
kini Aulia sudah berada di ruang perawatan, di kelilingi oleh semua orang-orang yang menyayangi nya, yakni kedua orang tuanya, mertuanya serta kakak nya yaitu Fahri, tapi istrinya Aisyah tak dapat ikut karena harus menjaga anak nya, dan tak lupa dengan Naufal yang selalu berada di sampingnya.
"mas.. anaknya mana?" tanya Aulia setelah keadaannya mulai membaik.
"bentar sayang, kata susternya nanti di anterin kesini kok" jawab Naufal.
"lama banget" cemberut Aulia.
" udah sih bentar lagi juga di anterin, kamu gimana keadaan nya nak? nggak ada yang sakit kan?" tanya Bu Mira pada putrinya. Aulia menggeleng.
" nggak ada Bu, cuma kayak masih takut aja kalo mau gerakin badan" jawab Aulia.
" Lia,. tadi kata Fahri kamu jatuh di ruangan Naufal kok bisa jatuh sih nak... umi kaget banget takut kamu sama bayi kamu kenapa-napa" ujar umi yang sepertinya masih syok dengan keadaan yang menegangkan barusan yang menimpa anak menantunya.
" iya sayang, ... kamu belum cerita kok bisa kamu jatuh, kenapa kamu bisa jatuh disana" tanya naufal pada istrinya.
" eee .. tadi sebenarnya aku... berantem sama Bu Alika " ujar Aulia yang sebenarnya ia ragu menceritakan kejadian aslinya. Naufal dan yang lainnya pun kaget dengan pengakuan Aulia.
"hah??? berantem? maksudnya??" tanya Naufal
"iya berantem gimana sih dek?" tanya fahri yang juga penasaran.
" jadi aku kan baru dateng nih di sekolah terus liat mas Naufal baru keluar dari ruangan nya jadi nggak aku panggil karena takut buru-buru mau ngajar, terus aku masuk ruangannya dan Bu Alika itu baru keluar dari kamar mandi ruangan mas Naufal, terus aku nanya baik-baik sama dia ngapain dia disitu, tapi bukannya jawab pertanyaan ku malah muter-muterin jawabannya seolah mas Naufal nggak masalah dia disitu dan menggiring seolah mereka berdua ada apa-apa, aku kan jadi mikir aneh-aneh" jelas Aulia panjang lebar.
" astaghfirullah haladzim sayang... kok bisa sih kamu mikir gitu... terus kamu jatuh kok bisa?" tanya Naufal
" dengerin dulu dong mas ... jangan di potong-potong penjelasan ku.... " kata Aulia
"iya-iya maaf, udah cepet ceritain lagi" ujar Naufal.
__ADS_1
"terus aku belum puas kan sama jawabannya tapi dia udah mau keluar jadi aku pegang tangannya biar dia nggak pergi dulu, dia nya nolak dan ngibasin tanganku kasar Sampe nggak sengaja badanku kedorong jatuh deh" tambah Aulia..
" jadi Bu Alika yang buat kamu gini?" tanya Naufal yang sudah emosi mendengar cerita Aulia. Aulia tak kunjung mengangguk, karena ia tidak mau seperti sangat menyalahkan Bu Alika, karena ia tau tangan Bu Alika tadi mungkin tak segaja mendorongnya hingga jatuh.
" jawab Lia .." ujar Naufal yang sudah berdiri.
" iya tapi nggak sengaja kayaknya mas.. " jawab Aulia
" terus kenapa kamu diem aja nggak ngomong pas tadi ?" tanya Naufal
"emang mau ngapain mas? yang aku butuhin tadi itu bukan pembelaan kamu tapi pertolongan buat di bawa ke rumah sakit" jawab Aulia
" ya kamu biarin aja lah dia pergi, kamu kan bisa tanya mas aja tadi, nggak perlu cegah-cegah dia pergi" tambah Naufal
" ya jadi lama mas.. orang aku penasarannya tadi" kata Aulia
" astaghfirullah haladzim Aulia... coba aja kamu sabar sedikit" keluh Naufal
" iya nak, itu di bahas nanti ya kalo udah tenang semuanya " tambah Abah takut putranya emosi disini, abah takut mengganggu proses pemulihan pasca operasi menantunya.
