Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 110


__ADS_3

Aulia makin uring-uringan disana kala suami nya tidak mengiriminya pesan lagi.


"apa mas Naufal lagi sibuk sama Bu Alika??? aaaa .... aku kan jadi su'udzon gini" batin Aulia sambil cemberut menatap hp nya yang tergeletak di meja terus menerus.


"kenapa sih? cemberut gitu?" tanya Reno yang baru selesai menghabiskan makanan yang di piringnya.


"suamiku tuh kak, masa' dia di ambilin makan sama cewek lain, mana itu cewek naksir berat sama mas Naufal" rengek Aulia yang tidak suka dengan kedekatan Bu Alika dengan suaminya.


"lah katanya lagi ada pelatihan? kok sama cewek, wah nggak bener nih pasti" Aulia menyentil tangan Reno karena ucapan Reno makin membuatnya kesal.


"aduh... kok di sentil sih tangan kakak" Reno mengusap-usap punggung tangan nya yang terasa sedikit panas.


"biarin, salah siapa bikin aku makin kesel"


" tiba-tiba aku melayang.. hahaha" Reno menanggapi Aulia dengan candaan.


"ihhhh kakak makin nyebelin ya " cemberut Aulia.


itu cewek kan juga guru di sekolah mas Naufal, jadi dia ikut pelatihan juga" jawab Aulia


"wahh bahaya nih bahaya, pasti Naufal cari-cari kesempatan mumpung lagi jauhan sama kamu, mana nginepnya di hotel lagi, terus nggak ada kamu, gimana dong kalo cari yang lain, " Reno makin memanas-manasi Aulia.


"kakakkkk,.. nggak bener nih cerita sama kakak, buat aku makin pengen nyusuliiinnn" Aulia menelungkup kan kepala nya pada meja karena kekesalannya.


"nggak usah di susulin deh, biar dia cari.."


"sssstttt" Aulia langsung menutup mulut Reno dengan tangannya.


"emmhh emh... "


"bisa diem nggak? berisik tau nggak, udah kakak nggak usah ngomong apa-apa lagi " kata Aulia sambil melepaskan tangannya agak kasar membuat Reno manyun.


"iya iya" jawab nya,.

__ADS_1


setelah reno membayar di kasir mereka pun kembali ke cafe karena semua barang mereka sudah terbeli, tinggal dua motor baru belum di antar.


sampai di cafe ternyata sudah banyak pengunjung yang sedang nongkrong tidak se ramai kemarin karena memang ini hari biasa tapi lumayan banyak sampai Hasan juga turun tangan melayani yang lantai atas.


sedangkan Aulia sebelum magrib sudah di jemput oleh Fahri karena ia harus mengikuti kelas Madin setelah magrib, apalagi Aulia sudah berkali-kali absen, ia juga tidak enak pada umi dan Abah jika terus-menerus tidak masuk.


setelah Madin Aulia sangat bosan sendirian di kamar nya apalagi tidak ada Naufal dan sampai sekarang Naufal belum juga menghubunginya kembali membuat Aulia kepikiran, jadi ia minta jemput Reno ke rumah untuk pergi ke cafe nya, mumpung Reno belum pulang juga karena rencananya Reno pulang malam ini.


Sesampainya di cafe yang suasananya tenang Aulia memanggil Hasan untuk masuk ke ruangannya.


" Hasan, ini hp buat kamu, coba kamu cek, cocok apa nggak soalnya saya nggak tau selera kamu, ya meskipun keluaran dua tahun lalu tapi saya rasa masih lumayan bagus itu" kata Aulia sambil menyodorkan box hp pada Hasan yang berdiri di depan meja nya.


"Ning.. kayaknya ini terlalu bagus deh, kata temen-temen saya ini harganya masih Sampe 8 jutaan, saya bisa kok pake hp android murah yang harga-harganya satu atau dua juta-an, ini terlalu mahal" Hasan belum menyentuh box hp tersebut


"nggak apa-apa san, ini biar kamu gampang di hubungi nya, terus kerjanya juga jadi lebih mudah, apalagi posisi kamu sebagai manager, oiya ini juga MacBook nya sekalian, dan mulai sekarang kamu ruangannya ada di sebelah ruangan saya itu ya, tinggal kamu tata aja besok meja nya mau gimana, kalau belajar laporannya sama mas Naufal ya, kalau saya nggak bisa soalnya orangnya nggak sabaran" jelas Aulia panjang lebar.


