Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 51


__ADS_3

"kenapa bisa belum makan?" Sergah Aulia.


"Gak nafsu, mas terus kepikiran kamu, mas takut kamu kenapa-napa" ujar Nauval dan Aulia melihat mata Nauval yang mulai berkaca-kaca.


Aulia melepaskan tangan Nauval yang berada di perut nya, ia menelfon room servis dan memesan beberapa menu makanan dan minuman.


Setelah menelfon aulia duduk di sofa kamarnya, dengan tanpa suara. Nauval hanya diam tidak berani bertanya apapun karena takut pertanyaan nya membuat Aulia tidak nyaman malah nanti ia disuruh pergi.


Sepuluh menit kemudian petugas hotel datang membawa meja troli yang berisi dua porsi makan malam beserta minumnya, setelah meletakkan makan malam tamu kamar nya petugas hotel itu pergi.


Aulia menghampiri suaminya dan menarik tangan Nauval yang sedang duduk di atas ranjang.


"Ayo mas, makan dulu" ajaknya lalu mendudukkan Nauval di atas sofa sampingnya.


"Makan nanti aja nggak papa kok Lia, sekarang kita bahas ..."


"Lia laper mas" potong Aulia, sebenarnya ia tidak lapar tapi alasannya saja biar Nauval mau makan.


Nauval pun menurut, ia menghabiskan makanannya dengan cepat lalu minum air putih dan di lanjut minum jus jambu yang dipesankan Aulia. Sedangkan Aulia memesan jus strawberry kesukaannya.


Selesai makan mereka duduk berhadap-hadapan di sofa.


"Sekarang jelasin apa yang mau mas jelasin" Aulia memulai.


Nauval bergeming, entah bagaimana sekarang ia merasa menjadi seekor anak kucing yang sedang berhadapan dengan seekor singa, Ia harus merangkai kata terlebih dahulu di pikirannya agar tidak salah bicara dan membuat Aulia malah semakin salah faham.


"Kenapa diam mas? Kamu dari kemarin selalu ngomong kita harus bicara tapi ini malah diem aja" ujar Aulia, kini kucing kecil ini semakin takut.

__ADS_1


" Maaf sayang, mas minta maaf sama kamu,atas semua kesalahan mas, mas janji nggak bakal ulangin lagi" ucapnya seperti anak SD yang sedang dimarahi oleh gurunya.


" Sekarang mas coba urutin kesalahan mas, aku mau lihat, seberapa sadar kamu" kata Aulia


"Maaf mas terima bekal dari Bu Alika yang seharusnya bisa mas tolak, maafin mas? Karena mas nggak enak dilihat banyak anak-anak, takut dikira tidak menghargai, apalagi Bu Alika bisa malu nanti, tapi mas berani sumpah, mas nggak makan sama sekali, mas kasih ke pak supir sayang" jawab Nauval panjang.


"Mas masih mikirin perasaan Bu Alika?? takut bua Alika malu? Coba pikir deh mas, gimana perasaan seorang istri yang melihat suaminya menerima barang dari orang yang menyukai nya, di depan matanya sendiri!" kesal Aulia


" jangan sampai karena kebaikan kamu memikirkan perasaan orang lain malah buat keluarga kamu sendiri hancur mas" lanjut Aulia ketus yang membuat Nauval kaget dengan pernyataan terakhir Aulia.


"Sayang maksud mas nggak gitu, kamu tau kan mas guru Disana, mas nggak mau kasih contoh yang buruk buat anak murid mas, apalagi mas pengganti nya Abah" jawab Nauval.


" Dikira murid kamu di bis kemarin pada masih SD apa mas, mereka udah lulus SMA semua, mereka bisa bedain mana yang beneran ngasih mana yang emang lagi deketin, alasan kamu masih nggak masuk akal mas" ucap Aulia agak kecewa.


"Maaf sayang" ucap nauval.


"Oke sebutin yang kedua" lanjut Aulia, ia akan benar-benar menguliti masalah nya satu persatu agar tidak ada yang mengganjal di hati Aulia.


