Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 122


__ADS_3

setelah Naufal berangkat mengajar Aulia kini rutin melakukan senam hamil yang ia lakukan mandiri di lantai atas dengan bekal video-video dari YouTube memudahkannya dalam hal ini, tapi pastinya dengan anjuran dokter juga mana-mana gerakan yang tidak di perbolehkan oleh ibu hamil.


pukul 10 pagi Aulia baru selesai ia pun segera merebahkan tubuhnya di sofa karena lelah.


" kok tiba-tiba pengen nyamperin mas Naufal ya, pengen makan siang bareng" gumam Aulia sambil tangannya mengipasi wajahnya yang sudah basah oleh keringat.


" habis ini mandi ah, habis itu nyamperin ke sekolah deh" gumam Aulia menyampaikan rencana yang akan ia lakukan sebentar lagi.


Setelah hilang rasa lelahnya Aulia menuju kamar mandi untuk mandi dan selesai mandi Aulia mengganti pakaiannya dengan gamis polos, setelah itu ia berdandan natural dengan mengenakan jilbab pashmina dengan warna senada.


Setelah semua siap Aulia membawa tas kecil yang hanya berisi hp karena dompetnya sudah ada di balik cassing hp nya. ia pun berjalan santai menuju lantai bawah ternyata sudah ada umi dan Abah sedang berbincang santai.


" Loh Aulia mau kemana? Kok kayak mau pergi?" Tanya umi pada Aulia yang baru turun dari tangga, Aulia pun menghampiri umi dan Abah sekalian berpamitan.


"Lia mau ke sekolah mi, pengen nyamperin mas Naufal" jawab Aulia sambil duduk di sofa bersama umi.


"Sama siapa nak? Terus naik apa? Jangan nyetir mobil sendiri loh" Tanya umi karena tak tega jika Aulia berjalan kaki atau mengemudi mobil.


" Tenang aja mi, Aulia jalan kaki aja kesana nya deket ini kok" jawab Aulia


" Serius? Tapi hati-hati ya nak jalannya" peringat umi, Aulia pun mengangguk, ia kemudian berdiri dan bersalaman pada umi dan Abah.


"Tapi tadi Naufal kayaknya bawa motor Lia, nggak apa-apa nanti kalian naik motor?" Tanya Abah

__ADS_1


"Nggak apa-apa dong bah, naik motor tuh romantis, ya nggak umi, hehehe" ujar Aulia membuat umi dan Abah tersenyum.


"Yaudah Aulia berangkat ya" pamit Aulia, setelah bersalaman dan pamit Aulia pun berjalan santai menuju sekolah.


"Wahhh Aulia baru kelihatan nih, jarang banget liat kamu keluar dari rumah gini?" Tanya Bu Santi yang seperti biasa sedang ngerumpi bersama para ibu-ibu yang lain. Aulia mengangguk tersenyum.


"Iya nih Bu, Alhamdulillah akhir-akhir ini sibuk ngurus bisnis dari rumah, jarang banget keluar soalnya gampang capek " jawab Aulia ramah.


" Ohh .. pinter banget ya kamu Lia, masih muda udah sukses " jawab Bu Santi.


" Hehe, nggak lah masih jauh Bu, mohon do'a nya aja" jawab Aulia.


" Ehh.. tapi Lia.." sela Bu Mirna.


" Anak saya pernah bilang loh kalau suami kamu gus Naufal itu di sukai Bu Alika, kamu udah tau belum?" Tanya Bu Mirna.


" Eh.. kalo itu saya tau sih Bu, tapi yasudah lah lagian suami saya kan nggak suka juga bu" jawab Aulia.


" Ihhh kamu jangan ngomong gitu, iya gus Naufal bilang nya di depan kamu gitu di belakang mana tau, ya kan Bu ibu??" Kompor Bu Mirna.


" Bu Mirna jangan ngomong gitu lah Bu, ini Aulia lagi hamil loh nanti kan kasihan takut malah kepikiran" ujar Bu Sulastri menyahut, karena tidak setuju dengan omongan Bu Mirna ini.


"Kan siapa tau Bu " jawab Bu Mirna sambil memalingkan wajahnya ke samping.

