
pukul setengah satu siang Bu Mira mengetuk pintu kamar Aulia, karena Aulia belum juga keluar padahal sebentar lagi sekolah.
tok tok tok!!
"Aulia kamu nggak sekolah? Lia..." panggilnya sambil terus mengetuk pintu kamar Aulia.
Nauval kaget terbangun sedangkan Aulia masih tidur pulas dipelukan nauval.
Nauval segera melepas pelukannya dan memakai bajunya dan menemui ibu di luar.
Ceklek!!
"Maaf Buk, baru bangun" ucap nauval sopan.
"Ohh iya Ndak apa-apa nak, tolong bangunin Aulia ya nak takut telat sekolahnya" ucap Bu Mira .
"Iya buk, ini mau Nauval bangunin" ucap nauval ibupun mengangguk.
"Yasudah ibu kebawah dulu, nanti kalau kalian mau berangkat jangan lupa makan dulu ya di meja makan udah ibu siapin"
"Iya buk" jawab Nauval, kemudian ibu pergi dari sana.
Nauval segera masuk lalu membangunkan Aulia dengan buru-buru karena jamnya sudah mepet.
"Sayang.. bangun .. kamu nggak sekolah? Ayo cepetan" panggil Nauval Aulia mulai membuka matanya.
"Jam berapa mas?"
"Jam setengah satu, habis ini masuk kelas, ayo cepetan mandi, aku duluan ya biar cepet" ucap nauval Aulia pun mengangguk.
Nauval Madin dengan cepat lalu ia segera melaksanakan sholat dhuhur, Aulia juga mandi dengan cepat, sholat lalu siap-siap memakai seragamnya.
Nauval tadi sudah membawa kemeja dan celana ke rumah Aulia dia memang berencana akan ke sekolah dari rumah Aulia.
Sebelum berangkat mereka makan dulu sebentar karena Aulia lemas, kalau tidak diisi makanan bisa-bisa pingsan nanti.
__ADS_1
"Mas katanya tadi mau cuti sehari kok sekarang mau masuk?" Tanya Aulia disela makannya.
"Iya sayang nanti ada apel di sekolah, ada pengumuman di sekolah" jawab Nauval Aulia hanya mengangguk.
Aulia berangkat terlebih dulu agar tidak terlambat masuk gerbang, Nauval kemudian menyusul seperempat jam kemudian.
Mereka ingin menyembunyikan status pernikahan mereka karena memang Aulia masih duduk di bangku sekolah.
Setelah berhasil masuk gerbang ternyata sua siswa siswi menunggu dilapangan karena akan ada apel dan pengumuman katanya.
Aulia pun ikut berbaris, karena Aulia agak telat tadi datangnya dia kebagian tempat yang lumayan panas, Nabila yang melihat itu segera ia gantikan tempat Aulia dan menyuruh Aulia menempati tempatnya yang sebaris didepan Aulia.
"Lo serius bil?" Tanya aulia
"Iya udah gapapa" jawabnya.
Tidak lama semua guru-guru datang termasuk Nauval, Nauval berdiri disamping Bu alikaa, guru cantik yang masih lajang membuat Aulia kesal diam-diam,
"Apaan sih gue, belum apa-apa juga kok udah cemburu gini, sabar Lia" ucapnya sendiri dalam hati
"Seperti yang kita tau bahwa gedung sekolah kita yang baru sudah selesai pembangunannya, jadi mulai besok kegiatan belajar mengajar kita alihkan kesana, hari ini kita semua kerja bakti untuk membersihkan kelas bersama wali kelasnya masing-masing. Dan juga mulai besok kita masuk sekolahnya jam 7 pagi sampai jam 2 siang" jelas Nauval.
"Yaahhhhhh" keluh semua siswa-siswi karena menurut mereka sudah enak masuk siang begini jam disekolah hanya 4 sampai 5 jam, sedangkan kalau masuk pagi jam sekolahnya sampai 7 jam lebih.
"Untuk yang terakhir marilah kita panjatkan do'a untuk kedua orang tua orang yang sudah menyumbangkan dana untuk pembangunan sekolah kita ini, karena sudah meninggal jadi kita bacakan Alfatihah semoga semua amal ibadahnya di terima disisi Allah dan ditempatkan di tempat terindah di akhirat".