" Dia bilang lingkungan aku yang dulu nggak bagus mas" ucap Aulia dan di angguki Nauval.


"Padahal dia sama sekali nggak tau masa lalu aku mas, dia nggak tau bagaimana aku dibesarkan sama papa mama, dia ngomong gitu kayak seakan-akan mama papa aku nggak becus ngajarin aku, pantes nggak sih mas seorang guru yang harusnya menjadi panutan bilang gitu, aku nggak bisa terima sama sekali mas kalau udah bawa-bawa keluarga" lanjut Aulia dengan air mata yang sudah menetes.


Nauval segera mendekat kepada istrinya lalu memeluknya.


"Maafin mas sayang, mas salah nggak belain kamu, mas agak keras manggil kamu biar kamu ngalah aja, biar nggak jadi panjang, mas nggak mau kamu kenapa-napa sayang, maafin mas" ucap nauval matanya juga sudah berair karena merasa bersalah.


Tidak lama kemudian Aulia melepaskan pelukan Nauval dan menghela nafas.

__ADS_1


"Oke mas, Aulia terima alasan mas untuk yang ini, dan ingat-ingat kejadian ini mas, jadikan pelajaran supaya kedepannya nggak ada lagi yang kayak gini, untuk masalah pertama Aulia maafin juga karena memang hubungan kita masih nggak ada yang tau" jelas Aulia


" Kamu serius maafin mas?? Makasih sayang, mas janji kedepannya mas akan lebih bersikap tegas lagi" ucap nauval.


"Aulia harap begitu" jawab Aulia, Nauval kemudian memeluk erat istrinya, dia bersyukur istrinya mau bicara dengan kepala dingin, meskipun Nauval harus seperti kucing didepan singa yang sedang mencari mangsa ia tidak peduli, dia senang Aulia sudah tidak marah lagi padanya.


"Maafin Aulia juga ya mas, yang cuekin mas, Aulia masih belum dewasa, Aulia masih banyak kurangnya jadi istri, kejadian ini jadi pelajaran juga buat Aulia kedepannya " ucap Aulia, Nauval mengangguk mengiyakan permintaan maaf Aulia.


Nauval kemudian mencium bibir Aulia, mengecup sebentar rasa manis bibir istrinya yang bercampur dengan rasa dari jus strawberry membuatnya lebih nikmat.


"Makasih ya sayang, udah maafin mas" kata nauval


"Iya mas" jawab Aulia.


karena adzan isya' sudah berkumandang dari tadi mereka berdua sholat isya'berjamaah.


setelah itu Aulia mengajak Nauval duduk santai di gazebo depan kolam renang, mereka duduk berpelukan Aulia di depan Nauval.


"kamu nginep disini nggak ajak mas sih?, kan kita sekalian honeymoon sayang, malah ngajak temen-temen kamu." tanya Nauval


"ya maaf mas, habisnya Aulia kesel sama mas kemarin, tapi Aulia seneng ajak mereka, kayaknya baru pertama kali ke kamar suite" jawab Aulia yang tersenyum mengingat teman-temannya yang agak norak saat berenang di kolam ini, tapi Aulia suka, mereka apa adanya.


" tapi kamu kelihatan langsung akrab sama mereka " tanya Nauval


"iya mas, Aulia suka sama kepribadian mereka yang ada nya, bahkan mas percaya nggak? mereka yang perempuan bahkan berteman dengan teman sekelas mereka, ya meskipun anak perempuan nya cuma delapan, maksud Aulia nggak per geng gitu loh mas, kan susah kalau zaman sekarang" jelas Aulia, suaminya pun mengangguk faham.


"pokoknya kalau pulang nanti Lia mau satu bis sama mereka lagi" pinta Aulia

__ADS_1


"boleh, tapi mas juga boleh ikut bis itu ya, biar Deket sama kamu" jawab Nauval dan malah balik tanya pada Aulia.


"ya terserah mas aja, kan mas wakil kepala sekolahnya" jawab Aulia.


__ADS_2