Gairah Anak Pak Kyai

Gairah Anak Pak Kyai
bab 99


__ADS_3

Zidan, Rifki dan Adi sudah selesai dengan kegiatan salon-menyalon nya yang baru pertama kali ini mereka lakukan berkat kenal dengan Aulia dan suaminya.


"gimana keren nggak?" tanya Adi pada Sam, Sam mengangguk melihat adi memamerkan rambut barunya dengan warna coklat kalem yang hanya di ujung-ujung atas rambutnya, begitupun Rifki dan Zidan yang sudah tampil berbeda dengan warna rambut pilihannya.


" makasih ya Lia, bang naufal ..ihh jadi pengen peluk deh saking terharunya, kalian berdua baik banget " ujar rifki sangat terharu akan kebaikan suami istri ini.


" peluk-peluk, .. peluk aja tuh Sam " kata Aulia sambil tertawa.


" iya, saya sih nggak mau peluk kamu, mending peluk istri saya, udah cantikk body nya bagus" Naufal pun membalas dengan bercanda sambil memeluk istrinya dari samping.


"hahaha, kayak ayah ojak aja bang Naufal" kata Zidan tapi tidak dengan Aulia yang malah cemberut.


"kamu ngeledek aku ya mas karena aku udah nggak langsing lagi? udah nggak sexy lagi?" cemberut Aulia membuat Naufal, Sam dan yang lainnya berhenti tertawa.


"loh loh, nggak dong yang, mas cuma bercanda kok, masa' gitu aja ngambek sih?" Naufal khawatir langsung menggenggam tangan Aulia, Aulia malah memalingkan muka dengan wajah cemberut.


"sayang... jangan ngambek dong, maafin mas ya" Naufal masih membujuk


" iya Lia, maafin ya, kita juga nggak niat ngetawain Lo kok," kata sam yang merasa tidak enak pada Aulia.


"iya maaf ya kak" tambah Zidan dan di ikuti yang lainnya.


"maaf ya yang... serius mas nggak niat ngejek kamu sama sekali kok" bujuk Naufal lagi.


" yaudah aku mau maafin kamu mas, tapi ada syaratnya " kata Aulia mulai menoleh pada Naufal.


" apa sayang?"


"bayar di kasir sekarang "


"hah, . bukannya kamu yang mau bayar ya?" tanya Naufal


" mau di maafin nggak??" Naufal mengangguk terpaksa, ia pun melangkah gontai menuju kasir dan membayarkan salon-salonan ke empat karyawan nya yang menurutnya suatu Pengeluaran yang tidak penting.


" tau gitu tadi potong rambut nya di bang Sutris aja" gerutu Naufal pelan setelah selesai membayar, ia pun berjalan menuju mobil karena Aulia dan yang lainnya sudah menunggunya di mobil.


"makasih ya bang Naufal" ujar zidan, Sam, Rifki serta Adi serentak membuat Naufal kaget dan menoleh pada ke empat orang yang duduk di kursi belakangnya.


"mas baik banget deh, jadi makin cinta" kata Aulia memeluk lengan suaminya Naufal makin bingung tapi ke empat orang di belakangnya malah tersenyum-senyum dan menahan tawanya melihat tingkah Aulia.


" kan kamu yang kasih syarat itu yang"


" kamu nggak ikhlas mas??" Aulia melepas pelukannya.


"eeh nggak kok, ikhlas lah, jangan ngambek lagi ya " Aulia tersenyum mengangguk memeluk Naufal lagi, Naufal pun tersenyum dan ternyata istrinya dari tadi mengerjai nya, tapi tak apalah.

__ADS_1


Naufal pun menjalankan mobilnya menuju cafe nya lagi untuk mengantarkan Sam dan kawan-kawan.


"yaudah ya, kita langsung pulang, terus kalo besok udah dapet calon koki sama barista nya kabarin gue ya, biar besok gue langsung ke sini buat seleksi" ujar Aulia berpamitan tanpa turun mobil,.


"oke siap bu bos" kata Adi dan di angguki yang lain.


Naufal dan Aulia pamit lalu melajukan mobilnya ke rumah nya.


.


.


beberapa hari kemudian Aulia dan Naufal sedang makan siang di sebuah warung makan karena keinginan Aulia.


" mas itu kayak Lusi sama Susan ya??" tunjuk Aulia ke salah satu meja di tengah makannya,


"iya, lah itu Nabila, Ririn sama Nisa kan temen kamu juga" Naufal pun menunjuk ke tempat lain.


"wahh ... ada Nabila .. aku kesana ya mas?" Naufal menggeleng.


"habisin dulu makanannya sayang" Aulia pun mengangguk ia lalu mempercepat makannya sampai tersedak.


