Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 87


__ADS_3

"serius??" tanya naufal, Aulia terpaksa mengangguk tapi sebenarnya dalam hatinya sangat kecewa, mereka berdua pun pulang dengan perasaan kecewa, Aulia sampai tidak bicara sama sekali pada Naufal karena tidak mendapat kan buah yang Aulia inginkan.


"besok mas cariin lagi ya, pasti dapet kok besok " hibur Naufal saat mereka memasuki rumah nya.


"udah nggak usah di pikirin mas, aku nggak papa kok" ujar Aulia tersenyum.


"yaudah aku mandi dulu mas" Aulia menuju kamar mandi, tidak kehilangan akal Naufal menyusulnya ke kamar mandi lalu menutup pintunya.


"lhoh kok ikutan sih mas?" tanya Aulia yang urung membuka bajunya.


"mandi bareng yuk" ajak Naufal mendekati istrinya.


"aduh mas, nanti makin lama loh" Aulia cemberut.


"ihh... masa' nolak suami sih" Naufal mencubit pelan hidung Aulia, akhirnya Aulia pun mau dan seperti dugaannya mandinya menjadi sangat lama karena Naufal meminta jatahnya kali ini di kamar mandi.


"tuh kan lama" Aulia menggerutu kala berganti pakaian.


" kamu ke enakan juga tuh" ujar Naufal menggoda istrinya.


mereka pun melaksanakan sholat magrib berjama'ah. setelah sholat Naufal mengajar seperti biasa, Aulia pun masuk kelas pelajaran seperti biasa.


esoknya saat Naufal pulang dari mengajar dengan membawa buah yang Aulia inginkan dari kemarin.


"sayang, ini buah yang kamu pengen kan??" tanya Naufal saat melihat Aulia sedang makan siang di meja makan.


"kamu dapet darimana mas??" tanya Aulia kegirangan meraih


sekantong plastik buah kesemek itu.


"tadi titip ke salah satu guru yang, dan ternyata di tempat nya ada" jawab Naufal.


"yaudah, kamu mau makan mas, aku ambilin ya??" tanya Nia menaruh bungkusan itu. Naufal mengangguk


"mau dong sayang, aku laper banget ini" Naufal duduk di samping Aulia. Aulia pun menjalankan tugasnya melayani suaminya mengambilkan piring nasi serta lauk nya.

__ADS_1


"kok ada buah kesemek disini ??" tanya umi yang baru datang.


" eh iya mi, ini mas Naufal dapet barusan" jawab Aulia.


" Aulia dari kemarin ngidam ini mi, jadi aku nitip salah satu guru MA" jawab naufal sambil memulai makannya.


"nah, gitu dong di turutin, jangan Sampe cucu umi ngiler ya" umi juga ikut bergabung ke meja makan.


" mau umi kupasin Lia??" tanya umi. Aulia segera mencegah umi yang akan mengambil pisau.


"jangan dong mi, umi kan tadi udah capek masak, mana Aulia nggak boleh bantuin, biar Aulia aja yang kupas, kita makan sama-sama " dengan sigap Naufal berdiri membawa piring kotor lalu membawa pisau dari dapur, Aulia tersenyum melihat suaminya yang sangat perhatian terhadapnya dan seakan mengerti nya.


"sini mas biar Lia yang kupas aja" Naufal menyerahkan pisaunya lalu Aulia mulai mengupas buah itu dan memotong nya lalu di taruh di piring, setelah selesai Naufal membawanya lagi ke dapur untuk di cuci bersih. setelah di cuci Naufal membawanya kembali ke meja makan, mereka bertiga pun mulai menikmati buah itu dengan sesekali mengobrol hangat.


Nia dan Naufal menuju kamarnya, untuk sekedar tiduran saling berpelukan menunggu waktu ashar yang sebentar lagi.


"mas ke WC dulu ya " Aulia mengangguk Naufal seperti nya sudah kebelet buang air.


saat Naufal baru masuk wc ponselnya berdenting pertanda ada pesan chat masuk, Nia yang penasaran pun mengambilnya dan melihatnya.


