Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 15


__ADS_3

Setelah dari cafe dan merencanakan renovasi cafenya dengan managernya, Aulia langsung menuju restoran. Restoran pertama papa nya, melihat ini Aulia mengingat papa dan mamanya.


Aulia masuk ke restoran sendirian Nauval menunggu di mobil karena lelah menyetir jadi ingin istirahat sebentar.


Saat masuk Aulia menuju manager Disana dan melihat beberapa laporan perkembangan resto nya.


Saat akan keluar Aulia melihat Fino abangnya Andin sedang duduk sendirian sambil menikmati makanannya, Aulia pun menyapanya


"Kak Fino?! Ngapain disini kak?" Tanya Aulia yang menghampiri Fino


"Eh Aulia, ini baru selesai meeting, kamu sendiri ngapain?"


"Aku habis ngecek laporan aja disini" jawab Aulia santai


"Ohh ini restoran papa kamu kan ya" ucap Fino mengangguk anggukan kepala.


Aulia hanya mengangguk, tiba-tiba hp Aulia berbunyi ternyata Nauval menelfon. Nauval ada urusan sebentar dan meminta Aulia menunggu nya nanti akan dia jemput.


" Yaudah iya, gue tunggu sini" jawab Aulia menutup telfonnya.


"Kenapa ?" Tanya Fino


"Emm itu kak temenku di luar ada urusan bentar katanya mau pergi dulu" Aulia menjawab


"Yaudah kalau gitu kakak temani ya" tawar Fino.


"Kalau nggak ngerepotin boleh deh kak aku juga bosen kalau sendirian" jawab Aulia


Nauval bertemu temannya sebentar setelah itu dia menuju restoran Aulia kembali, tapi saat di jalan adzan Maghrib berkumandang jadilah dia sholat terlebih dahulu di masjid.


"Mau ikut kakak aja nggak Aulia, daripada disini kamu" tanya Fino

__ADS_1


"Emang kemana kak?" Tanya Aulia


"Cari hiburan yuk, bosen banget" ajak Fino


"Yaudah deh boleh" jawab Aulia


Auliapun ikut mobil Fino menuju salah satu bar terkenal di Surabaya.


Sebelum masuk Aulia men-share lock lokasinya kepada Nauval karena takut Nauval nanti menghubungi Nauval sudah tahu akan menjemput Aulia kemana.


Setelah masuk Aulia memesan minum seperti biasa yang agak ringan mengingat dia tidak bersama Faiz dan Andre yang akan menjaga mereka.


"Minum lagi Aulia" tawar Fino dia menuangkan lagi ke gelas Aulia.


Sampai Aulia habis beberapa gelas dan mulai sempoyongan. Aulia menuju lantai dansa dan ikut berdansa mengikuti musik dan menikmati penampilan DJ ternama yang di undang malam ini.


Fino tidak pernah jauh dari Aulia karena takut Aulia di goda laki-laki Disana.


Fino merapatkan duduk nya di samping Aulia, Aulia yang tidak sadar itupun tidak peduli, Fino dengan perlahan menciumi leher Aulia agar Aulia menginginkan lebih. Tapi baru akan membuat tanda kepemilikan di leher aulia Nauval menarik nya dengan keras dan langsung menojok Fino.


"Brengsek Lo ya, gila Lo Fin" ucap nauval keras


"Apa-apaan Lo, Lo nantangin gue?" Ucap Fino yang kesal dengan serangan tiba-tiba itu dan tidak menyangka kalau yang menonjoknya adalah temannya sendiri Nauval.


"Lo jangan pernah deketin Aulia lagi, karena dia pacar gue" bohong Nauval agar Fino menjauhi Aulia.


"Hahaha.... Lo emang munafik, sok sokan aja selalu bilang sama gue kalau pacaran dilarang apalagi bapak Lo tuh kemana-mana bilang ini dosa ini haram, sebelum kasih tau orang lain kasih tau dulu anaknya ni" ucap Fino dengan tawa meremehkan dan memang sudah setengah mabuk.


