
Nabila, Irfan dan yang lain segera mendekat melindungi aulia khawatir Aulia tiba-tiba dijambak atau malah dipukul.
"emang yang kita omongin kamu ya, kita kan nggak sebut nama" jawab mereka tak mau kalah.
"gausah sebut nama juga semua orang tau yang Lo omongin itu gue, nggak usah pura-pura bego Lo, Lo kira gue takut sama Lo berdua jangan sok-sokan berkuasa deh disini, kita semua disini sama-sama sekolah, dan satu lagi Nabila, Irfan, dan ketiga orang ini mereka bukan kacung gue, mereka sahabat-sahabat gue" ucap Aulia tidak kalah tegas.
"Halah, sahabat apaan, kamu kan cuma manfaatin kemiskinan Nabila terus kami bisa manfaatin dia buat jadi pesuruh kamu disekolah, tadi aja kita lihat kok Nabila mau panas-panasan buat gantiin tempat kamu" kata Lusi
"dasar mulut sampah Lo Lus!! jangan pernah Lo hina sahabat gue anjing!!" Aulia sudah mengangkat tangannya ingin menumpahkan emosinya pada Lusi tapi Nabila segera menarik tangan Aulia bersamaan itu masuk Bu Alika dan pak nauval melihat Aulia berkata kasar dan hendak memukul Lusi.
"Aulia.. apa-apaan kamu?" teriak Bu Alika membuat Aulia menoleh, dan hanya diam lalu fokusnya pada Nabila yang sudah menangis.
" Lia kamu nggak perlu belain aku, biarin orang hina aku, aku nggak mau kamu kenapa-napa" ucap Nabila pelan sambil menangis, Aulia akan menjawab Nabila tapi terhenti karena Bu Alika memanggilnya lagi.
"kamu dengar saya nggak" ucapnya lagi.
"denger Bu" ucapnya singkat.
Nauval hanya memandang Aulia dengan tatapan bertanya.
"karena kamu sudah ngomong kasar sekarang ibu hukum kamu keliling lapangan 20 kali" ucap Bu Alika yang membuat Aulia kaget.
bagaimana bisa, badannya masih sakit-sakit semua sekarang malah ditambah suruh lari.
Lusi dan Susan tersenyum mendengar hukuman Auli.
"Bu kita aja yang lari, Aulia nggak enak badan Bu" ucap Bima dan di angguki Irfan Rizal dan Saipul.
"eh nggak usah, ini kan hukuman gue, biar gue aja" jawab Aulia
"udah nggak papa, kamu istirahat aja" ucap Bima dengan menepuk pelan kepala Aulia dengan jarinya yang terhalang kerudung.
"kalian pikir ini hukuman apa bisa di ganti-gantikan" ucap Bu Alika.
Nauval benar-benar cemburu saat keempat anak laki-laki itu sangat perhatian pada Aulia.
" maaf Bu Alika, bagaimana kalau saya saja yang menghukum, di ruangan saya belum ada yang bersih-bersih" tanya nauval yang baru berbicara.
__ADS_1
"oh boleh dong pak, silahkan saja pak pasti ruangan bapak kotor sekali karena baru pindahan" jawab Bu Alika dengan senyum semanis mungkin, membuat Aulia benar-benar muak dengan guru satu ini, cantik sih, tapi berhubung dia suka sama suaminya berarti dia salah satu musuh yang mengibarkan bendera perang dengan Aulia.
"yasudah kalau begitu saya bawa dulu, ayo Aulia" Aulia pun pergi mengikuti Nauval dari belakang menuju ruangan kepala sekolah yang sekarang lebih besar dari yang sebelumnya.
setelah masuk dan menutup pintu Aulia duduk di sofa tamu dengan wajah kesal dan marah. tapi untung saja ruangan itu sudah bersih dan rapi, berarti Nauval hanya ingin menyelamatkan Aulia.
"sayang, kamu tadi kenapa Sampek berantem gitu?" tanya Nauval pelan karena pasti sekarang mood Aulia sedang buruk.
"aku kesel mas, dari tadi aku di sindir-sindir gak jelas sama Lusi sama Susan, mana paket bawa orang tua segala lagi" adu nya pada Nauval.
"sabar ya sayang, tadi mas waktu didepan kelas kamu denger kamu ngomong kasar, makanya itu Bu Alika marah sayang, untung nggak jadi lari keliling lapangan" ucap nauval kemudian menyenderkan kepala Aulia di dadanya sambil mengusap-usap nya pelan.
"makasih ya mas udah nolongin Lia, nggak kebayang deh kalau Lia beneran keliling lapangan, pasti bisa pingsan, badan Aulia masih sakit-sakit semua mas" rengeknya.
