
"apa ini ?" tanya Aulia.
" bukan apa-apa sih, sama kok sama yang tadi " jawab Nauval, Aulia melihat sekilas ke dalam dan melihat beberapa batang coklat warna ungu dan coklat yang sepertinya dengan berbagai rasa yang berbeda.
" emang aku suka coklat??" tanya Aulia.
"em ... nggak tau sih aku cuma nebak aja, aku nggak tau apa yang kamu suka" jawab Nauval dan hatinya sedikit berdebar takut Aulia tidak mau menerima.
"kok nggak nanya dulu?" cecar Aulia dan membuat Nauval semakin gugup, Aulia yang melihat kegugupan Nauval gemas sekali pikir Aulia.
"emmm. .. nggak enak nanya-nanya takut dikira apaan ntar" jawab Nauval gugup.
"kan bisa telfon" kata Aulia setengah berbisik.
"emang boleh"tanya Nauval.
" boleh lah" jawab Aulia sambil tersenyum.
"yaudah nanti saya tanya" kata Nauval.
"oke, ini saya terima, saya pergi dulu mau pulang, terimakasih assalamualaikum" pamit Aulia dan melangkah keluar.
"waalaikumsalam "jawab Nauval dengan bernafas lega, tapi ada perasaan aneh yaitu tidak ingin Aulia pergi padahal saat aulia dekat ia ingin segera pergi karena dekat Aulia jantung nya jadi tidak normal setelah pergi malah takut rindu.
"apa harus bilang ke Abah ya biar dilamarin" batin Nauval.
"tapi dia aja udah nolak aku" lanjutnya bimbang.
sementara Aulia dikamar Langsung membuka paper bagnya dan ada kira-kira sepuluh batang coklat bervarian beda-beda.
" lucu banget sih, nggak tau kesukaan ku malah dibeliin semua" ucap Aulia tersenyum.
"ehh.. ini kotak apa" Aulia menemukan Kotak cincin kecil warna hitam Aulia pun membuka untuk melihat dalanya.
ternyata cincin emas bertabur permata yang indah, tidak ada bentuk love atau sebagainya, tapi ini lebih indah, Aulia pun memakainya dan pas di jari manis kirinya.
"ini ada maksud apa ya" ketik Aulia mengirimkan pesan pada Nauval dan memotret tangannya.
"gaada, cuma pengen ngasih aja" balasnya. Aulia pun tidak membalas lagi.
Aulia sholat dan segera kembali ke sekolah, diapun memakai cincin nya kembali.
__ADS_1
dan saat disekolah Aulia akan masuk ke kelasnya dan tidak sengaja Nauval juga akan masuk ke kelas sebelahnya, Nauval pun melihat ke ara jari Aulia yang terpasang cincin darinya lalu Nauval menatap mata Aulia seraya tersenyum.
entah apa yang ingin dia sampaikan tapi Aulia segera masuk kelas karena takut dilihat anak-anak yang lain.
setelah pulang sekolah Aulia segera mandi dan bersiap-siap ke rumah umi Fatimah.
"ibuk,, kalau acara gitu di pesantren biasanya harus pake kerudung ya" tanya Aulia pada ibunya setelah ibunya selesai sholat Maghrib dimasjid.
"iya dong nak, kan semuanya Disana pake kerudung" jawab ibunya
"kamu mau lihat acara kelulusan di pesantren?" tanya ibunya
"iya buk, di ajak umi"jawab Aulia.
" yaudah pake gamis sama jilbab ya, dilemari ibuk cari aja kalau kamu nggak ada " tawar Bu Mira
"ada kok, waktu itu dibeliin kakak, aku pake itu aja" Aulia pun segera pergi ke kamarnya untuk memcoba gamisnya .
ada gamis dan kerudung pashmina, Aulia yang belum terbiasa segera mencari cara memakai kerudung ini di YouTube, aulia pun memilih cara yang simpel dan nggak ribet menurutnya dan cocok untuk pemula.
setelah selesai Aulia segera mencari kakak nya untuk bersama masuk ke pesantren, tapi sepertinya Fahri sedang Keluar akhirnya auliapun pergi sendiri.
saat akan masuk gerbang Nauval melihat Aulia sendirian tanpa Fahri diapun menghampiri Aulia dan membawanya ke rumahnya, karena takut Aulia malu sebab di aula depan sedang banyak anak yang berkumpul untuk segera memulai acara.