"ukhuk .." Naufal sigap menyodorkan minumnya pada istrinya.


" haloo guyss, lama tidak jumpa, bolehkah aku duduk bersama kalian" ujar Aulia yang sudah meletakkan piringnya di meja mengagetkan nisa Ririn dan Nabila.


" auliaaaa... aaa. kangenn... " ketiganya berhamburan memeluk Aulia.


" gimana kabarnya kalian semua baik kan? terus ini kenapa pake kemeja putih-putih gini?" tanya Aulia pada ketiga teman nya yang sudah sama-sama duduk.


"kabar orang nya sih baik Lia, tapi kabar dompetnya yang tipis" bercanda Ririn yang memang selalu lucu dari dulu.


"emang kalian darimana?"


"kita abis ngelamar kerja Lia,, taruh-taruh lamaran ke perusahaan" jawab Nabila


,"emang nggak kuliah kok udah mau kerja aja?" tanya Aulia


" nggak deh Lia, kita nggak mau makin jadi beban orang tua, ini aja Alhamdulillah masih di perjuangin bisa sekolah Sampe SMA." jawab Nisa yang terlihat putus asa.


" ohh .." Aulia tidak melanjutkan kalimatnya karena takut teman-teman nya makin tersinggung.


"terus gimana , diterima kerja nya?" tanya Aulia mereka menggeleng.


" belum ada yang butuh, kita cuma taruh lamaran di satpamnya aja, katanya nanti mau di hubungin" jawab Nabila dengan wajah sedih.

__ADS_1


" iya Lia, yang penting kita taruh aja lamarannya, nanti kalau rejeki ya di panggil " kata nisa.


" berarti kalian belum ada kegiatan sekarang ini?" Tanya Aulia mereka mengangguk.


" oh .. gini aja deh, gue kan beberapa hari lagi mau buka cafe, kalian mau nggak sementara jadi waiters nya?" tawar Aulia


" seriusan Lia???" tanya Nabila, Aulia mengangguk.


" mau .. mau banget" kata Nabila Nisa dan ririn ikut antusias mengangguk.


"kita juga mau" kata Ririn.


"tempatnya dimana Lia? jauh nggak?" tanya Nabila


"nggak di Deket lapangan, kalian tau kan ada tanah kosong di samping lapangan itu?? " mereka mengangguk.


"ya disitu, pembangunannya sih udah 95 persen selesai, tinggal beberapa lagi yang belum, tapi seminggu lagi opening" jelas Aulia.


"wah makasih banget ya Lia,... kamu emang temen paling baikk" kata Nabila


"bukannya dari dulu ya" kata aulia bercanda. mereka pun sama-sama tertawa.


kebetulan Lusi dan susan lewat samping mereka setelah membayar di kasir.


" eh ini ada Aulia, kok keluar sih? seharusnya kan kamu itu di kurung di rumah aja, kan calon Bu nyai" kata Lusi mengibaskan rambutnya memamerkan leher putihnya yang beberapa waktu lalu di beri krim pencerah leher.


" suami gue ga ada ngelarang gue keluar tuh, ini kok malah elu yang ribet urusan rumah tangga gue" jawab Aulia santai.


"iya heran deh, suka banget ngurusin hidup orang " tambah Nabila


" hih masih tetep aja kamu, sombong" kata susan tapi Aulia masih tidak peduli, lagian pikir Aulia bukannya dia sendiri yang sombong


" eh tapi kayaknya kalian bertiga belum dapet ya kerjaan, kasian banget sih, udah keliling capek-capek, kalo kalian mau tau aku sama susan tadi habis ngelamar kerja juga tapi langsung dapet, beruntung banget kan kita" kata Lusi


"kata siapa? kita ngga dapet kerjaan, baru aja kita keterima kerja" jawab Ririn


"oh ya? pasti kerjaan yang bayarannya murah" kata Susan


" ya biarin lah, yang penting kita jalanin dulu, dan ngomong-ngomong bos kita lagi disini," kata nisa menatap Aulia sambil tersenyum.


" jangan bilang bos dong, ih jangan ya.. Aulia aja" jawab Aulia.


Lusi dan susan yang tidak bodoh pun langsung mengerti apa yang mereka bicarakan, seketika hati keduanya panas dan gatal, mereka berdua sangat tidak rela Aulia sukses, bukan iri kesuksesan nya mereka pun tau kalau Aulia sebelum tinggal disini dan kenal mereka memang sudah kaya, tapi masih sakit hati saja kalau mengingat pengalaman buruk nya dengan Aulia.


" udah ya, gue pulang dulu sama suami gue, gue tunggu kalian bertiga besok" kata Aulia sambil beranjak pergi menghampiri meja suaminya.

__ADS_1


__ADS_2