
setelah pelajaran selesai aulia pun segera keluar dan mengikuti sholat isya berjamaah di masjid.
selesai salat aulia pulang sebentar, dia mengambil beberapa barang seperti HP dan laptopnya untuk dibawa ke rumah umi dia akan menginap di kamar Naufal.
"assalamualaikum "
saat masuk ke rumah umi ternyata di ruang tamu ada Riska, dan dua anak yang lain aulia tidak kenal duduk di depan umi yang sedang menyimak hafalan Riska.
Aulia agak canggung pasalnya dia membawa tas punggung berisi laptop,, dia takut Riska dan yang lainnya curiga dan ketahuan kalau dia akan menginap di sana.
"waalaikumsalam, eh ada Aulia sini nak masuk "ujar ibu melihat Aulia yang baru sampai depan pintu.
"iya umi "jawab Aulia kemudian melenggang masuk ke dalam menghampiri umi.
Aulia kemudian mencium tangan umi, lalu umi mencium kedua pipinya dan memeluknya seperti biasa.
"ini nak kenalin ini anak pesantren yang ikut program tahfidz Quran, yang ini Riska itu Dina dan ini Marsha" ujar umi memperkenalkan mereka satu persatu.
"iya umi, hai aku Aulia salam kenal "ucap Aulia memperkenalkan diri kemudian menyalami mereka satu persatu Marsha sangat murah senyum dan ramah sedangkan Riska dan Dina seperti tidak menyukainya tapi berusaha tetap senyum di depan bu nyai.
"hai Aulia aku Marsha ternyata kalau dilihat dari dekat kamu cantik banget" ujar Marsha menyambut tangan Aulia.
"enggak lah kamu juga cantik" jawab Aulia sedangkan Dina dan Riska tetap diam.
"udah-udah semua perempuan cantik kok" kata umi tersenyum, aulia dan Marsha pun mengangguk bersama dan tersenyum.
"ayo Riska teruskan hafalanmu biar cepat selesai "ucapan umi kemudian kepada Riska karena memang Riska yang urutannya terakhir Dina dan Marsha tadi sudah selesai setor hafalan.
sebenarnya Aulia ingin sekali masuk kamar, tapi tidak enak dilihat 3 santri ini jadi dia memutuskan untuk tetap di ruang tamu memainkan ponselnya sampai mereka selesai.
Riska mulai membaca hafalannya tapi dengan banyak salah karena dia sudah tidak fokus melihat kedekatan Bu nyai dan Aulia benar-benar dekat sepertinya ini lebih sulit membuat Aulia dan Naufal berpisah.
"sudah Riska, minggu depan kamu ngulang aja ya, ini sepertinya kamu masih belum lancar" ujar Bu nyai karena hafalan Riska malam ini kacau banyak yang salah.
__ADS_1
"baik Bu nyai, Minggu depan saya ulang sepertinya saya memang kurang lancar surat ini" jawab Riska dengan sopan tapi di hatinya benar-benar kesal karena Aulia yang sudah membuat fokusnya berantakan. Bu nyai pun mengangguk.
tiga santri itu kemudian masuk ke kamarnya masing-masing, Aulia pun lega ia kemudian pamit ke umi untuk masuk ke kamar Naufal.
"jadwal nonton drakor gue kebuang 30 menit sayang banget, tapi nggak papa deh lagian juga di sana nemenin umi" ujar Aulia saat sudah masuk kamar.
baru saja Aulia menonton drakor yang sudah ia buat jadwalnya sejak semalam Naufal masuk ke kamar.
"assalamualaikum sayang "Aulia menoleh pada novel yang berjalan menghampirinya dari pintu yang sudah ditutup oleh suaminya.
"waalaikumsalam mas tumben udah pulang, udah makan belum? "tanya Aulia pada Naufal.
"belum sayang, kamu sendiri udah makan?" tanya balik Naufal.
"belum juga mas tadi Aulia buru-buru masuk ke kamar "jawab Aulia.