"pak, nggak perlu di ganti uang, besok saya balikin ya uang nya, saya ikhlas kok, buahnya juga nggak seberapa"


deg


jadi yang Aulia tadi makan itu dari Bu Alika? kenapa Naufal tidak bilang dari awal?


seketika pikiran-pikiran negatif memasuki otak Aulia, tapi di lihat dari pesannya di room chat nya hanya ada pesan itu, dan tidak ada Naufal minta tolong nitip buah.


setelah di lihat di grup guru-guru ternyata Naufal meminta tolong pada siapapun yang tau penjual buah kesemek tolong hubungi dia, tapi sepertinya inisiatif Bu Alika sendiri yang membelinya lalu memberikannya di sekolah.


"tapi di nge chat kayak gini kesannya mengambil kesempatan deh " gumam Aulia pelan. tidak di pungkiri hatinya kesal saat tau buah tadi dari Bu Alika, bukan tidak tau terimakasih atau apa, hatinya sungguh cemburu membayangkan Bu Alika masuk ke ruangan suaminya lalu membawakan buah itu dengan tutur kata yang pastinya di buat semanis mungkin. ia jadi menyesal akan ngidamnya kemarin.


"astaghfirullahaladzim" Aulia beristighfar kala mengingat dirinya sudah ber suudzon pada Bu Alika.


"sayang, ambilin sarung mas yang warna item dong" panggil Naufal dari dalam kamar mandi, Aulia bergegas mengambilkan yang Naufal mau iapun memberikan nya.

__ADS_1


" setelah Naufal keluar gantian Aulia yang mandi, setelah itu mereka sholat berjamaah dan di lanjutkan dengan membaca Alqur'an.


"kalau hamil, banyakin baca surat Yusuf sama surat Maryam " ujar Naufal


"iya mas, aku juga pernah denger itu, yaudah aku ngaji surat itu aja ya, kamu benerin kalau salah" pinta Aulia Naufal pun mengangguk setelah itu Aulia mulai membaca.


malam hari setelah pulang dari pelajaran Madin Aulia dan Naufal menuju rumah Fahri untuk melihat baby rayyan karena sudah rindu kata Aulia.


"assalamualaikum " salam Aulia saat masuk ke rumah Fahri


"waalaikumsalam " Fahri baru ke ruang tamu dari dalam menggendong bayi nya yang menangis.


"loh kok nangis sih anak ganteng??" Aulia segera menghampiri Fahri diikuti Naufal.


"iya, mama nya lagi di WC sakit perut dari tadi bolak balik, jadi nya aku gendong dulu tapi ya gitu nangis terus" jawab fahri, Nia segera mengambil rayyan dari tangan Fahri menggendong nya pelan-pelan ia goyangkan badannya ke kiri dan ke kanan, setelah agak mulai tenang Aulia menyodorkan botol susunya awalnya rayyan menolak tapi setelah sadar di depan mulutnya itu susu ia pun mau dan menyedotnya, semakin lama matanya pun terpejam dan mulai tidur kembali.


" makasih ya, nggak nyangka ternyata kamu punya bakat juga dek" ujar Fahri.


"shuut jangan berisik nanti bangun lagi" Nia duduk di kursi, Fahri dan Naufal pun ikut duduk, Naufal duduk di sebelah istrinya tersenyum melihat istrinya menatap teduh keponakannya itu.


"mau minum nggak?" tanya Fahri.


"boleh deh, aku kopi ya kak" ujar Naufal.


"kamu apa dek??"


"nggak kak, ntar aku ambil sendiri aja" Fahri pun masuk membuatkan kopi untuk adik iparnya.


"sayang, mas juga mau dong di elus-elus sama di susuin gitu" bisik Naufal membuat Aulia melotot. sedangkan Naufal tersenyum mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"lhoh, udah tidur aja rayyan dek???" Aisyah baru keluar.


"iya kak, ini udah nggak rewel" jawab Nia, Aisyah pun kembali masuk untuk mengambil jilbab nya dan ke ruang tamu lagi.


"kayaknya udah pules ini kak, mau di tidurin dimana??" tanya Aulia.

__ADS_1


" ke kamar, sini dek" Aulia pun masuk ke kamar kakaknya lalu meletakkan rayyan pelan-pelan, Fahri dan Naufal ngobrol di luar sedangkan Aisyah dan Aulia ngobrol di dalam kamar sambil menunggui si bayi.


__ADS_2