
"mas .." panggil Aulia karena ia melihat suaminya belum memejamkan mata, mendengar suara Aulia Naufal langsung menoleh.
" sayang ... kok kamu disini?" tanya Naufal kaget iapun berusaha bangkit dari tidurnya, Aulia pun melangkah cepat menghampiri Naufal membantunya duduk, Aulia lalu melihat keadaan suaminya, dengan lengan dan kaki di balut dengan perban, Aulia sontak menangis melihat hal itu
" mas ...kamu kenapa??" tanya Aulia sambil menangis tapi tak berani menyentuh Naufal
"nggak apa-apa sayang, jangan nangis dong.." Naufal menarik tubuh Aulia hingga ke pelukannya, Aulia semakin menangis di pelukan Naufal.
"aku takut kamu kenapa-kenapa mas... hiks..." tangis Aulia
"sstt.. sayang, udah ya, ... mas nggak kenapa-napa kok, ini juga cuman luka kecil, nggak masalah kok buat mas" jawab Naufal sambil mengelus rambut Aulia
" kenapa nggak ngabarin aku mas... kenapa kamu ngga ada telpon aku?" Aulia melepaskan pelukan nya menatap Naufal ingin marah
"orang aku nggak kenapa-napa juga, seharusnya aku yang tanya kenapa kamu kesini,? terus kamu sama siapa??"
"aku dapet kabar dari Lusi mas, dia liat kamu katanya kecelakaan di depan rumah sakit, jadi aku buru-buru kesini"
"terus kamu kesini sendirian ??" tanya Naufal Aulia mengangguk.
"ngapain sih sayang,.. mas juga nggak apa-apa kok, kamu bawa mobil kesini?" sekali lagi Aulia mengangguk
"mas kan emang sengaja nggak ngabarin kamu, mas takut kamu khawatir, ini malah kamu dapet kabar dari orang lain, kamu jangan gini dong sayang kalo kamu gini justru mas yang khawatir sama keadaan kamu dan bayi kita, mas nggak mau terjadi apa-apa sama kalian berdua" Naufal mengusap perut Aulia lembut.
" maaf mas, tapi aku kalo denger kecelakaan inget mama sama papa... aku takut .." kalimat Aulia terhenti tangis aulia pecah mengingat akan kecelakaan kedua orang tua angkat nya dulu hingga merenggut nyawa keduanya.
Naufal yang tidak tega dengan Aulia yang masih trauma dengan kecelakaan orang tua angkatnya Ia pun memeluk Aulia kembali mengusap punggungnya dengan lembut berharap Aulia lebih tenang.
"sayang udah jangan diingat-ingat Mas nggak apa-apa kok ini, Mas nggak bakal tinggalin kamu kok tenang aja sayang lagian cuma luka ini doang" hibur Naufal
"ini doang dari mana mas, ini parah Loh kamu gimana si" kesal Aulia karena Naufal mengentengkan.
"ya nggak gimana-gimana sayang, ini tuh cuma ke gores aspal ngga Sampe di jahit kok, cuma takut ke cipratan air aja td di perbanin" jawab Naufal
"lagian gimana ceritanya Mas bisa sampai kayak gini Kamu ngapain emang di depan rumah sakit?"
"ya tadi kan aku mau beli makan buat umi karena takut nanti tengah malem laper males keluar jadi aku cari di depan kantinnya kata umi makanannya nggak enak kurang cocok di umi, "
"terus-terus??"
__ADS_1
" ya kan aku mau nyebrang yang terus di tengah jalan itu aku udah nyebrang tinggal separuhnya lagi aku udah lihat kanan kiri itu udah nggak ada motor sama sekali atau kendaraan baru tapi baru aja aku mau jalan motor kenceng banget aku udah menghindar juga tapi ya gimana namanya di kasih cobaan yang, untung aja lawan arahnya nggak ada kendaraan yang kencang jadi nggak makin ketabrak kendaraan di depan" ujar Naufal mengingat-ingat kejadian menegangkan yang di alaminya tadi.
" ya Allah mas" Aulia menangis mendengar cerita Naufal barusan, ia benar-benar tak tau jika yang Naufal katakan tadi benar mungkin sekarang luka suami nya lebih parah.
