Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 65


__ADS_3

Aulia menunaikan shalat Maghrib di kamar Naufal.


selesai sholat Aulia berdoa dan memperbanyak membaca istighfar, karena waktu Maghrib hanya sebentar ia berniat sekalian menunggu isya'.


selesai sholat isya' Aulia baru ingat jika ia harus mengabari om herman untuk tanggal pernikahannya. Aulia menelfon om herman.


"halo" ujar om herman


"halo, assalamualaikum om"


"waalaikumsalam salam, ada apa Lia? kamu nggak apa-apa kan, sehat semua kan?" tanya om herman karena tumben Aulia telfon, biasanya hanya kabar-kabaran lewat pesan saja.


"sehat kok om, om sendiri bagaimana ?" tanya balik Aulia.


"om baik, semuanya sehat" jawab om herman.


"Alhamdulillah, yaudah Aulia mau ngabarin tanggal pernikahan Aulia kurang sebulan lagi, om sekeluarga bisa dateng kan?"


"ohh pernikahan ? pasti kita semua dateng dong sayang, nanti kamu wa om tanggal nya ya biar kita semua bisa kosongin jadwal agak lama"


"iya om, makasih ya om" ujar Aulia.


"sama-sama nak" jawab om herman.


mereka pun ngobrol santai sejenak, setelah selesai Aulia menutup telfonnya.


setelah mengabari om herman Aulia tidak lupa mengabari Tante Dewi dan om Farhan, tidak lupa dengan sahabat-sahabatnya di Jakarta.


"guys tanggal 15 bulan depan gue nikah, kalian bisa dateng nggak?" tulis Aulia dalam grup chat.


andin: "OMG..... Lo serius aulia?!!"


icha: liaaa.... kok Lo udah mau nikah aja sih!"


Aulia: iya, kalian Dateng ya.. gue pengen kumpul sama sahabat-sahabat gue di hari bahagia gue..


faiz: "gila! udah mau kawin aja lu li!"


andre: huss.. nikah kalii, kalo Lo tuh baru kawin, hahaha


Aulia : gue serius mau nikah, doain gue ya"


andin: selamat ya Lia.. aaa gue aja masih jomblo "


icha : selamat Aulia, kita usahain buat Dateng ya"


Faiz: "siap, kita pake mobil aja guys"


Andre : ogahh, Lo aja yang naik mobil, gue mau naik pesawat, jauh banget gilak, bokong gue panas"

__ADS_1


icha: " hahaha, iya gue ikut Andre aja pake jalur udara"


andin : "iya gue juga mau ikut pesawat aja"


Aulia : terserah kalian aja guys enaknya gimana, yang penting gue pengen kalian Dateng " ujar Aulia mengakhiri chatnya.


tapi baru saja di taruh meja, ponselnya berdering setelah Aulia lihat Reno menghubunginya.


"halo assalamualaikum kak" ujar Aulia


"waalaikumsalam, Lia kamu apa kabar?" tanya Reno.


"baik kak, kakak gimana?" tanyanya balik.


" kakak nggak baik-baik aja Lia" ujar Reno dengan suara lirih.


"kakak kenapa? nggak ada apa-apa kan ?" r Aulia berdiri dari ranjangnya karena takut Reno kenapa-napa.


"kakak denger kamu mau nikah bulan depan ? serius lia?" tanya Reno


"iya kak, Aulia udah ngabarin om herman tadi" ucap Aulia, karena Aulia berdiri dengan melihat jendela dan membelakangi pintu tanpa Aulia sadari Naufal masuk ke kamar.


"Lia, kamu jangan nikah sama dia ya, kamu balik ke Jakarta lagi, nikah sama kakak, kakak bakal lebih bisa bahagiain kamu, kakak janji lia" ujar Reno di sebrang telpon


"kak, kakak apa-apaan sih, kakak ini kakaknya Lia, kita ini saudara masa' iya mau nikah" jawab Aulia. Naufal mengerutkan keningnya mendengar ucapan Aulia.


"Lia .. kakak cinta banget sama kamu, kakak mau kita bersama " kata Reno.


Aulia pun membuang hp nya ke atas kasur.


"kak renoo..." gumam Aulia memegang kepalanya karena kek Reno membuatnya pusing lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang.


