
sudah empat jam aulia merasakan kontraksi yang menurut Aulia sangat menyakitkan bahkan Naufal sampai tak tega melihat istrinya mengeluh bahkan menangis kesakitan.
sebenarnya dokter sudah menyarankan untuk melakukan operasi Caesar, karena sangat beresiko jika memaksakan melahirkan secara normal, apalagi pada kehamilannya yang pertama ia juga keguguran dan menurut dokter kontraksi Aulia ini karena kaget saat terjatuh bukan normal seperti biasanya, tapi Aulia masih ingin berusaha melahirkan normal, jadi dokter pun mencoba menghargai keputusan Aulia ia pun menunggu di ruangan sebelah nya sedangkan Aulia berada di ruang rawat nanti jika sudah waktunya dokter akan memindahkannya ke ruang persalinan, kata dokter barusan masih pembukaan satu dan Aulia sudah kesakitan seperti ini, sampai pada akhirnya Naufal pun meminta Aulia agar mengikuti saran dokter karena ia sudah tak tega melihat Aulia terlihat sangat kesakitan bahkan dirinya lah yang menjadi sasaran jambakan dari Aulia.
" Caesar aja ya sayang .. mas nggak tega liat kamu gini, mas juga takut terjadi apa-apa sama kamu sama anak kita juga" ujar Naufal karena Aulia tadi masih menolak melakukan operasi karena ia rasa ia masih bisa untuk melahirkan secara normal.
" tapi mas... kan tadi cuma saran dari dokter .. bukan keputusan nya, " jawab Aulia sambil keringatnya sudah membasahi wajah nya hingga ia mengambil nafas beberapa kali.
" kalo saran dokter emang bisa bantu nyelametin kalian berdua ya nggak apa-apa dong Aulia apalagi kamu pernah keguguran dan mas nggak mau itu terjadi lagi..." ujar Naufal.
" tapi mas .. euuhh...ini tuh normal..." kalimat Aulia terhenti kala perutnya terasa sakit kembali.
" normal gimana? ini udah berjam- jam kamu masih pembukaan satu aja, apalagi kamu tadi jatuh, udah yang, aku nggak kuat liat kamu gini, mas ke dokternya dulu mau tanda tangan persetujuan kalau kamu mau operasi Caesar." pamit Naufal.
" mas ... aku jangan di tinggalin sendiri gini... ini sakit banget ...." rintih Aulia yang semakin tidak tahan dengan rasa sakit di perutnya, Naufal yang baru hendak melangkah pun jadi urung,.
" mas panggilin Fahri di luar ya sayang?" tanya Naufal, Aulia pun terpaksa mengangguk ia juga tak mau egois hanya karena ingin melahirkan normal tapi malah membahayakan bayinya apalagi itu juga membahayakan nyawanya sendiri.
dengan buru-buru Naufal sudah masuk kembali dengan menyeret Fahri.
" tolong temenin Aulia dulu ya ri, aku mau ke dokter nya dulu" ujar Naufal Fahri mengangguk dan Naufal langsung berlari keluar menemui dokter di ruangan sebelah.
"kakak.... sakit...." keluh Aulia menggenggam lengan Fahri kuat.
"sabar ya dek ayo kakak tuntun baca doa buat ngalihin rasa sakitnya" jawab Fahri yang berusaha tenang agar Aulia pun tenang, tapi sebenarnya ia pun ikut tegang, apalagi melihat Aulia kesakitan seperti ini, dulu saat istri nya Aisyah melahirkan Fahri ingat tidak selama ini kontraksi nya, keluhannya pun saat ia menemani pun tidak se heboh Aulia ini, rasanya perut Fahri sangat mulas dan serasa ingin buang air besar tapi tertahan karena panik, entahlah bagaimana ia mendeskripsikan nya yang jelas ia panik se panik panik nya kali ini.
Fahri pun mulai membacakan doa agar Aulia mengikutinya, tapi Aulia hanya mengikuti awalnya saja karena baru mau bacaan ke dua Aulia sudah fokus lagi pada sakit perutnya.
"sakit kakkkk... aku udah nggak tahannn" keluh aulia lagi.
__ADS_1
"dekk jangan bikin kakak bingung gini dong, haduuuh perut kakak jadi mules ini loh, yang mana yang sakit?" tanya Fahri, Aulia lalu menyentuh pinggang belakang nya.
