
setelah sholat magrib bergantian Aulia dan Naufal berpamitan pada umi untuk pulang mengambil baju ganti untuk umi sekalian ganti baju nya sendiri.
"sayang kamu ngga usah ikut ya, biar aku aja yang temenin umi di rumah sakit malam ini, kamu kan lagi hamil, aku nggak mau kamu capek-capek yang" ujar Naufal saat perjalanan pulang di mobil.
" terus aku di rumah sendirian dong mas?"
"nginep di rumah ibu lagi gimana yang? biar ngga sendirian?" tawar Naufal
"yaudah deh mas gitu aja," pasrah Aulia
" maaf ya sayang, seharusnya hari ini waktunya kita berdua, tapi mas malah harus jagain Abah di rumah sakit" ujar Naufal
"ihh kok ngomong gitu si mas, ngga apa-apa kok, mau gimana lg kalo emang udah di kasih cobaan gini, aku malah bakal marah kalo kamu lebih milih berduaan sama aku dan biarin umi jagain Abah sendirian" jawab Aulia yang tak setuju dengan ucapan naufal.
"makasih ya sayang udah ngertiin mas, " Aulia mengangguk tersenyum.
dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah Aulia, Naufal sengaja memarkir mobilnya di depan gerbang karena ia hanya pulang sebentar dan akan kembali ke rumah sakit.
Aulia pun menunggu di teras sedangkan naufal pulang ke rumah nya karena mau mandi dan siap-siap berangkat lagi.
setelah berganti baju di rumahnya Naufal segera menitipkan kelas Madin nya pada pak Affan setelah itu ia kembali ke rumah Aulia untuk berpamitan pada istrinya.
" mas jalan dulu ya sayang?" pamit Naufal Aulia pun mengangguk lalu ia mencium tangan Naufal.
" mas hari ini aku mau masuk kelas Madin ya" izin Aulia tangannya masih tidak lepas dari tangan suaminya
" emang kamu nggak capek sayang? kalo capek udah istirahat aja nggak apa-apa kok"
" emang kamu nggak capek sayang?" tanya Naufal khawatir istrinya kelelahan. Aulia menggeleng
"yaudah kalo nggak capek ngga apa-apa yang, ati-ati ya" ujar Naufal Aulia mengangguk, Naufal kemudian mencium pipi Aulia sebentar kemudian ia melangkah menuju mobilnya.
setelah mobil suaminya menjauh Aulia pun masuk ke rumah nya dan menuju kamarnya untuk bersiap-siap mengaji.
.
.
setelah kelas Madin selesai Aulia ikut sholat berjamaah di masjid, selesai sholat pak Affan yang sedang menjadi imam sholat meminta waktu para santri sebentar untuk berdoa bersama mengharapkan kesembuhan pak kyai.
__ADS_1
setelah selesai Aulia pulang ke rumah nya Aulia pun langsung beristirahat karena badannya pun sudah lelah hari ini.
tapi baru saja ia terlelap ponselnya berdering dan karena aulia mengantuk ia pun tidak melihat nama siapa yang tertera. dengan mata terpejam Aulia pun menjawab panggilannya.
"halo.." ujar seseorang di seberang telpon.
"hmmm, siapa ni?"
" Lusi Lia.." jawab wanita tersebut yang ternyata adalah Lusi
" ohh.. ada apa kok telpon gue malem-malem gini?"
"nggak au, gue cuma mau tanya Lo di rumah sakit?"
" nggak gue di rumah, emang kenapa?"
" ohh nggak apa-apa si, soalnya pas gue pulang kerja td liat pak Naufal di depan rumah sakit kecelakaan di pinggir jalan gitu di tolongin orang-orang "
deg! seketika Aulia terbangun, jantung nya langsung berdetak tak menentu,.
"siapa yang kecelakaan lus?" tanya Aulia takut salah dengar.
"Lo ngga salah liat kan???" tanya Aulia
"nggak, emang Lo nggak di kabarin??"
