Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 81


__ADS_3

Naufal segera mengerti Aulia tidak mood karena barusan ada Bu Alika, Naufal menggenggam tangan Aulia dan tersenyum seakan mengatakan aku milikmu.


Aulia membalas senyuman suaminya dan mengangguk. teman-teman Aulia kelas A dan B juga turut hadir karena Aulia memang mengundang mereka, Nabila bahkan menangis memeluk Aulia mengucapkan selamat dan berdo'a yang terbaik untuk Aulia.


Ririn dan yang lainnya bahkan ingin menyumbangkan lagu tapi ternyata tidak ada organ tunggal, karena Abah hanya mengundang grup qasidah modern, jadi tidak ada lagu dangdut seperti keinginan teman-teman Aulia.


setelah puas berfoto-foto dengan pengantin Nabila dan yang lainnya turun, Nabila ingin mengambil minum karena haus, Nabila akan mengambil jus jeruk yang ada di meja prasmanan, tapi saat tangannya akan sampai ada tangan besar yang mendahului nya sontak Nabila menoleh ke depannya terlihat laki-laki rambut gondrong macho di depannya sedang meminum jus jeruk menaikkan alisnya.


"maaf ya, saya haus banget dari tadi belum sempat minum" ujar Reno setelah meminum jus nya.


"iya gak apa-apa" Nabila agak kesal kemudian mengambil minuman yang lain di situ juga dan akan melangkah pergi mencari tempat duduk.


"eh nama kamu siapa?" tanya Reno menghentikan langkah Nabila. Nabila pun berbalik menghadap Reno


"Anda siapanya Aulia?" tanya Nabila karena ia kurang nyaman berkenalan dengan orang asing.


"saya kakak sepupu nya, kenalin, Reno" Reno menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan gadis di depannya.


"ohh, saya Nabila " Nabila menerima uluran tangan Reno.


"saya permisi dulu kak" tanpa menunggu jawaban Reno Nabila pergi dari sana dengan jantung berdebar-debar.


di tengah acara tiba-tiba grup qasidah nya berhenti lalu merapikan panggung.


"udah mau selesai ya mas? itu yang sholawatan udah berhenti, akhirnya aku bisa istirahat bentar lagi"tanya Aulia pada Naufal.


"belum yang, ini aja baru jam delapan " jawab Naufal, membuat Aulia menghembuskan nafas kasar.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam pak kyai yang ada di panggung.


Aulia melotot, kaget dan tidak percaya, ustad favoritnya ada di acara pernikahan nya.


"mas... itu..." Aulia terbata-bata Naufal tersenyum melihat wajah Aulia dan mengangguk.


dengan kacamata hitam menghiasi wajahnya dan dengan ceramah yang menyejukkan hati menuntun perdamaian diantara sesama manusia dan tidak lupa membahas tentang pernikahan, Aulia sangat senang ia bisa mendengar kan langsung ceramah Gus itu.


tiga puluh menit beliau berpidato dan selama itu pula para tamu mendengarkan nya, apalagi tamu-tamu Abah banyak dari kalangan kyai-kyai.


setelah selesai berpidato Gus itu menyalami Abah dan teman-teman Abah yang lain bahkan sepertinya ngobrol santai seperti sudah dekat, Aulia sudah tidak sabar untuk segera berfoto ia dengan cepat turun dari pelaminan, untung saja gaun yang ia pakai tidak terlalu berat dan menjuntai kebawah.

__ADS_1


Naufal kaget segera mengikuti Aulia yang sudah berjalan cepat Gus yang masih ngobrol dengan Abah.


"assalamualaikum Gus, boleh saya minta foto" ujar aulia karena terlalu excited sampai melupakan ada Abah juga.


"ee.. maaf bah Lia ganggu ya" ujar aulia yang baru sadar.


"waalaikumsalam" jawab Gus dan Abah. Naufal sudah berdiri di belakang Aulia.


"assalamualaikum, maaf Gus, bah, Aulia katanya suka dengerin pidato Gus, jadi pingin foto katanya, maaf sekali kalau mengganggu " Naufal bicara sambil menunduk.


"boleh dong, ini pengantin nya ya, masyaallah ini Naufal anak pak kyai?" tanya Gus pada Abah.


