
Aulia menghela nafas, bukankah selama ini suami nya selalu cuek pada Reno kenapa kini justru meladeni reno apalagi sampai pukul-pukulan seperti tadi.
"yaudah aku minta maaf mas, jangan ulangi lagi kayak gitu ya mas Naufal sayang, aku nggak mau kamu sakit kayak gini lagi, masa' suami aku ganteng-ganteng muka nya babak belur" Aulia mencoba mencairkan suasana agar tidak terjadi pertengkaran yang lebih besar.
" serius kamu khawatirin aku? nggak khawatirin Reno itu kan??" Naufal masih agak nyolot.
"ya khawatirin kamu lah mas, kalo kak Reno kan emang dari sekolah udah suka tawuran, kalo suami ku kan enggak, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa mas" Aulia mulai memeluk tubuh suaminya agar emosi Naufal sedikit meredam.
"kata siapa? aku dulu juga pernah ikut karate sama silat, babak belur gini juga udah biasa" kata Naufal tak mau kalah dengan Reno. Aulia pun mendongak menatap wajah suaminya tanpa melepaskan pelukannya tangannya lalu menekan agak keras wajah Naufal yang sedikit terluka.
"awww .. kok di sentuh si yang,? sakit tau..." Naufal mengusap ujung bibir nya yang barusan di tekan istrinya.
" sakit kan??? katanya barusan nggak ada apa-apa nya, kok barusan masih ngeluh sakit??"
"ya kalau nggak di pegang ya nggak sakit Lia sayang, beda konsepnya itu mah" kesal Naufal pada Aulia yang seakan menguji kesabaran nya.
"yaudah-yaudah.. mau pulang apa disini aja?" tanya Aulia menawarkan suaminya pulang takut terjadi keributan lagi.
"pulang aja yuk, besok aku mau ikut pelatihan" setuju Naufal Aulia pun mengangguk.
setelah bersiap-siap Naufal menggandeng tangan istrinya keluar ruangan.
sebelum pulang Naufal menyerahkan semua urusannya pada Hasan termasuk uang setoran nanti malam setelah Aulia dan Naufal pergi.
Hasan pun berjanji akan berusaha untuk menjaga dan menjalankan amanah Naufal dan Aulia dengan baik, sebenarnya saat Aulia meminta ia menjadi manager di cafe nya dan ia menerima itu Hasan sama sekali tidak mengharapkan apapun, tapi ternyata dalam surat Kontrak yang ia tanda tangani ada jumlah nominal yang akan ia terima perbulan, ia pun tadi sempat menolak karena ia sama sekali tidak mengharapkan itu, karena apapun selama ini yang Naufal perintahkan akan Hasan lakukan tanpa menolak atau bahkan bertanya dulu, tapi Aulia dan Naufal pun memaksanya agar tidak menolaknya.
Di sisi lain Hasan bahagia, jika kini ia punya pemasukan dengan bekerja begini ia tidak lagi mengandalkan beasiswa dari yayasan untuk membayar biaya kuliahnya, tak henti-hentinya ia bersyukur dalam hatinya bisa bertemu dan kenal dengan Naufal yang ia percaya orang baik yang Allah kirimkan untuk menolong hidup nya.
"Alhamdulillah, Masya Allah" gumam Hasan seraya melihat sekeliling cafe yang seluruh bangkunya tidak ada yang kosong,.
"kok bisa gini sih kak,, kak Reno cari gara-gara ya sama Gus Naufal" ujar Nabila seraya mengompres wajah babak belur Reno.
__ADS_1
" nggak sih, dia aja yang emosian " jawab Reno cuek.
" jangan gini lagi deh, nanti kan jadi sakit" tambah Nabila setelah selesai mengompres, ia hendak membuka tutup salep di tangannya. tiba-tiba Reno mencium bibir nya singkat.
"ehh kak Reno" Nabila menjauh dari wajah Reno di depannya lalu melihat sekitar, untung saja tidak ada orang disini, tadi Reno beristirahat di kamar mess karyawan yang kosong Nabila lalu menghampiri nya berniat mengompres lebam nya mereka berdua duduk di depan televisi.
"kenapa?" tanya Reno santai sedikit tersenyum melihat kegugupan Nabila.
