Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 64


__ADS_3

pukul 04.00 sore Aulia bangun dia tidak menemukan Naufal di sampingnya.


Aulia bergegas mandi dan salat asar.


setelah selesai salat dia berganti pakaian gamis warna hitam polos dengan model sederhana dan pas sekali di tubuh Aulia, ia juga memakai jilbab instan nya berwarna nude.


Aulia turun ke lantai bawah mencari suaminya tapi masih tidak terlihat, di lantai bawah juga tidak terlihat umi dan Abah.


"ke mana semua ya? "Aulia bertanya pada dirinya sendiri.


Aulia mencoba keluar mencari suaminya mungkin ada di luar pikirnya.


tapi setelah keluar di aula samping rumah abah tidak melihat ada siapa-siapa, Aulia mencoba masuk ke dalam pesantren di dekat rumah abah ada sebuah gerbang kecil, Aulia mencoba masuk karena jujur Aulia belum pernah melihat dalamnya pesantren ini.


dan setelah Aulia masuk banyak para santriwati berlalu lalang.


"ternyata ini asrama putri" batin aulia, ia pun melanjutkan langkahnya entah apa yang Aulia cari disini.


setiap berpapasan dengan santri Aulia tersenyum ramah, beberapa dari mereka juga tersenyum kembali karena tau Aulia ini calon istri Gus naufal.


"neng Aulia mau kemana?" tanya seorang santri putri yang saat itu berjalan sendirian.


"aku .. nggak tau mau kemana, tadi nya lihat-lihat aja, tapi kayaknya nyasar deh" ujar Aulia agak bingung mencari alasan.


"oh mau saya anter neng lihat-lihat pesantrennya?" tanya santri itu.


"boleh, kamu namanya siapa?" tanya Aulia sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"nama saya Winda" ucapnya sambil menyambut tangan Aulia.


"mari neng saya antar" ajak nya kemudian Aulia pun mengikuti langkahnya menuju masuk lebih dalam ke pesantren.


Winda memberitahu semua ruangan-ruangan serta kamar untuk santri putri dari luar. Winda kemudian mengajak Aulia ke kamarnya


Aulia terkejut, kamarnya tanpa ranjang, tapi ada beberapa kasur lantai yang di lipat rapi di pojokan.


"Win ini kamu tidur dimana? kok nggak ada ranjangnya, kasurnya juga" tanya Aulia yang baru masuk kamar Winda.

__ADS_1


"itu kan kasur neng, nanti kalau mau tidur kita gelar di lantai, terus setelah bangun tinggal di beresin lagi" jawab Winda.


"hah?? serius?" tanya Aulia shock. Winda mengangguk tersenyum menjawab pertanyaan Aulia.


setiap kamar di tempati 5 anak, dan setiap anak akan mendapatkan giliran membersihkan kamar mereka setiap hari, begitulah Winda menjelaskan kira-kira.


di kamar Winda Aulia tidak lama karena adzan Maghrib sudah akan berkumandang.


"aku pergi dulu ya win, makasih hari ini" ujar Aulia pamit pada teman barunya.


"iya neng, mau di anter nggak?" tawar Winda Aulia menggeleng


" nggak perlu, aku inget kok jalannya" tolak Aulia, setelah itu Aulia pergi ingin kembali ke rumah.


tapi di tengah jalan Aulia bertemu dengan Riska dan Dina, Aulia hanya mencoba tersenyum ramah saat papasan.


"kamu tau ris cewek yang suka dugem itu, aku lihat foto sama video nya di hp temen sekolahku lho" ujar Dina pas setelah melewati Aulia dengan suara lantang dan langkah yang pelan


"kamu lihat juga ya, ngeri deh, masa' perempuan begitu ya, joget-joget di kelilingi cowok-cowok bukan mahram nya" jawab Riska cepat agar Aulia tidak terlalu jauh pergi nya.


Aulia pun memelankan langkahnya ingin mendengar apa yang mereka bicarakan.


"iya aminn, apalagi sekarang dia ada di lingkungan kita, semoga pesantren ini nggak terpengaruh dengan pergaulannya ya" ujar Riska lagi.