"nggih Ning, jadi beneran ini hp nya buat saya?"


"iya san, tapi inget ya janji nya kamu, kalo nggak akan di bawa ke pesantren "


"oiya kamu tau nggak siapa aja yang belum punya hp antara Zidan dan kawan-kawan nya?" tanya Aulia


"ee .. kayak nya Zidan aja sih yang punya hp Ning, tapi itu pun udah banyak yang pecah-pecah layarnya yang saya liat, " jawab Hasan.


setelah mendengar jawaban Hasan Aulia membuka laci meja nya dan mengambil 4 buah box hp android dari dalam lacinya.


"ini kamu bagiin sama mereka ya" kata Aulia membuat Hasan melongo.


"serius Ning?? kenapa Ning beli sebanyak ini?"


"tadi nya sih saya mau beli cuma dua hp android buat Sam yang saya tau waktu itu hp nya udah di jual tapi kata pegawai counter nya saya bisa dapet harga murah kalo beli 4 apalagi saya beli banyak di tambah hp kamu itu, dan yang jelas di belanjain kak Reno, jadi gratis kecuali hp kamu saya yang beli, hehehe" jelas Aulia karena memang tadi Reno pikir Aulia yang butuh hp jadi ia membelikan apa yang Aulia ingin beli dengan hati masih berharap.


" ooh.. baik Ning, nanti saya kasih ke mereka, kalau begitu saya permisi dulu"

__ADS_1


"ehh bentar dulu, " cegah Aulia Hasan pun urung pergi.


"kenapa Ning"


"besok saya kayak nya nggak kesini, titip ya kalo ada kiriman motor dari dealer kamu terima, udah saya bayar cash kok jadi tinggal terima aja"


"baik Ning"


"yaudah kamu boleh pergi" Hasan pun mengangguk lalu mengambil barang-barang yang di meja Aulia dan pergi lewat pintu yang sedari tadi memang terbuka. bersamaan itu Reno masuk ke ruangan aulia Hasan tersenyum saat berpapasan Reno pun hanya mengangguk lalu melangkah masuk.


" itu kenapa Hasan bawa hp-hp yang kita beli tadi?" tanya Reno menghisap rokok nya lalu duduk di sofa ruangan Aulia dengan membawa jaket dan sudah berpakaian rapi seperti nya dia sudah siap-siap akan berangkat ke Jakarta.


"aku kan emang niat beliin mereka " jawab Aulia sambil memainkan ponselnya sambil menunggu Naufal menghubungi nya.


" lah, kakak kira kamu yang butuh, ternyata bukan buat kamu" tanya Reno dengan sedikit kecewa


Aulia meletakkan ponselnya di meja, tapi saat melihat Reno masuk ruangannya sambil merokok Aulia melotot.


"heh... rokok nya matiin dulu, gatau aku lagi hamil apa??" ujar Aulia dan Reno pun langsung mematikan rokoknya di asbak yang tersedia di bawah meja.


"iya iya, elah... kayak kamu nggak pernah ngerokok aja" jawab Reno cemberut.


"ya kan sekarang udah nggak, dan nggak akan pernah lagi" jawab Aulia.


"yaudah kakak pamit ya mau pulang ke Jakarta"


"udah mau pulang, hati-hati loh di jalan, " Aulia menghampiri Reno agar mengobrol lebih nyaman


"iya, papa udah telfonin terus, kakak juga nggak bisa lama-lama nganggur, perlu suntikan dana, hehe" jawab Reno


" itu karena kakak kebanyakan main slot, makan tuh judi online"


"yaelah dek, kan cuma hiburan "

__ADS_1


" ngeles aja, pokok nya aku nggak mau denger kakak main itu lagi"


"iya dek, kakak kurangi ya?!" ujar Reno, Aulia mengangguk.


__ADS_2