
tapi entah kenapa sikap Nauval pada Aulia berubah semenjak itu, Nauval tidak pernah menanyakan kabarnya lagi lewat chat atau telfon membuat Aulia berpikir negatif pada Nauval
"apa jangan-jangan Nauval selama ini cuma PHP in gue" kesal Aulia yang akhirnya lelah menunggu Nauval menghubunginya setelah pulang dari ngajinya di pesantren.
"gila ya, dikira ganteng banget apa Sampek ngasih harapan sama gue, terus udah kepincut malah dia tinggalin gue gitu aja, dikira gue nggak cantik apa nggak ada cowok yang mau sama gue" kesal Aulia mengacak-acak rambutnya sendiri dikamar.
tidak lama kemudian notifikasi hp nya berbunyi menandakan ada chat masuk, Aulia segera membuka nya siapa tau Nauval menghubunginya.
ternyata notifikasi itu dari grup teman-temannya dari Jakarta.
"Aulia mucul dong" Andin
"apesih" jawab Aulia
" kita mau liburan ke Bali, ikut yuk kita kangen banget" ajak Andin.
"iya Aulia, ayok ikut biar formasi kita lengkap berlima" Icha
"kita jemput di tempat Lo ya, kita nyoba ke Bali jalur darat nih, biar perjalanannya seru" Andre juga.
Aulia berpikir dulu, dia sekolah nya belum libur sebenarnya, tapi bisalah nanti dia izin, okelah akan ia terima tawaran itu sekalian menjernihkan pikiran nya sejenak.
hari Sabtu malam teman-teman Aulia sampai dirumahnya setelah menempuh berjam-jam jauhnya perjalanan mereka, mereka akan istirahat dirumah Aulia beberapa jam, kalau sudah tidak terlalu capek mereka akan berangkat.
mereka memakai mobil Alphard milik ayah Icha yang membuat mereka nyaman diperjalanan.
Andin dan Icha tiduk dikamar Aulia yang sekarang ranjangnya sudah besar jadi tidak khawatir akan tidak muat, Faiz dan Andre tidur di ruang tamu.
hari minggu jam 10 pagi mereka berangkat bersama menuju pulau Bali menggunakan jalur darat dan dengan perjalanan yang lumayan lama.
setelah sampai mereka menginap disebuah vila milik keluarga Andre, Aulia sangat senang teman-temannya datang di waktu yang tepat saat Aulia sedang butuh healing.
Aulia benar-benar menikmati waktu berliburnya ini sekaligus quality time bersama sahabat-sahabatnya.
Andin, Icha Faiz dan juga Andre di Bali 2 Minggu, sedangkan Aulia satu Minggu saja sepertinya sudah cukup karena dia satu Minggu saja izin sekolah dan Madin nya, ia akan pulang kerumahnya dengan naik pesawat.
hari Minggu sore Aulia sampai di rumahnya , ia menghela nafasnya karena akan kembali dengan aktivitas nya lagi.
"nak makan malam dulu ayo" panggil Bu Mira dari depan kamar Aulia, agak lama sedikit Aulia membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"maaf Buk Aulia ketiduran" ucap Aulia saat membuka pintu.
"iya Ndak papa kok nak, ayo makan dulu" ajak Bu Mira menggandeng tangan Aulia menuju ruang makan.
saat ditengah makan malam Bu Mira mulai bertanya.
"gimana kerjaan kamu dibali" tanya Bu Mira
ah ya.... Aulia bilang ke ibuk bahwa ia ada kerjaan dibali, padahal sama sekali tidak ada, "maaf ibu membohongimu" batin Aulia
"lancar kok buk"jawab Aulia bohong lagi.
"oh iya.. kamu tau Ndak? Gus Nauval rencananya mau dijodohin sama putri kyai pesantren besar di Jombang" curhat Bu Mira.
deg!!
Aulia menaruh sendok dan garpu nya di piringnya, hanya sebentar tapi segera melanjutkan lagi.
"yaudah buk biarin aja" jawab Aulia menutupi hatinya yang seolah teriris, perihh...
" kok kamu kayak nggak seneng gitu sih ndok, ini kabar bahagia loh, nggak sabar banget lihat nak Nauval menikah" seru Bu Mira, dan membuat Aulia menahan air matanya.
"ehh... iya nak " jawab Bu Mira yang tidak mengerti akan sikap Aulia, padahal tadi tidak apa-apa. Aulia langsung menuju kamarnya dan mulai menangis.
setelah satu jam dia menangis menumpahkan perasaan sakit hatinya Aulia jadi kesal sendiri.
