
" loh pak Nauval, Aulia kalian ngapain disini berdua?" Pertanyaan itu membuat Aulia dan Nauval menoleh ke sumber suara, ternyata Bu alika dengan Bu Desi, Aulia agak gugup karena ke gep gini.
"Lagi makan Bu" jawab Nauval santai
" Iya saya tau, tapi ngapain kalian makan berdua?" Tanya nya kembali.
"Udah Bu, biarkan saja, itu urusan mereka" ujar Bu Desi.
Aulia hanya diam, dia tidak tau harus bicara apa.
"Yasudah, boleh kita duduk sini?" Tanya Bu Alika
"Di tempat lain banyak kok Bu, kita duduk di ujung sana aja Bu" Bu Desi menyela.
"Bu Desi aja yang kesana, saya boleh disini kan pak?" Tanya nya lagi.
Nauval menoleh pada Aulia, Aulia mengendikkan bahunya.
"Maaf Bu, sepertinya calon istri saya kurang nyaman" ucapnya to the point membuat Aulia, Bu Desi dan Bu Alika kaget.
"Apa..?" Kaget Bu Alika.
"Mas" ucap Aulia sambil menarik tangan Nauval.
"Kalian mau menikah?" Tanya Bu Desi.
"Iya Bu desi, doakan ya semoga lancar" jawab Nauval santai. Jantung Aulia sudah Dag dig ser, dia takut Bu Alika akan melabrak nya, menendang, serta menjambak rambutnya..
"Alhamdulillah, pasti saya doakan yang terbaik" kata Bu Desi.
Bu Alika tetap diam seperti menahan sesuatu. Ia tidak mengucapkan apa-apa dan langsung pergi ke meja yang di tunjuk Bu Desi tadi.
"Yasudah pak, silahkan di lanjut, saya ke meja sana" pamit Bu Desi dan di angguki Nauval
Bu Desi sebenarnya sudah menduga ada sesuatu diantara mereka, karena sewaktu di hotel Bali waktu itu dari kejauhan Bu Desi melihat nauval dan Aulia berjalan bersejajar serta tangan bergandengan tapi hanya beberapa detik yang dilihatnya mereka kemudian seperti terburu-buru melepaskan gandengan tangan mereka.
"Mas kok di bocorin sih" ucap Aulia agak kesal.
"Udah biarin aja, kamu mau dia deketin mas terus" jawab Nauval.
"Idiih sok ganteng banget " ujar Aulia.
__ADS_1
"Tapi emang ganteng kan? Kalau nggak kamu nggak bakal mau sama mas" pd Nauval.
"GR GR GR " kesal Aulia memanyunkan bibirnya.
Nauval sebenarnya ingin mencium bibir lucu istrinya ini saking gemasnya, tapi berhubung didepan umum jadi ia tahan.
Setelah makan selesai Aulia menuju mobilnya yang terparkir di halaman warung bakso tersebut.
Nauval membukakan pintu untuk Aulia, lalu Aulia mengucapkan terimakasih dan tersenyum. Bu Alika melihat jelas perlakuan romantis keduanya membuat nya panas dan ingin marah.
"Kok bisa sih pan Nauval sama Aulia" tanyanya pada Bu Desi.
"Ya nggak tau Bu, namanya juga jodoh, semua atas kehendak Allah" jawab Bu Desi sambil memakan baksonya.
"Mau kemana lagi sayang?" Tanya Nauval yang sedang mengemudi.
Aulia berpikir sebentar
"Nge mall seru kayaknya, mau ya mas?" Ujar Aulia.
"Boleh sayang, mau mall yang biasa nya atau yang lebih lengkap, tapi lumayan jauh tempat nya" jawab Nauval.
Nauvalpun mengemudi menuju mall yang lebih besar meskipun perjalanannya sekitar 40 menit tapi demi istrinya apapun Nauval lakukan. Prett
Aulia yang sudah lama tidak ke mall besar dengan berbagai outlet barang-barang branded langsung kalap, dia memborong brand-brand favorit nya mulai dari baju tas dan sekarang ditambah barang kebutuhan nya yaitu jilbab, tidak lupa juga membelikan kemeja dan beberapa kaos untuk suaminya.
karena saking excited nya ia benar-benar belanja seperti setiap diajak mamanya yakni tanpa melihat harga.
sampai-sampai Nauval membayar hingga seratus juta.
