Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 61


__ADS_3

"mas..." d*sah Aulia saat Nauval mulai menyes*p dan menjil*ti leher jenjangnya.


Naufal terus menurunkan kecupannya sampai tidak terasa kedua bongkahan kenyal Aulia sudah terlepas dari sarangnya, tapi tanpa membuka piyama satin Aulia yang berwarna putih dan terawang itu.


tanpa berlama-lama Naufal segera menyingkirkan br* Aulia agak ke atas dan mulai merem*s dada Aulia yang nampak putih dengan ujung merah muda itu, kemudian Naufal segera menyes*p put*ng Aulia dari balik piyama Aulia.


aulia yang merasakan sensasi yang berbeda dari biasanya,kali ini Naufal meng*lum put*ngnya dengan rakus membuat Aulia mend*sah tak karuan karena enaknya.


"mas.. ah...." d*sah Aulia


air liur Naufal benar-benar membasahi piyama Aulia bagian dada nya. sekarang Naufal baru mulai membuka kancing piyama Aulia satu persatu, setelah berhasil ia segera meng*lum kembali dua ujung merah muda Aulia yang sudah basah oleh air liurnya sendiri.


aulia semakin mendesah tak karuan, tangan Naufal juga segera membuka celana pendek setelan piyama Aulia dengan terburu-buru.


sambil masih dengan menj*lati put*ng Aulia yang nikmat jari tangan Naufal sudah masuk kedalam celana basah milik Aulia dengan memaju mundurkan jari tengahnya.


"ah.. mas ... aku .. gak kuat mas..." racau Aulia karena permainan jari Naufal di dalam miliknya yang begitu membuatnya mabuk kepayang, apalagi Naufal sambil memainkan daging kecil yang ada di atasnya.


tidak lama Aulia sudah tidak tahan untuk menahannya lagi, ia sudah mencapai pelepasannya dengan hanya permainan jari suaminya.


"ahhhhh..." teriak Aulia saat menyemburkan cairan putih dari miliknya. jari Naufal masih belum terlepas, menunggu istrinya menyelesaikan pelepasannya.


setelah itu Naufal kemudian membuka seluruh pakaiannya dan sudah tidak memakai apa-apa, melihat Aulia yang masih terkapar tidak berdaya dengan nafas yang tersengal-sengal Naufal tidak menunggu aulia bergerak, ia pun segera memasukkan senjatanya kedalam milik Aulia yang sudah banjir dan basah dari samping sambil tidur miring.


tidak lama dengan gaya itu Naufal segera mendorong Aulia agar tidur tengkurap.


"kaki nya rapetin ya sayang" bisik Naufal di telinga Aulia, istrinya melakukan apa yang di perintah suaminya. aulia merapatkan kakinya lalu Naufal mememasukkan senjatanya kedalam milik Aulia dari belakang lalu memainkannya dengan menaik turunkan Juni*rnya dengan semangat.


"ahhh sayang... punya.. kamu. sempit sekali.. sayang ahhh..." racau Fahri dengan terus dengan gerakan memompa.

__ADS_1


sedangkan Aulia tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa menganga sambil memejamkan mata nya keenakan. agak lama bahkan Aulia sudah tidak kuat menahan kakinya untuk tetap nyatanya sekarang malah ia sudah menungging dengan tidak sadar.


karena posisi Aulia sudah menungging, Naufal segera bergerak dengan cepat dan sangat keras hingga menimbulkan bunyi agak keras, ia tau istrinya sudah akan mencapai pelepasan nya.


tidak lama benar saja Aulia mencapai puncaknya dan bernafas Tersenggal-senggal.


mereka pun melanjutkan perjalanan malam mereka berdua dengan suara des*han yang memenuhi kamar Naufal.


"ahhh......." des*h mereka bersama saat Naufal dan Aulia mencapai pelepasan bersama, lalu merekapun tidur sambil berpelukan telanj*Ng bersama di balik selimut.


pukul tiga pagi aulia bangun tapi perutnya seperti mau memuntahkan segala isinya.