"gue gilak ya nangisin bajingan kayak dia, cuihhh sok ganteng banget " kesal Aulia mengusap air matanya kasar.
"pokoknya gue gak boleh lemah, gue cewek kuat, apalagi kita nggak pernah pacaran juga, masa' gitu aja gue nangis " kata Aulia sambil mengusap lagi pipinya karena tanpa persetujuan air matanya terus mengalir.
"oke, gue kuat, gue kuat, gue kuat, aaaaaa" kesal Aulia yang hatinya selalu berdenyut perih setiap mengingat wajah Nauval.
besok paginya Aulia pergi kesekolah seperti biasa dan hari ini jadwal Nauval mengajar di kelasnya, Aulia yang masih kesal sebelum Nauval masuk kelas ia membawa tasnya dan kabur dari sekolah, entahlah.. sekarang ini apa yang ada di otak Aulia ini.
nauval sangat marah saat mengetahui Aulia bolos dipelajarannya, padahal kata anak-anak yang lain Aulia tadi masuk, tapi sebelum Nauval datang dia keluar sambil membawa tasnya. Nauval akan mencari Aulia sekarang dia hanya memberinya tugas dan Nauval sendiri mencari keberadaan Aulia.
Aulia sendiri sekarang berada di gudang dekat lapangan desa sebelah untuk menunggu waktunya pulang.
tetapi tidak lama setelah dia duduk di bangku samping teras itu ada 4 anak muda, sepertinya anak punk atau pengamen atau apalah sebutannya itu, mereka kurus-kurus dan dengan penampilan khas anak punk duduk agak jauh dari Aulia dengan membawa beberapa botol bir dan arak.
__ADS_1
mereka minum arak itu bersama-sama, baru seteguk membuat mereka tidak mabuk, Aulia berbicara dengan mereka, karena sepertinya mereka minumnya santai.
" bang Lo minumnya oplosan gitu gak takut mati cepet bang?" tanya Aulia
"apaan loh anak kecil tau apa" ucap salah satu dari mereka.
"yakan cuma tanya bang" cemberut Aulia.
"ke holyswing Sono bang, asik kalau kesana" ucap Aulia
" emang Lo pernah kesana? kita aja nggak pernah" katanya lagi.
"ya seringlah, dulu sih tapi, sekarang aja udah kaga pernah" ucap Aulia lagi.
"seru banget nggak kalo Disana" tanya yang lain penasaran.
"seru banget lah, Lo bisa joget bareng yang lain, Trus DJ nya mantep-mantep banget" jelas Aulia
"kamu ngapain disini Aulia" ucap nauval yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Aulia dan membuatnya kaget, dan Aulia berusaha tetap cool.
" bukan urusan Lo" ucap Aulia
" bukan urusan saya gimana? kamu itu murid saya, tanggung jawab saya sebagai guru kamu" Aulia pun tersenyum kecut.
"gue lagi males belajar, udah puas sama jawaban gue? sekarang Lo pergi aja" jawab Aulia.
"apa-apaan kamu itu? kamu pikir sekolah gak punya peraturan? kamu harus di hukum, ayo ikut saya" Nauval yang marah langsung menarik kasar tangan Aulia, dan membuat tangan Aulia sakit.
" eh .. Lo bisa pelan dikit nggak sama cewek, Lo banci atau apasih?" ucap salah satu anak punk yang mengobrol dengan Aulia tadi.
"kalian gak usah ikut campur ya, kalian nggak tau apa-apa" ucap nauval lalu menatap minuman mereka yang ada di tanah.
" tau apa kalian? hanya berandalan " ucap nauval meremehkan, sebenarnya Nauval tidak bermaksud menghina mereka, dia hanya takut Aulia kenapa-napa, Nauval takut mereka akan berbuat macam-macam pada Aulia.
Aulia yang mendengar ucapan Nauval langsung menarik tangannya sendiri dengan kuat.
"heh.. bahkan mereka yang berandal aja masih tau cara memperlakukan perempuan, Lo jangan sok suci deh, gak semua orang baik masuk surga dan gak semua orang jahat masuk neraka, Lo kan terpelajar Lo pasti ngerti maksud gue" ucap Aulia sambil berjalan menjauh dari Nauval dan Nauval masih termenung dengan kata-kata Aulia tadi, sampai salah satu anak punk tadi berbicara.
" gilak tuh cewek, udah cantik, pinter dan gak lihat orang dari penampilan luarnya aja lagi, idaman semua cowok nggak tuh" tanya anak punk itu pada teman-temannya.
__ADS_1
"iya idaman banget" jawab temannya dan diangguki yang lainnya.