
Nauval kembali dengan semangkuk es krim vanilla ditangannya.
"ini sayang" kata nauval menaruh es krim nya di depan Aulia.
"terimakasih mas"
"sama-sama" jawab Nauval tersenyum.
mereka sedang asyik menikmati lagu yang Reno bawakan, meskipun sebenarnya membuat Nauval emosi kadang, karena Reno membawakan lagu nya menatap Aulia dalam, tapi ya sudahlah bagaimana lagi, Nauval tidak bisa juga melarang perasaan seseorang kecuali itu mengganggu keluarga nya Nauval tidak akan tinggal diam.
adzan Maghrib berkumandang live music dihentikan sementara.
"maaf om, Tante, kak, Nauval sama Aulia izin sholat dulu ya" izin Nauval om herman pun mengizinkan, Nauval dan Aulia pun pergi ke musholla di samping parkiran ini, Nauval yang menambah kan bangunan ini kemarin.
"papa sama Mama cocok nggak sama calon suami si lia?" tanya reno pada kedua orang tua nya.
"cocok sih, dia baik kok" kata papa
"iya sayang, Lia nya juga kayaknya cinta banget sama nauval" tambah mamanya.
jawaban mereka membuat Reno diam tak bertanya lagi.
setelah kedatangan Aulia mereka pergi ke restoran Aulia yang juga sekarang semakin ramai karena Nauval menambah sedikit desainnya interior nya supaya lebih menarik dan kekinian.
"kamu pinter banget desainnya val, kapan-kapan bisalah ngerjain resto saya di Jakarta dan cabang yang lain" Nauval hanya tersenyum saat om herman bilang begitu.
"bisa om kapan-kapan "jawab Nauval.
"bayar berapa Lia kalau Sama om sendiri?" tanya herman menggoda Aulia.
"mahal sih kalau buat om, kalau sama Lia kan gratis, kan Lia ibu negara nya" jawab Aulia meladeni candaan om nya, om herman Nauval dan Tante Maya tertawa mendengar jawaban Aulia.
"kamu ini.." kata om herman mencubit pipi keponakannya.
"Lia kamu pengen hadiah apa? atau lagi pengen beli apa ?, kita udah lama nggak ketemu, om kangen kalau kamu minta uang jajan kalau uang jajan dari papa kamu kurang" tanya om herman yang membuat mereka semua tertawa.
" ihhh om buka aib aja sih" cemberut Aulia.
Aulia tampak berfikir.
"nggak perlu deh om" jawabnya kemudian.
__ADS_1
"lah barusan ngapain mikir ?" tanya Reno
"ya nggak papa kak, setelah dipikir-pikir aku nggak lagi pengen apa-apa " jawab Aulia
"yaudah kalau kamu nggak pengen apa-apa kakak ambilin dulu buat kamu" ucap Reno melangkah pergi menuju parkiran dan kembali lagi menenteng paper bag besar dengan brand terkenal warna oranye lalu menyerahkan pada Aulia.
" dari siapa kak?" tanya Aulia
"dari kakak lah" jawab Reno
"makasih kak, baik banget sih kakak nya aku" ucap Aulia kemudian memeluk Reno membuat Nauval sangat cemburu.
"makasih ya kak" ucapnya ketika sudah melepas pelukannya Reno pun mengangguk kemudian kembali ke tempat duduk nya.
mereka menyantap makanan dengan tenang sesekali mengobrol santai,. Nauval sekarang lebih banyak diam, dia hanya menjawab saat di tanya selebihnya dia diam.
setelah makan malam, keluarga om herman pamit akan kembali ke Jakarta.
"om hati-hati ya, nanti kalau udah nyampe Jakarta hubungin Lia ya " ucap nya pada om herman kemudian Aulia memeluk satu persatu keluarga mereka.
Nauval yang ingin bersalaman dengan om herman malah di peluk oleh om herman.
"iya om pasti" jawab Nauval setelah itu om herman melepaskan pelukannya
"tanggal pernikahan kalian harus kabari kita ya jauh-jauh hari ya biar kita bisa dateng" ucap nya lagi, Aulia dan Nauval mengangguk.
