
setelah Naufal selesai sholat Aulia sudah menunggunya di sofa sambil bermain ponsel.
"udah di pesenin makan siang nya sayang?" tanya Naufal menghampiri Aulia.
"udah mas, tunggu bentar lagi ya" ujar Aulia Naufal mengangguk, Naufal kemudian memeluk Aulia dari samping.
"udah dong main hp nya ntar lagi, masa' suaminya di cuekin?" kata Naufal. Aulia pun sontak menaruh hp nya di meja dan menatap suaminya.
" kenapa sayang?" tanya Aulia membalas pelukan Naufal
"aku kangen.." wajah Naufal berada di dada Aulia, sontak Aulia mengelus rambut Naufal seperti bayi.
" kan tadi malem kita tidur nya udah pelukan sayang.."
"belum puas kalo belum seharian .." jawab Naufal manja seperti anak kecil
"yaudah sini peluk, puasin dulu" keduanya pun berpelukan,
"eh anak aku gimana ya kabarnya disini,? halo sayang .. baik kan di dalem? nggak rewel kan Lia?" tanya Naufal tangannya pun beralih pada perut Aulia mengusap nya lembut serta menciuminya.
" nggak mas, baik-baik aja ko, bahkan sekarang kedutannya makin sering" jawab Aulia
" yang pinter ya anak ayah, semoga sehat selalu" ujar Naufal berbicara pada bayi dalam perut Aulia seakan janin anaknya sudah mendengar.
"iya ayah, tapi cium dulu dong bunda nya" ujar Aulia menirukan suara anak kecil membuat Naufal tertawa akan permintaan istrinya.
"hehehe, kamu nih ada-ada aja sih, " ujar Naufal tapi meskipun begitu Naufal tetap mencium pipi istrinya serta memeluk nya kembali.
tok tok tok suara ketukan pintu membuyarkan kemesraan mereka, Aulia kemudian menghampiri pintu dan membukanya Nabila dan Ririn sudah ada di depan pintu nya dengan membawa nampan pesanan Aulia.
Aulia pun mengambil nampan di tangan Nabila
"mas tolong dong" panggil Aulia dengan sigap Naufal menghampiri Aulia dan mengambil nampan yang ada di tangan Ririn.
",makasih ya" ujar Aulia
"iya lia, kita permisi dulu ya" Aulia mengangguk Nabila dan Ririn pun pergi Naufal menutup pintunya dan mengekori aulia menuju sofa.
Aulia dan Naufal memulai makan siangnya dengan santai. di tengah makan siangnya ponsel Naufal tiba-tiba berdering dan tertera nama umi nya, dengan segera Naufal mengangkatnya.
__ADS_1
"halo assalamualaikum mi,"
"waalaikumsalam... Naufal kamu masih di Surabaya?" tanya umi dengan nada khawatir disana.
"nggak mi, aku lagi makan siang di cafe sekalian jemput istriku, ada apa mi?" tanya Naufal takut terjadi apa-apa pada uminya.
" ini fal umi di telfon supir Abah katanya Abah pingsan lagi dan sekarang lagi di bawa ke rumah sakit, umi bingung banget ini di rumah ngga ada orang" ujar umi sambil menangis sesenggukan.
"astaghfirullah haladzim rumah sakit mana mi?" tanya Naufal yang langsung panik.
"di rumah sakit umum fal"
"Naufal pulang sekarang mi"
"iya fal hati-hati ya nak, assalamualaikum"
"waalaikumsalam" Naufal mematikan sambungan telfonnya.
" umi kenapa pas? siapa yang di rumah sakit?" tanya Aulia ikut panik.
"abah Lia, beliau pingsan lagi, sekarang di bawa ke rumah sakit, kita pulang sekarang ya, kasihan umi pasti bingung banget gak ada orang di rumah"
" Hasan..." panggil Naufal saat Hasan baru tiba di parkiran.
"loh gus sudah pulang??" tanya Hasan menuruni motor nya.
