Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 80


__ADS_3

pipi Reno sakit, tapi tidak sebanding sakit hatinya, papa nya yang tidak pernah kasar dengannya Sekarang malah menamparnya, tapi itu bukan apa-apa bagi Reno.


"udah om, kak Reno gak perlu di tampar" ujar Aulia melindungi tubuh Reno di belakangnya, karena ia tau Reno pasti shock, om herman orang yang lembut dan tidak pernah marah.


"tapi dia udah bikin Kacau rencana pernikahan kamu Lia, om kesel banget, gak mikir apa gimana sih itu anak, masa' iya suka sama sepupu sendiri" sungut om herman.


"om, maafin kak Reno ya, jangan marahin dia lagi, lagian acara nya masih besok, tadi kak Reno cuma ngasih nasehat aja kok dan ngelepasin Aulia kalau udah menikah" ujar Aulia berbohong.


"jangan bohongin om Lia, om tau anak om, dia pasti maksa kamu, udah dari lama om liat gerak geriknya kalau suka sama kamu, dan om nggak akan setujui itu, Sampek kapanpun kita ini saudara, apalagi sekarang kamu sudah menikah, Reno gak ada hak sama sekali buat ngambil kamu" marah om herman.


"tapi Reno cinta sama Aulia pa, Reno gak mau sama yang lain" Reno tidak mau kalah.


"kamu sadar nggak sih kamu ngomong gitu didepan suaminya, kalau kamu masih begini mendingan kamu pulang aja ke Jakarta itu lebih baik" om herman menyuruh anaknya pulang agar tidak menganggu acara Aulia besok. Reno diam, tidak menjawab apa-apa.


"udah om sabar ya, kita omongin baik-baik " akhirnya naufal buka suara.


merekapun membahas masalah ini dengan kepala dingin, Reno tetap tidak mau pulang Aulia juga masih ingin Reno di pernikahannya karena Reno masih keluarganya, Naufal pun setuju-setuju saja demi Aulia, asal tidak menggangu acaranya.


malam ini Naufal meminta Aulia tidur di kamar nya.


"mas aku mau tidur sama Andin sama Icha" rengek Aulia saat Naufal menuntun nya agak paksa ke kamarnya.


"mas nggak mau kejadian barusan keulang lagi, pokoknya malam ini tidur di kamar mas" Naufal menahan kesalnya, apalagi tadi saat membuka pintu yang ia lihat Reno dan Aulia berpelukan.


"tapi kan besok jadi nggak surprise kalau malam ini tidurnya bareng" cemberut Aulia saat memasuki kamar Naufal, Naufal segera menutup dan mengunci pintunya.


"nggak surprise apa sih, udahlah Lia, kamu nggak mau nurut sama suami?" tanya Naufal yang sudah lelah melepaskan tangan Aulia kemudian membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


"ehh.. mas kok marah sih" Aulia segera menghampiri Naufal yang sudah memejamkan matanya. Aulia duduk disisi Naufal berbaring.


"mas marah ya, maafin Lia " ujar Aulia mengusap rambut suaminya, karena Naufal masih diam Aulia segera mengeluarkan jurus menangis Bombay nya.


"huuu... mas kok marah sama Lia sih, Lia lagi hamil anak kamu loh mas huu..." Aulia menutup matanya mengintip sedikit di antara jari-jari nya yang ia buka sedikit.


mendengar Aulia yang menangis Naufal segera duduk dan memeluk istrinya, di balik kedua tangannya bibir Aulia tersenyum senang naufal masih peduli padanya.

__ADS_1


"sayang, mas nggak ada niat marah sama kamu kok, udah ya gak usah nangis lagi" Naufal menenangkan Aulia.


"tapi kenapa mas gituin aku, aku kan nggak salah apa-apa, hu huhu..."


"nggak sayang, beneran kok mas nggak marah, mas cuma..."


"cuma apa ?" tanya Aulia melepaskan pelukan suaminya.


"mas cuma ee.. cemburu" Aulia melotot segera mengusap air mata palsu nya.


"kamu cemburu mas?? ha ha ha" tawa Aulia langsung meledak didepan Naufal, Naufal mengerutkan keningnya.


"apa sih" Naufal agak kesal Aulia menertawakan nya.


