Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 112


__ADS_3

"kalo hamil ngomong nya jangan sembarang dek" peringat Fahri


"iya-iya kak, maaf, lah aku kesel banget"


" yaudah nanti kamu hubungin lagi Gus Naufal nya " ujar Fahri Aulia pun mengangguk.


"aku pulang ke rumah ibu aja deh kak, nanti turun disana " ujar Aulia


"kenapa ? udah izin sama umi??"


"belum sih, nanti anterin aku sekalian izin ya, soalnya kalo udah malem gini pasti gelap depan gerbang" pinta Aulia, Fahri pun mengangguk.


tidak lama Fahri dan Aulia sampai Fahri langsung mengantarkan Aulia ke rumah umi dan berpamitan dan untung saja umi belum tidur, beliau pun mengizinkan Aulia untuk menginap di rumah Bu Mira.


sampai kamar nya Aulia langsung ganti baju dan cuci muka, setelah beres-beres badan Aulia kembali mengecek ponselnya dan ternyata ada beberapa panggilan dari suaminya, Aulia pun segera menelfon balik. dan tidak perlu waktu lama panggilannya langsung tersambung.


" halo assalamualaikum" ujar Naufal


"waalaikumsalam" jawab Aulia


" belum tidur sayang? tadi karena nggak di angkat aku kira kamu udah tidur" kata Naufal


"belum,"


"habis darimana?"


"dari cafe, ini baru pulang,"


"ohh, kok malem banget sayang, pulangnya sama siapa?"


"sama kak Fahri"


"yaudah kalo gitu,. kamu udah mau tidur sayang??" tanya Naufal


"belum, nggak bisa tidur " jawab Aulia masih judes


" kenapa?? ganti video call ya?" tanya Naufal tanpa menunggu persetujuan istrinya sedetik kemudian beralihlah panggilannya ke panggilan video Aulia pun mengangkat nya tampaklah wajah suaminya yang seharian ini ia rindukan

__ADS_1


"sayang,... mas kangen" rengek Naufal di sana


" kangen sama siapa??" tanya Aulia sambil memicingkan alisnya


"ya kamu lah sayang, istriku yang paling cantik "


"Halah gombal" Aulia kini berbaring di kasur dengan menyelimuti tubuh nya


" beneran dong, mas kangen pengen peluk kamu" kata Naufal dengan suara berbisik


" kenapa pake bisik-bisik sih? aku ngga denger loh!" .


" ada pak Affan, kan kamarnya bagi sama pak Affan, tuh dia lagi tidur di kasur yang satu lagi, ini aja aku pake headset biar nggak berisik ganggu pak Affan tidur" jelas Naufal sambil mengalihkan fitur kamera belakang, setelah terlihat jelas pak Affan sedang tidur nyenyak Naufal kembali menyalakan fitur kamera depan.


"beneran cuma sama pak Affan kan ??" tanya Aulia menelisik


"iya sayang,, cuma sama pak Affan, emang di jatahnya cuma dua orang kok satu kamar" jelas Naufal


"awas aja kalau ada orang lain lagi" cemberut Aulia


" aku tuh kesel kenapa coba tadi kamu minta ambilin makan sama Bu Alika terus kenapa ini status nya Bu Alika fotoin kamu lagi tidur, aku kan khawatir yang nggak-nggak " Aulia mengutarakan kekesalannya.


" tadi waktu makan siang kan antri, terus Bu Alika bilang dia aja yang antri makanannya terus aku sama pak Affan biar yang cari tempat duduknya maaf ya sayang, kan mas juga nggak enak nolak nya dan yang foto itu mas nggak tau lah sayang, demi Allah mas beneran ngga tau"


"selalu aja nggak enak, terserah kamu aja deh mas" marah Aulia tidak puas mendengar alasan suaminya yang hanya begitu saja, lagian masa' iya tidak bisa menolak.


"kok kamu malah marah gini sih yang? kan mas udah jelasin juga yang sebenarnya, kamu nggak percaya lagi sama mas? apa sih mau kamu?!" ujar Naufal dengan sedikit nada tinggi, ia sudah tak tahan lagi, seharian ini dia sudah lelah mendengarkan pelatihan kesana kemari mengikuti kegiatan saat malam begini waktunya istirahat dirinya ingin mendengar suara istrinya mengusir lelahnya malah Aulia marah-marah tidak jelas dan cemburu buta begini.


sedangkan Aulia mendengar suaminya berbicara begitu hatinya langsung sakit, matanya langsung berkaca-kaca, meskipun Naufal tidak membentaknya keras tapi dari ucapannya barusan jelas sekali bahwa suaminya terkesan menyalahkannya, memang sih Aulia egois tapi haruskah Naufal berbicara dengan nada begitu.Aulia berusaha sekuat tenaga menahan air matanya


"yaudah mas, kayak nya ini bukan waktu yang tepat buat kita bicara, aku tutup dulu" setelah bicara Aulia langsung menutup panggilannya, air matanya tak mampu lagi di bendung ia pun menangis sendirian di kamar nya, dengan menelungkup kan wajahnya ke bantal.


