
Naufal sebenarnya sangat kesal pada cerita Hasan tadi, ia sangat ingin menghajar Radit, bisa-bisanya dia ngomong gitu. pikiran Naufal yang tidak karuan membuatnya jadi tidak konsentrasi mengerjakan pekerjaannya, ia akhirnya pulang tanpa menunggu waktu bel pulang.
sampai rumah ternyata Aulia belum pulang, Naufal pun berbaring di ranjang mengistirahatkan tubuhnya dari lelah.
saat sedang memikirkan apa yang besok akan ia lakukan pada si Radit tiba-tiba ponsel Aulia berdenting tanda ada pesan masuk,
"kayaknya ada di dalam tas nya" ujar Naufal karena mendengar dentingan itu dari dalam tas Aulia. Naufal pun mengambil hp Aulia, selama ini Naufal tidak pernah mengecek hp istrinya karena memang tidak pernah ia berpikir macam-macam pada Aulia. ternyata Reno yang chat Aulia lewat aplikasi hijau.
"sayang, kakak kangen"
itu yang Naufal lihat dari luar, Naufal penasaran apakah isi pesan semuanya, apalagi Naufal tau Reno ini menaruh hati pada Aulia.
"kayaknya boleh deh aku buka" Naufal mencoba memikirkan, karena takut Aulia marah. tapi akhirnya ia yakin kalau Aulia akan baik-baik saja.
"sayang" sengaja Reno scroll dari atas.
"bales aulia"
"kamu nikah sama kakak aja"
"kakak akan bahagiain kamu, kakak janji"
"kalau papa nggak setuju kita kabur aja"
"Aulia kakak nggak bisa berhenti mencintai kamu"
"maaf kak, kita saudara " jawab Aulia pada pesannya.
"kamu mau ya, kakak jemput sekarang, kamu mau kemanapun bakal kakak turutin asal kita bisa menikah" balas Reno
"kak stop untuk bilang kayak gitu, sampai kapanpun kita ini saudara, dan ingat kak Aulia akan menikah 2 Minggu lagi" balas Aulia.
"pliiss Lia, kakak udah nyoba cari cewek lain tapi kakak nggak bisa lupain kamu"
"sayang"
"sayang"
__ADS_1
Reno terus mengirim pesan sampai bawah Aulia sudah tidak membalasnya lagi.
Naufal sangat kesal, karena terang-terangan Reno mengajak Aulia kabur, untung Aulia tidak menanggapi.
naufal mengecek pesan yang lain, ternyata banyak laki-laki yang mengungkapkan perasaan tertarik nya pada Aulia tapi memang tidak Aulia tanggapi sama sekali, bahkan kalau di lihat-lihat yang ditanggapi hanya pesan Naufal yang dulu waktu mendekati Aulia sebelum menikah.selebihnya hanya chat tentang bisnis Aulia.
Naufal kemudian menaruh kembali hp Aulia ke tempat semula. tepat setelah itu adzan isya' berkumandang, Naufal kemudian berwudhu lalu segera melaksanakan sholat isya' dilanjutkan dengan membaca Alquran sekalian ia mendinginkan hatinya yang dari tadi lumayan panas.
sedangkan di kelas Aulia sangat senang, Zahra anak kecil yang baru ia jumpai dipindahkan ke kelasnya, saat Zahra baru datang Aulia langsung mengajaknya duduk bersama nya kebetulan Firda waktu itu sudah menjauhinya dan duduk dengan yang lain.
"kamu kok dipindah disini ra?" tanya Aulia
"iya kak, kata ustadz karena baca Alquran Zahra udah lancar jadi di naikin ke kelas 2" jawab Aulia.
"oh gitu, aku seneng banget deh sekelas sama kamu" ujar Aulia.
"sama kak, Zahra juga seneng banget" ucap Zahra tersenyum yang membuat Aulia sangat menyukai pipi Zahra karena ada lesung pipinya, wajahnya juga sangat manis, bersih dan cantik.