"kamu lucu banget sih kalo cemburu" Aulia mencium seluruh wajah Naufal lalu naik keatas ranjang dan duduk di pangkuan suaminya yang sedang cemburu itu.


"apa nya yang lucu? masa' mas nggak boleh cemburu?"


"lucu tau" Aulia memeluk suaminya.


"apaan sih, masa' saya cemburu dibilang lucu, giliran dia yang cemburu saya harus menjelaskan secara rinci dan detail, aneh" batin Naufal agak bingung menghadapi sikap Aulia tapi segera ia maklumi mungkin bawaan janinnya.


"lah dikira dari dulu bohongan?" tanya Naufal mengelus kepala istri nya yang di tutupi kerudung.


"ya nggak tau lah" jawab Aulia.


"udah yuk kita istirahat dulu biar besok bisa bangun pagi" ajak Naufal melepaskan pelukan mereka dan berbaring di atas ranjang, Aulia pun membuka kerudungnya ia taruh di meja samping ranjang.


"nggak mau itu dulu mas" tanya Aulia menaik turunkan alis nya sambil tersenyum jahil.


"kamu pengen??" tanya Naufal karena memang semenjak hamil Aulia sangat agresif dan selalu minta duluan, Aulia menggeleng.


"besok aja, sekarang puasa, biar besok rasa malam pertama " Aulia tertawa diikuti Naufal, lalu mereka tidur dengan berpelukan.


sebelum subuh Naufal dan Aulia sudah bangun Aulia akan di rias setelah sholat subuh untuk melangsungkan akad pagi ini.

__ADS_1


"mas kenapa musti akad lagi sih? kan dulu udah, emang boleh ya akad dua kali" tanya Aulia setelah selesai sholat subuh sebelum datangnya para mua.


"ya nggak apa-apa lah, berkali-kali juga nggak apa-apa" jawab Naufal sambil melipat sajadahnya.


"gimana sih mas, masa' iya dua kali " bingung Aulia.


"ya kan kita dulu itu nikah siri, saksinya nggak banyak, ntar kan saksinya lebih banyak biar nggak menimbulkan fitnah lagian melakukan akad sebanyak dua kali tidak membatalkan akad yang pertama. Hukumnya dalam Islam boleh saja, selagi tidak untuk mempermainkan ajaran agama Islam" jelas Naufal Aulia hanya manggut-manggut.


tak lama beberapa orang mengetuk pintu kamar mereka, Aulia segera dirias dan memakai kebaya modern dengan warna ungu dan di balut dengan hijab senada.


ibu dan umi serta Tante Maya juga memakai seragam dengan warna yang sudah di matching kan dengan Aulia.


Naufal menunggu di hall hotel tempat acara mereka berlangsung.


pukul 08.00 acara pun di mulai, Naufal membacakan akad dengan tangan di genggam oleh pak Salim. Reno hanya memandang nya dari kursi pengunjung dengan tatapan tidak bisa di artikan.


selesai melakukan akad, Aulia dituntun menuju naufal oleh Bu Mira dan Tante Maya. setelah duduk disamping naufal, Aulia segera mencium tangan Naufal dan Naufal mengecup kening Aulia.


acara selanjutnya yaitu resepsi tamu yang hadir dan dilanjutkan malam nanti.


malamnya Naufal dan Aulia sudah duduk di pelaminan dengan senyum yang selalu tampak di wajah mereka berdua. dengan dibalut gaun warna putih yang sudah dipilih Aulia sedangkan Naufal dengan balutan jas warna hitam yang tampak serasi.


mereka menyalami satu persatu undangan yang hadir, Aulia sampai pegal tersenyum terus karena memang tamu Abah sangatlah banyak.


"mas Lia capek" rengek Aulia pelan.


"sabar ya sayang, kamu duduk aja, gak perlu berdiri"


"iihhh ya nggak sopan lah mas"


"ya nggak apa-apa, kamu lagi hamil ini" ujar Naufal


di tengah obrolan mereka datanglah beberapa guru MA termasuk Bu Alika, Aulia dan Naufal sontak berdiri karena lumayan banyak ada beberapa orang.


Bu Alika menyalami Aulia dengan sedikit dan dengan ekspresi melengos, Aulia sangat kesal, setelah mereka turun Aulia segera duduk kembali tanpa bicara apapun.

__ADS_1


__ADS_2