"sini kakkk,.. sakit banget.... kalo sakitnya kayak gini aku nggak mau punya anak lagi kak,... nggak kuatt..." ujar Aulia sambil menangis, Fahri pun mengusap pinggang Aulia lembut.
",yang keras kak.... nggak kerasa kalo gitu !!!!," sentak Aulia Fahri pun mengusap pinggang Aulia agak kuat seperti memijat tapi tidak terlalu di tekan keras.
bibir Fahri tak berhenti berdoa saat mengusap pinggang Aulia sampai lima menit kemudian dokter dan Naufal masuk ke ruangan.
" bagaimana Bu Aulia? apa mau di Caesar aja?" tanya dokter
" coba di liat lagi dok saya udah pembukaan berapa ?" tanya Aulia dokter pun mengangguk lalu memeriksa bagian bawah Aulia, Fahri memalingkan wajahnya ya meskipun sudah ada kain penutup nya tapi masih tidak enak
pada Aulia, meskipun ia merupakan kakak kandungnya.
" ee . maaf Bu masih pembukaan 2, bisa saya periksa detak jantung bayinya?" tanya dokter tersebut, Aulia dan Naufal mengangguk bersamaan.
dokter tersebut pun mengambil alat seperti ikat pinggang lalu ia melingkarkan di perut aulia, setelah menekan tombolnya dokter itu pun menunggu beberapa detik hingga hasilnya tertera di layar monitor kecil di alat itu.
"kenapa dok??" tanya Naufal buru-buru
"detak jantung bayinya sangat pelan pak Bu, seperti nya tidak ada cara lain kita harus segera melakukan operasi Caesar, ayo Bu pak segera beri keputusan " ujar dokter wanita itu
"mau dok, saya akan segera tanda tangan, ya kan sayang?!" tanya Naufal Aulia pun segera mengangguk setuju karena tidak ada pilihan lain lagi apalagi ini nyawa anak nya sudah di depan mata tidak akan ia sia-sia kan lagi.
dua jam kemudian Aulia pun kini tengah melangsungkan operasi Caesar yang di tangani oleh beberapa dokter.
Naufal tak ada hentinya menuntun Aulia untuk membaca doa memohon kepada Allah agar di berikan keselamatan dan kelancaran dalam proses melahirkan ini.
" mas...." panggil Aulia tiba-tiba dengan berbisik.
__ADS_1
" kenapa sayang?" tanya Naufal
" boleh nanya ngga?"
" iya boleh sayang.... kenapa sih?" tanya Naufal penasaran.
" kamu selingkuhin aku ya?" tanya Aulia tiba-tiba membuat Naufal kaget.
" astaghfirullah haladzim Aulia, kamu ngomong apa sih? mana ada aku selingkuh jangan ngomong sembarangan deh" ujar Naufal
" terus kenapa tadi Bu Alika ada di ruangan kamu? terus sebelum aku masuk aku liat kamu baru keluar berarti kalian disana berduaan dong" tanya Aulia lagi.
" sayang .. kenapa kamu nggak nanya baik-baik sih, kamu ini salah faham mas nggak kayak gitu kok" kata Naufal .
" udah, aku udah nanya sama Bu Alika dan kata nya kamu yang suruh dia masuk" jawab aulia.
" Lia sayang .... udah tiga hari ini kamar mandi di ruangan guru rusak jari mas suruh kalau cuma buang air kecil guru-guru boleh pake kamar mandi di ruangan mas, sumpah yang kalo kamu nggak percaya kamu bisa tanya langsung sama Fahri, pak Affan atau siapapun" jelas Naufal.
" serius????" tanya Aulia kembali Naufal dengan yakin mengangguk.
" yaudah kalo gitu," .
" yaudah jangan mikir aneh-aneh, sekarang kamu fokus berdoa ya " kata Naufal Aulia pun mengangguk.
tiba-tiba
" oooeeekk ooeekk.." tangis bayi mereka Naufal pun langsung berdiri untuk melihat langsung bayinya yang baru keluar.
" selamat pak Bu, anak kalian perempuan semuanya normal nya Alhamdulillah" kata dokter.
__ADS_1
" Alhamdulillah" ujar Naufal.