" iya san, ini saya mau pulang, Abah lagi di rumah sakit, umi sendirian, ini motor siapa? "
"hah pak kyai di rumah sakit?, ini motor operasional cafe gus dari Ning Aulia "
"saya pake dulu ya, butuh yang cepet soalnya" pinta Naufal buru-buru, Hasan mengangguk dan segera menyerahkan kunci motor di tangannya Naufal segera menaiki motor tersebut.
"ayo sayang" ajak Naufal Aulia mengangguk.
"san titip cafe ya, sama tolong suruh Nabila atau yang lain beresin ruangan saya bekas makan siang saya" pesan Aulia pada Hasan sambil duduk di boncengan motor, Hasan mengangguk
"iya Ning, hati-hati gus." ujar Hasan Naufal mengangguk dan langsung melajukan motornya,.
tidak sampai sepuluh menit Naufal dan Aulia sudah sampai di garasi rumah nya, keduanya langsung masuk dan melihat umi masih menangis di sofa, Naufal langsung menghampiri umi nya mencoba menenangkan nya.
__ADS_1
"nak, umi takut terjadi apa-apa sama Abah" ujar umi sambil menangis, Aulia langsung memeluk umi yang masih tak berhenti menangis.
"umi tenang dulu ya, kita ke rumah sakit sekarang, berdoa terus mi semoga Abah nggak kenapa-napa" ujar Aulia, umi pun berangsur membaik sambil menunggu Naufal ganti baju, umi dan Aulia pun bersiap-siap, dengan menggunakan mobil ketiganya berangkat menuju rumah sakit.
.
"gimana keadaan Abah saya dok?" tanya Naufal setelah sampai di rumah sakit, supir Abah menyuruh Naufal mendatangi dokter yang tadi memeriksa Abah di ruangannya, karena supir Abah bilang kalau menunggu anaknya.
" Ayah anda memiliki penyakit kolesterol yang lumayan mengkhawatirkan mas, kalau bisa mulai sekarang untuk makanan sehari-hari nya di ubah dengan yang lebih sehat ya, lalu bisa jadi pemicu pingsan nya tadi karena beliau habis makan yang tidak sehat di tambah banyak pikiran dan kelelahan jadi kolesterol nya kambuh dan jadi tinggi" jelas dokter
" lalu dok, apa ayah saya harus di rawat di rumah sakit dulu?"
"lebih baik begitu mas, agar kami bisa mengontrol kesehatannya beberapa hari ke depan, setelah lumayan membaik nanti boleh pulang,"
"baik dok, kalau begitu saya permisi "
"iya mas" setelah keluar dari ruangan dokter Naufal menuju ruang rawat abah nya yang di dalam sudah ada Aulia dan umi.
Abah masih tertidur karena tadi kata dokter di beri obat tidur sedikit agar Abah bisa istirahat lebih cukup. sedangkan umi sudah duduk di samping Abah dengan bibir nya tak berhenti berdoa.
"gimana mas kata dokter? Abah baik-baik aja kan?? tanya Aulia saat Naufal duduk di sofa samping Aulia.
"kolesterol Abah tinggi yang, kecapean juga, kamu tau sendiri Abah masih belum enakan tapi maksa buat berangkat pengajian" jelas Naufal, umi dan Aulia mendengarkan dengan seksama.
" kamu udah cegah kan kemarin waktu Abah mau berangkat?"
"udah, umi juga ya kan mi? tapi ya gitu Abah tetep maksa katanya udah janji harus di tepati"
"yaudah mas mi, , mau gimana lagi, ke depannya kita jagain Abah biar cepet sembuh"
"iya nak, berarti ini Abah di rawat di rumah sakit dulu kata dokter?" tanya umi
"iya mi, beberapa hari Sampe kondisi Abah lebih baik"
"yaudah nak, biar umi yang jagain, kalian berdua pulang aja nggak apa-apa, apalagi kamu fal pasti masih capek baru pulang dari pelatihan" perintah umi.
"nggak mi, Naufal temenin umi disini, Naufal nggak capek kok"
"iya mi, kita disini dulu ya" pinta Aulia umi pun mengangguk
__ADS_1