
" fal" panggil Reno pada Naufal yang sedang memainkan ponselnya disebelah ruangan Aulia, Naufal menoleh sebentar.
"hmm" jawab Naufal
" sebenernya sih Aulia suruh gue kesini buat minta maaf sama Lo, tapi menurut gue nggak ada kata-kata gue yang nyakitin hati Lo sih seharusnya, gue ngomong gitu kan karena emang kenyataan nya gitu"
" ngga nyakitin gimana ren? Lo jelas banget hina gue tadi, seakan dengan gaji gue yang cuma jadi guru ini nggak mampu hidupin Aulia, " kata Naufal mengeluarkan uneg-uneg nya
"ya kan gue nggak tau, gue kan cuma nawarin Aulia, gue takut aja dia selama ini nggak bisa beli yang dia pengen, masa' gue nggak boleh mastiin kalo adek gue udah bahagia"
" bukan mastiin, itu namanya ikut campur, tapi Alhamdulillah sih, walaupun profesi gue yang menurut Lo itu cuma jadi guru itu masih bisa hidupin istri gue Sampe sekarang, kebutuhan dia keinginan dia nggak pernah kekurangan apapun "
"ya mana tau, dia kan terbiasa hidup mewah bergelimang harta barangnya nggak ada yang murah" tambah Reno lagi semakin membuat Naufal emosi
" heh gue bilangin ya sama lu, level atau tingkat kebahagiaan seseorang itu beda-beda, orang banyak duit itu relatif, jadi insyaallah istri gue bahagia hidup sama gue, dan Lo ngapain sih dateng kesini sebenarnya, gue tau ya Lo deketin Nabila itu cuma alesan Lo buat Deket sama bini gue, daripada istri gue makin benci sama Lo mending nggak usah deh jadi gue bilangin duluan, lo bakal makin di benci kalo Lo berhasil buat sahabat nya sakit hati !"
" hahaha, orang gue deketin Nabila tulus kok" .
" buaya banget lo, gue ini juga cowok, dan gue juga bisa liat tatapan Lo ke istri gue masih sama, Lo masih cinta kan sama dia, sekarang gue minta sebagai suaminya Aulia, mending Lo buang jauh-jauh perasaan suka Lo itu"
"kalo gue gak mau gimana ??" jawab Reno jahil
"kurang ajar"
bughh!!
Naufal meninju wajah Reno karena ia pun sudah lelah meladeni reno kini kesabaran nya sudah habis. kini Reno malah tersenyum tipis berhasil memancing emosi Naufal.
__ADS_1
" selama ini udah gue tahan-tahan ya Ren Lo yang selalu godain istri gue, chat-chat istri gue bahkan Lo ajak Aulia pergi dari gue, gue udah se sabar itu sekarang kesabaran gue udah abis buat Lo"
"hahaha, gue suka kayak gini, udah?? udah capek kan Lo pura-pura sembunyi di balik nama anak kyai dan calon kepala sekolah Lo itu, sekarang udah mulai keluar kan sifat asli Lo" ujar Reno membuat Naufal makin emosi ia mencengkram erat kerah baju bagian depan Reno.
" asal lo tau gue nggak pernah pura-pura ya Ren, gue ini cuma manusia biasa, gue juga bisa sakit hati kalo Lo mau rebut istri gue"
" banyak bacot Lo" Reno langsung memukul Naufal dan mengenai wajah Naufal, Naufal yang tidak terima pun juga ikut membalas mereka pun saling memukul satu sama lain,
"loh Gus... " Hasan dan Nabila kebetulan lewat hendak menghampiri Aulia tapi melihat Naufal dan Reno bertengkar Hasan langsung berlari ke arah keduanya hendak memisahkan mereka, Nabila yang di belakang Naufal langsung berlari mencari Aulia di meja tempat Aulia duduk tadi, Aulia pun kaget Nabila memberitahunya bahwa Reno dan suaminya sedang bertengkar, untung saja ruangan Aulia agak jauh dari tempat duduk pengunjung dan di lengkapi tembok pembatas jari tidak terlihat oleh pengunjung.
