
setelah menurunkan Aulia di ranjang Naufal pun ikut berbaring di samping istrinya.
Naufal hendak memejamkan mata, tapi tiba-tiba Aulia berbicara membuatnya urung untuk tidur.
"mas buka kaosnya dong" ujar aulia
"hah, mau ngapain sayang?" tanya Naufal
"udah buka aja" kata Aulia lagi.
naufal menuruti perintah istrinya, terlihat dada Naufal yang tegap tidak berbentuk tapi sangat sexy menurut Aulia.
"baring lagi sini mas" kata Aulia Naufal kemudian berbaring disamping Aulia lagi.
Aulia mengangkat tangan Naufal yang ada di depan wajahnya ke atas lalu meringkuk kedalam ketiak Naufal menghirup nya dalam-dalam, Naufal agak kurang PD takut bau keringat nya kurang enak.
"sayang, geli tau, lagian tadi mas keringetan, pasti bau, udah ah" ujar Naufal dengan tangan yang akan mendorong wajah Aulia.
"nggak mas, malah bau nya enak banget, deodorant nya campur sama keringet hmm" ujar Aulia semakin memperdalam wajahnya menghirup lebih dalam ketiak suaminya.
naufal tidak bisa mengelak lagi, yasudah terpaksa ia biarkan saja istrinya sampai Aulia tertidur baru Naufal bisa melepaskan ketiaknya.
sekarang setiap mau tidur Aulia selalu mencari ketiak suaminya, ia bahkan tidak bisa tidur kalau tidak mencium menghirup ketiak Naufal terlebih dahulu.
"mas, Aulia pengen belanja" ujar Aulia tiba-tiba siang hari pada saat santai minum kopi di ruang keluarga lantai atas.
"beli apa sayang ?" tanya Naufal.
"nggak pengen beli apa-apa sih, cuma pengen belanja aja, ayo mas Aulia ngidam ini" bohong Aulia, padahal ia ingin shopping-shopping saja.
"yaudah tapi di mall yang Deket aja ya sayang?" tawar Naufal Aulia langsung menggeleng.
"nggak mau, Lia mau mall yang besar" pinta Aulia dengan nada memelas.
"kamu kan lagi hamil sayang, mas nggak mau kamu capek di perjalanan" khawatir Naufal.
"nggak mas, cuma satu jam kok, lagian besok mas udah masuk ke sekolah, Aulia pasti mulai besok nggak di perhatiin" ujar Aulia mulai memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
naufal pun mengalah, ia akhirnya mengiyakan ajakan Aulia.
mereka pun mengendarai mobil selama 1 jam untuk mencapai mall besar permintaan Aulia.
di sana Aulia membeli sedikit barang tapi meskipun sedikit harganya lumayan mahal membuat Naufal agak pusing.
"sayang kamu kan udah punya banyak tas, lagian semuanya juga masih bagus-bagus " bisik Naufal kepada Aulia yang sedang memilih-milih tas branded.
"itu namanya keluaran terbaru mas" balas Aulia berbisik
"lah ini di tangan mas juga kamu bilang tadi keluaran terbaru " ujar Naufal menunjukkan satu paper bag di tangannya.
"ya kan beda merk mas" jawab Aulia lagi, Naufal hanya diam tidak menimpali lagi.
selesai memilih dan membayar di kasir Naufal dan Aulia mampir ke restoran dulu untuk makan lalu setelah itu mereka masuk mobil menuju pulang ke rumah.
"sayang, habis ini kamu jangan belanja tas lagi ya mending dipakai buat yang lain aja yang lebih penting" ujar Naufal mengingatkan Aulia, Aulia spontan menoleh.
"kenapa mas? kan Aulia emang lagi pengen itu, mas nggak mau nurutin Aulia?" tanya Aulia
Aulia hanya diam sampai rumah dia tidak bicara apapun, Naufal juga membiarkannya dia ingin agar Aulia memikirkan obrolan mereka di mobil.
sampai malam hari Aulia juga tidak mau menegor Naufal, setelah pulang dari mengajar Madin Naufal menghampiri Aulia yang sudah tidur di ranjang tapi sebenarnya Aulia tidak tidur dia benar-benar tidak bisa tidur tanpa membenamkan wajahnya ke ketiak Naufal dulu.
