
Nauval langsun menyesap ujung pink dada Aulia, Aulia memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang Nauval berikan.
"Mas... Ahhh..."
Nauval menjilati Boba itu bergantian kadang menyesap kuat-kuat membuat Aulia menjerit kenikmatan.
Setelah puas Nauval membuka kaos nya Aulia segera mencium bibir Nauval kemudian turun ke bawah ke lehernya, Aulia juga menyesap leher putih Nauval sampai berwarna merah, Nauval sama sekali tidak protes bahkan memejamkan mata keenakan.
Ciuman Aulia sampai ke bawah, Aulia segera menurunkan celana pendek Nauval hanya celana pendeknya karena Nauval sudah tidak pakai ****** *****.
Senjata Nauval sudah berdiri tegak Aulia segera menciumnya, memasukkannya kedalam mulutnya, memaju mundurkan gerakannya, Nauval memejamkan matanya saking nikmatnya, dan seperti biasa Aulia tidak bisa lama pada posisi itu, punya Nauval yang besar membuat mulut Aulia cepat pegal, tapi Nauval tidak keberatan.
Nauval segera membaringkan tubuh Aulia di ranjang dan memasukkan satu jarinya kedalam milik Aulia, memaju mundurkan jarinya, Aulia Mendes*h kenikmatan. Lalu ia menambahkan satu jarinya lagi masuk dan mempercepat gerakannya, Aulia menjer*t karena nikm*tnya belum lima menit Aulia sudah keluar.
Dan malam itu mereka melakukannya lagi pertama kali setelah Aulia keguguran dan Nauval selalu bisa membuat Aulia puas.
Seperti biasa Nauval selalu bangun sebelum subuh dan segera mandi Nauval juga menyempatkan sholat tahajud.
sebelum adzan Nauval membangunkan Aulia agar segera mandi lalu sholat subuh berjamaah.
"langsung pulang aja yuk sayang biar nanti gak kesiangan Sampek rumah" ajak Nauval setelah selesai sholat.
"tapi Lia masih ngantuk banget mas, Lia masih pengen tidur" ucap Aulia membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"kamu capek banget ya sayang?" tanya Nauval menghampiri Aulia, Aulia tetap tidur dan mengangguk.
"tapi mas ada rapat guru-guru jam 9, takut nggak keburu kalau kita jalan nanti"ucap nauval lagi.
Aulia pun bangun tapi dengan malas ia berjalan memakai baju gamisnya yang kemarin lalu pakai kerudung tanpa pakai bedak.
"maaf mas Lia nggak dandan, ngantuk banget " ucap Aulia saat memakai kerudung nya, Nauval juga sedang siap-siap memakai celana jeans nya kembali dan jaketnya.
"nggak papa sayang, gini aja kamu udah cantik banget"
"gombal banget sih"
"nggak gombal sayang, emang kamu cantik kalau polos begini, apalagi kalau polos semua gak pake apa-apa" ucapnya menghampiri Aulia memeluknya dari belakang.
"itu mah mau kamu" Aulia mencubit lengan Nauval yang melingkar di perutnya.
"udah ah Lia udah selesai, yok pulang" ajak Aulia
mereka pun pulang dan di mobil Aulia hanya tidur, Nauval membiarkan nya karena memang Aulia pasti kelelahan sudah dihajarnya semalaman.
__ADS_1
sampai rumah Aulia melanjutkan tidurnya di kamarnya karena sekolahnya juga libur pasca ujian.
Nauval mengikuti rapat guru sampai jam 11 siang, setelah rapat ia masih melanjutkan pekerjaannya yaitu mengecek lembar-lembar ujian untuk murid yang lain.
saat masih berkutat Bu Alika mengetuk pintu lalu izin masuk.
"pak Nauval, saya mau kasih ini buat bapak" ucapnya sambil menyerahkan sebuah paper bag.
"apa ya ini bu?"
"bukan apa-apa sih pak, cuma pengen kasih hadiah aja buat bapak"
"saya nggak lagi ulang tahun loh"
"emang enggak pak, cuma biar kita lebih Deket aja, bapak juga jangan cuekin chat saya dong pak"
"maaf Bu memang saya nggak ada waktu" jawab Nauval membuat Bu Alika sedikit malu.