"sayang" panggil Naufal Aulia spontan menoleh karena kaget.


"lhoh mas kapan Dateng nya? bukannya jamnya belum selesai ya?" tanya Aulia yang kemudian menghampiri suaminya yang sudah duduk di sofa lalu mencium tangan Naufal.


"barusan sayang, iya jadwal mas udah nggak ada, cuma ngajar satu pelajaran aja, kamu kenapa kok mukanya cemberut gitu?" tanya Naufal segera.


"nggak apa-apa mas" bohong Aulia.


"Lia, mas denger loh tadi apa aja yang kamu omongin" ujar Naufal membuat Aulia gugup.


"kak Reno mas" ucap Aulia ragu


"kenapa?" tanya Naufal yang semakin penasaran.


"katanya aku jangan nikah sama kamu, dia mau nikahin aku" ujar Aulia.


"terus?"

__ADS_1


"ya aku tolak lah mas, kan aku udah jadi istri mas" jawab Aulia


Naufal bernafas lega, ia memeluk Aulia dari samping Aulia pun membalas nya.


"hoekk ..Hoek." mual Aulia dan segera berlari ke kamar mandi Naufal pun segera menyusul karena khawatir.


"sayang, kok mual lagi?" tanya Naufal.


"kamu pake parfum lagi ya?" tanya Aulia setelah membersihkan mulutnya.


"iya tadi dikit waktu mau masuk kelas, tapi kan beda sama yang di rumah" ujar Naufal yang berdiri di belakang Aulia, Aulia menatapnya lewat kaca besar di depannya.


"tapi Aulia juga nggak suka mas" ujar Aulia lagi.


"mas nggak PD kalau mau ngajar nggak pakai parfum sayang, maaf ya, besok mas nggak pake lagi, mas ganti baju dulu sebentar " kata Naufal segera keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya.


setelah sudah dirasa mendingan Aulia keluar dari kamar mandi, lalu berbaring di ranjang, kepalanya langsung pusing.


Naufal ternyata sekalian sholat isya', jadi Aulia tiduran memejamkan matanya.


selesai sholat Naufal menghampiri aulia yang sudah tidur, ia memeluk istrinya agar tidurnya lebih nyaman.


pukul 12 malam Aulia terbangun ingin buang air kecil, ia pun segera ke toilet, setelah itu Aulia turun ke dapur karena dia haus dan stok minum di kamarnya kosong.


ia mengambil air putih dengan Tumbler sedang agar bisa di bawa ke kamar, ia juga membuka kulkas untuk melihat apa ada yang bisa di makan, karena tadi dia tidak makan malam jadi sekarang lapar.


Aulia hanya menemukan roti tawar, ia pun mengambil 1 kemudian kembali ke kamarnya.


setelah menghabiskan 1 lembar roti tawar Aulia minum air putih, tapi ternyata perutnya masih lapar, ia ingin makan akhirnya Aulia membangunkan suaminya.


"mas... bangun mas..., mas.." panggil Aulia Naufal pun segera bangun karena Naufal memang tidak sulit di bangunkan berbeda dengan Aulia.


"emhh.. iya sayang ada apa?" tanya Naufal dengan suara serak baru bangun.


"Aulia laper mas" ujar Aulia.


" kamu udah cari di bawah? ada makanan ngga? " tanya Naufal sambil menutup mulutnya yang menguap.


"udah mas, nggak ada apa-apa di dapur" ujar Aulia.


"terus kamu mau makan apa sayang?" tanya Naufal lembut mengingat Aulia tadi habis muntah-muntah.


"Aulia pengen makan di luar, mas mau anter?" tanya Aulia agak ragu, takut Naufal marah atau gimana.


"boleh, tapi mas bungkus aja ya, kamu nggak usah ikut, takut masuk angin" ujar Naufal karena dia ingin menggunakan sepeda motor saja biar lebih cepat.


"Aulia nggak boleh ikut mas?"


Naufal menggeleng, ini udah malem sayang, kamu tunggu disini aja ya, biar mas yang berangkat " ujar Naufal kemudian bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka lalu memakai jaket.

__ADS_1


"Aulia mau nasi goreng sama pecel lele ya mas" ujar Aulia lalu Naufal pun mengangguk kemudian berangkat.


__ADS_2