
Naufal pun berbalik pergi meninggalkan Bu Alika karena ia sudah tidak nyaman di lihat beberapa orang di sana.
" saya juga permisi" pak Affan pun ikut berbalik mengikuti Naufal dari belakang, karena setelah kejadian barusan meskipun melihat Bu Alika menangis begitu dia sama sekali tidak kasihan atau pun respect pada Bu Alika, apalagi mendengar pengakuan langsung Bu Alika yang punya sifat iri dan dengki pada Aulia.
Alika masih menangis ia duduk kembali menenangkan dirinya dan hatinya sebelum masuk ke ruangan tempat di buat acara penutupan.
" bego banget aku... kenapa bisa sembrono banget sih ngga liat-liat ngomong kayak gitu" kesal Alika pada dirinya sendiri, ia sangat menyesal tadi berbicara dengan Lusi di telfon.
Naufal dan pak Affan sedang berada di meja tempatnya dan pak Affan, untuk penutupan ini memang satu meja untuk kelompok satu sekolah jadi beberapa perwakilan dari sekolah akan duduk satu meja.
" kok bisa sih pak Bu Alika ngelakuin kayak gitu, apalagi di tambah tadi fitnah-fitnah istri saya" tanya Naufal pada pak Affan
" ngga tau juga saya Gus, saya juga nggak nyangka kalo orangnya Bu Alika" jawab pak Affan
" astaghfirullah haladzim" ucap Naufal beberapa kali dengan mulutnya tanpa suara agar tidak ada lagi rasa dendam yang hinggap di hatinya.
acara pun sudah akan di mulai tapi Bu Alika belum datang juga, setelah di mulai dan pembawa acara sedang berbicara pembukaan Bu Alika datang dan permisi pembawa acara pun mengangguk mempersilahkan Bu Alika masuk dengan gerakan tangannya, kini Bu Alika berada di momen ter canggung karena satu meja dengan pak Affan dan naufal, bu Alika takut sebenarnya tapi mau bagaimana lagi, tapi kini pak Affan dan naufal sama sekali tidak menyapanya atau bahkan tersenyum, Naufal tampak mengalihkan perhatian nya dan fokus pada panggung di depan.
sampai jam 11 siang acara pun sudah selesai setelah selesai ketiga nya membereskan barang-barang mereka yang ada di kamar Naufal hanya membawa sedikit karena kemarin ia pulang dan ia menaruh barangnya sebagian di rumah. Naufal dan pak Affan pun menunggu Bu Alika di parkiran sebenarnya kalau menuruti ke egoisan setelah membuatnya kesal tadi Bu Alika bisa di tinggal saja tapi karena mereka berangkatnya bersama-bersama jadi pulangnya pun harus bersama-sama.
" maaf saya kelamaan ya?" tanya Bu Alika saat sudah masuk mobil pak Affan.
" nggak kok " jawab pak Affan kemudian pak Affan mulai melajukan mobilnya dan memulai perjalanan pulang,.
di jalan ketiganya diam seribu bahasa tidak seperti saat berangkat dua hari lalu masih ngobrol ringan, Naufal malas sekali memulai pembicaraan begitupun pak Affan yang tak tau apa yang hendak di obrolkan, sedangkan Bu Alika di penuhi rasa bimbang di hati nya, ia ingin sekali meminta maaf langsung pada Naufal tapi malu karena masih ada pak Affan diantara mereka.
.
.
__ADS_1
.
"pak boleh turunin saya di cafe aja nggak?" tanya Naufal pada pak affan karena perjalanan mereka sudah mau sampai.
" siap Gus" jawab pak Affan, ia pun mengarahkan mobilnya ke cafe Naufal terlebih dahulu. setelah sepuluh menit akhirnya mereka pun sampai setelah mengucapkan terimakasih Naufal keluar dari mobil pak Affan pun kembali melajukan mobilnya menuju sekolah karena motor Bu Alika disana. Naufal pun masuk suasana cafe masih ramai meskipun tidak se ramai kalau malam, Naufal pun melihat sam baru turun dari tangga sepertinya baru memberikan pesanan pengunjung. ia pun menghampiri Sam
"istri saya dimana Sam?" tanya Naufal
"kayak nya lagi di ruangannya bang, soalnya saya liat tadi pagi masuk terus ngga keluar lagi" jawab Sam sopan
"yaudah saya kesana dulu, makasih ya?" ujar Naufal Sam pun mengangguk Naufal melangkah menuju ruangan Aulia.
karena pintunya di kunci Naufal pun mengetuknya agak lama Aulia membuka nya hingga Naufal harus mengetuknya berkali-kali.
