
"udah sabar aja, nggak apa-apa kok, lama-lama kamu terbiasa juga sama sakit nya" kata Bu Mira.
" yang sabar ya nak, atau kalau dada nya yang tadi keras udah mulai nggak sakit lagi kamu copot aja, nggak apa-apa, sambil nunggu Naufal sayang" jawab umi, Aulia pun akhirnya mengangguk, ia sudah tidak tahan lagi dengan sakit nya. akhirnya Aulia pun melepaskan dada nya yang sakit yang sedang menyusui bayi nya.
"huhh..." Aulia membuang nafas lega.
" udah abis itu kasih lagi Lia.." ujar Bu Mira, Aulia langsung cemberut kembali
" Bu.. masih sakit" jawab Aulia.
"bentar dulu lah mir, kan kasian Aulia nya, kata umi membela menantunya.
" ya ngga apa-apa mbak, biar kuat nahan sakitnya" jawab Bu Mira, karena memang dulu ia merasakan dua anak nya minum asi nya dan saat bayi Fahri ia pun mengalami hal yang sama seperti Aulia, sedangkan umi Fatimah dulu saat Naufal kecil ia tidak menyusui melainkan Naufal minum susu formula, jadi ia tidak pernah merasakannya, dan melihat Aulia sampai menangis seperti ini beliau jadi tidak tega.
sedangkan Tante Maya pun agak bingung di sisi lain ia pernah tau rasanya dan memang sakitnya minta ampun apalagi melihat Aulia seperti ini jadi tak tega, tapi di sisi lain memang harus di berikan agar tak makin sakit di dada nya.
"assalamualaikum" di tengah perdebatan antara ibu-ibu, Naufal datang dengan membawa bungkus paper bag di tangannya.
"waalaikumsalam" jawab mereka serentak.
"dapet mas?" tanya Aulia, Naufal pun mengangguk lalu ia meletakkan paper bag nya ke kasur,.
"kita keluar ya, kamu bisa kan Lia, kalau nggak bisa liat aja di YouTube, umi nggak bisa " ujar umi, Aulia pun mengangguk, Tante Maya, umi dan Bu Mira pun keluar dari kamar.
" gimana sayang, bisa kan? " tanya Naufal sambil membuka-buka kemasan nya. Aulia pun menaruh bayi nya terlebih dahulu lalu ia ikut membantu Naufal, Naufal pun segera mengikuti saran umi lihat-lihat di YouTube terlebih dahulu, setelah sedikit faham mereka mencoba mempraktekkan nya dan berhasil, kini payudar* Aulia tak sesakit jika menyusui langsung ke bayi nya.
" kamu beli kantong plastik penyimpanan nya juga kan mass?" tanya Aulia setelah melihat di YouTube itu orang nya menyimpannya di kantong plastik khusus.
" udah sayang, ini sekalian aku juga beli, kata mbak nya di suruh sekalian " jawab Naufal, Aulia pun kemudian mengangguk.
saat Naufal melihat bayinya di kaaur ternyata sudah tertidur nyenyak.
"loh anak ayah kok udah tidur aja sih, " kata Naufal sambil menciumi pipi malaikat kecilnya.
" loh iya mas, aku juga nggak merhatiin dari tadi sibuk sama ini" kata Aulia.
__ADS_1
"mau di pindah di box bayi nya nggak sayang?" tanya Naufal Aulia pun mengangguk Naufal pun kemudian mengangkat bayi nya lalu memindahkan nya ke box bayi.
"selamat tidur putri kecil ayah" kata Naufal sambil mencium kening Syifa yang tertidur nyenyak. setelah itu ia kembali ke istrinya.
"lega banget mas .." ujar Aulia pada Naufal.
" kenapa sayang?" tanya Naufal
"ya ini, tadi tuh rasanya kayak ada batu yang ganjel sakit banget, sekarang udah lega Alhamdulillah" jawab Aulia.
"Alhamdulillah kalo gitu, maafin mas ya sayang, gara-gara mas kamu harus nanggung sakit beribu-ribu kali, maaf banget mas yang belum bisa jadi suami yang baik buat kamu" ujar Naufal tiba-tiba.
"ngomong apa sih" kata Aulia pura-pura memalingkan wajahnya.
" ya itu lia, maafin mas" jawab Naufal.