"nggak, gue nggak tau .."
"ohh kirain gue udah tau"
"yaudah makasih ya infonya " ujar Aulia dan langsung menutup telponnya
" eh .. iya sama-sama " jawab Lusi tidak enak merasa ia salah memberitahu Aulia.
Aulia mengecek ponselnya dan tidak ada pesan sama sekali dari Naufal atau sekedar menelfonnya membuat Aulia makin takut dan berfikir yang tidak-tidak.
Aulia pun kebingungan ia segera mengambil jilbab sembarang nya dan segera keluar kamar dan tidak ia lihat karena sudah sepi, ibu dan bapak nya sepertinya sudah tidur.
Aulia segera berjalan menuju rumah fahri, awalnya Aulia mengetuk pintu dengan perlahan karena takut mengganggu anak Fahri yang sedang tidur nyenyak. air mata nya pun tak berhenti karena deg deg an serta kebingungan dan mengkhawatirkan suaminya.
__ADS_1
tok tok tok
"kak farhi...."
masih tidak ada jawaban dari dalam, Aulia mengetuk kembali.
"kak Fahri kak Aisyah.... assalamualaikum.." panggil Aulia sambil terus mengetuk pintu rumah kakak nya.
karena masih tidak ada jawaban Aulia pun kembali ke rumah nya ia masuk kamar dan mengambil kunci mobil dompet serta ponselnya, ia pun membuka gerbang rumah nya terlebih dahulu setelah itu mengeluarkan mobil nya hadiah dari suaminya dari garasi rumah, setelah keluar gerbang Aulia tidak lupa menutup gerbangnya lagi,. setelah selesai Aulia pun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit,.
jalanan yang sepi dan gelap pun Aulia sama sekali tidak takut karena rasa takutnya kalah dengan rasa khawatirnya pada Naufal.
padahal tadi saat bersama Naufal Aulia rasa jalanan ini tidak terlalu jauh, tapi saat khawatir begini terasa sangat jauh untuk Aulia apalagi jantungnya masih berdebar takut kalau Naufal kenapa-kenapa.
akhirnya Aulia pun sampai di rumah sakit Aulia segera menghampiri kamar Abah yang tadi Aulia sudah tau tempatnya, saat hendak masuk Aulia di tegur oleh seorang perawat perempuan.
tapi dengan cepat Aulia menemukan alasan jika ia hendak mengantarkan pakaian ibu nya yang sedang menunggui pasien,. dan akhirnya Aulia di perbolehkan masuk.
"assalamualaikum..." panggil Aulia ternyata umi sedang sholat malam, dan Abah juga sedang tidur nyenyak, Aulia pun menunggu umi menyelesaikan rakaat terakhirnya hingga umi pun mengucapkan salam.
"loh Aulia .. kok kamu disini ??sama siapa nak??" tanya umi
"sendirian mi,, mas Naufal mana? kok ngga kelihatan di sini,?" tanya Aulia to the point iapun memelankan suara nya takut Abah terganggu dengan kedatangan nya.
"ee .. Naufal di..." bingung umi mau jawab bagaimana
",dimana mi??? kok ngga keliatan disini mi?" tanya Aulia memaksa karena ia makin takut
"di ruangan rawat nak, tadi Naufal keserempet Motor dan sedikit luka " hanya itu yang bisa umi sampaikan membuat lutut Aulia susah berdiri.
"hah jadi beneran mas Naufal kecelakaan??" tanya Aulia
"kamu tau darimana? kok tau?" tanya umi
" tadi ada temen yang kasih tau mi, ruangan apa mi, "
"ruangan sedap malam nak, nggak jauh dari sini kok tinggal belok kiri" jelas umi, Aulia pun mengangguk ia lalu berpamitan melangkah menuju ruang yang sudah umi jelaskan.
saat membuka pintu ruangan yang Aulia lihat suaminya sedang berbaring di ranjang pasien.
__ADS_1