Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 131


__ADS_3

sesampainya di cafe Raisa dan Reno langsung menuju pemesanan dan memesan beberapa makanan dan minuman, sekalian makan malam di sini.


setelah memesan Reno pun menarik tangan Raisa untuk duduk di salah satu bangku di halaman luas nya.


" enak ya tempatnya ren, " ujar raisa dengan melihat sekeliling nya.


" hemm, selalu rame pengunjung lagi, liat aja satu jam lagi, udah nggak ada kursi lagi nanti" jelas Reno yang mengerti, karena ia sudah pernah kesini.


" pantes sih kalo di liat dari desain cafe nya ini, tapi kalo di liat-liat lagi sama aja deh sama cafe-cafe lain terus yang bikin rame itu apa ya kira-kira?" tanya Raisa sok menjadi pengamat.


" hemm, tempatnya bagus, makanannya enak dan murah, banyak fasilitas kayak toilet, parkiran luas sama musholla nya, lagian mau ngapain sih? sok-sok an banget tanya-tanya, kayak profesor lagi ngamatin aja" tanya Reno dengan cemberut.


"ya nggak ngapa-ngapain, dih tanya aja kenapa sih kok malah sewot gitu" cemberut Raisa balik pada Reno sambil mengibaskan rambut indah nya ke belakang dengan tangan kanannya.


" permisi kak, minumnya silahkan eeehh mas Reno .." ujar Nabila yang kini kebetulan menyuguhkan minum. Reno pun balik memandangnya begitu pun juga dengan Raisa.


"makasih ya kk," ujar Raisa membuyarkan lamunannya. Nabila pun tersadar lalu ia pun hanya mengangguk dan bilang permisi, lalu pergi dari situ.


"siapa lagi dia?" tanya Raisa agak judes.


"temen nya Aulia, emang kenapa, kepo banget?" Jawab Reno, yang kemudian fokus pada minuman di hadapannya lalu meminumnya.


Nabila langsung menuju kamar mandi, padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis, tapi ini hanya melihat nya duduk berdua bareng pacarnya saja sudah membuatnya menangis lagi, segera ia mengusap air matanya lalu segera ia mencuci muka nya dan kembali dengan ke dapur.


" kenapa bil?" tanya Sam baru datang, tapi melihat wajah Nabila yang seperti nya kurang semangat.


"ehh.. nggak apa-apa kok mas, yaudah mau anterin makan ya, yuk aku bantu" ujar Nabila, Sam pun mengangguk mereka kemudian sama-sama membawa nampan berisi makanan Reno lagi, dan lagi Nabila pun mengantarkan nya lagi ke meja Reno.


"Sam, apa kabar?" sapa Reno,.


"baik mas, mas sendiri gimana?" tanya Sam balik


"baik juga kok, " jawab Reno santai.

__ADS_1


"bawa pacar nya yang tadi ya mas?" tanya Sam, Reno pun mengangguk.


"oh yaudah kita permisi dulu mas" pamit Sam pada Reno, Reno pun mengangguk segera Sam berbalik lalu merangkul pundak Nabila, Nabila yang kaget pun langsung melihat ke arah Sam, Sam hanya tersenyum lembut sedangkan di belakang Reno melihat Sam yang merangkul Nabila.


" mungkin dulu Nabila nolak aku karena udah suka sama Sam kali ya" batin Reno, tapi syukurlah kalau Nabila memang benar-benar tidak menyukai nya, setidak nya Nabila tak perlu sakit hati pikir nya. ( heh Reno, itu pikiran kamu yang bodoh ya, udah baperin anak orang curi ciuman pertama nya, eh ternyata cuma PHP, dasar anj*Ng bandit kau Reno😡😡) maap ya gess, author kesel soalnya sama si Reno, pen nyubit usus nya, wkwkwk.


" sabar ya" ucap Sam pada Nabila, Nabila pun hanya mengangguk.


" makasih ya mas" jawab Nabila, kini gantian Sam yang mengangguk.


.


.


.