"Jaga mulut Lo ya, jangan pernah bawa-bawa Abah gue" yang akan menonjok muka Fino lagi tapi melihat Aulia yang sudah mabuk ia tidak menghiraukan perkataan Fino dan langsung membawa Aulia keluar dari tempat itu.


Nauval terpaksa menuntun Aulia menuju mobil Aulia. Nauval masih menimang-nimang apakah keputusan nya membawa Aulia pulang tepat atau akan menambah masalah baru, sepertinya kalau Aulia di bawa pulang sekarang pasti bu Mira dan pak Salim sedih melihat tingkah Aulia yang seperti ini. Akhirnya Nauval memutuskan akan membawa Aulia ke apartemen nya yang di Surabaya, besok pagi mereka baru akan pulang.

__ADS_1


Nauval memang punya beberapa unit apartemen di Surabaya ini, ada yang di sewakan ada juga untuk nya pribadi.


Nauval membawa Aulia ke apartemen pribadinya yang lumayan luas dan mewah.


Setelah sampai di apartemennya Nauval merebahkan Aulia di kamar tamunya, setelah Aulia tidur dia atas kasur Nauval melepaskan sepatu Aulia dan membiarkan Aulia tertidur.


Jam 4 subuh Nauval sudah selesai melaksanakan sholat Subuh ya, dan ia berencana untuk pulang sekarang juga agar sampai di rumah gak terlalu siang.


Nauval memasuki kamar Aulia untuk membangunkannya, tapi saat baru masuk Nauval melihat Aulia hanya memakai dalaman saja bahkan tidak pakai selimut untuk menutupi tubuhnya, dengan segera Nauval berlari ke arah Aulia langsung menutupi tubuh Aulia. Setelah berhasil menutupinya Nauval membangunkan Aulia dengan kesal.


"Eh ... Aulia .. bangun bangun cepetan bangun, atau saya siram aja nih ya biar kamu mau bangun" ucap nauval sedikit keras agar Aulia segera mendengar suaranya.


" Emhhhh.. apasih berisik banget " sentak Aulia


"Ohh.. yaudah... Kesabaran saya udah habis ya buat ngurus kamu semalem" kesal nauval, Nauval menuju kamar mandi mengambil air dengan apapun yang dia lihat dia jadikan wadah dan hanya menemukan gelas, Nauval mengisi air di gelas itu sampai setengah dan langsung menyiramkannya ke wajah aulia, Aulia yang disiram air itu pun langsung terbatuk-batuk.


"Anj*ng Lo apa-apaan sih, gila ya Lo" maki Aulia yang baru sadar.


"Lo yang udah gila, Lo hampir diperkosa sama si Fino brengsek itu dan Lo diem aja" marah Nauval, ya Nauval marah, bagaimana tidak wanita yang selama ini di pikirannya hampir berciuman dengan temannya sendiri itupun karena Aulia tidak sadar, kalau memang Aulia suka dan sadar sepenuhnya Nauval tidak akan seperti ini.


"Hah .. maksud Lo apa? Kak Fino mau cium gue ?" Tanya Aulia yang tidak mengerti penjelasan Nauval


"Iya, semalem dia hampir cium Lo, nyuri kesempatan saat Lo mabok, lagian Lo jangan sok sokan pergi ke tempat begitu deh, inget bapak ilbuk Lo, Kakak Lo, Lo nggak kasian sama mereka? Mereka juga nanggung dosa-dosa Lo" jelas Nauval dengan suara tegas. Belum pernah Aulia melihat Nauval marah se serius itu membuat Aulia takut.


"Iya iya, gue minta maaf" ucap aulia agar Nauval tidak marah lagi.


"Trus ngapain kamu copot baju kamu itu?" tanya Nauval


" nggak tau, mungkin gue gerah, terus ini emang nggak nyaman ntah lah tanpa sadar kayaknya gue copotin baju gue" jelas Aulia


" yaudah whatever lah, cepetan mandi kita bakal pulang sekarang" ucap nauval seraya berjalan ke arah pintu karena akan keluar.

__ADS_1


auliapun menurut tanpa banyak bantahan, mereka sampai di rumah jam 8 pagi.


__ADS_2