
beberapa sambutan oleh pak kyai dan beberapa pengurus sudah selesai kini tinggal pembacaan ayat suci Alquran yang akan di bacakan oleh Nauval, entah karena ada Aulia membuat Nauval grogi padahal dia selalu dapat bagian ini tapi tidak pernah segrogi ini.
Nauval mulai membaca basmalah, Aulia hanya bisa menatap Nauval saat ayat demi ayat mulai dilantunkan dan Aulia tidak mengalihkan pandangannya dari atas panggung memperhatikan Nauval sampai selesai.
setelah selesai Bu Fatimah mengajak tamu-tamunya yang tadi untu masuk rumahnya kembali untuk menunaikan sholat berjamaah sedangkan acara masih berlangsung karena ada beberapa lomba yang diikuti oleh murid-murid madrasah Diniyah.
Aulia juga diajak kesana karena Aulia masih belum ada temannya kalau melihat acara tanpa teman ngobrol Aulia tidak mau, sedangkan Bu Mira pamit pulang dulu karena akan sholat dirumahnya sendiri, hanya pak Salim yang ikut.
pak Salim memang bukan dari kalangan mereka, tapi kedekatannya dengan Abah rohim membuatnya kenal banyak dengan sahabat dekat kyai rohim, bahkan pak Salim sering diajak kyai rohim kalau undangan pengajian lumayan jauh.
Nauval tidak ikut karena dia harus menjadi juri di lomba tersebut dan bertanggung jawab atas kelancaran proses acara sampai selesai.
Aulia masuk untuk sholat berjamaah Yang ternyata mushalla dirumah ini luas dan cantik sekali.
selesai sholat mereka dijamu makan malam oleh Abah dan umi mereka pun makan dengan tidak bersuara karena menurut mereka tidak baik makan sambil ngobrol.
selesai makan pak kyai dan sahabatnya ngobrol ringan di ruang tamu yang perempuan juga ngobrol sendiri di ruang keluarga di dalam.
saat ini Aulia dan umi Fatimah sedang di dapur menyiapkan makanan ringan untuk disuguhkan.
"rumah umi bagus deh, penataan nya rapi ornamen-ornamenya juga pas nggak lebay" ucap aulia pada umi Fatimah.
"iya nak, ini semua desainnya anak umi, Nauval itu seneng banget pas umi sama Abah pasrahin desainnya sama dia" jawab umi Fatimah, Aulia hanya mengangguk anggukan kepalanya.
"kalau kamu pengen lihat ke atas boleh kok nak, disana cuma ada kamarnya Nauval sama ruang keluarga aja yang jarang di tempatin, kamar umi dibawah capek soalnya umi sama Abah udah tua ga bisa naik tangga bolak balik" ucap umi sambil tertawa.
"emang boleh umi??" tanya Aulia.
"boleh dong, kan kamu anak umi juga yang paling cantik" jawab umi Fatimah.
Aulia pun permisi dan berjalan menuju tangga, setelah di atas Aulia disuguhkan dengan beberapa kaligrafi indah yang tertempel ditembok, ada beberapa foto keluarga foto saat wisuda Nauval kecil sampai Nauval lulus kuliah.
Disana ada dua pintu kamar pasti salah satunya kamar Nauval pikir Aulia, dan juga ruang tv ada tengah-tengah ruangan lumayan luas, ada ps juga sepertinya punya Nauval.
Aulia mencoba membuka salah satu kamar dan di kunci, iapun mencoba membuka yang satu lagi, bisa!!
saat pintu dibuka wangi parfum Nauval memenuhi Indra penciuman Aulia.
"wangi Nauval banget" gumam Aulia
__ADS_1
dia hanya melihat dari pintu saja tidak sampai masuk karena tidak mau dikira maling.
"rapi banget, perasaan kamar aku aja nggak Serapi ini" ucap Aulia diapun menutup pintu dan ingin turun lagi.
"cari apa Aulia" ucap nauval saat baru sampai ditangga terakhir.
"ehh.. " kaget Aulia
"ngagetin aja siii..." lanjutnya sambil mengusap-usap dadanya.
"maaf ya kalau ngagetin, lah kamu ngapain disini?" ucap nauval dengan lembut.
" aku cuma pengen liat aja, disuruh umi juga kok, Trus nggak sengaja buka pintu ini, ternyata kamar" jelas Aulia dengan sedikit berbohong.
