
"mas, udah Lia capek" keluh Aulia menyingkirkan wajah Nauval, Aulia yang mendengar itu hanya tertawa.
"kamu lucu banget deh, Ayo sholat dulu takut nggak keburu ini" ajak Nauval.
"Lia capek mas, masih sakit juga, ntar aja Lia sholat nya" ucap Aulia yang masih ingin memejamkan matanya.
"sholat itu kewajiban kamu sama Allah loh sayang " ucap nauval mengingatkan kewajiban Aulia, Aulia langsung cemberut.
"mulai deh ceramah lagi" Aulia akan bangkit tapi tertahan karena bagian bawahnya tersa sangat sakit saat bergerak.
"aww" teriak Aulia, Nauval dengan sigap membantu Aulia duduk.
"sakit banget ya sayang, maafin mas ya" ucap nauval dan hanya di angguki oleh Aulia.
"mas gendong aja ya ke kamar mandi, kamu mandi di bathtub aja, sebentar mas siapin air hangatnya dulu" ucap nauval yang kemudian melenggang ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Aulia.
setelah siap Nauval menggendong Aulia menuju bathtub.
"sayang maaf ya aku gabisa bantuin kamu mandi, aku mau mandi juga biar cepet takut gak keburu subuhan" ucap nauval auliapun mengangguk.
"jangan lupa baca doa ya sebelum mandi besar, niatnya kamu udah tau kan?" tanya Nauval sebelum mandi sendiri.
"iya mas udah tau kok" jawab Aulia.
Nauval kemudian mandi di shower di kamar mandi yang sama dengan sedikit terburu-buru karena takut waktu subuh habis.
setelah selesai sholat Nauval kembali ke kamar mandi untuk membantu Aulia ternyata Aulia sedang membilas badannya di shower. Nauvalpun menunggu sambil membawakan bathrobe warna putih agar setelah Aulia selesai dia tidak kedinginan.
" udah selesai? ini handuknya" Nauval bertanya dan mendekat menghampiri Aulia menyerahkan handuk ditangannya.
"kamu dari tadi nunggu disitu mas?" tanya Aulia mengambil handuk dari tangan Nauval.
"nggak cuma sebentar kok" jawab Nauval.
"mau digendong lagi yang?" tanyanya lagi.
"nggak mas, aku punya wudhu, aku mau sholat dulu" jawab Aulia, Nauvalpun mengangguk dan mengikuti Aulia yang jalannya pelan sekali dari belakang.
__ADS_1
setelah selesai sholat Aulia menuju ranjangnya yang ternyata sudah bersih dan rapi.
"kamu yang ganti mas, kamu taruh mana seprei nya sini biar nanti aku cuci" Aulia duduk didepan Nauval dan bertanya pada Nauval yang sedang fokus ke ponsel nya, mendengar Aulia bertanya Nauval langsung menyimpan ponselnya di meja samping ranjangnya
"udah biar aku aja yang cuci ntar, kamu gausah capek-capek" jawab Nauval.
"masa' kamu yang cuci sih mas, jangan Sampek ntar umi ya yang kamu suruh cuciin ya" jawab Aulia cemberut didepan Nauval.
"nggak sayang, biar aku sendiri yang cuci ntar kalau umi pergi" ucap nauval.
"yaudah kalau gitu" Aulia hendak pergi dari hadapan Nauval, dan segera Nauval memeluk Aulia dari belakang.
"kamu cantik banget sih sayang" bisik Nauval lagi, lalu menghirup wangi tubuh Aulia yang baru mandi dari ceruk lehernya.
"wangi banget sih sayang" ungkapnya lagi.
"ihh.. udah ya mas Aulia capek Aulia mau ke rumah ibuk mau ambil baju" jawab Aulia berusaha melepaskan pelukan Nauval.
"biar mas yang ambilin ya, kamu disini aja, kamu kan cuma pake bathrobe aja, nanti dilihat anak pesantren" ucap nauval Aulia pun mengangguk.
