
Nauval menggantinya dengan jari telunjuk dan jari tengah lalu ia menambah temponya, Aulia terus menggeliat dan semakin mend*sah karena gerakan tangan Nauval benar-benar memabukkan.
"ahh.. mas.. Lia .. mau keluar.." Aulia mencapai pel*pasannya Nauval membiarkan jarinya sebentar didalam milik Aulia.
kemudian Nauval naik ke kasus Aulia langsung mencium bibirnya penuh hasrat. kemudian turun ke leher Nauval sampai ke bawah sudah melihat senjata Nauval berdiri tegak, Aulia segera meng*lum senjata Nauval, ia memaju mundurkan mulutnya sesekali meny*sap dan menjil*ti lubang kecil di ujung Juni*r suaminya.
"ahh... Lia .. enak banget sayang.. terus sayang... " racau Nauval.
karena pergerakan mulut Aulia sudah agak lambat Nauval menarik istrinya untuk terlentang, tanpa lama-lama ia segera membenamkan senjata nya yang besar dan panjang itu kedalam milik Aulia, Nauval menggerakkan pinggulnya dengan gerakan cepat, Aulia sangat suka jika tempo permainan suaminya ini agak cepat dan lumayan bringas, karena ini justru membuat Aulia Lebih puas berkali-kali lipat, Aulia sampai pelep*san berkali-kali dengan berbagai gaya bercinta mereka.
"sayang ... kita keluar bareng ya... ahhhhh"
merekapun mencapai pelep*san nya bersama setelah dua jam bercinta kemudian membungkus tubuh mereka dalam satu selimut dan saling berpelukan.
" mas kok mas ada-ada aja sih tengah malem gini ngajak olahraga" tanya Aulia
"lah kamu boboknya bikin mas pengen aja" jawab Nauval.
"ihhh... emang dasar mas aja yang nafsu an" kata Aulia mencubit lengan Nauval.
"ya kan nggak apa-apa nafsu sama istri sendiri"
"bisa aja ngelesnya"
"udah bobok aja yuk" ajak Nauval, Aulia pun menurut, ia tertidur pulas didada Nauval yang selalu jadi penghangat nya.
dua Minggu kemudian seluruh siswa kelas dua belas MA beserta guru-guru akan berangkat ke Bali untuk liburan.
sekarang Aulia sudah ada di bis, dia duduk bersama Nabila di bagian depan belakang supir, di samping kursinya ada Nauval dan pak affan, karena memang sudah Nauval yang mengatur agar tetap dekat dengan istrinya. tapi di belakang Nauval ada Lusi dan Susan, siswa yang pernah bertengkar dengan Aulia.
Aulia terlihat kesal saat bis mulai berangkat.
"kamu kenapa Lia, ada yang kelupaan?" tanya Nabila yang melihat daritadi Aulia melihat ponselnya sambil misuh-misuh.
mendengar Nabila bertanya Aulia segera menunjukkan ponselnya.
"siapa itu?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"temen-temen sekolah gue bil, mereka liburannya enak banget ke Korea, gue juga pengen, kalo ke Bali tiap hari juga bisa" rengek Aulia pada sahabat dekat nya.
Aulia pun tersenyum melihat Aulia yang kadang memang lupa kalau ia di desa.
"kamu ini, kirain ada apa" kata Aulia.
"pasti mereka bakal ke studio film di drakor-drakor itu, gue pengen banget kesana bil" katanya lagi.
"alah sombong banget, dikira semua orang punya uang apa?" kata Lusi tiba-tiba nyaut
"iya, ke Bali aja kita udah seneng ini malah sok-sokan pengen keluar negeri " jawab Susan
Aulia yang mendengar itu pun ingin segera memarahi dua teman kelasnya yang selalu membuat darah tinggi ini tapi langsung ditahan oleh Nabila.
Nauval yang memang duduk di kursi samping jalan di datangi Bu Alika dari arah belakang, Aulia juga duduk di kursi sebelah jalan membuat ia dan Nauval berdampingan.
"pak, ini saya bawakan bekal buat bapak" katanya menyerahkan kotak makan warna biru.
"cie cieee... udah pak, terima aja" sorak Lusi dan Susan membuat yang lain ikut menyoraki.
"Bu Alika sama pak Nauval cocok banget, kita dukung" imbuhnya.
karena banyak dilihat anak-anak Nauval terpaksa mengambil nya.
"terimakasih" katanya. dan itu membuat Aulia benar-benar marah, tidak bisakah dia menolak dengan alasan apa kek.