"yasudah pak pokoknya ini harus bapak terima, saya permisi assalamualaikum "
"waalaikumsalam " Nauval membiarkan paper bag itu di sofa tamu nya bahkan dia tidak menyentuh nya.
jam satu siang Nauval pulang karena perutnya lapar dari pagi belum makan, melihat paper bag dari Bu Alika ia tidak enak kalau di buang jadi dia membawanya pulang.
Nauval tidak pulang kerumahnya melainkan kerumah istrinya karena Aulia selalu membuatnya rindu dan tidak bisa jauh-jauh.
sampai rumah ternyata Aulia sedang makan dimeja makan bersama ibuk dan Fahri. jadi Nauval menghampiri mereka.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam "jawab mereka serentak.
"sini nak makan dulu" ajak ibu
Aulia mencium tangan Nauval, kemudian Nauval duduk disamping Aulia berhadapan dengan Fahri. Aulia segera menyiapkan piring Nauval dan mengisinya dengan nasi dan menu yang ada di meja.
"bapak kemana buk? masih pusing atau gimana?" tanya Nauval pada ibuk.
" sebenarnya bapak nggak sakit kok, kemarin itu cuma alesan aja, soalnya takut mabuk perjalanan" jujur ibuk membuat Aulia dan Fahri tidak tahan untuk tertawa.
"ya ampun Bu, ada-ada aja tuh bapak" kata Aulia di sela tawanya.
"syukurlah kalau nggak apa-apa buk" kata Nauval.
__ADS_1
"kak Aisyah kemana kak?" tanya Aulia pada Fahri.
"lagi dirumah istirahat, katanya capek banget, perutnya udah mulai membesar cepet capek" Aulia hanya manggut-manggut mengerti penjelasan Kakakya.
Aulia dan ibuk makannya sudah habis karena memang tadi mereka makan duluan, ibuk sudah masuk kedalam membawa piring kotornya sendiri dan punya Aulia.
"kamu bawa apa mas, itu di bangku sebelah kamu" tanya Aulia pada Nauval melihat paper bag yang di bawa suaminya tadi.
"nggak tau sayang tadi di kasih Bu Alika di sekolah mas juga belum lihat" jawab Nauval menjawab disela suapannya. kening Aulia berkerut lalu segera mengambil paper bag itu dan melihat isinya.
sebuah jaket warna hitam, sebuah kotak jam tangan dan sebuah surat.
dengan cepat Aulia membuka suratnya dan membacanya, Nauval tidak peduli Karena ia fokus pada makanannya, sedangkan Fahri hanya melihat pergerakan adiknya itu sambil makan.
Aulia meremas surat itu kemudian menginjak-injak nya.
"loh kenapa sayang?" tanya Nauval.
"apa-apaan sih dia ini, masa' bilang kalau dia sering kangen sama kamu, maksudnya apa?" tanya Aulia yang sudah terbakar emosi, Nauval segera menghentikan makannya begitupun Fahri.
"mas nggak tau sayang, mas aja nggak tau sama sekali mas juga belum buka jadi mas nggak tau isinya" jelas Nauval.
"Trus katanya dia minta kamu bales chat nya emang kamu sering di chat sama dia?"
"iya tapi nggak pernah mas bales emang"
"kok mas nggak cerita ?"
"kamu nggak nanya, lagian mas juga nggak pernah larang kamu buat cek hp mas".
"ini lagi, pake kasih jaket sama jam tangan, tuh kamu terima aja, pakek aja hadiah dari penggemar nya " ucap Aulia kesal lalu menyerahkan paper bag itu kemudian melangkah pergi menuju kamarnya, Nauval hanya memandangi Aulia naik keatas.Fahri yang dari tadi diam mulai bicara
"sabar Gus, nanti di bujuk aja pasti ngerti kok" ucap Fahri.
"kamu percaya kan kalau saya nggak salah"
"iya gus udah tenang aja, biasanya kalau istri cemburu emang gitu, marah-marah nggak jelas, istri saya aja kadang begitu " kata Fahri Nauval kemudian duduk kembali, diam memikirkan bagaimana caranya biar Aulia tidak marah lagi.
"udah lanjutin dulu makannya Gus, nanti dipikirin lagi" kata Fahri karena sisa makanan Nauval yang masih banyak.
Nauval yang memang lapar melanjutkan tapi sudah tidak selera lagi. selesai makan Nauval membawa piringnya kedapur lalu mencucinya setelah itu ia naik ke atas menemui Aulia.
"
__ADS_1