"yaudah terserah mas aja, tapi lepasin dulu ini, Aulia gak bisa nafas" bohong Aulia, Nauvalpun segera melepaskan pelukannya.
"assalamualaikum Bu" salam Nauval setelah sampai dan Bu Mira sedang menyapu lantai di teras.
"waalaikumsalam, masuk nak, Aulia mana, pasti belum bangun, maaf ya nak kalau Aulia malah ngerepotin kamu sama keluarga" ucap Bu Mira setelah mengajak masuk Nauval.
"nggak papa kok buk, kita semua ngerti kalau Aulia memang biasa hidup seperti ratu" ucap nauval bercanda.
"kamu bisa aja nak" ucap Bu Mira menanggapi candaan Nauval dengan tertawa.
"buk saya mau izin ke kamar Aulia ya Bu, mau mengambil barang Aulia, disuruh dia juga kok" izin Nauval
"boleh kok nak, kamar Aulia di atas ya, dipintunya ada namanya kok, yang lainnya cuma kamar tamu.
"baik Bu, terimakasih saya ke kamar Aulia dulu" pamit nauval lalu pergi tidak lupa mengucap salam.
setelah mengambil baju santai Aulia yang Nauval ambil setelan piyama lengan panjang dan satu hijab instan sesuai warna piyama nya, ia masukkan ke dalam paper bag ukuran sedang.
__ADS_1
Aulia menunggu sambil menscrol sosial medianya, tidak terlalu lama Nauval masuk ke dalam kamar kemudian Aulia memakai pakaiannya di kamar mandi.
"bisa-bisanya dia pilih satu warna sampai daleman-daleman nya juga di samain" gumam Aulia pelan karena melihat pakaian yang di bawakan Nauval semuanya senada warna biru.
Aulia keluar dari kamar mandi lalu duduk di meja rias yang desainnya cowok banget. ia melepas handuk yang dari tadi menempel di rambutnya, Nauval menghampirinya dan mengambil sisir di meja rias itu lalu mulai menyisir rambut Aulia perlahan takut menyakitinya.
"makasih ya sayang, atas semuanya" ucap nauval.
"iya mas" jawab Aulia singkat.
Aulia lalu melihat Nauval dari kaca di depannya, tidak sengaja melihat tanda merah pucat di leher Nauval yang putih itu.
"mas itu leher mas kok agak merah, gara-gara aku ya ?" tanya Aulia menatap Nauval.
"iya sayang, kamu nggak sadar ya?, mana punggung mas juga di cakar lagi"
"beneran mas sini lihat"
" udah nggak usah, mas nggak apa-apa kok"
"mas boleh tanya nggak?" tanya Aulia ragu.
"tanya aja sayang" jawab Nauval yang sudah selesai dengan tugas menyisir nya lalu menghadap wajah Aulia.
"mas kok tadi malem kuat banget sih, Aulia Sampek keluar berkali-kali mas masih kuat aja" tanya Aulia dengan pipi yang bersemu merah membuat Nauval sangat gemas dan segera mencium pipinya.
" nggak tau sayang, mas juga nggak pakai obat apa-apa, tapi yang penting kamu puas kan?" tanya Nauval menggoda Aulia yang langsung bersemu merah.
"ya puas lah mas" jawab Aulia malu-malu Nauval segera memeluknya lagi.
"mas nggak ngajar Mts? udah jam tujuh kurang loh ini" ucap Aulia yang baru ingat bahwa dunia mereka tidak hanya berdua.
"nggak sayang, mas sudah izin nggak masuk, mas pengen berduaan sama kamu hari ini" ucap nauval menggosokkan hidungnya di pundak Aulia.
" tapi kan ntar Aulia juga sekolah mas, ini masih hari Selasa kalau mas lupa" ucap Aulia mengingatkan.
"ya seenggaknya kita masih punya beberapa jam lagi sayang" Nauval yang masih menempel pada Aulia.
__ADS_1
"yaudah mas kita sarapan dulu ya, Lia laper banget ini" ajak Aulia Nauvalpun segera melepas pelukannya lalu mengajak Aulia segera turun dan sarapan.