"nggak tau, di rumah aku cari nggak ada" jawab Aulia.
"yaudah masuk ke rumah aja ya, kamu disini juga belum ada temen " saran nauval auliapun mengangguk menyetujuinya.
saat mereka berjalan bersama banyak pasang mata melihat dan membuat mereka yang menyukai Nauval iri pada aulia, karena banyak yang menatapnya Aulia jadi agak risih.
"ini kenapa semuanya lihat kita jalan gini, aku ngerasa lagi jalan di catwalk nih kalau gini" bisik Aulia pada Nauval, Nauval pun langsung tertawa tanpa suara.
setelah mereka akan sampai dan sudah tidak terlihat oleh anak-anak lain Nauval berbisik dari jarak jauh dengan menutup mulutnya setengah.
"kamu cantik" ucap nauval.
"apa?? aku nggak dengar, yang keras dong" goda Aulia padahal jelas-jelas dia mendengar.
"kamu jelek" ucap nauval agak keras lalu tertawa melihat wajah cemberut Aulia.
refleks tangan Aulia ingin mencubit lengan Nauval dan segera menghindar.
__ADS_1
"kalau mau cubit kalau udah sah aja ya, cubit sepuas kamu" ucap nauval lagi yang membuat Aulia tambah kesal.
mereka pun sampai di depan pintu yang terbuka lebar rumahnya duaantai dengan ruang tamu yang luas sekali, sepertinya memang di buat karena memang yang punya rumah sering kedatangan tamu banyak, bahkan ruang tamu nya sepertinya mampu manampung 30 orang lebih.
dan diatasnya ada lampu hiasa besar mempercantik tampilan ruang tamu itu.
"assalamualaikum" ucap nauval.
"waalaikumsalam" jawab mereka yang didalam.
ada Abah rohim dan Bu Fatimah dan sepertinya ada tamu para kyai-kyai dari pesantren lain dan juga Bu Mira dan pak Salim sudah ada disana.
Nauval masuk terlebih dahulu, mencium tangan para tamu Abah yang laki-laki, diikuti Aulia yang mencium tangan tamu umi yang perempuan, tamu nya tidak banyak hanya ada 3 perempuan dan 3 laki-laki yang sepertinya pasangan dan itu sahabat-sahabat Abah dan umi.
"sepertinya kamu sudah mau mantu ya Bu Fatimah" ucap Bu Isma salah satu tamu perempuan.
"ini anak saya buk, yang dulu diadopsi orang Surabaya itu loh Bu" kata Bu Mira .
" masyaallah, sudah ketemu Bu?? Alhamdulillah" ucap mereka semua.
"iya, Alhamdulillah kamu bersyukur sekali" ucap pak Salim.
"tapi sepertinya kamu dekat sama Nauval, tadi kita lihat dari sini kalian akrab sekali" ucap Bu Ida.
"enggak kok Bu,. biasa saja, sudah saya anggap kakak saya sendiri" kata Aulia, Nauval yang mendengar itu tersenyum kecut.
"kalau kalian cocok kita nikahkan segera saja kyai rohim" kata kyai Samsul suami Bu Ida.
"saya sih nggak mau maksa kyai, yang jelas saya melarang pacaran, kalau sudah sama-sama cocok ya tidak perlu menunggu lagi, saya juga setuju kalau Nauval sama Aulia, anak sahabat dekat saya" kata kyai rohim dengan menepuk pelan pundak pak Salim, pak Salim hanya bisa tersenyum sopan.
"saya juga setuju kata Abah" Bu Fatimah menyela dan itu membuat Nauval tersenyum.
" tapi kalau kamu nggak suka sama Nauval gimana kalau sama anak ibu aja gimana, umurnya 21 tahun, nggak jauh beda sama kamu kan" heboh Bu Isma
" jangan Aulia, gimana kalau sama anak ibu aja, umur 29 tahun, udah mapan lulus s2 lagi " kata Bu Fita yang sedari tadi diam.
"hmm nggak Bu saya masih sekolah" jawab Aulia sopan.
"iya Bu, Aulia masih sekolah dia juga masih muda banget" Bu Mira membantu Aulia menolak baik-baik.
"yasudah mari kalau kita mau kedepan" ajak Abah rohim kemudian karena acaranya sudah di mulai.
__ADS_1
mereka pun bergegas menuju tempat acara bersama-sama.