"udah sayang ngga usah nangis, ini kan sekarang mas udah nggak kenapa-napa" Naufal mengelus rambut Aulia lembut
akhirnya perlahan Aulia berangsur tenang, Naufal pun meminta Aulia untuk berbaring di samping tidurnya ikut naik ranjang Naufal. Aulia pun tidak menolak tapi ia meminta ke sisi ranjang samping kanan karena Lengan kiri Naufal sakit.
"tadi pas kamu kesini Abah udah tidur belum sayang? sebenernya aku tadi bangun mau tidur disana aja" tany
"iya mas masih tidur, tapi kamu kan masih sakit mas butuh istirahat juga"
"tapi aku kasihan umi Lia, dia pasti kepikiran banget malam ini, aku sama Abah sama-sama baring di ranjang rumah sakit.
"iya sih mas, apa aku telfon Hasan aja ya biar dia bantu kesini?" tanya Aulia
"boleh deh sayang, biar dia bisa tolongin kita bantu jaga umi, mumpung kayak nya sekarang masih di cafe " Aulia pun mengangguk ia pun segera menghubungi Hasan dengan ponselnya.
"halo assalamualaikum san"
"waalaikumsalam Ning, ada yang bisa saya bantu Ning?"
" lagi sibuk nggak di cafe?"
" yaudah kalo gitu bisa nggak kamu ke rumah sakit sekarang"
"bisa Ning, apa saya berangkat sekarang ?"
"iya san sekarang"
"baik Ning,"
"yaudah makasih ya, assalamualaikum"
"waalaikumsalam" Aulia pun menutup telponnya.
"udah sayang??" tanya Naufal Aulia mengangguk
" makasih ya."
__ADS_1
"buat apa?"
"kamu yang selalu ada.." Naufal kemudian mencium pipi Aulia lama, menghirupnya dalam seakan tidak ingin melepaskan.
"astaghfirullah haladzim mas ..." terkejut Aulia membuat Naufal pun juga terkejut
"kenapa sih sayang, ngagetin aja"
"aku lupa kalo aku nggak pamit sama orang rumah terus gerbangnya juga nggak aku kunci"
" hah kok bisa? kamu gimana sayang??"
"lupa aku tadi panik banget"
" ada-ada aja sih kamu, sekarang telfonin kak Fahri gih, minta bilangin sama ibu bapak"
sedangkan di rumah
"tolonnngggg.... maliiinngg..."
"fahriiiii...." Bu Mira menggedor pintu putra nya
karena mendengar suara teriakan maling Fahri pun tidak lama keluar dengan mengaitkan sarung di pinggangnya dengan tergesa-gesa.
"kenapa Bu?? maling... dimana maling??"
"itu mobil Aulia ilang di garasi terus gerbangnya juga nggak di kunci .. pasti ini di curi nak ... haduuhhh... gimana ini...," panik Bu Mira
Fahri pun segera berlari menuju garasi rumah ibunya di samping nya melihat keadaan pintu garasi tidak ada pemaksaan pembukaan seperti di congkel atau di rusak setelah itu Fahri menuju gerbang depan dan ternyata di sana terdapat beberapa kunci yang masih menempel di gembok pintu.
"mi ... ini kuncinya ada di sini?" ujar Fahri menunjukkan
"lah iya nggak di rusakin ya ri? tapi ini kok kayak kunci yang di bawa Aulia ya .. itu ada gantungan kunci nya itu ibu inget kalau itu yang di bawa Aulia nak" ujar Bu Mira seketika ia menyadari dan langsung membulatkan mata
"terus Aulia..?" tanya Fahri juga kaget
keduanya pun segera berlari menuju kamar Aulia di atas hari Bu Mira makin deg-degan kala melihat pintu kamar Aulia terbuka lebar keduanya pun langsung masuk dan tidak ada Aulia disana.
"jadi aulia yang pergi mi, bukan di maling," ujar Fahri menenangkan umi nya
__ADS_1
" terus Aulia nya kemana?" tanya Bu Mira.
"nggak tau Bu, aku ambil hp dulu ya coba aku telfon" pamit Fahri Bu mira pun mengangguk.