Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 37


__ADS_3

ceklek!!


Nauval membuka pintu kamar Aulia tapi tidak ada Aulia dikamar, tapi pintu kamar mandi tertutup Nauval pun mengetuk pintu kamar mandi.


tok tok tok


"kamu di dalem sayang?" tanya Nauval.


"iya mas, bentar lagi Aulia keluar" jawabnya dari dalam.


akhirnya Nauval menunggu Aulia di ranjang sambil memeriksa ponsel nya mengecek beberapa email.


ceklek!!


Nauval menoleh pada Aulia yang baru keluar yang membuat Nauval terkejut Aulia datang dengan memakai lingerie merah menyala, sangat se*y dan membuat juni*r Nauval tegang.


Aulia menghampiri Nauval yang bengong dan segera naik ke kasurnya.


"lagi ngapain mas?" tanya Aulia melihat Nauval masih memegang ponselnya dengan tatapan penuh ke istrinya.


www


"lagi nge cek ini sayang" Nauval segera meletakkan ponselnya di atas nakas.


Nauval memandangi Aulia dari atas sampai bawah, kulit putih bersihnya sangat kontras dengan warna lingerie yang dipakai. bibir se*y nya warna merah menyala wangi Aulia juga sangat menggoda.


Nauval mulai menyentuh lengan Aulia.


"kamu cantik sekali malam ini sayang" ucap nauval penuh damba, Aulia hanya membalasnya dengan senyum manisnya.


malam ini Aulia sangat liar membuat Nauval lumayan kewalahan tapi sangat menikmati permainan mereka malam ini.


pagi hari Nauval sudah bangun sebelum subuh, setelah selesai mandi Nauval membangunkan Aulia seperti biasa Aulia hanya bisa bangun kalau Nauval mencium bibirnya.


"mas ... jangan kebiasaan dicium kalau aku tidur, bau tau aku kan belum gosok gigi" cemberut Aulia yang sudah duduk dari posisi tidurnya dan segera menutup tubuhnya dengan selimut.


"nggak kok mas suka" kata nauval terkekeh lalu mencium pipi Aulia dan memeluk nya.


Aulia pun bersandar di dada Nauval dengan memejamkan matanya tapi tidak sampai tidur, Aulia sedang menikmati elusan tangan Nauval di rambutnya.


"kamu cepet mandi ya sayang, mas mau sholat subuh di masjid, karena mas mau ngimamin Disana. kamu sholat disini saja" ucap nauval dan Aulia pun hanya mengangguk.


"mas, aku pengen sholat subuh berdua sama mas" ucap Aulia


"Minggu depan bukan jadwal mas sayang, jadi Minggu depan mas baru bisa sholat dirumah" jawab Nauval.


"yaudah mas, sana gih, udah mulai adzan tuh kayaknya" jawab Aulia.

__ADS_1


Nauval pun pergi ke masjid dan Aulia segera mandi dan sholat subuh, setelah sholat Aulia mengecek beberapa pekerjaan nya yang agak sedikit terhambat setelah menikah kemarin.


Nauval membuka pintu kamar Aulia dan menaruh kopiah nya di meja rias Aulia, lalu menghampiri Aulia.


"lagi ngapain sayang?" tanya Nauval.


"ini mas, ngecek email keuangan resto" jawab Aulia. Nauval kemudian membuka lemari mengambil training dan Hoodie nya lalu memakai nya.


"sayang mas mau lari bentar ya, nanti kayaknya mas langsung ke rumah umi, terus berangkat ke sekolahnya dari sana, kamu bisa berangkat sendiri kan?" ucap nauval, dan membuat Aulia menoleh.


"iya mas, bisa kok, selesai ngecek ini aku juga mau siap-siap " jawab Aulia.


"yaudah mas pergi dulu " pamitnya kemudian Aulia segera meraih tangan Nauval kemudian mencium tangannya, Nauval juga segera mencium kening, pipi dan bahkan mengecup bibir Aulia yang sudah menjadi candunya.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


hari pertama Aulia masuk sekolah pagi benar-benar membuat Aulia pusing, bagaimana tidak jam 8 pagi sudah kebiasaan tidur ini disuruh belajar tapi yasudahlah, mau bagaimana lagi.