"iya sayang, sama-sama. maafin mas ya bikin badan kamu sakit-sakit, nanti mas pijit lagi ya sayang" ucap nauval yang segera diangguki Aulia.
"iya mas, Aulia sekarang pengen tidur" ucap Aulia memejamkan matanya di dada Nauval.
"tidur di ruangan sana yuk sayang" ucap nauval sambil menunjuk kamar mandi. tanpa menunggu persetujuan Aulia Nauval menuntun Aulia kesana.
ternyata satu pintu tapi ada sekat tembok yang kanan kamar kecil yang ada keran sehingga bisa wudhu sedangkan yang kiri ada tiga anak tangga untuk melewati nya dan masuk ke sebuah ruangan ada kasur lantai tebal ukuran 120x200 cm yang muat untuk dua orang dan Disana dilengkapi televisi dan juga kipas angin.
"ya kalau lembur ngerjain pekerjaan biar mas bisa sholat dan istirahat disini" jawab Nauval menuntun Aulia tidur di kasur itu.
"istirahat disini aja ya sayang, nanti biar mas yang ngomong ke Bu Alika" ucap nauval dan melepas tangannya dari tangan Aulia.
"mas disini aja, Lia pengen tidur di peluk " rengek manja Aulia, Nauvalpun tersenyum kemudian menuruti tidur disamping Aulia kemudian memeluknya dan mengelus-elus rambut Aulia yang sudah dilepas jilbabnya barusan.
" mas"
"hmm"
"Bu Alika itu suka ya sama kamu?"
"nggak tau"
" kok nggak tau sih mas" kesalnya.
__ADS_1
" ya kan mas emang nggak tau sayang, udah ya gausah mikir macem-macem, kan mas cintanya sama kamu, jadi gausah mikir macem-macem kamu nya" ucap nauval yang tidak ingin Aulia salah faham.
Aulia sebenarnya tidak puas akan jawaban Nauval tapi Aulia sudah keburu ngantuk jadi ia memilih tidur saja.
jam 4 sore Nauval membangunkan Aulia, semua siswa sudah pulang tadi jam istirahat karena kerja bakti nya memang sudah beres semua.
"sayang .. bangun .. pulang yuk" panggil Nauval dengan mengelus rambut Aulia lembut. karena memang Aulia ini tipe yang susah bangunnya Nauval memberikan jurus andalannya yaitu mencium bibir Aulia.
benar saja Aulia langsung membuka matanya.
"mas.. ihh.. jail banget sih" ucap Aulia mencubit perut Nauval yang tidak sixpack itu, tapi tergolong ramping dan pas.
"aww.. maaf sayang, bibir kamu sih manis banget bikin mas pengen cium terus" jawabnya dengan mengusap perutnya yang lumayan panas karena dicubit Aulia.
merekapun keluar bersamaan karena memang tidak sudah tidak ada orang sama sekali diluar.
di halaman sekolah ada sebuah mobil Alphard warna putih yang sepertinya baru.
"mobil siapa ini mas?" tanya Aulia karena Nauval berjalan mendekati mobil itu.
" hadiah buat kamu sayang" ucap Nauval santai Aulia hanya mengerutkan keningnya.
" Aulia kan udah punya mobil mas?" tanya Aulia.
"ya nggak apa-apa itu mobil kamu sendiri, dan ini mobil buat kita sayang" ucap nauval.
"mas dapat uang dari mana?" tanya Aulia penasaran karena bukan apa-apa, yang Aulia tau gaji jadi guru tidak seberapa, Aulia takut suaminya menyelewengkan dana atau apa yang akan menyusahkan mereka suatu saat nanti.
"mas beberapa waktu lalu dapet proyek lumayan besar, desain rumah bos temen, katanya istrinya suka sama hasilnya makanya dihadiahi ini sebagai bonus"jawab Nauval, Aulia mengangguk kemudian tersenyum.
"yaudah, untung deh kalau uang halal" jawab Aulia membuat Nauval melotot.
"berarti kamu kira uang haram dari tadi?" tanya nauval.
"iya mas, hehehe, takut mas korupsi" ucap Aulia sambil tertawa.
"enak aja, nggak ada ya, kamu ini kok selalu gemesin banget sih" ucap nauval seraya menggelitik perut Aulia yang membuat Aulia ingin menghindar tapi segera Nauval peluk Aulia.
__ADS_1
"sayang, mas janji akan berusaha buat kamu bahagia, selalu disamping mas ya sayang, apapun yang terjadi " ucap nauval disela pelukannya dan diangguki oleh Aulia.