
" sayang.." panggil Naufal karena Aulia masih terdiam tak berbicara.
" hmm"
"kamu marah sama mas??" tanya Naufal
"kesel aja" jawab Aulia singkat
"maaf ya.. terus kenapa ini kamu Sampe pulang ke rumah ibu, kamu nggak ada niat tinggalin mas kan??" tanya Naufal dengan tatapan mengiba
"nggak, aku cuma pengen aja tidur disini, lagian kamu juga lagi nggak di rumah "
"gitu ya, mas takut banget kamu marah Sampe ngga mau pulang ke rumah, maafin mas ya, kalo mas masih belum bisa jadi suami yang terbaik buat kamu, mas minta maaf banget yang" bisik Naufal lembut di telinga Aulia. Aulia terdiam, masih belum bisa menjawab ucapan suaminya.
" yang... jangan cuekin mas dong.."
"aku kesel kamu bentak aku" kata Aulia dengan mata yang sudah berkaca-kaca membuat Naufal makin merasa bersalah.
"sayang... maaf.. mas nggak niat bentak kamu, serius yang .. mungkin karena di telfon kamu jadi denger nya kayak bentak padahal mas nggak ada maksud sama sekali kayak gitu" jelas Naufal dengan masih memeluk istrinya.
" nggak, kamu marah kan sama aku, karena aku cemburu gitu, iya emang aku yang salah aku yang emang nggak pernah bisa ngerti kamu, itu kan yang bikin kamu bentak aku" ujar Aulia.
"iya bener sayang, tapi kenapa aku yang selalu ngalah.." ujar Naufal tapi hanya berani bicara begitu dalam hati karena jika ia katakan langsung pasti Naufal jamin akan terjadi perang dunia ke tiga.
"kok diem??" tanya Aulia Naufal menggeleng
"nggak sayang, mas nggak marah sama kamu beneran, mas ngomong itu beneran nggak ada maksud bentak kamu, jangan marah lagi ya, mas minta maaf"
" kirain karena kamu belain Bu Alika" gumam Aulia
"astaghfirullah haladzim sayang, mas ngga belain dia, mas cuma nggak mau kamu cemburu buta dan bikin kamu kepikiran udah itu aja "
"yakin???" tanya Aulia Naufal mengangguk cepat.
"iya sayang, mas takut kamu kenapa-kenapa makanya ini mas bela-belain malem-malem pulang " jawab Naufal membuat Aulia kaget dan baru teringat kalau suaminya pulang tengah malam menempuh perjalanan satu jam lebih, Aulia pun bangun lalu duduk
__ADS_1
"kamu naik apa pulangnya??" tanya Aulia melihat baju suaminya yang kusut kucel
"pake mobil pak Affan sayang, mas pinjem, besok pagi bakal mas mesti balik lagi, dan jam 8 harus dateng ke acara penutupan" jelas naufal, seketika hati Aulia luluh lantak, melelehlah kerasnya hatinya barusan dan diliputi rasa terharu karena suaminya begitu khawatir padanya sampai rela tidak istirahat.
"ihhhh" Aulia mencubit pelan lengan Naufal
"kenapa sayang??" tanya Naufal seraya ikut duduk
"kenapa nggak sekalian pulang besok aja sih? kalo gini kan aku ngambek nya jadi nanggung nggak enak" cemberut Aulia
"lah kok nanggung sih..,"
"iya hati aku udah meleleh karena perlakuan manis kamu tauu... gimana dong.."
"hehehe, jadi udah nggak marah lagi kan??" tanya Naufal cengengesan, Aulia hanya manyun tak menjawab. tanpa menunggu jawaban Aulia Naufal langsung memeluk istrinya mengusap pelan punggung dan rambut Aulia dengan sayang.
"maafin mas ya??" tanya Naufal sekali lagi, kali ini Aulia hanya bisa mengangguk lalu tangannya pun membalas pelukan Naufal
"yaudah istirahat lagi gih" ujar Naufal sambil melepaskan pelukannya
"kamu mau kemana mas??" tanya Aulia seakan tak rela di tinggal
" bisa cepetan nggak ganti bajunya, aku mau tidur nya di peluk kamu" rengek Aulia mulai keluar sifat manja nya
"pasti kangen cium bau ketek mas ya??" tanya Naufal menggoda, tapi Aulia malah mengangguk.