Bu Alika pun kembali ke kursinya.
"bil tukeran tempat boleh nggak gue ngantuk, aku malu kalau tidur disini" ajak Aulia pada Nabila, Nabila menurut, ia mau menukar tempat duduknya.
Aulia menutup wajahnya dengan jaket nauval yang sudah dia bawa dari rumah. dia bersandar di kaca bis itu kemudian tertidur, tapi sebenarnya di balik jaket itu Aulia menangis, entahlah, hatinya sensitif sekali.
Nabila yang merasakan tubuh Aulia bergetar segera memeluk sahabatnya itu, pasti karena gak liburan ke Korea pikir Nabila.
Nauval tau Aulia menangis, ia merasa bersalah sekali karena telah membuat Aulia sedih, tapi keadaan nya tadi membuat ia tidak bisa menolak, karena kalau di tolak Bu Alika pasti malu.
"sabar ya Lia, kamu kan punya uang, suatu saat nanti kamu pasti bisa ke Korea kok" bisik Nabila yang hanya bisa di dengar oleh Aulia.
__ADS_1
Aulia tidak bisa menahan tawanya, dia langsung membuka jaket di wajahnya yang penuh air mata, dia mengusap wajahnya tapi bibirnya tertawa karena ucapan Nabila tadi.
sahabat nya ini pikir Aulia menangis karena tidak ke Korea, membuat Aulia sedikit terhibur.
"Lo tuh sok tau banget sih bil" kata Aulia mencubit pipi Nabila yang tembem.
"ihhh.. lha terus kenapa kamu?" tanya Nabila.
"ada deh, udah yuk tidur " ajak Aulia kemudian menutup wajahnya kembali.
Aulia terbangun setelah tidur 4 jam, ternyata teman-temannya tidak ada yang tidur, mungkin karena excited ke Bali.
"pak masih lama ya?" tanya Aulia pada pak sopir
"masih lama neng, ini aja baru masuk Banyuwangi " jawab pak sopir.
"yahh.." keluh Aulia, karena jujur perutnya lapar sekali karena berangkat tadi ia tidak makan dulu, katanya sih nanti sebelum pelabuhan baru akan dapat jatah makan, tapi Aulia laparnya sekarang gimana dong ..
"ada ya orang baru bangun ngeluh, apa-apa ngeluh, mau jadi apa orang ngeluh terus gitu" Lusi menyindir tapi sangat keras mungkin satu bus ini dengar.
Aulia yang sudah tidak tahan dengan mulut pedas Lusi dan Susan langsung berdiri menghadap mereka karena memang posisi mereka di belakang bangku Nauval.
"eh Lo ada masalah apa sih sama gue, gapapa bilang aja, gue nggak pernah ya cari gara-gara sama kalian berdua, gausah main sindir-sindiran gitu, langsung aja sini ngomong sama gue anjing" kesal Aulia yang sudah tidak bisa menyaring kata-kata kotornya dengan nada membentak.
semua yang di bis pun diam melihat Aulia marah, mereka menonton dulu apa yang akan Aulia lakukan
"ya kamu itu dari tadi di denger-dengerin ngeluh aja kerjaannya" jawab Lusi yang ingin memperlihatkan kalau dia juga bisa garang.
"eh Lo nggak punya kerjaan banget ya ngurusin idup gue, itu urusan gue, gue tanya ke pak sopir ya karena gue udah laper, emang kenapa gak boleh, emang pak sopir nggak mau gue tanyain? dia aja jawabnya oke-oke aja tuh kok Lo yang sewot" cecar Aulia.
"sudah ya kalian berdua tenang, gausah bertengkar disini" ucap nauval yang ikut berdiri.
"udah Lia, duduk lagi aja" ajak Nabila menggenggam tangan aulia
"dia tuh pak yang ngata-ngatain saya anjing, kan dia ngomong kasar" bela Lusi
"iya Aulia, kamu itu selalu saja tidak bisa menjaga omongan, selalu seperti ini, memang susah kalau besarnya di lingkungan kurang bagus jadi nya gitu" ucap Bu Alika yang ikut berdiri.
__ADS_1
"maksud ibuk apa? lingkungan saya kurang bagus apanya?" ucap Aulia dengan nada tinggi
"Aulia..," kata Nauval agar Aulia berhenti, Aulia kaget Nauval memanggilnya memang tidak dengan nada membentak tapi agak dengan suara keras, kesannya dia membela Bu Alika.