"ihhh .. nanti kalo ada orang gimana?"
"nggak bakal ada orang, lagian karyawan yang lain kan lagi sibuk,"
" ya meskipun gitu kak Reno curi ciuman pertamaku loh" cemberut Nabila, memang Nabila pernah pacaran tapi tidak sampai ciuman karena ia tidak pernah mau paling hanya gandengan tangan.
"oh ya??" tanya Reno antusias, Nabila mengangguk.
" kenapa nggak pernah?"
"kalo sama aku mau nggak??" Nabila berfikir sejenak lalu dia menggeleng.
" kenapa?" tanya Reno dengan wajah kecewa, Nabila mengendikkan bahunya lalu berdiri hendak meninggalkan reno.
"aku suka kamu bil" ujar Reno membuat Nabila yang hendak melangkah itu urung.
"hah..maksudnya????. "
"iya, aku tertarik sama kamu, " Reno menarik tangan Nabila duduk di pangkuannya, Nabila meronta tapi di tahan oleh Reno.
"tenang aja, aku nggak bakal Macem-macem kok" peluk Reno dari belakang sambil menyeder di punggung Nabila.
"kak.." panggil Nabila karena tidak mendengar Reno bicara lagi.
__ADS_1
"aku cinta sama seseorang bil, aku nggak bisa lupain dia, tolong bantu in aku ilangin ingetanku tentang dia"
"hah .. kamu pikir aku tempat Loncatan kak?" kesal Nabila karena permintaan Reno.
"maaf bil,... tapi sungguh,aku pengen dia bahagia dengan pilihannya tapi kenapa justru aku sendiri yang sakit" punggung Nabila terasa basah membuatnya menahan nafas karena ternyata Reno menangis di pelukan nya.
"kak.." Nabila memaksa berdiri lalu menghadap Reno, tampak Reno masih menunduk dengan meneteskan air mata nya, ia pikir Nabila sudah ilfil padanya dan akan pergi meninggalkan nya, tapi ternyata dugaannya salah, Nabila malah memeluknya ia semakin menangis terharu, setelah di rasa tenang Nabila mendudukkan dirinya di sofa berhadapan dengan Reno.
"maaf ya aku jadi nangis depan kamu gini"
"nggak papa kak ren, kakak juga manusia biasa "
"mungkin aku terlalu capek bil, selama ini aku cuma bisa Pendem sendirian tanpa cerita sama siapapun, bahkan kedua orang tua ku nggak ada yang dukung" curhat Reno membuat Nabila kasihan.
" kata orang jangan mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalu nya, aku jadi takut buat mulai jatuh cinta sama kak Reno, tapi jujur aku nyaman ngobrol sama kamu, tapi ya kataku barusan aku nggak mau nantinya aku yang sakit hati" ujar Nabila menatap dalam wajah Reno.
" aku akan berusaha bil, aku janji aku bakalan usaha buat lupain masa lalu aku"
"kalo boleh tau siapa wanita itu? orang Jakarta??" tanya Nabila yang penasaran membuat Reno bungkam, bukannya ia tidak ingin Nabila tau tapi alangkah lebih baik nya Nabila tidak perlu tau karena menurutnya sangat aneh Aulia yang sedari kecil merupakan sepupunya ia sukai.
"siapa kak Reno??" tanya Nabila lagi karena melihat Reno yang masih terdiam.
"iya, ada cewek disana " bohong Reno.
"terus mau kamu gimana?"
"kamu mau jadi pacar aku kan, dampingi aku lupain masa lalu aku??" tanya Reno.
"apa jaminannya kamu bisa setia sama aku kak? bukannya kita bakal LDR an ? terus gimana aku tau disana kamu balikan lagi sama wanita itu" tanya Nabila.
"ee... kita mulai dulu aja bil, aku yakin kita bisa lewatin atau kamu nggak mau pacaran? mau langsung aku lamar aja??" tanya Reno.
__ADS_1
"kita belum saling kenal jauh kak, lagian aku juga nggak mau buru-buru nikah, aku mau kerja dulu bantuin orang tua ku se enggak nya ngebales sedikit perjuangan mereka besarin aku ya walaupun nggak akan pernah setimpal tapi aku mau bahagiain mereka dulu" jawab Nabila panjang lebar.