"sayang... kamu di dalem.." panggil Naufal
"mass.. kamu udah pulang? hooamm" tanya Aulia sambil menutupi mulutnya yang menguap. Naufal mengangguk ia pun menerobos masuk dengan menggandeng istrinya tidak lupa menutup pintu kembali.
"kenapa mas? kok buru-buru banget?" tanya Aulia agak bingung
"nggak apa-apa kok, takut ada orang lewat terus liat iler kamu itu" tunjuk naufal pada Sudut bibir istrinya.
"ihh beneran mas? kayak nya nggak deh" Aulia langsung berjalan ke arah cermin untuk melihat wajahnya tapi sepertinya tidak ada.
"ihh... kamu boong banget sih mas? godain aku terus.." ujar Aulia karena di pipinya tidak ada air liur sama sekali.
"hehe, maaf ya, lagian mas capek tau dari tadi ngetok pintu ngga di buka-buka, lama banget" ujar Naufal sambil mendudukkan dirinya di sofa.
"ya namanya juga lagi enak tidur mas, " jawab Aulia ikut mendudukkan dirinya di samping Naufal dengan membawa sisir lalu melepas ikat rambutnya dan hendak merapikannya kembali karena sudah awut-awutan bekas tidur barusan.
__ADS_1
"iya ngga apa-apa sayang, udah makan siang belum??" tanya naufal
"belum mas tadi aku habis sholat dhuhur langsung tidur" jawab Aulia mulai menyisir rambut nya.
" habis ini makan siang bareng ya, mas juga belum makan belum sholat juga, ini punggung masih sakit habis duduk lama di mobil" jelas Naufal sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.
"iya mas, mau makan apa? biar aku mintain sama koki di cafe"
"apa aja deh, mas sholat dulu ya?" ujar Naufal lalu berdiri dari duduk nya setelah Aulia mengangguk Naufal pun menuju kamar mandi kecil yang berada di dalam ruangan tersebut, sedangkan Aulia mengenakan jilbab nya lalu keluar menuju dapur cafe untuk memesan makan siangnya bersama Naufal. kebetulan di dapur ada Nabila Ririn Rifki dan Adi karena di luar tidak begitu ramai pengunjung jadi agak longgar pekerjaan mereka, sedangkan nisa berada di kasir dan yang lain sedang berjaga di depan takut jika ada yang memanggil pelayan mereka pun bersiaga didepan.
"bil, aku mau tumis kangkung sama gurame goreng sama sambelnya ya, dua porsi buat aku sama mas Naufal" pinta Aulia, ia tidak bisa meminta langsung pada kedua koki nya yang sedang sibuk dengan masakan di hadapan mereka.
"iya Lia, terus minumnya apa?"
"air mineral aja ya dua"
" oke"
"eh kalian udah pada makan siang kan? jangan Sampe belum makan loh ya, kalo nggak bawa bekal minta aja sama koki, " ujar Aulia takut karyawan nya tidak berani makan di cafe nya.
" udah kok Lia tenang aja, " jawab Nabila
"iya lia, kita kalo laper juga langsung minta ke koki" tambah Ririn
" Alhamdulillah kalo gitu, nggak perlu sungkan-sungkan ya, terus kalo makan gantian biar ada yang jaga cafe juga bilangin yang lain ya bil termasuk para koki sama barista nya juga "
" siap Bu bos " hormat Rifki di ikuti adi menempelkan tangannya di keningnya dengan hormat.
" ihh Bu bos apaan si, udah ah gue tinggal dulu ya semua" pamit Aulia, ia pun segera menuju ruangannya kembali.
__ADS_1