"semoga kalau kamu perempuan secantik ini ya nak" batin Aulia tangannya mengusap perutnya lembut.
karena ada Zahra Aulia semangat hari ini untuk mengikuti pelajaran.
ia kemudian ke kamar mandi untuk ganti baju dan bersih-bersih, lalu menuju meja riasnya terlihat Naufal sudah selesai dan sedang merapikan sajadah dan Alquran nya, sedangkan Aulia mengoles krim malam pada wajahnya.
"sayang" Naufal menghampiri Aulia.
"iya mas?" Aulia masih sibuk menepuk-nepuk pelan wajahnya agar krim malamnya meresap. Naufal memeluk Aulia serta mencium pipi kiri dan kanan.
"mas, Aulia kan baru pake skincare" Aulia cemberut membuat Naufal semakin gemas dan semakin menggesekkan bibirnya pada pipi Aulia.
"udah maaaass.." kata Aulia dengan manja dan menghentak-hentakkan kakinya.
"iya-iya sayang, maaf, abisnya gemes banget sama kamu" Naufal melepaskan pelukannya dan menuntun Aulia ke ranjang dan mereka duduk di atas ranjang.
"mas kok tumben pulang duluan?"tanya Aulia memulai obrolan sebelum tidur mereka.
"iya mas hari ini capek, mungkin habis main bola tadi" Aulia pun mengerti.
__ADS_1
"oiya, mas belum nyapa si adek hari ini" Naufal menundukkan dan mendekatkan wajahnya pada perut Aulia yang masih rata.
"assalamualaikum sayang, anak ayah sama bunda sehat kan?" ujar naufal bicara seakan janin diperut Aulia sudah mengerti, kemudian ia buka piyama satin Aulia sehingga tampaklah perut putih Aulia.
Naufal mencium nya lama dan mengusapnya lembut.
"sayang mas boleh tiduran di paha kamu nggak? mas mau cium adek bayi"
"boleh, tapi jangan Sampek ketiduran lagi ya, ntar kaki Lia pegel-pegel lagi kayak waktu itu"
"iya sayang" Aulia melonjorkan kedua kakinya yang tadi di tekuk Naufal kemudian meletakkan kepalanya di paha Aulia yang hanya pakai celana setelan piyama diatas lutut. Naufal melantunkan sholawat sangat merdu didepan perut Aulia, Aulia tersenyum mendengar suara Naufal dan mengusap-usap rambut Naufal lembut.
sekitar 15 menit Naufal melakukan itu, ia kemudian berhenti karena tidak mau kaki Aulia pegal ia lalu berbaring di samping Aulia yang duluan berbaring barusan.
"sayang" panggil Naufal
"hmm, kenapa mas?"
"Reno selalu hubungin kamu ya" tanya Naufal yang penasaran akan jawaban Aulia apakah jujur atau bohong.
"tiap hari mas, mas mau lihat?" ternyata jawaban Aulia jujur Naufal mengangguk menandakan ia mau lihat pesan Reno.
Aulia kemudian mengambil tas di meja samping ranjangnya lalu mengambil ponselnya dan menyerahkan kepada Naufal.
"lihat aja mas"
"serius?" tanya Naufal padahal dari tadi ia sudah melihatnya. Aulia mengangguk Naufal mengambil hp Aulia di taruh di samping bantal.
"sebenarnya mas tadi udah lihat, gak papa kan sayang?" tanya Naufal
Aulia mengangguk.
"ya nggak apa-apa lah mas, lihat aja gak ada macem-macem kok"
"iya mas percaya sayang, tapi kamu nggak bakal ikut Reno kan? nggak akan ninggalin mas kan?" parno Naufal.
"nggak lah, gantengan juga mas Naufal, gagah, perkasa, selalu memuaskan Lia, dan yang pasti, panjang dan besar hahahahahha" Aulia menjawab pertanyaan Naufal dengan bercanda, lagian suaminya ini sudah sering sekali menanyakan hal itu, Aulia sampai ia bosan menjawabnya.
__ADS_1
Naufal yang mendengar jawaban Aulia melotot dan mencubit pipi Aulia.
"kamu nakal ya sekarang, ngomongnya mesum" setelah mencubit Naufal mencium pipinya dengan gemas, tangannya juga menggelitik pinggang Aulia sampai kegelian dan terus tertawa.