"sayang kamu beli apa aja, ini kok Sampek segitu banyak nya nominal nya" tanya Nauval. karena Nauval baru kali ini Aulia belanja sampai ratusan juta, biasanya paling banyak dua puluh juta, itupun hanya sekali 4 bulan yang lalu
"maaf mas, tangan Aulia nggak bisa diem ngambil baju-baju sama tas ini" ucap Aulia sambil berjalan dengan membawa beberapa paper bag, sedangkan Nauval juga membawa agak banyak.
sampai mobil Nauval menaruh belanjaan istrinya di bagasi belakang.
Nauval masih diam dan mulai mengemudikan
mobilnya di jalan
Aulia bukannya tidak memikirkan keuangan Nauval, tapi Aulia yakin suaminya mampu, karena Aulia tau kalau bayaran arsitek Nauval tidaklah murah, karena juga banyak pengusaha kaya menggunakan jasanya, memang bukan melalui promosi menjual gelarnya, tapi dari mulut ke mulut, karena memang desain Nauval sangat berkelas.
__ADS_1
"mas" panggil Aulia.
"kenapa sayang" jawab Nauval.
"mas marah ya sama Lia"
"nggak kok, kamu jadi buat mas semangat buat kerja lebih keras lagi" ucap nauval tersenyum.
"semangat ya sayangku" ucap Aulia lalu segera memeluk Nauval dari samping kemudian mencium pipi suaminya.
mereka sampai di rumah Aulia pukul setengah 6 sore, tadi sholat ashar nya mereka berhenti di masjid.
Aulia segera membereskan barang-barang belanjaannya ke dalam kamarnya, ia menaruhnya di sofa.
karena sudah Maghrib Aulia segera mandi dan sholat Maghrib. Nauval tadi pulang ke rumahnya setelah sampai.
pagi hari Aulia sudah berdandan cantik sekali karena hari ini hari wisudanya.
"cantik banget sih anak ibuk" ucap Bu Mira saat Aulia duduk di sofa ruang tamu.
"iya dong, kan ibu nya juga cantik" jawab Aulia memeluk ibunya. dibelakang ibunya bapaknya menyusul. Aulia kemudian memeluk bapaknya yang rambut hitam nya sudah mulai dipenuhi rambut putih.
"makasih banyak ya pak, buk, atas semua doa dan keridhoan kalian berdua, Aulia sangat bersyukur karena masih bisa di pertemukan dengan orang tua kandung Aulia yang masyaallah sangat membimbing Aulia" ujar Aulia pada kedua orang tua nya.
Bu Mira tidak bisa membendung tangisannya. ia sangat bahagia putri kecilnya yang dulu terpaksa ia adopsi kan pada orang lain sekarang menjelma menjadi wanita cantik dan dewasa.
"iya nak ibuk sama bapak selalu doakan kamu menjadi orang yang sukses di dunia maupun di akhirat nak" ucap pak Salim.
"berbahagialah selalu nak" hanya itu yang diucapkan Bu Mira, sebenarnya banyak sekali yang ingin ia sampaikan di kepalanya tapi tak tau kenapa tiba-tiba ia hanya bisa mengungkapkan kebahagiaannya dengan tangisan bahagia ini.
Aulia berangkat bersama kedua orang tua nya berjalan kaki, karena memang tidak jauh Aulia pun tidak keberatan.
Nauval dan Fahri sudah berada di tempat acara mulai pagi tadi karena mereka sibuk mengatur sana sini untuk memperlancar jalannya acara.
pukul setengah delapan pagi acara dimulai, di awali dengan beberapa pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan beberapa petinggi yayasan termasuk Abah, kemudian acara inti wisuda bagi kelas dua belas.
selesai menjalani prosesi wisuda semua murid yang diwisuda di persilahkan berfoto dengan keluarganya di sebuah ruangan kelas yang sudah di sulap menjadi ala-ala studio foto
pertama Aulia berfoto dengan bapak dan ibu, lalu Fahri dan kak Aisyah juga meminta foto bersama aulia. namun tanpa di duga Abah dan umi menghampiri Aulia juga ingin berfoto, selesai foto Nauval masuk ke ruangan itu membawa buket bunga yang sangat cantik.
"mas boleh foto juga kan?"
__ADS_1