"hueekkk" mual Aulia yang kemudian segera turun dari ranjangnya menuju kamar mandi, Naufal mendengar suara mual Aulia bangun dan kaget melihat Aulia dengan tubuh polosnya agak terburu-buru menuju kamar mandi ia pun mengejarnya.


sampai kamar mandi Aulia menuju wastafel kemudian segera memuntahkan isi dalam perutnya, yang ternyata hanya sedikit cairan bening dan keruh sedikit.


Naufal yang sudah menyusulnya segera mengusap-usap punggung istrinya.


setelah agak mendingan Aulia berkumur dengan bersih menggunakan produk air kumur yang ada di samping wastafel itu, karena dia tidak bisa mulutnya bau habis muntah itu, seperti mengundang mual nya lagi menurut Aulia.


Naufal yang melihat Aulia selesai ia segera membawa Aulia keluar dari kamar mandi menuju ranjangnya.


"sayang kamu kenapa? kok mual-mual gitu, mas jadi takut kamu kenapa-napa " ujar Naufal yang menidurkan Aulia di tempatnya lagi kemudian menyelimuti tubuh telanj*ng istrinya.


"nggak tau mas, barusan aku bangun langsung mual pengen muntah, kepala aku juga pusing ini" ujar Aulia memegang kepala nya yang agak pusing.


" kamu kurang tidur kayaknya, maaf ya semalem kita baru tidur jam satu pagi" ujar Naufal sambil terus mengusap kepala Aulia.


"nggak apa-apa kok mas"jawab Aulia tersenyum.

__ADS_1


"yaudah kamu tidur lagi ya, mas usap-usap gini rambutnya " ujar Naufal kemudian di angguki oleh Aulia.


aulia pun mencoba tidur, tapi ia mengintip sedikit ke arah Naufal dengan membuka satu matanya, terlihat suaminya mengusap rambutnya kadang menciumnya.


entah kenapa gair*h Aulia tiba-tiba saja muncul melihat leher Naufal yang putih itu. tidak butuh waktu lama Aulia bangun lalu mencium, mengecup, dan menyes*p leher suaminya.


Naufal kaget lihat Aulia buru-buru mencium ganas dirinya,


"sayang" ujar Naufal kaget. aulia terus saja membuat banyak tanda kepemilikan di sana.


aulia kemudian berbisik


"mas... aulia pengen ini" ujar Aulia memegang senjata Naufal yang memang dari tadi belum memakai pakaian.


aulia kemudian mengoc*k senjata Naufal dengan pelan tapi lama-kelamaan ia mempercepat temponya membuat Naufal meracau dan memejamkan mata nya.


"ahh.. sayang.. terus... ahh.. enak yang...."


merekapun mengulanginya lagi sampai adzan subuh berkumandang. mereka buru-buru mandi kemudian sholat subuh berdua.


sebenarnya Naufal setelah sholat ingin keluar joging sebentar tapi saat izin dengan istrinya, Aulia malah menangis tidak mau ditinggal suaminya.


"mas tega ninggalin Aulia, Lia nggak mau sendirian mas, jangan tinggalin Aulia " ujar Aulia sambil menangis karena Naufal pamit joging.


"sayang, kan ini udah subuh, ya meskipun masih gelap tapi kamu biasanya nggak apa-apa mas tinggalin joging" ucap Naufal tapi Aulia kemudian berbalik tanpa bilang apa-apa lalu merebahkan tubuhnya di ranjang dan menutup wajahnya dengan bantal dengan tubuh yang bergetar dan pastinya sudah menangis.


Naufal pun mengalah, ia menghampiri istrinya ikut berbaring di sampingnya, memeluk Aulia dari samping.


"maafin mas ya sayang, yaudah mas disini aja, nggak bakal kemana-mana " ujar Naufal, Aulia pun tidak lama sudah tidak menangis lagi, ia kemudian tertidur karena memang masih mengantuk sekali.

__ADS_1


jam 7 pagi Aulia bangun dan lagi, ia langsung mual-mual, Aulia segera berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkannya tapi seperti tadi malam hanya cairan bening dan kadang keruh.


Naufal yang akan masuk mendengar suara Aulia mual, ia segera menghampiri istrinya di kamar mandi dan mengusap punggung istrinya pelan.


__ADS_2