"mas Naufal kak Reno....!!" panggil Aulia yang sudah sampai di depan ruangan nya, kini ditengah-tengah mereka ada Hasan yang menjadi penengah tapi tatapan keduanya masih terlihat tajam dan saling marah.
wajah Naufal lebam di sudut bibir nya dan di bagian lainnya tapi tidak se banyak di wajah Reno, sepertinya tadi Naufal yang dapat jatah meninju paling banyak.
"apa-apaan sih. . Kayak anak kecil aja? kok bisa berantem kayak gini sihhh.." Aulia menggantikan Hasan berdiri di tengah-tengah mereka. Hasan dan Nabila pergi karena masih banyak pengunjung dan mereka yakin kalau sudah ada Aulia sudah aman jadi mereka permisi terlebih dahulu.
"heh Lo duluan yang mancing-mancing" kata Naufal yang sudah hilang kewibawaan nya menjadi anak kyai karena tidak ingin istrinya di rebut laki-laki lain.
"udah stopppp" emosi aulia keduanya pun terdiam.
"tadi kan aku suruh kesini buat minta maaf kenapa malah jadi berantem kak? kamu juga mas kenapa bisa mukul kak Reno sih" tanya Aulia tapi keduanya tidak ada yang menjawab.
"kalo kakak kesini cuma mau ribut udah deh mending pulang aja, bukan nya aku ngusir kak, tapi kakak juga ngertiin dong posisi ku ini aku baru buka cafe loh, kalo ada yang liat kalian ribut-ribut gini di cafe ku pada nggak mau dateng lagi gimana? "
Naufal memegang tangan Aulia, Aulia pun menoleh pada suaminya.
"maaf yang..." ujar Naufal tapi Aulia tidak menjawab apapun.
__ADS_1
"kakak minta maaf Lia, oke kakak nggak bakal ribut lagi, tapi kakak masih mau disini boleh ya, beberapa hari ke depan aja kok"
" eh Lo kok ngelunjak sih" tanya Naufal kesal.
" suka-suka gue dong" jawab Reno nyolot.
"ini kenapa sih pada kayak bocah semua, udah terserah kakak aja, ayo mas, mending kalian di pisahin dulu" Aulia membawa Naufal masuk ke ruangan nya dan langsung mendudukkan Naufal di sofa. Aulia lalu menelfon Nabila dan meminta nya es batu di antarkan ke ruangannya tidak lama Nabila datang membawa permintaan Aulia.
"aww.. tiati dong sayang .... sakit loh ini" ujar Naufal mengingatkan Aulia karena Aulia menekannya agak kuat.
"biarin.. biar kamu tau ini tuh sakit, besok-besok berantem lagi sana sekalian di ring tinju" oceh Aulia sambil mengompres wajah Naufal agak kasar membuat Naufal menahan sakit.
"iya maaf sayang, tapi pelan-pelan" ujar Naufal sedikit meringis.
"kenapa lagi sih mas, kamu sakit hati sama omongannya yang tadi? nggak usah di masukin hati lah, lagian kak Reno kan ngomong nya ngaco dia nggak tau gimana dapur kita, kamu juga selalu ngasih jatah bulanan sama aku lancar dan aku juga nggak pernah kekurangan " ujar Aulia
" ya gimana nggak emosi, dia terang-terangan di depan mas bilang cinta sama kamu dan ngeremehin mas dikira nggak bisa nafkahin kamu dan nggak bisa cukupin kebutuhan kamu" Naufal menceritakan nya pada Aulia.
" ya jangan di masukin hati mas, harus sabar, Kak Reno kan nggak ngerti"
"kamu mau belain dia apa gimana sih yang" kesal Naufal karena dari tadi Aulia menuntutnya untuk mengalah.
"ya kan kamu sendiri yang bilang harus sabar" Aulia agak menurunkan volume suara nya karena Naufal sudah mulai kesal.
"ya kan mas juga cuma manusia biasa, mas juga bisa marah, mas cuma mau perjuangin kamu kamu malah belain dia" ujar Naufal dengan wajah cemberut.
"yaudah, maaf deh kalo aku terkesan nyalahin kamu, tapi aku nggak mau mas berantem lagi sama kak Reno, gimana pun dia itu saudara ku, ngerti kan maksud aku"
__ADS_1
"ya tergantung, asal dia bisa jaga omongan nya " kata Naufal Aulia pun mengangguk.