
Setelah salat Dzuhur Aisyah dan keluarga nya hendak berpamitan, Aulia dan Reno masih berdiskusi apakah Aulia akan ikut pulang atau masih ingin disini.
" Aku ikut aja kak, aku juga masih belum terbiasa sama keluarga ini" ucap Aulia sambil menangis pelan
"Kamu masih mau disini ya, mata kamu gak bisa bohong Lho Lia " tanya Reno
" Menurut kak Reno aku harus gimana? Sisi Lain aku bener-bener asing sama semua ini, sama keadaan ini, aku takut, tapi hati kecil aku ragu untuk pulang ke Jakarta" ucap Aulia mencurahkan isi hati nya
" Lebih baik kamu disini dulu ya Lia, kakak akan tunggu seminggu di Surabaya, setelah seminggu kamu yang memutuskan tinggal disini atau ke Jakarta, nanti kakak telfon papa untuk menjelaskan semuanya" ucap Reno
"Iya deh gitu aja, seenggaknya aku gak nyesel udah tinggal seminggu disini" yakin Aulia
Akhirnya Aulia tinggal di rumah orang tua nya seminggu. Bu Mira, pak Salim dan Fahri sangat senang keputusan dengan keputusan Aulia ini, mereka akan menggunakan waktu satu Minggu ini untuk membuat Aulia betah disini.
"Ini kamar kamu ya nak, ini udah ibu siapkan dari ibu pindah kesini, karna ibu yakin kalau Allah pasti bisa mengembalikan kamu sama kita " ucap Bu Mira sambil menangis
"Iya Bu, sudah ya jangan nangis lagi, ibu nanti capek" ucap Aulia sambil tersenyum untuk menghibur ibunya.
"Iya Bu jangan nangis lagi, sekarang anak kita udah balik, dan tiap malam tangisan kita bertiga di ijabah sama Allah" ucap pak Salim sambil tersenyum melihat Aulia
"Hehehe, iya Alhamdulillah pak, ibu gak nangis lagi kok"ucap Bu Mira sambil mengusap air mata nya.
Ucapan bapak nya menyentuh hati Aulia, jadi mereka menangis setiap malam agar aku kembali, Aulia diam merenungi itu.
"Anak perawan gak boleh ngelamun ya" Fahri mengagetkan Aulia dari belakang setelah dari ruang tamu tadi membereskan kursi-kursi.
"Eh enggak kok, aku panggilnya apa nih, kakak atau apa?" Tanya Aulia ke Fahri
"Terserah kamu aja dek, Kakak atau Abang juga boleh" ucap Fahri sambil tersenyum
"Kakak aja deh" ucap Aulia dan Fahri pun mengangguk
"Oiya pak buk, aku lupa baju-baju ku ada di hotel Surabaya aku lupa jadi gak punya baju sama sekali ini" ucap Aulia yang sudah duduk di kasur, kasur lantai di dalam kamarnya, kasur nya lumayan tebal tapi tidak besar, ukurannya hanya untuk satu orang.
"Kamu mau beli baju? Nanti biar kak Fahri antar ya nak" ucap pak Salim
__ADS_1
"Iya boleh dek pak, soalnya bener-bener gak bawa baju satupun nih, di tas cuma bawa hp sama dompet aja" jawab Aulia
Sekitar jam 4 sore Aulia akan pergi beli beberapa potong baju karena tidak mungkin menyuruh kak Reno balik mengantar bajunya, setidaknya cukup untuk seminggu ini.
Fahri sudah siap dengan motor matic nya di depan rumah, setelah cuci muka Aulia hanya pakai lip balm yang selalu ada di tas nya, karena pun hanya itu yang di bawa, semua perawatan wajahnya ada di kopernya yang benar-benar lupa di bawa.
Aulia keluar dari kamar nya menuju luar untuk berangkat terlihat Fahri berbincang dengan seseorang laki-laki saat melihat Aulia diapun segera memanggil.
"Ehh dek, sudah siap ayok berangkat kalau begitu" ucap Fahri, orang di depan Fahri itu melihat Aulia dan langsung membuang muka, ya laki-laki itu, Aulia ingat wajahnya, yang pernah tidak sengaja tidur seranjang dengan nya, Aulia kaget tapi langsung membuang muka juga. Diapun pergi dari sana
"Aku kedalam dulu ya Fahri"
"Ehh iya gus" jawab Fahri, padahal dia ingin memperkenalkan Aulia tapi ya sudahlah nanti saja
"Kak kok naik motor sih, ini kan matahari nya masih agak panas, kakak punya mobil kan" ucap Aulia merengek Karena setelah diajak ke Jakarta Aulia tidak pernah naik motor jadi sudah kurang biasa, menurut Aulia.
" Gak punya mobil Aulia sayang, kan yang penting nyampek " ucap Fahri sambil terkekeh, Fahri sangat bahagia karena sudah sekian lama dia menunggu adik nya ini, dan inilah yang Fahri tunggu, adik yang merengek saat meminta sesuatu.