" mungkin semua ibu pernah ngalamin kaya gini mas, dan aku salah satu nya di uji biar lebih kuat lagi karena kedepannya juga mungkin akan banyak hal yang lebih dari ini mas, dan kamu jangan ngomong kalo ini salah kamu ya, ini keputusan kita berdua dan aku akan berusaha untuk menikmati proses ini mas, dan yang aku butuhin support kamu sebagai suami ku mas" kata Aulia sambil tersenyum, ( di depan suami nya kuat-kuat aja Aulia, tadi di depan ibunya nanges, wkwk)
"hmm, tapi aku akan berusaha sekuat yang aku bisa Lia buat jadi suami siaga buat kamu, doain mas terus ya sayang" kata Naufal, Aulia pun mengangguk sambil mencium pipi Naufal membuat Naufal mesra, Naufal pun tersenyum lalu ia mengusap rambut Aulia.
" udah belum itu yang? itu udah mau penuh" kata Naufal sambil menunjuk alat yang tadi di belinya, aulia pun mengangguk setelah itu ia menghentikan alatnya dan kemudian memasukkan hasil pompa asi nya ke dalam kantong plastik.
" bobo yuk sayang, nanti takut anak nya keburu bangun" kata Naufal Aulia pun mengangguk mereka pun kemudian tidur berdua di ranjang kamar.
.
.
.
"belum pulang bil?" tanya Sam karena Nabila masih duduk di depan musholla menunggu ayah nya menjemput nya, Nabila menggeleng.
"nggak tau ayah kok belum jemput-jemput, padahal nggak biasanya gini" kata Nabila.
" mau di anterin nggak?" tanya Sam.
__ADS_1
"jangan deh mas, takut ayahku udah di perjalanan nanti malah nggak ketemu aku kasian kalo balik lagi" jawab Nabila.
" iya sih, yaudah gue temenin nunggu disini" kata Sam, Nabila pun mengangguk.
"kenapa nggak bawa motor sendiri aja bil, kan lebih enak biar ayah Lo nggak bolak-balik?" tanya Sam mulai mencairkan suasana.
" nggak mas, soalnya motor nya cuma satu, kalo biasanya pas aku kerja sih motor itu di pake ayah cari rumput buat sapi peliharaan ayah," Jawab Nabila,
"ohhh...." kata Sam sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
" di tambah aku juga belum bisa bawa motor sih, hehehe" jawab Nabila.
"hah, masa' nggak pernah belajar bil?" tanya Sam Nabila menggeleng.
"rencana nya sih bulan depan kalo uang aku udah ke kumpul mau beli motor mas, bekas-bekas aja sih asal masih bagus, baru deh mau belajar" kata Nabila bersemangat.
" ohh oke-oke, semangat ya" kata Sam Nabila pun mengangguk.
" oiya, aku belum tau nih kalo mas Sam itu asal nya dari mana sih?" tanya Nabila pada Sam.
"aku asal Bandung bil" jawab Sam
" hah.. jauh banget mas, kok bisa nyampe sini?" kaget Nabila.
"iya, salah pergaulan sih dulu, biar keren jadi anak jalanan gitu, tapi yaudah lah jadi pengalaman" jelas Sam.
"emang orang tua mas nggak nyariin?" tanya Nabila, Sam yang tadi nya tersenyum tiba-tiba diam.
"nggak tau, aku nggak pernah tau kabar mereka " jawab Sam memaksakan senyumnya.
"ee..." Nabila merasa tak enak menanyakan hal pribadi itu pun seperti bingung ingin meminta maaf, tapi tiba-tiba klakson motor ayahnya mencairkan suasana canggung mereka.
"ayah ku udah jemput mas, aku pulang ya,? makasih udah di temenin" kata Nabila sambil berdiri Sam pun mengangguk tersenyum. setelah itu Nabila menghampiri ayahnya lalu menaiki motor ayahnya.
"lama banget sih yah?" tanya Nabila.
__ADS_1
" maaf bil ayah ketiduran" jawab ayahnya.
" mari nak, permisi" ujar ayah Nabila berpamitan pada Sam karena masih di tempat semula, sam pun mengangguk sopan setelah itu Nabila dan ayahnya pun pergi, Sam pun menutup gerbang cafe dan mengecek semua bagian-bagian cafe nya, setelah beres semuanya Sam pun kembali ke kamar nya.