"mau makan di luar nggak? kamu pengen apa sayang?" tanya naufal, mata aulia langsung berbinar.
"boleh, ayo siap-siap, pake jaket ya malam ini anginnya dingin banget" ucap Naufal aulia pun mengangguk, kemudian mematikan laptopnya dan bersiap-siap.
mereka pakai mobil Abah yang kebetulan baru pulang mengisi pengajian, agar tidak perlu keluar rumah untuk mengambil mobil aulia.
aulia yang dari rumah katanya pengen sate malah minta makan nasi goreng, akhirnya Naufal menuruti permintaan istrinya itu.
aulia memesan nasi goreng yang lumayan pedas, membuat Naufal khawatir.
"ati-ati sayang, nanti perut kamu sakit, kamu baru dua bulan lalu di kuret lho, jangan sampek ada apa-apa " ujar Naufal pada istrinya yang sudah makan beberapa sendok nasi goreng.
"iya mas, ini cuma cabe 3 kok, mas tenang aja ya" jawab aulia
selesai makan mereka masuk mobil kembali, dan rencana nya langsung pulang.
"mas.. beli itu dong, Lia pengen" ujar aulia sambil menunjuk sebuah ruko jual minuman dan Snack.
__ADS_1
Naufal pun menuruti keinginan istrinya, dia membelokkan mobilnya ke arah ruko tersebut.
setelah mereka masuk mereka memesan beberapa menu minuman dan snack yang disediakan di sana.
setelah mendapatkannya mereka pun masuk mobil dan pulang ke rumah Naufal.
Aulia menaruh beberapa minumannya di lemari pendingin supaya umi atau abah yang pingin bisa ambil di sana karena sampai di rumah umi dan Abah sepertinya sudah masuk kamar jadi lumayan sepi.
aulia tidak masuk kamar, ia menghabiskan cemilannya di depan kamarnya di ruang keluarga atas sambil menonton naufal bermain PS sendiri.
"mas, mas kok nggak punya adik sih atau kakak jadi bisa main PS bareng kalau santai-santai gini" tanya aulia sambil minum teh buahnya.
"iya sayang mas nggak punya saudara kandung, sebenarnya sih dulu mau punya umi udah hamil besar sebelum aku umur waktu aku umur 8 tahun. tapi ternyata bayinya nggak selamat waktu melahirkan" jelas Naufal pada istrinya dia Aulia pun hanya mengangguk-anggukkan kepala.
"oh berarti sama kayak anak kita dong tapi umur janin Aulia masih kecil banget waktu keguguran " ujar Aulia
"iya sayang "kata Naufal yang masih fokus pada mainnya.
"mas nggak ada job desain?" tanya Aulia yang belakangan ini jarang melihat Naufal mengerjakan side job nya.
"tadi malem udah selesai sayang, belakangan ini mas ngerjainnya di sekolah, biar fokus mas di rumah nggak kerjaan terus" jelas Naufal, Aulia pun mengangguk mengerti.
tidak terasa camilannya sudah habis semua, Aulia pamit masuk ke kamar kepada suaminya, sampai kamar Aulia segera cuci muka dan gosok gigi setelah itu mengganti pakaian tidur nya.
selesai bersih-bersih Aulia membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
"sayang.." ujar Nauval memeluk tubuh Aulia dari belakang, mencium leher aulia yang wangi body lotion membuat Naufal ingin segera menerkam Aulia. Aulia spontan menaruh ponselnya di meja sampingnya.
"kenapa sayang.... "tanya Aulia dengan nada manja lalu menoleh menghadap wajah suaminya.
"mas pengen kamu malam ini "ucap Naufal dengan nada yang menurut Aulia sangat seksi.
Aulia tidak butuh waktu lama segera mencium bibir Naufal, naufal pun membalasnya dengan sangat agresif membuat Aulia agak kewalahan mengimbangi permainan bibir suaminya.
__ADS_1