Aulia kini bertekad untuk segera mengerti pelajaran agama nya yang memang sebenarnya sudah ketinggalan jauh daripada yang lain, tapi apa salahnya berusaha.


hari Minggu seperti yang dijanjikan Nauval mereka akan jalan-jalan bersama Fahri dan istrinya.


mereka menuju tempat wisata alam, karena mereka berencana piknik dan sudah membawa bekal masakan ibu dirumah.


"mas, aku punya kejutan buat mas" ucap kak Aisyah tiba-tiba


"apa?" tanya Fahri yang memperhatikan Aisyah sedang mencari sesuatu di tasnya.


Aulia dan Nauval juga memperhatikan Aisyah karena juga penasaran.


"ini" Aisyah menyerahkan sebuah kotak kecil pada Fahri dan Fahri langsung membuka nya, dan betul saja kejutan itu membuat Fahri terkejut.


testpack dengan bertuliskan yes di layar kecilnya.


"kamu serius sayang?" tanya Fahri Aisyah pun mengangguk lalu Fahri segera memeluk Aisyah dan mengucapkan banyak terima kasih.


"maksudnya apasih kak?" tanya Aulia kepada Fahri yang masih tidak mengerti.


"aku positif hamil Lia" jawab Aisyah.


degg!!!


entah kenapa jantung Aulia seketika seperti terjun dari tempatnya.


"ohh selamat ya kak, Lia ikut seneng" ucap Aulia dengan senyum

__ADS_1


"iya Lia, bentar lagi kamu bakal jadi Tante, ciee Tante, hahaha" ucap Fahri yang membuat Aulia cemberut dan mengadu pada Aisyah agar memarahi suaminya, tapi yang ada Aisyah hanya tertawa karena pertengkaran kecil ini.


"selamat ya bro, semoga lancar dan selamat semuanya" ucap nauval yang kemudian diamini mereka berdua.


Aulia menuju bangku kosong dekat danau yang ada di bawah pohon, cukup lama Aulia melamun memandangi danau.


"kamu kenapa sayang ,?" tanya Nauval dari arah belakang kemudian.


"mas.... aku kelupaan, kenapa kita bercintanya nggak pakai pengaman ya?" tanya Aulia yang membuat Nauval kaget.


"emang kenapa harus pakai pengaman segala sayang "


"gimana kalau Lia hamil. Lia kan masih sekolah mas, Lia gak mau hamil" ucap Aulia.


"kenapa nggak mau sayang, anak itu titipan Allah, mas dengan senang hati kok menerima kamu dan bayi kita kalau kamu hamil sayang " jawab Nauval memberi Aulia pengertian.


"kalau Aulia nggak sekolah Aulia juga bakalan terima dengan senang hati mas, tapi kalau aku masih sekolah begini, aku nggak mau mas, ntar kata temen-temen ku gimana" ucap Aulia yang sedang khawatir.


" pokoknya Aulia mau mulai besok mas beli pengamanan biar kita nggak sembarangan lagi" ucapan Aulia membuat Nauval terdiam.


"mas ... dengerin Lia nggak sih??" kesal aulia karena nauval tidak merespon ucapannya.


"iya sayang dengerin kok, yaudah mulai besok mas beli pengamanan deh" akhirnya nauval pasrah.


"padahal umi sama Abah pengen Aulia cepet hamil" batin Nauval.


pukul 4 sore mereka akhirnya pulang ke rumah, sampai rumah mereka segera mandi.


hari ini Aulia pulang ke rumah Nauval.


sebelum adzan magrib Aulia dan Nauval menemani umi bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"akhirnya kalian bisa dirumah, umi seneng deh kalian bisa temenin umi gini, biasanya umi sendiri dan kesepian banget" kata umi dengan nada sedih.


"maaf ya umi karena baru ada waktu" jawab Aulia


"iya nggak apa-apa kok sayang umi ngerti" kata umi


"nak kalian berdua nggak Nunda buat punya momongan kan?" tanya umi, Nauval hanya diam tapi tidak lama.


" kalau Nauval terserah Aulia aja mi, yang penting sekarang Aulia jangan sampai tertekan " jawab Nauval yang membuat umi mengerti bahwa sepertinya Aulia ingin menunda.


"kalau kamu nak?"tanya umi pada Aulia.


"emm.. maaf umi sebenarnya aulia ada rencana mau tunda dulu, Lia mau fokus sama sekolah dulu" terlihat umi nampak kecewa tapi ia tetap tersenyum di depan menantunya ini dan mencoba untuk mengerti posisi Aulia.


"yaudah sayang, umi ngerti kok" ucap umi dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2