
"jadi mereka berdua kayaknya udah pacaran" ujar pak afan.
"nggak ustadz, kita nggak pacaran" sela Riska.
"ini sayang-sayang kok pesannya " pak Affan menunjukkan salah satu chat saat Riska memanggil sayang.
"jadi kamu bawa hp ris??" tanya Naufal Riska ragu untuk menjawab tapi bagaimana lagi, bukti sudah di depan mata dan ia tidak bisa berbohong lagi, ia pun terpaksa mengangguk.
"sini hp nya" pinta Naufal, Riska mengeluarkan hp dari sakunya dan di taruh di meja depannya.
"pak Affan, bisa tolong panggilkan Fahri sama Hasan di kamarnya??" pak Affan mengangguk dan segera berpamitan pergi memanggil Fahri ke rumahnya di sebelah pesantren dan memanggil Hasan di kamar nya. dengan mata masih mengantuk, Hasan dan Fahri ikut bergabung dengan pak kyai Naufal dan yang lain.
"Hasan, Fahri, dan pak Affan, saya boleh minta tolong??" tanya Naufal saat Fahri, Hasan dan pak Affan datang.
"tolong apa Gus??" tanya Hasan.
"sekarang juga, kalian geledah seluruh lemari santri-santri dan ambil punya siapapun yang membawa hp, untuk yang perempuan kalian bisa minta tolong ketua pengurusnya, untuk menggeledah, dan pastikan kalian awasi dengan serius, saya tidak mau kecolongan lagi " ujar Naufal tegas, membuat yang lainnya terkejut, Naufal selama ini terkesan kalem dan baik tidak pernah bersikap seperti ini membuat mereka sedikit takut dan segan.
" baik Gus, terus masalah Azka ini gimana?" tanya pak affan.
"kalau itu gimana keputusan abah, gimana bah??" tanya naufal.
" untuk Riska dan azka hubungi orang tua nya, besok pagi suruh kesini, kita bicarakan masalah ini besok bersama-sama, riska kamu balik ke kamar, Azka kamu balik ke rumah pak Affan, dan saya harap kamu tidak akan pernah kabur, karena laki-laki itu harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan" ujar pak kyai Azka dan Riska pun mengangguk. mereka pun berjalan beriringan menuju pesantren untuk menggeledah santri-santri yang membawa hp, dimulai dari santri perempuan, Hasan membangun kan ketua pengurus nya lalu ia meminta agar di bantu untuk menggeledah kamar-kamar santri.
ada beberapa santri yang terbangun karena suara Hasan dan yang lain, tapi mereka yang membawa ponsel tidak bisa berbuat apa-apa apalagi menyembunyikan ponsel nya karena sudah tidak ada waktu lagi.
lebih dari satu jam mereka menggeledah seluruh pesantren dan Naufal lumayan kaget karena lumayan banyak ponsel yang ia dapatkan, ada lebih dari dua puluh ponsel.
meskipun Naufal merasa bersalah dan merasa ia kecolongan menjaga santri-santri, kali ini ia akan menindak tegas agar para santri yang berani melanggar aturan ini bisa kapok dan tidak mengulangi ini lagi.
Naufal, pak Affan dan yang lain berkumpul di kantor untuk mendiskusikan masalah ini sampai tidak tidur.
saat subuh naufal memimpin menjadi imam sholat untuk para santri seperti biasa nya, tapi kali ini semua santri tidak ada yang berani bergurau, malah mereka diam semuanya apalagi melihat Naufal sangat-sangat dingin tidak senyum sama sekali tidak seperti biasanya apalagi setelah kejadian semalam yang tiba-tiba ada penggeledahan kamar.
__ADS_1
setelah sholat subuh Naufal masuk kamarnya ingin membangunkan istrinya agar sholat.
" sayang.. bangun..." Naufal menggoyangkan tubuh Aulia hingga Aulia terbangun.
"ee... mas... udah subuh ya??" Naufal mengangguk.
"kamu udah Solat??" Aulia mencoba duduk dan agak kesusahan karena perutnya sudah mulai membesar lalu Naufal dengan cekatan membantu nya.
"udah barusan di mesjid sama santri-santri " jawab Naufal Aulia pun mengangguk, tubuhnya bergerak berniat akan segera turun dari ranjang tapi Naufal langsung memeluk nya, menyembunyikan wajahnya ke dada nia.
"mas... kamu kenapa??" tanya Aulia heran tapi segera aulia tau apa yang Naufal pikirkan, ia pun merangkul tubuh suaminya mengusap-usap kepala nya.
