Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 83


__ADS_3

"sayang kamu cantik banget sih" ujar Naufal meletakkan ponselnya dan menyambut Aulia yang berjalan ke arah nya dengan tersenyum.


"ya harus cantik dong, apalagi depan kamu" Aulia duduk di pangkuan Naufal, Naufal melingkarkan tangannya di pinggang Aulia, menyatukan kening dan hidungnya ke kening dan hidung Aulia.


"maaf ya mas, tadi malem Aulia..." Naufal menggeleng segera ia kecup bibir Aulia lembut.


"nggak masalah sayang, sekarang gimana punggung kamu, masih sakit nggak?" tanya Naufal setelah melepaskan tautan bibirnya.


"masih sih, tapi udah mendingan kok"


"oke, mau sekarang atau gimana??" Naufal tersenyum seraya menaik turunkan alis nya.


Aulia tersenyum dan mengangguk.


Naufal kembali mencium bibir Aulia dengan lembut, tangannya mulai meremas dan mengusap-usap bokong Aulia yang ada di pangkuannya.


Aulia menurunkan ciumannya ke leher Naufal dengan menyesap nya sampai agak kemerahan, tangannya dengan cepat membuka kaos yang dikenakan Naufal, setelah berhasil membuka aulia mencium kembali, tangannya beralih ke celana Naufal dan segera ia pelorotkan dengan ****** ***** nya sekalian.


Aulia segera mengoc*ok batang Naufal yang sudah berdiri, tidak menunggu lama Aulia langsung mengul*m senjata Naufal itu.


"mppph, sayang... enakk..uuh" des*h Naufal tak tertahan.


Aulia memaju mundurkan senjata Naufal dalam mulutnya dengan tempo cepat, sesekali ia mainkan dengan lidahnya lubang kecil di ujung batang itu.


hp Naufal diatas meja berdering, Naufal sebenarnya sangat enggan menoleh, tapi terpaksa takut penting, ternyata kakak iparnya menelpon nya, Naufal pun mengangkat, Aulia tidak memperdulikan Naufal di atas, ia masih asyik dengan lolypop nya.


"halo assalamualaikum " Naufal sekuat tenaga menahan desah*nnya.


"waalaikumsalam, ee.. Gus, masih di kamar hotel nggak?" tanya Fahri dengan nada panik Disana.


"iya, kenapa mmpphh"


"bisa tolongin saya nggak, Aisyah mau lahiran kayaknya, bapak, ibu, pak kyai sama Bu nyai udah pulang semua tadi pagi, bisa nggak Gus? saya minta tolong banget" ujar fahri panjang lebar, sebenarnya agak aneh dengan suara Naufal di telinga nya tapi ia abaikan, karena memang sedang panik.


"lahiran?? harus sekarang banget ya ?" tanya Naufal membuat Fahri bingung.


Aulia yang mendengar ucapan Naufal segera mengangkat wajahnya, menghentikan kegiatan nya .


"siapa yang lahiran mas?" tanya Aulia kaget.


"istrinya Fahri yang"


"kak Aisyah mau lahiran?"


"iya, mereka masih di hotel, yang lainnya udah pulang jadi nggak ada yang bantuin" Aulia segera berdiri, dan mengambil hp Naufal.


"halo kak, gimana gimana?"

__ADS_1


"kamu sama Gus Naufal bisa nggak bantu anterin kakak ke rumah sakit, Iki mbak Aisyah udah mules banget katanya.


"iya kak, tunggu bentar kita langsung ke kamar kakak" Aulia segera mematikan panggilan nya.


"ayo mas, kita bantuin kak Fahri dulu" Aulia segera beranjak, akan mengganti bajunya.


"tapi yang" Aulia menoleh kepada Naufal lagi.


"apa lagi??"


"ini gimana??" tunjuk Naufal ke senjata nya yang masih berdiri tegak.


"yaelah mas, entar kita lanjut, ayo cepetan " Aulia kembali beranjak menuju kopernya.


Naufal pun mengenakan kembali celana dan kaos nya, lalu mengambil kunci mobil, dompet serta hp nya.


"mas siapin mobilnya di loby ya, kamu bantu Fahri mapah Aisyah, ke lobby "


"iya mas, gitu aja biar cepet" Naufal pun keluar kamar menuju parkiran mobilnya.


