget. Pasalnya teman-temannya yang lain diluar langsung heboh karena kedatangan Nauval apalagi tambah kaget di dalam sudah ada Bu nyai Fatimah dan pak kyai rohim.
"Mas.. ngapain kesini" tanya Aulia dengan suara pelan.
"Mas mau ngasih ini sayang" jawab Nauval.
Auliapun menerima buket yang di bawakan Nauval.
"Sana kalian foto berdua, habis itu kita foto bareng satu keluarga ya? Mau kan mir? " Ujar umi Bu Mira mengangguk tersenyum.
Akhirnya Aulia dan Nauval foto berdua, bahkan mereka tidak menjepret satu kali melainkan berkali-kali biar nanti kata Aulia bisa pilih yang bagus untuk dicetak.
Fotografer nya pun dengan senang hati memotret mereka berdua, apalagi ini pak kyai sekeluarga beserta calon besannya, karena selama ia menjadi langganan fotografer di yayasan ini,pak kyai ini tidak pernah minta di foto. Jadi ini kejadian langka menurut nya.
Saat melihat mereka berfoto sekeluarga lusi dan Susan yang ikut mengintip kedalam ruangansaling pandang.
"Jadi bener yang dibilang Bu alika kemari?" Tanya Lusi pada Susan
"Iya kayaknya bener, nih mereka sampai ambil foto keluarga segala lagi" jawab Susan .
setelah selesai berfoto mereka menempati tempat duduk semula karena ada mauidhoh Hasanah jadi mereka harus mendengarkan dulu.
tapi sepertinya mereka tidak ada yang mendengarkan sibuk foto-foto selfi sana-sini.
Aulia sekarang sudah berada di gerombolan cewek-cewek kelas B.
"Aulia kamu seriusan mau nikah?" tanya Ririn penasaran.
"sama pak Nauval ya Lia" tanya yang lain.
Aulia yang di cecar seperti itu mau bagaimana lagi, ia terpaksa menjawab.
"iya guys, kenapa? aneh ya? masa' murid mau nikah sama kepala sekolahnya?" akui Aulia.
"aneh gimana sih Lia, justru kalian itu serasi banget, yang laki-laki ganteng yang cewek cantik" kata Risma.
"iya Aulia, tadi foto berdua kamu pasti bagus banget" tambah Nisa dan di iyakan yang lain.
Aulia senang setidaknya mereka tidak menjudge Aulia yang aneh-aneh pikir Aulia.
Setelah selesai acara Aulia pulang bersama dipaksa oleh umi untuk ikut mobil Pajero pak kyai bersama kedua orang tua nya.
__ADS_1
Mereka menunggu sebentar di parkiran, dan ternyata kini Nauval datang denga sudah memegang kendali kemudi.
Ternyata mereka mengajak makan siang Aulia dan keluarga, mereka telah sampai di warung makan lesehan yang dekat Empang.
Menu makanannya terdapat berbagai jenis olahan ikan.
"Sayang, kamu mau yang mana?" Tanya Nauval
"Terserah kamu aja mas, yang goreng atau bakar terserah aja deh" jawab Aulia.
Mereka pun memesan berbagai menu untuk porsi 6 orang.
Abah berniat kesini untuk menentukan tanggal pernikahan Aulia dan Nauval, tapi itu dibicarakan setelah makan.
"Jadi acara nya hari Jum'at ya tanggal 15 berarti kurang dari satu bulan ini" kata Abah yang lain pun setuju.
"Sayang setelah resepsi ini kamu tinggal nya di rumah umi ya, kan kasihan Nauval kalau bolak balik kesana kemari". Ucap umi
"Nauval nggak apa-apa kok mi kalau bolak balik lagian Deketan juga kok" sela Nauval.
Aulia memegang tangan ibunya, menatap ibunya seperti meminta persetujuan.
"Terserah kamu nak" ucap ibu nya.
