
" emmm. . maaf soal kata-kata saya tadi, saya hanya khawatir dengan murid saya karena takut kenapa-kenapa, maaf sekali atas yang tadi" ucap nauval to the point karena dia memang salah tidak menyaring kata-kata yang tadi.
"oke santai aja, kita ngerti kok" jawab anak punk itu.
ternyata benar kata Aulia, intinya jangan menghujat seseorang dari penampilan luarnya saja terbukti saat meminta maaf tadi mereka memaafkan dan tidak ada dendam sama sekali.
sekarang ia harus pikirkan caranya meminta maaf pada Aulia, karena Aulia sepertinya marah besar padanya.
Nauvalpun kembali ke sekolah ternyata Aulia tidak kembali, sepertinya dia pulang.
selesai sholat Maghrib Aulia segera ke pesantren untuk mengikuti pelajaran Madin nya tapi setelah jam 9 malam jam pelajaran selesai dan mengikuti sholat isya berjamaah Aulia di panggil umi Fatimah untuk kerumahnya, Aulia pun menyetujui karena tidak enak juga menolak.
" ada apa ya umi?" tanya Aulia
" ini nak, umi lagi mau ngajar santri perempuan untuk pelajaran kitab ta'lim, tapi umi lagi masak soto ayam ini kayak nya udah setengah, kamu tungguin dulu ya takut mendidih gaada yang matiin kompor, umi minta tolong" ucap umi.
"boleh dong umi" jawab Aulia tersenyum.
"makasih ya sayang, umi jalan dulu, assalamualaikum " ucap umi sambil berlalu, tidak lama kemudian Nauval datang mengejutkan aulia, tapi Aulia tidak berkata apa-apa.
"assalamualaikum " ucap nauval Aulia hanya menjawab pelan.
"kamu marah sama aku ya Lia? maaf ya soal yang tadi, saya takut kamu kenapa-kenapa, saya takut kamu di apa-apain sama mereka" jelas Nauval, Aulia hanya melihat pancinya melamun.
"Lia.. maafkan saya " ucap nauval sekali lagi.
"stop, gausah panggil saya Lia" jawab aulia tiba-tiba membuat nauval mendadak bingung.
__ADS_1
" maksud kamu apa? kenapa tiba-tiba gak boleh, dari dulu saya panggil kamu Lia" tanya Nauval.
"ya itu dulu, dan mulai sekarang gak usah, saya nggak suka panggilan itu" jelas Aulia membuat Nauval berjalan mendekati Aulia dan memegang lengannya pelan, tidak sekasar tadi sore.
"kalau gara-gara yang tadi sore saya benar-benar minta maaf, saya nggak sengaja bentak kamu dan tarik kamu kasar, saya benar-benar minta maaf" ucap nauval menunduk dengan cepat Aulia melepas tangannya.
"jangan pegang-pegang saya juga, anda sudah mau menikah, jadi lebih baik seperti kemarin, jauhi saya dan anggap kita tidak pernah dekat" tegas Aulia, dan nauval sekarang mengerti kemana arah pembicaraan Aulia ini.
"maaf Aulia, saya tidak bermaksud hanya memberi kamu harapan dan seenaknya meninggalkan kamu, tapi saya ..., " Aulia mengerutkan keningnya menunggu nauval melanjutkan penjelasannya yang sepertinya agak ragu untuk di ungkapkan.
"saya cerita ke Abah soal kedekatan kita, dan Abah meminta saya segera menikahi kamu, saya tau kamu pasti belum siap jadi saya bilang kalau kita akan menjalani hubungan ini seperti biasa saja, tapi Abah melarang dan menganggap hubungan yang saya maksud pasti pacaran, Abah tidak mau saya pacaran, dan beliau meminta saya menjauh dulu dari kamu sampai kamu siap menikah" jelasnya dan membuat Aulia kaget.
" saya juga belum yakin kamu mau menikah dengan saya, karena sepertinya saya bukan level kamu, saya nggak pantas buat kamu" ucap nauval, dan Aulia mengerti Nauval insecure setelah Aulia menyumbangkan uang pembangunan sekolah waktu itu, Aulia ingat sikap Nauval berubah setelah itu.