" buk.." panggil Naufal pada Bu Mira saat berada di rumah nya.


" itu di panggil Aulia buk" ujar Naufal, Bu Mira pun langsung bangkit dari duduk nya, lalu tanpa bicara lagi segera ia bangkit dan menemui Aulia di kamar nya yang tadi berpamitan untuk menyusui anak nya di ikuti Naufal.


"kenapa Aulia?" tanya Bu Mira pada putri nya.


" buk... dada aku yang kemarin put*ng nya sobek kayak nya makin parah, ini aku nggak bisa nenenin, tapi dada aku juga kalo ngga di nenenin makin sakit... gimana ini Bu, aku bingung.." ujar Aulia dengan mata berkaca-kaca menahan rasa sakit dada nya.


" sini ibu cek sayang" dan benar saja, setelah Bu Mira menyentuh dada Aulia dada tersebut benar-benar keras dan Bu Mira tau itu pasti rasanya sangatlah sakit.


" Naufal, tolong kamu beliin pompa asi nak, kasian ini Aulia nya kesakitan " pinta Bu Mira pada Naufal.


"langsung sekarang Bu?" tanya Naufal Bu Mira pun mengangguk.


"iya sekarang cepetan" kata Bu mira Naufal pun segera berpamitan dan dengan terburu-buru pergi keluar.


" coba di kasih langsung bisa nggak nak? mau ya, biar sekarang nggak sakit-sakit banget di dalemnya" kata Bu Mira, Aulia menggeleng, air matanya sudah mengalir.

__ADS_1


umi Fatimah dan Tante Maya pun ikut masuk ke kamar Aulia.


" kenapa mir kok Naufal buru-buru keluar ?" tanya umi penasaran.


" ini mbak, aku suruh beli pompa asi, Aulia put*ngnya sobek, nggak bisa nenenin" jawab Bu Mira.


"Lok kok nangis sayang??" tanya Tante Maya.


" dada ku sakit Tan, " jawab Aulia.


" iya mbak, kasih tau dong mbak itu, kalo nggak di nenenin ke anak nya makin sakit kan?" ujar Bu Mira menyuruh Maya membujuk putri nya.


" iya Lia, kali nggak di nenenin sekarang kamu makin sakit nanti" jawab Tante Maya membuat Aulia makin menahan nafas.


" tapi Tan.." ujar Aulia ragu


" sayang .. sebenarnya umi juga nggak tega, tapi yang di bilang ibu sama Tante kamu itu bener loh, dan semua ibu pasti ngerasain hal itu" tambah umi Fatimah.


akhirnya setelah berfikir sebentar Aulia pun mengangguk, lalu ia mulai membuka lagi kancing piyama nya dan Bu Mira pun meletakkan baby nya di pangkuannya, dan dengan lahap Shifa pun mulai meminumnya.


tangan Aulia langsung memegang tangan ibu nya, dengan keras, bahkan air mata nya tak dapat di bendung kala bayi nya mulai menyedot ASI nya.


"buk.... sakit....." tangis Aulia.


"tahan ya nak, pasti lama-lama nggak kok" jawab Bu Mira berusaha menenangkan Aulia.


memang benar di dalam yang tadi nya keras dan terasa sakit itu perlahan menghilang, tapi rasa sakit di put*ngnya tak kunjung hilang, dan tak seperti yang ibu nya katakan, dan dengan terpaksa Aulia menahan rasa sakitnya dengan sekuat tenaga.


" Bu ini udah lama tapi kok masih sakit sih?" tanya Aulia.


"udah sabar aja, nggak apa-apa kok, lama-lama kamu terbiasa juga sama sakit nya" kata Bu Mira.


" yang sabar ya nak, atau kalau dada nya yang tadi keras udah mulai nggak sakit lagi kamu copot aja, nggak apa-apa, sambil nunggu Naufal sayang" jawab umi, Aulia pun akhirnya mengangguk, ia sudah tidak tahan lagi dengan sakit nya.

__ADS_1


__ADS_2