"Boleh dong sayang, kapanpun kamu mau silahkan, tapi jangan lupa izin dulu sama mas ya?" Ujar Nauval tersenyum, Aulia pun mengangguk tersenyum ke arah suaminya.
selesai makan mereka pulang ke rumah, Nauval pergi ke sekolah untuk menyelesaikan beberapa hal.
sampai rumah Aulia segera membersihkan wajahnya lalu ia mandi, setelah ganti baju ia melihat jam karena masih pukul 2 siang ia akan tidur siang sebentar.
Aulia bangun pukul setengah 4 sore dia segera sholat ashar. ia kemudian santai-santai sejenak dan membuka ponselnya.
banyak sekali notifikasi pesan di grup sekolahnya, jadi yang masuk grup itu semua siswa siswi yang sekolah di MA, termasuk guru-gurunya bukan hanya kelasnya. "mungkin anak-anak lagi share foto-foto kegiatan tadi" pikir Aulia.
Aulia pun kemudian membuka nya, ternyata ia salah ada teman yang menshare fotonya tadi bersama Nauval, tapi didalam foto terlihat dari luar, sepertinya yang memotret teman-temannya dengan caption "pak Nauval mau menikah, selamat pak".
tapi semakin dilihatnya ke bawah malah ada foto-foto Aulia jaman SMA di sekolahnya dulu.
deg!
semakin dia lihat ke bawah ada semua foto bahkan Vidio Aulia di club malam pakai baju super sexy dengan keadaan mabuk, saat Aulia cari tau nomor siapa yang menyebarkan itu semua, tidak ada foto dan tidak ada petunjuk di nomornya.
__ADS_1
bahkan Lusi dan Susan menghujatnya.
lusi: "kasihan banget ya pak Nauval dapet calon istri kayak gitu"
susan: "iya, mana keluarganya pak Nauval terpandang, seorang kyai loh, malu-malu in aja"
adik kelas: "gak nyangka banget woy!"
lusi: "pasti pak Nauval di godain sama ceweknya jadinya mau"
susan: "iya pasti pak kyai sama Bu nyai juga terpaksa Nerima dia"
teman-teman yang lain banyak yang menyetujui ucapan mereka.
Aulia menangis membaca komentar-komentar teman-teman sekolahnya.
"gimana bisa dapet foto-foto itu, aku aja gak pernah upload Instagram kalo lagi party" ucap Aulia sambil menangis.
ia kemudian melihat-lihat kembali akun Instagram nya, apa mungkin ia lupa atau gimana, setelah di cari sampai postingan terakhir benar-benar tidak ada.
Aulia terus menangis, bagaimana bisa dia bertemu siapapun kalau keburukan nya dimasa lalu semua orang tau, apalagi lingkungan disini sangat tabu dalam hal dunia malam Jakarta. lalu bagaimana ia nanti bertemu Abah dan umi.
"ya Allah gimana ini" tangis Aulia berguling-guling di atas kasur.
"aku malu ketemu Abah sama umi "ucap Aulia.
Aulia menangis sampai matahari tenggelam. adzan maghrib dia baru bisa tenang. Naufal tidak menghampirinya sepertinya Naufal masih sibuk, Aulia juga tidak ingin bertemu suaminya.
setelah salat magrib Aulia tetap di kamarnya ia tidak ingin bertemu siapapun dia takut dan malu apalagi mengingat foto dan video yang tersebar, dia yakin semua guru-guru pasti tahu berita ini.
sampai jam 08.00 malam aulia tidak keluar sama sekali dari kamarnya ia bahkan belum sempat makan malam.
ibunya beberapa kali mengetuk pintu kamar Aulia untuk mengingatkan anaknya makan malam tapi Aulia tidak mau dia selalu bilang sudah kenyang.
pukul 09.00 malam Naufal baru bisa menghampiri Aulia di rumahnya.
tok tok tok
"sayang buka pintunya kenapa dikunci "ketuk Naufal karena tidak biasanya Aulia mengunci kamarnya.
agak lama Aulia baru membukakan pintu suaminya.
__ADS_1
ceklek
wajah Aulia sangat sembab menandakan ia habis menangis lama, sebenarnya Naufal sudah tahu ia pun segera masuk kemudian menutup pintu dan segera memeluk istrinya.