"iya aku semalem tidur nya nggak nyenyak karena nggak cium ketek kamu mas"
"lah malah beneran" batin Naufal
"yaudah bentar ya, mas ganti baju yang cepet" Aulia mengangguk Naufal pun segera bergegas menuju kamar mandi, setelah selesai cuci muka dan gosok gigi Naufal segera ganti baju santai.
tidak lama Naufal selesai lalu ia menghampiri Aulia yang masih setia terjaga sampai Naufal selesai, lalu tanpa lama-lama Aulia membuka tangan kanan naufal dan segera menciumi ketiak Naufal, menghirupnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya, Naufal hanya bisa heran dengan kelakuan istrinya ini,
padahal ia udah keringetan banget dari tadi sore dan barusan juga naufal tidak mandi hanya sedikit membasuh dan menyabuni ketiaknya saja karena sudah tau bahwa Aulia akan menghirupnya seperti ini, dan tidak membutuhkan waktu lama sudah terdengar helaan nafas kasar dari Aulia pertanda Aulia sudah tidur.
__ADS_1
sebelum subuh seperti biasa Naufal pun sudah bangun dan segera melaksanakan sholat malam, selesai sholat Naufal berzikir sambil menunggu waktu subuh.
selesai sholat subuh Naufal pun segera membangunkan Aulia agar Aulia juga sholat dan tidak kesiangan, Aulia pun menurut tapi setelah Aulia selesai sholat Naufal sudah rapi dengan kemeja nya.
"mas ... kok udah rapi aja?" tanya Aulia memeluk Naufal dari belakang
" iya sayang, bentar lagi mas berangkat takut macet juga nanti malah jadi telat lagi" jelas Naufal sambil menyisir rambut nya.
" kalo ikut kamu boleh nggak ya??" ujar Aulia Naufal menghentikan kegiatan menyisir rambutnya.
"nggak perlu ya sayang, perjalanan nya lama, mas takut kamu kenapa-kenapa di jalan, apalagi nanti kalo mas masuk ruang pelatihan kamu pasti sendirian di luar" jelas Naufal
"gitu ya? yaudah deh mas aku ngga ikut"
"iya sayang, kamu istirahat aja ya?" ujar Naufal Aulia mengangguk.
setelah itu Naufal pun berangkat bahkan matahari belum terang ia sudah berangkat, Aulia hanya bisa menyiapkan sarapan susu dan roti yang ada di kulkas tapi syukurlah Naufal tidak pernah protes atau menuntut Aulia masak.
pukul 8 pagi Aulia menuju cafe nya dengan di antar fahri, tapi kali ini Fahri mengantar nya menggunakan motor nya Aulia pun tak keberatan sama sekali.
sampai di cafe Aulia langsung mencari Hasan yang ternyata sudah ada di ruangannya.
"assalamualaikum..,"
"waalaikumsalam Ning, " sebenarnya Hasan segan meminta Aulia masuk tapi ternyata Aulia sudah melangkah masuk tapi dengan pintu yang di buka lebar.
"gimana ? udah cari-cari di internet??"
"udah Ning, ini saya coba praktekkan, tapi ya gitu masih banyak yang belum saya kuasai, ngomong-ngomong Gus Naufal pulang kapan ya? saya mau belajar sama beliau"
"nanti siang pulang san, yaudah kamu tungguin aja, "
iya Ning, oiya ini titipan nya kemarin" Hasan mengambil dua kunci motor baru dari dalam laci meja nya.
"oh .. udah dateng san?? " tanya Aulia Hasan mengangguk.
__ADS_1
"itu dua-duanya buat operasional cafe ya san, yang satu buat kamu, yang satu buat Sam atau yang lain, kamu mau pake kuliah juga nggak apa-apa, biar ngga usah naik bis lagi" jelas Aulia membuat Hasan kaget.
"serius Ning?" tanya Hasan Aulia mengangguk