"iya Gus, kamu masih inget nggak waktu Abah ajak ke Jogja ke pondok pesantren nya fal?" Naufal mengangguk tersenyum.


"ingat bah, Alhamdulillah masih bisa di pertemukan kembali ya Gus"


" iya Alhamdulillah, ayo fal, naik ke pelaminan aja fotonya, ayo pak kyai dan keluarga juga, buat kenang-kenangan " ajak Gus kepada Naufal, mereka pun menuju ke pelaminan kembali.


"ini istrinya langsung turun aja fal, kenapa nggak nunggu aja saya kesana" tanya Gus pada Naufal saat berjalan ke pelaminan, Aulia mengikuti nya dari belakang.


"iya Gus, katanya nggak sabar, dia suka banget sama ceramah-ceramah nya Gus, katanya anak muda banget" Naufal menjelaskan sambil tertawa.


"Alhamdulillah, semoga kalian pernikahan nya sakinah mawadah warahmah ya" doa Gus.


"Amin " Jawab Aulia dan Naufal.


setelah berfoto Gus pun pulang karena ada kepentingan lain, lama-lama tamu juga sudah banyak yang pulang, Aulia juga sudah sangat lelah, Naufal kemudian mengajak Aulia ke kamar pengantin mereka.


"mas Lia capek banget" Aulia segera berbaring di ranjang saat memasuki kamar yang sudah dihias untuk malam pertama.


"iya sayang, mas juga capek, tapi kamu ganti baju dulu ya, ntar mas pijitin " ujar Naufal menanggalkan semua pakaiannya dan masuk kamar mandi.


Naufal keluar memakai kaos oblong nya dan sarung yang sudah di ambilnya dari koper. saat keluar ternyata Aulia sudah terlelap.


"sayang, kamu ganti baju dulu ya, nanti nggak nyaman pakai baju ini" Naufal mencoba membangunkan Aulia, Naufal pun mencium bibir Aulia agar segera bangun.


Aulia bangun dengan mata masih terpejam. akhirnya Naufal menggantikan baju Aulia.


"sayang, bersihin wajah kamu gih, katanya nggak bagus tidur pake makeup " Naufal membuka resleting punggung Aulia.

__ADS_1


"hemm" jawaban Aulia dengan mata masih terpejam setengah sadar. Naufal mengguncangkan tubuh Aulia dengan agak keras agar segera bangun, dan akhirnya Aulia terpaksa membuka mata.


segera ia menanggalkan pakaian yang sudah Naufal buka setengah dan segera menuju kamar mandi.


Aulia keluar dengan memakai night robe dress warna merah tua membuatnya jauh lebih sexy.


" udah mas" Aulia kemudian membaringkan tubuhnya kembali di ranjang hotel.


Naufal juga sudah menunggu nya Disana.


"sini sayang " Aulia masuk ke pelukan suaminya.


"capek?"


"banget mas".


"mas pijitin ya?"


"mas nggak capek??" tanya Aulia menatap suaminya.


"capek juga, tapi demi kamu apasih yang nggak" ujar Naufal tersenyum dan mencium pipi Aulia. lalu dengan cepat merubah posisi duduknya bersiap memijat kaki Aulia.


"makasih ya mas, tapi boleh nggak pijitin punggung aku dulu, sakit banget ini" ujar Aulia mengusap punggung belakang perutnya diatas pinggang nya. tangan Naufal segera beralih ke bagian yang di tunjuk Aulia, Naufal memijatnya dengan perlahan.


"dari kapan sakitnya yang?"


"dari tadi sih, tapi Lia tahan"


"kok nggak bilang sih, ini pasti kamu kecapean" Naufal menggerutu.


"kan masih banyak tamu mas, nggak enak Lia ngomongnya"


"ya kan kamu bisa istirahat sayang, biar mas yang temuin tamunya, apalagi kamu lagi hamil dan gabisa capek-capek " dumel Naufal lagi.


"udah mas, pijitin aja, ntar kalau mas ngomel terus malah tambah sakit"


"kamu nih kalau di bilangin" Naufal mencubit pelan pipi Aulia.


"mas pakein minyak kayu putih ya biar anget" Aulia mengangguk setuju.

__ADS_1


Naufal pun mengambil minyak kayu putih di tas Aulia lalu segera memijat Aulia kembali.


__ADS_2