Aulia mendengar semua obrolan mereka berdua, kalau Aulia yang dulu sudah pasti ia labrak di tempat, kalau sekarang dia harus bisa menjaga nama Naufal jadi Aulia harus menahan, tapi tidak di pungkiri hati nya sakit, apalagi hari ini ia sensitif parah, Aulia menangis tanpa suara di setiap langkah jalan pulangnya.


sampai rumah Naufal, umi dan Abah sudah di ruang tamu mereka ngobrol di sofa.


"assalamualaikum " ucap Aulia yang baru sampai karena melihat ada suami dan mertua nya di ruang tamu.


"waalaikumsalam " jawab mereka serentak. saat berjalan menghampiri mereka, Aulia menunduk sebentar lalu mengusap sisa-sisa air matanya dipipinya.


Aulia menghampiri Abah dan umi terlebih dahulu lalu mencium tangan mereka sopan, kemudian ia mencium tangan Nauval lalu duduk di sebelah suaminya tiba-tiba memeluk erat suaminya, sebenarnya Aulia tidak ingin memeluk Naufal tapi setelah obrolan Riska dan Dina barusan hatinya butuh kekuatan.


Naufal yang dilihat oleh umi dan Abah tidak enak.


"Sayang, jangan gini ya, ada umi sama Abah loh" ucap Naufal agar Aulia melepaskan, tapi bukannya di lepas Aulia malah memeluk lebih kuat, umi dan Abah hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya ini.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Naufal karena Aulia hanya diam tidak berbicara.


" Jangan tinggalin Aulia ya mas" ujar Aulia tiba-tiba.


"Nggak sayang, kamu baik-baik aja kan?" tanya Naufal mendengar pertanyaan Aulia yang aneh itu. Aulia hanya mengangguk


"Kamu kenapa nak? Nggak kenapa-napa kan? Apa mual lagi? " Tanya umi, Aulia pun menghadap umi, melepaskan pelukannya pada Naufal.


"Nggak kok umi" jawab Aulia.


"Nak, kamu jangan stress ya, takutnya kamu hamil tapi malah banyak pikiran seperti yang pertama, obrolin semuanya sama Naufal ya, jangan di pendem sendiri" nasihat umi pada Aulia karena takut kejadian pertama terulang lagi.


Mendengar ucapan umi Aulia meneteskan air mata, memang perasaan nya hari ini sangat sensitif.


"sayang, kok malah nangis, ada apa?" tanya Naufal khawatir.


"tadi ada yang omongin Aulia soal foto Aulia yang tersebar, sebenarnya gak apa-apa juga karena emang kenyataannya begitu tapi nggak tau kenapa kedengeran telinga sendiri itu Aulia ..." kalimat Aulia terhenti karena air matanya kembali luruh.


"hey, udah ya gak perlu di dengerin, kan kita semua ada buat kamu" ujar Naufal tidak tega melihat istrinya begini, umi sudah berkali-kali mengusap air matanya karena kasihan dengan anak menantunya ini.


"benar kata Naufal nak, kita semua ada buat kamu, jangan sedih lagi ya, biarkan saja orang lain menilai kamu sesuka dia, yang penting kamu sadar atas kesalahan kamu dan mau memperbaiki nya " nasihat Abah pada Aulia.


"tangisan taubat seorang pendosa lebih Allah cintai daripada tasbihnya orang sombong " lanjut Abah.


Aulia terdiam merenungi nasehat Abah. adzan Maghrib berkumandang Abah Naufal dan umi pun akan pergi ke masjid.


"sayang, mas ke masjid ya, hari ini kewajiban mas mimpin sholat" pamit Naufal.


"iya mas" jawab Aulia.


"umi sama Abah ke masjid juga ya nak, inget ya kamu jangan stress banyak-banyak istighfar " kata umi pamit pada Aulia


"iya umi" jawab Aulia umi dan Abah pun melangkah keluar.


"Aulia sholat dirumah ya mas?" tanya Aulia


"iya sayang, sholat di kamar aja" jawab Naufal kemudian Aulia mencium tangannya, karena melihat umi dan Abah sudah di luar pintu Naufal buru-buru mencium kedua pipi aulia terakhir di bibirnya sedikit.

__ADS_1


"jangan sedih lagi ya, assalamualaikum " ujar Naufal segera berjalan keluar takut tidak keburu.


"waalaikumsalam, mas Naufal tuh lucu banget" gumam aulia tersenyum setelah Naufal pergi.


__ADS_2