" tapi dia udah buat Aulia sama anak ku kenapa-napa bah, ini untung mereka selamet dua-duanya, kalo seumpama mereka ada apa-apa gimana? mikir nggak sih itu orang, seenaknya aja sih.. dari dulu ya dia itu ada aja tingkahnya, udah di diem-diemin malah makin jadi-jadi aja " kesal Naufal menumpahkan segala emosinya.
" nak.. ibu tau kamu marah nggak terima istri kamu di sakitin gini, tapi Aulia kan baru abis operasi, butuh support sama perhatian penuh, jadi masalah itu kita selesaiin nanti dulu ya, jangan bahas disini" ujar umi menenangkan Naufal.
"iya gus, kasian Aulia nak" tambah pak Salim.
"mas.... aku haus..." ujar Aulia tiba-tiba dengan wajah memohon, akhirnya Naufal pun menghela nafas, Naufal pun mengambilkan gelas berisi air dengan sedotan ia pun duduk kembali di samping Aulia dan menyodorkan air yang ia pegang.
" bismillah dulu sayang" ujar Naufal yang hatinya sudah mulai tenang. Aulia pun mengangguk tersenyum, ia kemudian membaca bismillah dan meminum airnya.
__ADS_1
"makasih ya mas" ujar Aulia Naufal pun mengangguk.
bersamaan dengan itu seorang suster masuk dengan membawa box bayi yang merupakan bayi Aulia yang baru saja lahir, melihat suster masuk Aulia langsung mengembangkan senyumnya dan tak sabar melihat buah hati nya.
suster itu pun menyerahkan bayi tersebut pada Aulia menidurkannya di ranjang samping Aulia,
"makasih sus" kata Naufal suster itu pun mengangguk.
" kalau bisa habis ini langsung kasih asi ya Bu" tambah suster tersebut, Aulia pun mengangguk
"kalau begitu saya permisi, mari Bu, semuanya " pamit suster tersebut semuanya pun mengangguk,.
setelah suster itu pergi semua orang tertuju pada bayi yang di samping Aulia.
apalagi nenek-nenek nya pada heboh ingin bergantian menggendong nya.
" mau di namain siapa mas? udah kamu siapin belum?" tanya Aulia
" belum nih sayang, lagian mendadak banget, ini kan juga belum waktunya lahir" ujar Naufal.
" yaudah pikir-pikir aja dulu deh " kata Aulia Naufal pun mengangguk,. setelah Aulia puas memandangi dan menciumi putrinya umi Fatimah meminta izin untuk menggendong nya, Aulia pun tak keberatan sama sekali dan langsung mengiyakannya.
"cantik nya sih cucu kita mir.. ini liat.... manis banget, ini ada lesung pipi nya" ujar umi yang menimang cucu nya.
" iya mbak, duhh lucu deh,.. seneng banget aku udah punya cucu dua, sepasang lagi." kata Bu Mira yang ikut menciumi cucunya.
" Abah mau gendong nggak?" tanya umi Abah pun dengan semangat langsung mengangguk karena cucu yang sudah lama ia nantikan kehadirannya sudah di depan mata.
" mau dong mi, sini-sini" ujar Abah umi pun segera menghampiri Abah yang duduk di sofa dan menyerahkan bayi Aulia dalam gendongan nya pada suaminya yang memang dari dulu sudah ingin mempunyai cucu.
__ADS_1
" Alhamdulillah... cantiknya cucuku..., ya kan Salim" kata Abah pak Salim mengangguk, mereka pun sama-sama sedang di liputi kebahagiaan karena kehadiran anggota keluarga baru yang kini semakin mempererat hubungan kekeluargaan mereka.
setelah sama-sama melihat wajah bayi aulia, Aulia pun meminta izin untuk memberi asi pada bayinya, karena pertama kali nya Aulia di bantu oleh umi dan ibunya dan Naufal, sedangkan umi, bapak nya pun keluar terlebih dahulu, sedangkan Fahri pamit pulang karena sudah malam kasihan Aisyah istri nya sendirian di rumah.