
saat tengah malam Aulia masih terjaga di ruang rawat nya, kebetulan bayi nya sangat rewel hingga membuat kepalanya pusing, ia hampir ingin menangis kalau saja tidak ada Naufal dan ibu nya yang menemaninya.
"shollallahu ala Muhammad..., shollallahu alaihi wasallam...." ucap Bu Mira berulang kali sambil menggendong cucu nya di pojokan, ia bahkan tak terlihat kelelahan menggendong anak nya berjam-jam sudah,. Aulia dan Naufal hanya bisa melihatnya dari ranjang.
" kasian banget ibu mas, pasti cape banget" kata Aulia terharu melihat ibunya.
"ya gimana yang,.. minum asi kan tadi nggak mau kamu tau sendiri, di gendong aku juga masih nangis, aku juga nggak ngerti cara nenangin nya yang " jawab Naufal yang juga masih sangat minim pengalaman.
perlahan bayi nya pun mulai tenang, setelah tenang dan tidur dengan anteng ibu pun menaruh bayi nya di box bayi yang di sediakan rumah sakit di ruang rawat Aulia.
sangat perlahan Bu Mira menaruhnya hingga akhirnya bayi nya pun tertidur pulas.
" ada apa sih buk kok nangis terus gitu?" tanya Aulia setelah ibu nya duduk di sofa sepertinya sedang mengistirahatkan tangannya yang sudah lelah.
" ya biasa nduk... apalagi puser nya masih belum copot dan kering, masih basah itu, pasti sakit anak nya " ujar Bu Mira.
" ya masa' setiap hari bakalan rewel gitu Bu? apa aku bisa nenangin nya? " tanya Aulia yang ragu pada dirinya sendiri.
" ya kita lihat aja nanti ya nak, kayaknya nggak mungkin terus-menerus gitu, lama-lama juga pasti betah, dan kamu nggak mungkin nggak sanggup lah aulia, wong kamu ibunya piye to?" ujar Bu Mira tak sangat yakin jika putri nya yang kuat ini pasti mampu merawat cucunya, yakni anak Aulia sendiri.
" iya sayang, kamu jangan pesimis gitu dong, kan ada aku ibu, umi, kita semua bakalan selalu support kamu, kita semua bakalan bantu kamu rawat anak kita" tambah Naufal mencoba memberi semangat pada istrinya.
"iya nduk, bener kata suami kamu, kamu nggak sendirian ada kita semua" tambah Bu Mira.
" makasih ya mas, Bu, support kalian berarti banget buat aku " jawab Aulia seraya menyunggingkan senyum yang tulus meski sedikit terlihat di paksakan karena ia sendiri tak yakin.
" udah tidur gih nak, mumpung anak nya udah tidur, takut bentar lagi bangun" kata Bu Mira Aulia pun mengangguk, lalu Naufal membantu istrinya untuk tidur dari posisi duduk nya.
__ADS_1
mereka semua pun tertidur hingga adzan subuh berkumandang Naufal terbangun, dan ia pun melaksanakan sholat nya di musholla rumah sakit, setelah sholat ia pun kembali ke ruang rawat Aulia karena takut istri nya mencarinya.
tepat saat Naufal masuk bayinya kembali menangis, melihat istri dan ibu mertuanya masih tertidur Naufal pun segera mengambil bayinya dan menggendong nya.
Naufal mencoba menenangkan nya seperti yang ibu mertuanya lakukan tadi tetapi tidak berhasil, karena melihat mulut anak nya sesekali seperti ingin menyusu Naufal pun terpaksa membangunkan Aulia,.
" sayang.... bangun" panggil Naufal, karena di gendongan Naufal terdengar suara tangisan bayi tidak butuh waktu lama Aulia pun terbangun begitu juga ibu nya.
" eumhh.. kenapa mas??" tanya Aulia.
"ini anak nya mau *****... kamu bangun dulu ya.. kasian dia sayang..." ujar Naufal Aulia pun mengangguk, Bu Mira pun dengan tanggap bangun dan membantu Aulia duduk dan memberi bantal di pangkuan Aulia.
setelah siap Naufal meletakkan bayinya di atas bantal pangkuan Aulia, setelah itu Aulia pun membuka kancing piyama nya dan mengeluarkan satu payud*ra nya, dan segera menyodorkan ujung nya pada mulut bayinya.
"aww...." keluh Aulia kesakitan tapi tak bisa langsung melepaskan mulut kecil bayinya, dan hanya bisa ia tahan sendiri.
"kok sakit ya buk???.. aduhhh." tanya Aulia pada ibu nya.