"sayang udah ya jangan marah lagi mas nggak suka loh dicuekin gini" ujar Naufal yang tahu bahwa Aulia belum tidur.
Naufal pun berbaring di ranjang memeluk Aulia dari belakang.
"sayang maafin ya omongan mas yang tadi" akhirnya Naufal yang mengalah agar Aulia tidak mendiaminya terus begini, karena Naufal tau Aulia tersiksa kalau tidur tidak di peluk, mungkin omongannya tadi waktunya kurang tepat dibicarakan sekarang saat mood Aulia sedang sensitif dan hamil begini.
Aulia pun berbalik membuka selimutnya menunjukkan wajahnya yang sudah basah karena air mata.
Naufal spontan mengusap kedua pipi Aulia yang sudah basah.
"maafin mas ya kayaknya pembicaraan mas tadi buat kamu agak sensitif, kita lupain aja ya" ujar naufal lagi kemudian tersenyum agar Aulia melupakan pembicaraan tadi.
Aulia kemudian hanya mengangguk lalu menyembunyikan wajahnya di dada Naufal.
__ADS_1
aulia memang awalnya hanya melihat-lihat katalog tas keluaran terbaru di handphonenya jadi iya ingin membelinya lagian pikir Aulia dia tidak membeli terlalu sering dia hanya sesekali membeli barang-barang branded itu, dan Aulia merasa benar, di hatinya tidak merasa bersalah pada Naufal.
"maafin Aulia mas" hanya itu yang Aulia ucapkan karena ia tidak mau menjadi lebih panjang karena masalah sepele begini.
Aulia mulai menghirup ketiak suaminya yang sudah buka baju, merekapun tertidur seperti biasa.
seperti pagi-pagi sebelumnya Aulia selalu mual, Naufal dengan sigap selalu mengikuti Aulia ke kamar mandi setiap istrinya mual.
hal ini juga yang membuat Naufal teramat sayang kepada istrinya, rela merasakan mual seperti ini untuk memperjuangkan calon bayinya, dan selalu membuat Naufal tidak bisa tidak menuruti keinginan istrinya.
"udah sayang? mau minum apa, yang anget-anget? mas buatin teh ya?" tanya Naufal di belakang Aulia yang baru selesai membersihkan mulutnya.
"mau mas, Lia mau minum teh anget buatan kamu ya mas" pinta Aulia dengan membalikkan tubuhnya menghadap Naufal.
naufal mengangguk dan menuju dapur, Aulia mulai mandinya dan salat subuh terlebih dahulu.
naufal kemudian membawa teh buatannya ke ruang keluarga di depan kamarnya karena semenjak kejadian membantu umi, Aulia tidak bisa lagi mencium aroma nasi baru matang, iya benar-benar langsung mual dan umi pun melarang Aulia membantunya karena tak tega melihat menantunya.
"sayang tehnya di meja sofa depan ya, mas mau siap-siap dulu" ujar naufal yang baru masuk.
"iya mas, ini baju kamu udah Aulia siapin juga" jawab Aulia yang baru selesai ganti baju.
"terimakasih sayang" ucap Naufal kemudian mengecup pipi Aulia.
"sama-sama, makasih juga ya mas, udah buatin Aulia teh" jawab Aulia Naufal mengangguk tersenyum, kemudian mengganti bajunya sedangkan Aulia keluar dari kamar untuk menikmati teh buatan Naufal.
setelah Naufal selesai ia keluar menghampiri Aulia.
"udah selesai mas?" tanya Aulia Naufal mengangguk duduk di samping Aulia.
Aulia melihat penampilan Naufal kemudian merapikan sedikit yang agak berantakan.
"jangan genit-genit sama si Bu Alika ya mas " Aulia mengingat kan suaminya.
"mas nggak pernah genit kok, kamu tau sendiri mas kalau di sekolah nggak pernah gabung sama guru-guru yang lain, mas selalu di ruangan abah" jawab Naufal.
"tapi kan mas kalau senyum jadi ganteng banget, buat cewek-cewek meleleh " ujar Aulia sambil mencubit bibir sexy Naufal.
__ADS_1