" ohh.. yaudah aku mau ambil spidol dulu, kalau mau lihat masuk aja gak apa-apa, tapi setelah aku pergi ya, kalau berduaan dikamar kan gak boleh" ucap nauval sambil tersenyum.
" emang boleh?" tanya Aulia, karena gampang sekali pikirnya Nauval memperbolehkan orang lain masuk kamarnya.
" ya kalau orang lain sih nggak boleh" jawabnya sambil melangkah kedalam kamarnya mengambil spidol seperti yang dikatakannya tadi, dan setelah mendapatkan spidolnya ia segera pergi.
"aku turun dulu, assalamualaikum"
"masuk deh, sama orangnya udah nggak apa-apa gini" ucap Aulia sambil terkekeh.
cat kamarnya berwarna abu-abu dengan tempat tidur king size dan rak-rak buku menempel disudut tembok bagian sisi kiri didepan tempat tidur, sebelah nya ada meja kerja dan semuanya tertata rapi.
"astaga dompetnya digeletakin aja tu orang " kata Aulia yang melihat dompet kulit warna hitam milik Nauval di meja kerjanya.
setelah lima menit melihat Aulia segera keluar dari sana dan turun kembali.
karena bosan Aulia pamit keluar untuk melihat acara di depan dan Bu Fatimah pun mengizinkannya.
Aulia duduk di kursi penonton untuk melihat keatas panggung.
sekarang ini acaranya pembagian piala untuk anak berprestasi terlihat perempuan yang bertemu Aulia di ruang guru Madin ini waktu itu mendapatkan juara 2, ya Riska namanya.
Nauval yang bertugas memberikan piala itu dan Riska selalu menebar senyum pada Nauval dan Nauval pun membalas senyumannya membuat Aulia muak ingin segera pulang, iapun berjalan pulang kerumahnya meninggalkan acara yang sudah mau selesai itu.
saat tiba di kamar Aulia segera ganti baju dengan baju tidurnya dan dia mencoba tidur, tapi Aulia bukan tipe anak yang lihat bantal molor dia pun menscrol sosial medianya untuk mengundang rasa kantuknya, tiba-tiba hp nya berdering tanda masuknya panggilan. nama Nauval tertera dilayar.
__ADS_1
"ada apa" ketus Aulia.
"kok ketus amat?? assalamualaikum" ucap nauval diseberang telfon.
"waalaikumsalam" jawab Aulia
"udah pulang? apa masih diatas?" tanya Nauval yang masih mengira Aulia di lantai atas rumahnya.
"nggak udah pulang barusan" jawab aulia masih dengan nada judesnya.
" kenapa pulang? bosen ya sama acaranya?" tanya Nauval karena berpikir Aulia bosan dengan acara-acara seperti ini.
"nggak males aja liat orang dipanggung nyerahin piala sama anak pinter senyum-senyum tebar pesona " jawab Aulia jujur.
"hah? maksudnya???" tanya Nauval yang bingung.
"tau ah ribet banget ngomong sama Lo?" ucap Aulia dan akan segera mematikan sambungan telfonnya.
"ehh.. jangan di matiin dulu" ucap nauval diseberang sana seakan tau apa yang Aulia lakukan
"kenapa?"
"nggak aku cuma mau tanya kamu mau titip sesuatu nggak, besok aku ke Surabaya mau cek persiapan Disana, besok setelah sholat subuh aku berangkat " jelas Nauval
"hmmm .. nggak aku nggak pesen apa-apa sekarang, tapi kalau besok berubah pikiran boleh aku telfon kan?" tanya Aulia sedikit melembut karena mendengar pengorbanan Nauval yang rela berangkat subuh demi cafe Aulia.
" yaboleh dong, telfon aja" jawab Nauval.
"kamu pake mobil apa? pake aja mobilku besok biar nggak kepanasan " entah pikiran dari mana Aulia ini.
" nggak papa aku pake motor aja, biar cepet" jawab Nauval.
"loh jangan gitu dong kan lebih cepet naik mobil bisa lewat tol nggak dingin juga apalagi kamu berangkatnya subuh" ucap Aulia.
" yaudah deh boleh, mobil Abah juga mau dipake besok kuncinya kamu kasih ke aku sekarang aja besok takut ganggu tidur kamu"
"oke, aku tunggu di teras ya" kata Aulia dan berjalan keluar untuk menyerahkan kunci mobilnya pada Nauval.
"siap, assalamualaikum " ucap nauval.
__ADS_1
"waalaikumsalam " telfonnya pun di tutup.