"ckk" Naufal kesal karena akhir-akhir ini Aulia makin manja dan sering menguras emosi nya saja apalagi setelah memutuskan telfon nya secara sepihak.


"nggak bisa apa di omongin baik-baik, ngambek aja kerjaannya " gumam Naufal, ia pun meletakkan kembali ponselnya.


"astaghfirullahaladzim " istighfar Naufal kembali mengusap dada nya berusaha meredam emosinya kembali.

__ADS_1


" yaudah, mungkin Aulia butuh waktu besok aku telfon lagi" gumamnya kemudian Naufal bersiap-siap untuk tidur,.


sedangkan Aulia tidak berhenti menangis sesenggukan, bahkan ia sampai tidak bisa tidur, karena sudah satu jam ia menangis ia memutuskan untuk menonton Drakor di ponselnya dengan tujuan mengalihkan perhatian nya agar tidak mengingat-ingat omongan Naufal barusan, katakan lah Aulia memang lebay, tapi asal para lelaki tau, wanita kalau di bentak sedikit saja apalagi suasana hatinya sedang gundah atau bad mood omongan Naufal barusan bisa langsung merapuhkan hatinya.


sampai subuh Aulia masih tidak tidur, ia bahkan makin menangis tersedu-sedu kala adegan di film yang menyentuh hati, hal-hal receh sedikit saja sudah membuatnya menangis.sampai adzan subuh berkumandang Aulia masih betah berhadapan dengan hp nya, setelah mendengar adzan Aulia pun segera mengambil wudhu dan melakukan sholat subuh, setelah sholat rasa kantuk pun melanda ia pun langsung ke kasur dan tertidur lelap sekali, bahkan suara ayam berkokok sama sekali tidak dapat membangunkan nya.


Naufal sudah puluhan kali menghubungi Aulia tapi sama sekali tidak di angkat nya membuat Naufal khawatir, tapi karena mau tidak mau harus melanjutkan acara pelatihan jadi ia pun membiarkan dulu, nanti jika sudah kosong ia akan menghubungi Aulia kembali.


Aulia tertidur sangat nyenyak bahkan ketika pukul 9 pagi ibunya membangunkannya untuk sarapan Aulia tidak bangun sama sekali, jadi Bu Mira membiarkan nya.


pukul 2 siang tiba-tiba Aulia terbangun karena kebelet pipis dan perutnya juga terasa keroncongan. setelah pipis Aulia menuju lantai bawah mengisi perutnya dengan makanan yang tersedia di meja tapi setelah makan ia kembali tidur karena masih mengantuk ia juga tidak mengecek hp nya sama sekali.


pukul 3 sore Naufal pun menghubungi Aulia kembali tapi Aulia masih tidak mengangkat panggilannya membuat Naufal makin khawatir. ia pun berinisiatif menghubungi uminya.


"halo mi, assalamualaikum" ujar Naufal setelah umi mengangkat panggilan nya.


"waalaikumsalam, kenapa nak?"


"nggak apa-apa umi, Naufal cuma mau nanya, istri Naufal kemana ya kok seharian ini nggak bisa di hubungi?"


"Aulia tadi malem minta izin buat nginep di rumah ibu nya nak,? kok bisa telfon kamu nggak di angkat?? kalian lagi berantem?" tanya umi khawatir.


"ada masalah dikit sih mi, tapi nggak apa-apa kok, nanti Naufal selesai in, udah ya mi, Naufal cuma mau nanya itu aja,"


" eeehh bentar-bentar,"


"iya mi kenapa?"


" selesai in segera, umi ngga mau kalian berantem, kalo perlu kamu pulang sekarang"


"iya mi, nanti coba Naufal izin ya"


"iya nak, umi mau ke rumah nya Mira ini, mau ngecek Aulia di sana apa nggak"


"iya udah mi, tolong ya, Naufal tutup dulu, assalamualaikum "


"waalaikumsalam "

__ADS_1


__ADS_2