Nauval bersalaman dengan Reno
"jagain Aulia bro " ucap Reno Nauval mengangguk mengiyakan.
mobil om herman sudah melaju sampai tidak terlihat oleh mereka berdua.
" sayang, kita nginep di apartemen aja ya takut kemaleman nanti" ucap nauval.
"iya mas" mobil mereka menuju apartemen Nauval.
"ini apartemen yang dulu mas bawa aku ya?" tanya Aulia saat sudah sampai di basemant.
"iya sayang, cuma ini yang mas nggak sewain," jawabnya sambil keluar dari mobil kemudian membuka pintu istrinya dan mereka bergandengan masuk ke unit tujuan mereka.
setelah sampai Aulia dan Nauval segera masuk dan mereka akan tidur di kamar utama Nauval.
__ADS_1
"untung aja hari Rabu kemarin udah di bersihin" katanya sambil duduk di sofa diikuti Aulia.
"siapa yang bersihin mas?"
"petugas kebersihan sayang, jadi lumayan lah gak kotor-kotor banget" Kata Nauval Aulia pun mengangguk.
"yuk ke kamar, kamu pasti capek " ajak suaminya Aulia mengikuti saja
sampai kamar Aulia ke kamar mandi untuk wudhu begitu juga Nauval, mereka sholat berjamaah berdua di kamar itu.
setelah salam Nauval menghadap Aulia lalu Aulia mencium tangan Nauval dan Nauval mencium keningnya.
"mas gaada baju ganti apa? Lia gerah banget masa' Lia tidur pake gamis begini?" tanya Aulia setelah melipat mukenah nya.
"kamu cari aja di lemari sayang, cari aja kaos-kaos mas" jawabnya yang sedang melipat sarung Aulia segera menuju lemari suaminya, baju Disana tidak terlalu banyak seperti dirumah. memang hanya untuk persinggahan istirahat kalau datang kesini saja.
Aulia mengambil kaos putih ukuran nya agak kebesaran di badan Aulia, tapi tak apalah daripada pakai gamis pikir Aulia.
Aulia hanya memakai dalaman celana pendek untuk bawahnya sedangkan yang di atas tidak pakai tanktop hanya bra warna merah saja.
dia membuka baju gamis nya di depan lemari membelakangi Nauval, Nauval yang melihat Aulia ganti baju seperti buru-buru segera menggoda istrinya ini.
saat akan memakai kaos nya Nauval memeluknya dari belakang alhasil Aulia belum sampai memakai bajunya.
"kenapa buru-buru gitu sayang ?"
"mas.. ngagetin aja"
Nauval menciumi pundak Aulia belakang telinga, tengkuk leher Aulia bahkan sesekali lidahnya menari di punggung Aulia membuat Aulia merinding.
"sayang.. udah boleh kan itu nya, mas udah kangen" kata Nauval sambil tangannya mengelus-elus benda bawah milik Aulia.
"kayak nya udah boleh mas" jawab Aulia tak kalah nafsunya.
Nauval kemudian membalikkan badan Aulia hingga menghadapnya lalu mengelus rambut panjang istrinya kemudian mencium kening, pipi dan yang terakhir bibir Aulia dengan lembut. Nauval mengecup perlahan bibir Aulia lama kelamaan ciumannya lebih dalam lidah mereka bertautan dan saling bertukar Saliva tangan Nauval meraih pengait bra Aulia lalu membuka nya dan bra merah Aulia jatuh ke bawah.
ciuman Nauval semakin turun ke leher Nauval membuat tanda kepemilikan Disana, saat menyesap Aulia mendesah karena merasakan sakit dan nikmat di bagian leher nya.
Nauval mengabsen seluruh leher Aulia hingga di buatnya basah kuyup, semakin turun kebawah yakni benda favoritnya.
Nauval mulai meremas dan memilin ujung kecil nya Aulia terus mendesah tak karuan tangan Nauval menuntun tubuh Aulia ke ranjang dan mereka duduk diatas ranjang.
__ADS_1