" Ishh... "Ucap Aulia cemberut, saat akan menaikkan kaki nya ke motor laki-laki yang tadi berbincang dengan Fahri berbicara.
"Kalau kamu mau pake mobil Abah ini ada Fahri, Abah gak lagi pergi kok" ucap nauval menawarkan fahri
" Ihh kakak gimana sih, ini di tawarin kok" ucap Aulia kesal
"Nggak usah Aulia pake ini aja" ucap Fahri, Aulia pun menaiki motor Fahri lalu Fahri pun menjalan kan motor nya.
"Mari Gus saya berangkat dulu" ucap Fahri Nauval pun mengangguk
Aulia mengelilingi pusat perbelanjaan yang menurut Aulia kecil, Karena di Jakarta mall itu berkali-kali lipat lebih besar, saat Aulia meminta mencari mall yang lebih besar Fahri tidak bisa membantu karena katanya harus ke kota Surabaya dulu baru ada mall yang lengkap, karena tidak ada pilihan lain Aulia terpaksa pasrah.
Aulia memilih beberapa potong setelan dan dress, Fahri tidak menemani Aulia karena dia sedang mencari sesuatu. Saat Aulia sibuk memilih Fahri datang dengan sebuah dress muslimah berwarna dusty pink Fahri menyerahkan kepada Aulia dan menyuruh Aulia mencobanya.
"Coba ini ya Aulia" perintah Fahri
"Nggak kak, bajunya kampungan deh" jawab Aulia cepat
__ADS_1
"Ihh, kakak pengen beliin kamu ini, ayo dong .. mau ya .." paksa Fahri
"Yaudah" ucap Aulia mengambil baju di tangan Fahri. Aulia mencobanya
"Cantik banget adek kakak" ucap Fahri bangga
"Emang dari lahir" pede Aulia sambil mengibaskan rambutnya menanggapi candaan Fahri.
"Yuk kak bayar, udah nih kayaknya udah cukup" ajak Aulia
Dilantai bawah tersedia minimarket, Aulia membeli juga beberapa peralatan mandi, skincare dan sebenarnya yang merasa diperlukan.
Setelah selesai membayar Fahri akan mengajak Aulia makan, tapi karena adzan Maghrib berkumandang Fahri mengajak nya salat dan mampir di sebuah masjid, Aulia yang memang sedang berhalangan menunggu di luar. Setelah makan merekapun pulang karena Aulia sudah kelelahan dan Fahri juga ada jadwal mengajar habis isya' mereka sampai rumah sebelum adzan isya.
"Assalamualaikum" ucap Fahri saat masuk ke rumah
"Waalaikumsalam " ucap Bu Mira karena hanya ada Bu Mira di rumah pak Salim sedang mengajar di pondok pesantren sebelah rumah mereka.
" Aulia sudah makan belum? Capek nggak tadi jalan-jalannya sayang?" Tanya Bu Mira lembut, dan membuat hati Aulia sangat tersentuh dengan perhatian -perhatian kecil ibunya ini.
"Sudah Bu, tapi ga asik Bu" ucap Aulia mengadu melihat Fahri menyalami tangan ibunya Aulia pun ikut menyalami.
"Loh gak asik gimana nak, kamu kasih makan apa Aulia RI? Nggak kamu kasih macem-macem kan?" Tanya ibu sambil menatap tajam Fahri, melihat Fahri yang di semprot ibu Aulia sangat senang dan menjulurkan lidahnya ke kakaknya itu dan langsung tertawa melihat wajah kesal Fahri
" Ih nggak Bu, nggak Fahri kasih macem-macem, tadi cuma di bawa makan di pinggir jalan pecel ayam, tadi nya mencak-mencak gak mau, lah pas udah tau rasanya nambah masa' Bu, mana perempuan begitu makannya kayak kuli huh" ucap Fahri yang semangat menceritakan tentang marahnya Aulia saat di bawa makan pinggir jalan, tapi waktu sudah tau enaknya malah nambah.
Ibu yang mendengar itu tertawa
"Masyaallah nak, kamu lucu sekali" ucap ibu dengan mencubit gemas pipi Aulia pelan
"Fahri mau ngajar dulu ya buk, assalamualaikum" pamit Fahri
"Iya nak, waalaikumsalam " jawab Bu Mira
"Kamu capek nak? Masuk kamar sana, istirahat nak" ucap Bu Mira sambil mengusap rambut Aulia lembut
__ADS_1
"Bentar lagi buk,Lia masih pengen duduk disini dulu, ngelurusin kaki" jawab Aulia menyenderkan kepalanya ke kursi sederhana diruang keluarga.
Bu Mira yang melihat Aulia kelelahan pun memijat tangan Aulia Pelan, sederhana memang tapi bagi Aulia ini sangat mendebarkan.