"mas gagal jagain santri-santri yang... mas takut nggak bisa kedepannya.." tangis Naufal semakin sesenggukan di dada aulia.
"jangan gitu dong mas... mas tuh orang paling hebat menurutku ,. jangan pernah mikir kayak gitu ya?? kita semua lagi di kasih cobaan sama Allah mas yang sabar ya" Naufal mengangguk lalu mendongak. Aulia mengusap air mata Naufal.
Naufal mengecup bibir Aulia tapi langsung Aulia tolak.
"aku baru bangun, bau tau" Aulia langsung beranjak ke kamar mandi, cuci muka, sikat gigi lalu wudhu.
selesai baca Al Qur'an Naufal menceritakan kalau semalam ia menyita hp santri.
"jadi gimana menurut kamu yang? mau di hancurin depan mereka atau gimana?" tanya Naufal yang bingung.
"kayaknya jangan di hancurin deh mas, kasian tau orang tua nya beli pake duit, bukan daun "
"terus gimana ? biar mereka kapok gitu?"
"ya disita aja ntar orang tua nya di panggil satu persatu dan kamu kasih penjelasan gitu kenapa nggak boleh bla bla bla pokoknya Sampek orang tua nya nggak bakal kasih ke anak nya lagi"
"tapi itu menurut aku loh ya, mendingan mas diskusiin lagi aja sama guru yang lain" Naufal pun mengangguk.
"sayang.. boleh cium ya??" tanya naufal karena tadi tidak boleh.
__ADS_1
"boleh dong, kan sekarang udah wangi" Aulia langsung mendekat kan wajahnya pada wajah Naufal, mencium bibir Naufal, Naufal pun tak mau kalah, ia ******* bibir istrinya yang selalu membuatnya tenang.
Aulia pun sudah membuka kancing piyama nya sendiri dengan cepat. kancing baju Koko Naufal juga Aulia buka dengan sangat sexy dan menggoda. Naufal sedikit kaget karena tadi hanya minta cium tapi istrinya memberi lebih, kalau sudah begini Yasudah gaskeun. hehehe
"makasih ya sayang" ujar Naufal saat mereka selesai dan sedang berpelukan, Aulia tersenyum mengangguk.
"gimana, udah nggak sedih lagi??" tanya Aulia, Naufal mengangguk, karena setelah Aulia baca-baca kalau sesudah berhubungan intim itu tubuh akan mengeluarkan hormon kebahagiaan atau happy, jadi karena tadi suaminya sedang bersedih dan banyak pikiran Aulia sengaja berhubungan intim dengan suami nya agar sedihnya berkurang.
"yaudah yuk mandi" ajak Naufal Aulia mengangguk. Naufal langsung bangkit dengan tubuh polos nya dan menggendong istrinya ke kamar mandi, Naufal kemudian memandikan Aulia dengan sangat telaten.
Aulia dan Naufal turun bersama untuk sarapan, Disana sudah ada umi dan Abah.
"assalamualaikum " salam Naufal saat melihat kedua orang tua nya.
"waalaikumsalam, ayo duduk nak, sarapan dulu" ajak umi. Aulia dan Naufal duduk bergabung dengan Abah dan umi.
" Abah nggak keluar kota??" tanya Aulia karena kemarin uminya bilang kalau hari ini Abah ada jadwal ke luar kota.
"nggak nak, Abah batalin, disini ada masalah" jawab Abah.
" apa nggak sebaiknya Abah berhenti aja ngisi-ngisi pengajian nya bah? Abah kayaknya perlu banyak istirahat " tanya Aulia membuat semua yang disitu melihatnya.
"iya bah, Naufal juga udah sering bilang gitu, mending kalo ngisi yang disini-sini aja, kalo banyak ke luar kota kadang Naufal suka khawatir kesehatan abah" Naufal menambahkan karena memang itu sudah Naufal pikirkan beberapa tahun belakangan
ini.
"tuh kan bah, anak-anak aja bilangnya sama kayak umi, Abah tuh emang bandel sih" tambah umi
" gimana dong mi, jadwal sampai dua bulan ke depan udah ada mi" ujar Abah.
"yaudah bah, setelah dua bulan, ke depan-depannya jadwalnya kosongin ya, jangan bandel deh bah" ujar Aulia tidak sungkan untuk mengkhawatirkan mertuanya.
"tapi nak, mumpung masih di kasih kesehatan, cuma ini yang bisa Abah lakukan untuk menyebarkan Islam" mereka semua terdiam kalau Abah sudah bilang begitu.
__ADS_1
"yasudah ayo makan aja" umi membuyarkan obrolan mereka.