Aulia juga segera menuju kamar Fahri.


Aulia mengetuk pintu kamar Fahri.


"masuk, nggak di kunci kok" segera Aulia masuk, yang ia lihat Aisyah sedang memeluk Fahri seraya menggigit lengan Fahri.


"kak Aisyah bisa jalan nggak kak?"


"yaudah kita papah aja ya kak, mas Naufal udah siapin mobilnya di lobby"


"yaudah ayo" Aisyah berjalan perlahan dengan di bantu Fahri dan Aulia.


saat sudah masuk mobil Naufal segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"mas sakit.." rintih Aisyah dalam mobil.


"iya sayang, sabar ya bentar lagi nyampek kok" Fahri menenangkan, Aulia sesekali melihat ke belakang.


"cepetan mas" ujar Aulia pada Naufal.


"iya sayang ini udah cepet" Naufal mencoba fokus pada kemudi nya, sebenarnya kepalanya pusing, bagian bawahnya terasa ngilu karena hasrat yang belum tuntas tadi.


dua puluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, Fahri segera menggendong istrinya menuju ruang bersalin, sedangkan Aulia dan Naufal menunggu di luar.


"mas, kayak nya sakit banget ya, Lia jadi takut " ujar Aulia karena mendengar teriakan Aisyah sangat keras dari dalam.


"nggak perlu takut ya sayang, serahin semua sama Allah " ujar Naufal mengusap punggung Aulia.

__ADS_1


"gimana kalau Aulia lahiran operasi Caesar aja mas, ntar kita tentuin tanggalnya aja, kan lebih gampang, kayak artis-artis itu loh mas" pinta Aulia antusias.


"ntar kita tanya ibuk sama umi aja ya, kalau mas nggak ngerti masalah ginian"


"iya deh"


"oiya, kabarin yang dirumah nggak ini?" tanya Naufal yang baru ingat.


"jangan deh mas, takut ibu khawatir, apalagi ini lumayan jauh dari rumah, ntar kalo udah lahir baru kita kabarin, biar mereka tenang" jelas Aulia.


"yaudah kalo gitu, kamu mau makan nggak? atau mau minum? biar mas beliin di kantin " tawar Naufal.


"mau minum mas, tapi cepetan balik kesini ya"


"yaudah, tunggu bentar ya" Aulia mengangguk, Naufal segera mencari kantin di rumah sakit itu.


saat Naufal pergi Aulia mendengar suara bayi menangis dari dalam ruang melahirkan Aisyah.


"Alhamdulillah " syukur Aulia yang ia yakini keponakan nya pasti sudah lahir.Aulia sangat terharu mendengar suara bayi itu sampai-sampai air matanya sendiri mengalir tanpa tertahan.


"sayang, kok kamu nangis??" tanya Naufal yang baru datang, sontak Aulia memeluk Naufal.


"bayi nya udah lahir mas" kata Aulia tanpa melepaskan pelukannya.


"Alhamdulillah, seharusnya kamu seneng dong sayang "


"ihh kamu tuh gimana sih mas, ini namanya terharu, ponakan kita udah lahir" Aulia melepaskan pelukannya.


"yaudah, kita tunggu bentar lagi, pasti keluar " ujar naufal, sedangkan Aulia segera mengeluarkan ponselnya dari saku gamisnya.


benar saja, tak lama pintu di buka Aulia segera membuka fitur kamera di hp nya, siap untuk merekam.


bayi mungil berada dalam box dengan mata lebar bibir mungil dan hidung yang tidak terlalu mancung tapi sangat menggemaskan, karena pipi nya yang tembem.


"halo sayang, ini aunty, kamu kok gemes banget sih" ujar Aulia dengan suara di buat mirip anak kecil.


"cewek apa cowok sus??" tanya Aulia pada suster yang mendorong box bayi itu.


"cowok kak"


"wahh kamu ganteng banget si sayang" ujar Aulia lagi pada bayi tersebut. Naufal tersenyum melihat Aulia sangat bahagia dengan kehadiran ponakan barunya ini.


"ini mau di taruh mana sus?"


"di ruang bayi itu kak, selisih tiga ruangan dari sini"


"oke sus, bawa aja"

__ADS_1


"siap kak, mari" pamit suster itu.


"bye bye baby boy" Aulia kemudian mematikan rekaman Vidio nya.


__ADS_2