__ADS_1


" Ee... Maaf ya Bu Mirna, bukannya saya nggak setuju atau nggak mau denger omongan nya bu Mirna, tapi saya sangat percaya sama suami saya, selama ini sikapnya nggak pernah berubah kok selalu perhatian dan sayang sama saya" jawab Aulia menanggapi ucapan Bu Mirna, sebenarnya dalam hatinya meronta-ronta ingin memaki Bu Mirna hidup-hidup, tapi dorongan untuk sabar nya lebih kuat Aulia pun mengusap perutnya beberapa kali demi menjaga emosi nya tidak naik karena omongan Bu Mirna ini.


" bukannya saya mau nuduh sih Aulia, iya saya ngerti kok suami kamu emang baik dan saya juga percaya kalo dia pasti nggak mungkin macem-macem, tapi kan waspada juga perlu Lia, jaga-jaga aja sih, pelakor sekarang kan pada pinter-pinter, pasti ada aja akal nya buat ngerayu suami orang" ujar Bu Mirna seperti nya dengan sengaja makin memanas-manasi Aulia.


"udah Bu, saya nggak mau su'udzon sama orang, kalau gitu mari ya saya duluan" pamit Aulia kemudian ia pun melangkah kan kakinya kembali menuju tujuan awalnya, bukannya tidak mau menanggapi para tetangga yang mau mengobrol dengannya tapi barusan yang di bicarakan Bu Mirna barusan terlalu sensitif, memang benar ia tidak suka dengan Bu Alika tapi omongan Bu Mirna barusan seperti menuduh Naufal yang tidak-tidak, jelas Aulia tidak terima.


sesampainya di sekolah karena masih di jam pelajaran Aulia pun langsung menuju ruangan Naufal, dari jauh Aulia melihat Naufal baru keluar dari ruangannya menuju kelas di sebelah ruangan nya, tadinya Aulia hendak memanggilnya tapi karena melihat Naufal seperti nya buru-buru akhirnya Aulia urungkan ia pun memutuskan untuk menunggu suaminya di ruangan Naufal saja.


Saat hendak masuk Aulia di kejutkan dengan melihat Bu Alika keluar dari dalam kamar mandi ruangan Naufal dengan tangan yang sedang memperbaiki jilbab nya. Aulia pun langsung masuk ke ruangan, hati nya terus beristighfar berusaha bersikap tenang meskipun dada nya berdebar karena takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi yang kepastiannya juga belum jelas. entahlah pikiran Aulia langsung menuju ke


" Bu Alika ngapain disini??" Tanya Aulia langsung masuk, bahkan ia sampai lupa kalau ia masuk tanpa melepaskan alas kaki nya. Bu Alika pun sama tak kalah kagetnya karena tiba-tiba Aulia masuk dan menanyai nya seperti itu, tapi Bu Alika tak menjawab terlebih dahulu.


" Kok diem sih Bu, saya tanya loh Bu Alika ngapain disini?" Tanya Aulia tak sabar menunggu jawaban Bu Alika.


" Emang kenapa kalo saya disini? Siapa yang larang? Yang punya aja nggak ngelarang" jawab Bu Alika.


" Maksud ibu?? Suami saya nggak ngelarang ibu disini?" Tanya Aulia, hati nya makin berfikiran ke arah negatif pada Naufal dan Bu Alika, apalagi baru tadi hendak kesini di panas-panasi hati nya oleh Bu Mirna.


"Iya, kamu barusan liat kan dia pergi dari sini ?" Ujar Bu Alika dengan santai mengaitkan jarum pentul ke jilbab nya.


Deg


"Jadi maksud Bu alika apa? Mas Naufal sama dia dari tadi berduaan disini??" Tanya Aulia dalam hatinya, sungguh sebagai perempuan ia kini sudah ingin sekali membebaskan air matanya, tapi tidak ia akan menahan nya sekuat apapun, Bu Alika tidak boleh melihatnya sebagai wanita lemah, bahkan Naufal sekalipun kalau memang benar Naufal telah mengkhianati nya.

__ADS_1


__ADS_2