Mereka semua pun berdoa sesuai arahan Nauval, Aulia memang tidak mau disebutkan namanya pada orang lain saat menyumbangkan dana itu. Jadi yang tau hanya beberapa anggota yayasan yang mengurus surat dan sebagainya termasuk pak kyai, bahkan kedua orang tua Aulia Bu Mira dan pak Salim tau hanya dari Fahri, Aulia tidak menceritakan apapun, jadi mereka berdua juga tidak bertanya karena mungkin itu privasi bagi Aulia.
Sesuai rencana awal, hari ini pelajaran kosong digantikan bersih-bersih kelas, Aulia malas sekali, ia hanya ingin tidur.
Nabila yang melihat Aulia tidak bersemangat sama sekali mengelap kaca karena masih ada beberapa titik-titik cak menempel segera menghampiri.
"Kamu sakit Lia? Kok lemes banget" tanya Nabila Aulia hanya menggeleng.
"Sini biar aku yang lanjutin, kamu istirahat aja ya, duduk bangku sana " pinta Nabila mengambil kain lap ditangan Aulia.
__ADS_1
"Makasih ya bil" ucap Aulia melangkah ke bangku.
Tapi baru saja duduk sebentar Susan dan Lusi menghampiri Aulia, mereka teman sekelas Aulia di kelas dua belas pindahan dari kelas sebelas A dipindah ke B. Lusi dan Susan wajahnya biasa aja tapi karena putih wajah nya jadi banyak yang bilang mereka cantik, padahal dari tampilannya saja Aulia sudah bisa menebak kalau wajah mereka pakai krim abal-abal.
mereka berdua takut kalah saing dengan Aulia yang semua orang selalu memujinya cantik, karena memang perawatan kulit Aulia mahal, ya karena dia pindah ke desa saja jadi jarang melakukan perawatan tiap dua Minggu sekali ke salon, tapi setiap Aulia ke Surabaya ia selalu menyempatkan untuk perawatan kecantikan nya.
"Enak ya istirahat??, Padahal yang lain lagi sibuk beres-beres" kata Lusi, Aulia hanya diam karena malas meladeni mereka.
"Nih giliran kamu aja yang ngepel" Susan menyerahkan alat pel ditangannya, Aulia hanya mengambil lalu berdiri dan mengepel dari sisa tempat yang belum dipel yang tinggal setengahnya. karena memang semua sibuk disitu kalau Aulia santai-santai dia jadi tidak enak.
Saipul, Bima, Rizal dan Irfan baru datang karena tadi bagian mereka menyapu halaman.
"Kalian bisa tolong bantu Aulia ngepel nggak? Tadi kayaknya nggak enak badan, udah aku suruh istirahat aja tapi sama Susan disuruh ngepel" pinta Nabila pada mereka saat baru datang, mereka pun mengangguk karena memang mereka berteman dekat dengan aulia. Mereka berempat kemudian menghampiri Aulia.
"Sini biar aku aja" kata Irfan mengambil alat pel ditangan Aulia sedangkan Bima dan Rizal menarik Aulia agar duduk di bangku.
"Pasti disuruh Nabila ya?" Tanyanya pada Bima, dan iapun mengangguk.
Susan dan Lusi yang memerhatikan Aulia menjadi sangat kesal karena Aulia diperhatikan sebegitunya oleh Irfan dan kawan-kawan nya yang terkenal cowok ganteng dan keren disekolah itu.
"Enak ya san kalau punya kacung" ucap Lusi menyindir.
"Iyalah Lus, kita bisa santai-santai, udah nggak perlu kerjain apa-apa lagi" jawabnya keras.
Aulia sangat sadar bahwa yang jadi bahan pembicaraan mereka berdua adalah dirinya, tapi ia cuek dan tidak peduli sama sekali. Nabila, Irfan dan yang lain sebenarnya ingin menyumpal mulut mereka berdua, tapi Aulia masih diam ditempat nya mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi semakin lama sindiran mereka semakin membuat Aulia muak.
"Kok bisa ya bapak ibunya cuma nguli disawah bisa buat rumah sebagus itu, dapat dari mana ya uangnya" ujar Lusi lagi.
"Ya Ndak tau Lus semoga aja halal ya" balas Susan kemudian mereka berdua tertawa. Bu Alika wali kelas mereka sedang keluar dari kelas entah kemana.
Brakkk!! Aulia menggebrak meja yang ditempati anak setan berdua ini.
" Lo kalo mau ngomongin orang gausah main sindir-sindiran kek bocah gini deh, apalagi bawa-bawa orang tua, mau Lo berdua apa?" Bentak Aulia yang membuat seisi kelas kaget.
__ADS_1