" sakit gimana Lia?" tanya Bu Mira yang ikut khawatir.
" kayak ada yang luka ujung payud*ra ku, tiap di sedot sakit banget .. Sampe ubun-ubun rasanya..." Aulia menjelaskan rasa sakitnya sampai tak terasa air mata nya mengalir karena kesakitan.
" mungkin pecah nak ... coba copot gih.." perintah Bu Mira Aulia pun menurut, dengan keberanian yang ia kerahkan ia pun berusaha melepaskan mulut anak nya, meskipun harus merasakan sakit berkali-kali lipat karena bayinya masih belum puas menyusu dan seakan makin menggigit put*ng nya, tapi setelah keluar sepenuhnya membuat Aulia lega.
"huuuhhh. .." Aulia membuang nasaf setelah barusan menahan nafas agar tidak sakit meskipun tetap percuma.
" iya ini pecah Lia ... pasti sakit banget ya .. nanti kamu tunjukin ke dokter ya biar di kasih salep " kata Bu Mira setelah mengecek ujung payud*ra putri nya.
__ADS_1
"iya buk sakit banget.." jawab Aulia dengan nada lemas.
" kalo yang satu nya coba liat nak..." pinta Bu Mira, Aulia pun memasukkan payud*Ra nya, dan mengeluarkan sebelah nya, Bu Mira pun kemudian mengecek put*ng Aulia.
" yang ini nggak apa-apa kok nak, nyusu in pake yang ini dulu ya" ujar Bu Mira Aulia pun mengangguk, setelah mengganti arah kepala bayi nya Aulia pun menyusui kembali anaknya dan kali ini tidak seperti tadi, dan biasa saja.
"ibu tinggal sholat dulu ya nak... gus Naufal bantu istri nya ya.. ibu mandi dulu terus ke musholla" pinta Bu Mira Naufal pun mengangguk. setelah itu Bu Mira pun bergegas pergi.
melihat rambut Aulia yang acak-acakan Naufal berinisiatif mengambilkan sisir di dalam tas yang di bawakan umi nya yaitu perlengkapan Aulia. Naufal membuka ikat rambut Aulia yang sudah berada di ujung rambut panjangnya setelah itu menyisir rambutnya dengan perlahan takut Aulia merasakan sakit.
" maaf ya mas .. aku jadi ngga ada waktu buat rawat diri aku sendiri, pasti aku udah kayak orang gila ya penampilan nya ?" tanya Aulia, yang merasa Naufal melakukan itu tak tahan melihat penampilannya yang berantakan.
" ngomong apa sih sayang.... kamu kan wanita paling cantik buat mas... dan mas nggak peduli penampilan kamu mau kayak apa yang jelas mas sangat sangat berterima kasih kamu udah mau ngelahirin anak yang cantik ini buat mas apalagi kamu rela kesakitan demi ngasih asi buat anak mas ini" ujar Naufal
"ya aku kan juga ibu nya mas ... udah kewajiban aku juga" kata Aulia, Naufal pun mengangguk.
" mas ngerasa jadi orang yang paling bahagia sekarang sayang.. punya keluarga yang lengkap, istri yang cantik anak perempuan yang cantik dan yang paling penting mirip banget sama mas, hehehe.... " ujar Naufal percaya diri sembari terus merapikan rambut Aulia, dan kini hanya tinggal mengikat nya kembali.
" dih... jangan salah ya .. ini bibirnya mirip aku loh, menawan gini" kata Aulia tak mau kalah.
" iya bibir, coba deh liat mata, hidung sama bentuk wajah nya.. alis nya juga... mas banget kan??" tanya Naufal, dan setelah Aulia teliti benar juga banyak kemiripan anak nya menurun dari suami nya.
" ya bagus deh.. itu kan emang anak kamu" jawab Aulia asal.
" emang mau anak nya siapa lagi..." kata Naufal lalu mencium pipi istrinya setelah menyelesaikan mengikat rambut Aulia.
" ih .. jangan cium-cium deh... bau iler tau aku nya..." tolak Aulia karena takut Naufal mencium bau tak sedap di sekitar pipinya. Naufal hanya tertawa menanggapi ucapan Aulia.
__ADS_1
setelah anak nya kembali tertidur Naufal pun menaruhnya di box bayi, setelah itu Bu Mira kembali dari musholla, karena sudah ada Bu Mira di kamar menjaga bayinya, Naufal pun meminta izin untuk memandikan Aulia, Bu Mira pun mengizinkan, sebenarnya ia ingin menawarkan diri membantu anak nya tapi takut Aulia tidak nyaman dan mungkin lebih nyaman jika bersama suaminya.