"saya pikir kamu kaya saja waktu itu, jadi saya PD PD aja nembak kamu, tapi saya salah, dan saya tidak pantas buat kamu" lanjutnya dan membuat Aulia semakin geram pada Nauval.
" terserah deh, gue gak peduli" ucap Aulia santai dan ia berjalan ke arah kompor untuk mematikan kompor nya karena dilihat sudah mendidih saat baru berjalan Aulia terpeleset karena ada air di lantai, bekas umi tadi memindahkan piring yang baru di cuci, dengan sigap Nauval menangkap Aulia sebelum jatuh kelantai seperti halnya berpelukan, Aulia berpegangan pinggang Nauval dan tangan Nauval berada di perut Aulia dan itu hanya beberapa detik karena ternyata ada yang berteriak.
Nauval dan Aulia segera melepaskan pelukan mereka, Aulia segera berjalan ke arah kompor mematikan kompornya takut nanti lupa.
"Nauval, jelaskan sama Abah" bentak Abah menghampiri Nauval begitupun pak Salim menghampiri Aulia yang sudah mengeluarkan air matanya karena takut akan bentakan Abah rohim. pak Salim segera mengusap punggung Aulia diapun memeluk pak Salim.
" nggak ada apa-apa bah, tadi Aulia kepleset Nauval cuma bantuin aja" jelas Nauval jujur.
"pak lebih baik mereka di nikahkan saja, sudah berani peluk-pelukan di ruangan berduaan lagi " kompor ustadz syamsuddin
"nggak ustadz, Abah, kita nggak ngapa-ngapain kok, tadi saya beneran kepleset dan pak Nauval hanya membantu!" Aulia sambil menangis dan tidak mau menikah dengan Nauval.
__ADS_1
" maaf Aulia, sepertinya hubungan pacaran kalian itu memang masih berlanjut dan Abah mau kalian menikah secepatnya, pacaran hanya buang-buang waktu dan mengumpulkan dosa" jelas Abah dan Aulia menggelengkan kepalanya tidak setuju.
umi datang langsung menuju dapur mendengar suara banyak orang di dapurnya.
"ada apa ini bah ko rame begini"! tanya Bu fatima yang baru saja masuk.
Abah pun menjelaskan tentang semuanya.
"bah kita nggak pernah pacaran, dan itu tadi kita sama-sama gak sengaja" sangkal Nauval.
"maaf gus Nauval, lebih baik kalian menikah saja, dari pada jadi bahan fitnah seperti ini " jelas pak syam.
"pak tolongin Aulia, Aulia nggak mau nikah"mohon aulia memegangi tangan bapak
"kamu serius ada hubungan sama Gus Nauval Lia?" tanya pak Salim
"nggak pak kita nggak ada hubungan apa-apa" jelas Nauval juga.
" maaf Aulia, kalian harus menikah, keputusan Abah sudah bulat, nikah siri saja dulu agar tidak membuat Abah khawatir akan kalian berdua" jelas kyai rohim, Aulia jadi semakin kencang menangis membuat Nauval iba pada Aulia.
"sekolah Aulia gimana pak?" tanya Aulia pada bapaknya tapi yang menjawab Abah rohim.
"kalian nikah siri aja, setelah Aulia lulus kita daftarkan ke negara?" ucap Abah.
umi baru datang membawa Bu Mira membuat Aulia menangis memeluk Bu Mira segera.
"buk tolongin Aulia buk, Aulia nggak peluk-pelukan buk, Aulia cuma kepleset tadi" adu Aulia pada ibunya agar ibunya mau membantunya.
__ADS_1
"Lia, maafin ibuk, kalian udah terlanjur ketahuan seperti ini, ibu nggak bisa bantu kamu "jelas Bu Mira menggeleng.
"mari, kita bicara di lantai atas agar lebih enak ngobrol nya" ucap Abah Seraya meninggalkan dapur diikuti yang lain.