Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 136


__ADS_3

sampai di rumah Aulia, Sam segera memarkirkan mobil Aulia di garasi rumah Aulia, sedangkan kunci nya ia bawa, pun dengan kunci mobil yang lain Sam bawa karena sudah di amanah kan oleh Naufal dan Aulia.


" bil gue nebeng motor Lo ya " ujar Sam, Nabila pun mengangguk lalu menyerahkan kunci motor nya pada Sam, mereka berdua pun berboncengan menuju cafe, Ririn berboncengan dengan nisa.


"eh Rin, itu kayak nya mas Sam suka ya sama Nabila?" tanya Nisa memulai obrolan kala mereka sudah melajukan motornya.


"tau .. iya kali" jawab Ririn malas.


" kamu cemburu ya Rin?" tanya Nisa


"nggak kok, ngapain cemburu sama mereka, nggak penting banget" kata Ririn pura-pura normal kembali.


" udah jujur aja sama aku Rin, kamu kan dari dulu udah suka sama mas Sam, kamu kalo lagi ceritain dia seneng banget kayak nya tuh" kata Nisa yang yakin jika sahabatnya ini ada rasa pada Sam, Ririn pun menghela nafas panjang.


" iya sa, tapi mau gimana lagi, mas Sam nya kayaknya sukanya sama Nabila bukan sama aku" ujar Ririn akhirnya mengakui perasaannya.


"emang kamu udah pernah nyatain perasaan kamu Rin?" tanya Nisa yang berada di boncengan belakang, Ririn yang sedang mengemudi kan motornya menggeleng.


"mana berani aku Nis, apalagi kamu tau sendiri mas Sam itu leader kita, salah satu orang yang kita hormati setelah mas Hasan, aku nggak ada keberanian buat ngomong kalo aku suka sama dia " jawab Ririn.


"terus kalo mas Sam jadiannya sama Nabila kamu gimana?" tanya Nisa, Ririn hanya mengendikkan bahunya, Nisa pun mengerti ia pun tak membicarakan kembali hal itu, keduanya pun sama-sama terdiam, Nisa berfikir ia akan bicara nanti pada Nabila mengenai hal ini agar Nabila mencomblangkan Ririn dengan Sam.


saat malam hari Zidan iseng-iseng menggunakan panggung yang tadi sudah Nabila dan nisa rapikan untuk menyanyi, ia memainkan gitar akustik serta menyanyikan lagu pop lawas tahun 2000 an yang ia improvisasi kan dengan sedikit nada reggae,.


Sam dan yang lain kaget ternyata Zidan pandai bernyanyi se enak itu, karena selama ini mereka mengamen ya hanya menggunakan suara pas-pasan, apalagi Zidan waktu itu masih kecil dan tak berani mengeluarkan suaranya saat mengamen, paling hanya memainkan ukulele.


semua penonton fokus mendengarkan suara Zidan, setelah berhasil menyanyikan satu lagu para penonton pun memberikan tepuk tangan dan bersorak meminta Zidan bernyanyi lagi.


awalnya Zidan bingung ia melihat ke arah Sam meminta persetujuan, Sam pun mengangguk memberikan izin untuk Zidan bernyanyi lagi.


Nabila pun langsung ada ide untuk merekam Zidan dengan ponselnya, ya meskipun ponselnya tak terlalu bagus untuk membuat video ia akan memanfaatkan kesempatan kali ini.

__ADS_1


setelah di persilahkan oleh Sam Zidan berinteraksi dulu dengan para pengunjung sekedar basa-basi meminta pengunjung menikmati dan Zidan mengucapkan beberapa kata-kata mutiara serta menanyakan apakah ada request lagu dari pengunjung, dan benar saja pengunjung di depannya langsung meminta Zidan menyanyikan lagu pop yang lain.


setelah setuju Zidan pun mulai bernyanyi, Nabila pun langsung dengan sigap merekam aksi Zidan bak videografer profesional.


awalnya Zidan malu melihat Nabila merekamnya dan ia sering memalingkan wajahnya dari kamera, tapi lama-kelamaan ia tak menghiraukannya.


sampai selesai semua orang memberikan tepuk tangan untuk Zidan termasuk Nabila, Sam dan yang lainnya, Zidan pun turun dari panggung setelah memberikan salam.


" Lo keren banget dan .., bagus banget suara Lo" heboh Sam Adi dan Rifki yang sebenarnya masih belum percaya dengan apa yang barusan terjadi.


" tapi itu suara asli Lo kan dan? Lo ngga ada pake autotune atau cuma rekaman kan ?" tanya Rifki sambil memeriksa bagian tubuh Zidan. Sam langsung menjitak kepala Rifki hingga membuat rifki mengusap-usap kepala nya.


" ya ngga lah, kapan juga Zidan ngerekam nya " kata Sam.


" hehehe, kan gue masih nggak percaya, habis nya enak banget suara Lo tadi, terus penampilan Lo juga bagus banget" ujar Rifki.


" hehe, nggak tau juga sih mas, aku iseng-iseng aja tadi" ujar Zidan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


.


.


" Alhamdulillah" ujar Aulia, Naufal dan yang lain ketika mereka sudah sampai di Makkah, setelah sampai mereka pun langsung di bawa menuju hotel untuk beristirahat terlebih dahulu dan besok waktunya mereka akan melaksanakan ibadah umroh.


besok nya semua nya berkumpul di lobby hotel dan dengan memakai pakaian ihram dan berniat.


sahabat Abah pun mulai menjelaskan dan mengingatkan beberapa hal untuk rombongannya dan sekalian berniat terlebih dahulu, setelah selesai mereka pun mulai menuju masjidil haram untuk melakukan tawaf di ka'bah.


Naufal menggendong Syifa, karena ia tak mau Aulia kelelahan menggendong. mereka pun melakukan tawaf dengan khusyuk, Aulia, Bu mira dan yang lain tak dapat menahan air matanya karena merasa masih tak percaya jika Allah memberikan mereka kesempatan untuk berkunjung ke rumahnya.


selesai melakukan sholat di depan ka'bah aulia menyentuh dinding Ka'bah yang sangat indah, air mata Aulia mengalir begitu saja, ia langsung di ingatkan kembali memori otak nya saat dulu ia suka berfoya-foya, membuka aurat kemana-mana, berpesta bersama orang-orang mabuk, kini yang Aulia rasakan adalah rasa menyesal yang begitu mendalam, ia pun tak berhenti berdoa kepada Allah semoga Allah mengampuni dosa-dosa nya dan berdoa semua apa yang ia harapkan dalam hidupnya, seperti, umur yang barokah, di beri kesehatan, di karunia i keluarga yang bahagia, Rizqi yang halal, mempunyai anak-anak yang Sholeh Sholihah dan di permudah segala urusan nya oleh Allah. ( semoga doa ini kembali pada kalian yang lagi baca ini ya guyss, amiiinnn)

__ADS_1


selesai tawaf mereka semua berjalan dan berlari-lari kecil dari Safa ke Marwah, tujuh kali bolak-balik. Dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Marwah hal ini di sebut sa'i.


selesai sa'i semua nya pun ber tahallul yakni dikerjakan dengan cara mencukur rambut. Hal ini merupakan tanda telah bebas dari larangan ketika ihram.


ibadah umroh mereka pun selesai, setelah menyelesaikan ibadah mereka rombongan mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan bersiap nanti akan sholat Maghrib di Masjidil haram.


" mas," panggil aulia pada Naufal saat keduanya sudah berada dalam kamar.


" iya kenapa sayang?" tanya Naufal.


" ternyata begini ya rasanya umroh" ujar Aulia.


" ya emang gini sayang, kenapa? kamu capek?" tanya Naufal lagi, Aulia menggeleng.


" aku seneng banget mas, bersyukur banget bisa dapet kesempatan kesini, dan ternyata rasanya bahagia banget, terharu, entahlah nggak bisa aku ungkapin pake kata-kata yang jelas masyaallah banget, hati aku pas tawaf itu kayak di aduk jadi satu, pantesan ibu pengen banget dari dulu ya" cerita Aulia dan kini telah meneteskan kembali air matanya. Naufal tersenyum menghampiri istrinya dan mengusap air matanya.


" tapi aku langsung ke inget dosa-dosa aku dulu mas, aku takut Allah ngga maafin aku" tambah Aulia lagi sambil sesenggukan.


"sayang, jangan su'udzon sama Allah, Allah itu maha pemaaf loh, asalkan kamu minta maafnya ikhlas, tulus dari hati kamu yang paling dalam dan berjanji nggak akan ulangin kesalahan kamu lagi pasti Allah maafin, jadi cukup kamu berdoa aja ya sayang" ujar Naufal Aulia pun mengangguk.


.


.


.


halo assalamualaikum, izin kenalin novel terbaruku ya readers, kalau ada yang minat baca silahkan, love you ya buat semuanya yang udah selalu setia meskipun update nya luama pol, maaf ya untuk itu, hehehe.


novel baru ku judulnya cinta yang salah by : seindah pertama, semoga ada yang minat baca ya🥰♥️


__ADS_1


__ADS_2