
sudah 3 hari Aulia di rawat di rumah sakit, dan hari ini adalah waktunya Aulia pulang, setelah menyelesaikan administrasi Aulia di bantu Naufal menuju mobilnya sedangkan bayi nya bersama Bu Mira.
setelah menempuh perjalanan lumayan lama tapi tidak macet, pukul 9 pagi mereka pun sudah sampai di rumah nya, Aulia dan bayi nya langsung pulang ke rumah suaminya tentunya.
akan tetapi kamar nya kini berada di bawah, karena tidak mungkin Aulia naik turun tangga pasca operasi begini.
umi ternyata sudah heboh menyulap kamar tamu di lantai bawah menjadi kamar bayi, ya meskipun ala kadarnya karena pengerjaannya yang hanya dengan waktu singkat hanya 3 hari.
malam hari santri-santri yang mengaji dari rumah di liburkan mengaji, dan hanya menyisakan santri-santri pondok pesantren.
umi sudah memesankan banyak kotak makanan yang akan di bagikan selesai dibaan dan mendoakan bayi Naufal yang baru lahir.
nama bayinya Naufal beri nama "Asifa Kayla Zahira", nama yang indah dan penuh makna.
besok paginya Naufal pun masuk ke sekolah untuk mengajar karena sudah tiga hari ia libur.
sampai ruangannya, ia menemukan sebuah amplop coklat di mejanya segera ia buka karena penasaran dengan isinya.
dan setelah di buka ternyata isinya sebuah kertas Naufal pun membacanya dan ternyata surat pengunduran diri Bu Alika.
setelah menerima dan membaca surat itu Naufal segera memerintahkan salah satu siswa untuk memanggil Bu alika ke ruangannya.
tidak lama Bu Alika datang dengan wajah tak tersenyum sama sekali alias judes. bahkan ia masuk tanpa mengucapkan salam.
"ada apa anda panggil saya?" tanya Bu Alika tanpa ada ramah-ramahnya sama sekali.
"silakan duduk dulu Bu, biar ngobrolnya lebih enak" minta Naufal kemudian Bu Alika pun menurut, ia lalu duduk di sofa di ruangan tersebut.
__ADS_1
" Saya hanya ingin bertanya apa maksud anda mendorong istri saya sampai dia hampir kehilangan bayi kami?" tanya Naufal langsung to the point.
" apa sih? saya nggak ada niat buat dorong Aulia ya udah ngadu apa aja sih Aulia itu, sembarangan aja nuduh orang " jawab Alika dengan kasar.
"nggak, istri saya nggak ada nuduh kamu ngedorong dia tapi saya yakin kamu ada niat mendorong dia, kamu mau saya laporkan polisi biar kapok sekalian? saya udah capek ya sama kelakuan kamu yang selalu seenak nya sama istri saya" kesal Naufal.
" loh apa-apaan kok anda bawa-bawa polisi emangnya saya salah apa? lagian nggak mungkin ada pasalnya, malah kamu yang bakalan di ketawain disana?" ujar Alika santai.
"kata siapa,? ada kok, perbuatan tidak menyenangkan ada! terus percobaan pembunuhan juga ada penganiayaan juga ada, banyak kok pasal buat kamu, lagian yang saya heran kenapa kamu nggak langsung jawab aja kalo kamu di ruangan saya cuma sedang numpang toilet? kamu sengaja kan buat istri saya tertekan? kamu emang beneran nggak tau malu ya" ujar Naufal menumpahkan segala kekesalannya.
"lebay banget kamu gus, lagian istrinya juga gak Sampe mati, masih idup semua nya" gumam Alika tapi sangat terdengar jelas di telinga Naufal.
" oke.. bener emang kata umi kamu udah sangat keterlaluan, mulai hari ini saya pecat kamu, gak perlu kamu ngajar lagi di sekolah ini" ujar Naufal mencoba menahan emosi nya, seandainya saja Bu Alika ini laki-laki dan mereka sedang berada di luar sekolah sudah pasti Naufal akan menghabisinya.
" nggak perlu di pecat, saya itu juga udah kasih surat pengunduran diri, tinggal kamu tanda tangani aja" kata Bu Alika judes.
" nggak perlu, saya memecat kamu dengan tidak hormat, nggak perlu surat pengunduran diri," Naufal meletakkan surat pengunduran diri Bu Alika di hadapannya. tampak wajah Bu Alika sangat kesal dan ingin marah, tapi berusaha ia tahan, segera ia mengambil amplop di hadapannya dan berdiri serta melangkah keluar dari ruangan Naufal.
saat masuk kelas ia melihat para murid nya bergerombol di salah satu meja dan merumpi, melihat Naufal datang semuanya pun berhamburan menuju meja nya masing-masing.
" ada apa sih kok kayak lagi asik banget ngobrol nya?" tanya Naufa setelah mengucapkan salam.
" iya nih pak, lagi ngomongin gosip yang lagi anget" ujar Sinta anak yang meja nya tadi di buat mengobrol.
" gosip apaan sih kecil-kecil udah pada suka gosip" ujar Naufal sambil merapikan bukunya.
"itu katanya Bu Alika di pecat ya? " tanya Sinta lagi, Naufal pun terdiam, ia tidak dapat menjawab dan hanya bisa terdiam.
__ADS_1
"beneran nggak pak?? soalnya kalau ia kita mau sukuran, hahaha" ujar Danang salah satu murid laki-laki dan tertawanya di ikuti yang lain.
" hah... kok mau sukuran sihh ada apa??" tanya Naufal bingung dengan sikap para murid nya.
" ya iya lah pak, siapa juga yang betah punya guru kayak gitu, judes, suka hukum-hukumin anak-anak, kalo ngasih PR nggak kira-kira, pas kita nanya soal yang nggak ngerti bukannya jawab malah di suruh mikir sendiri, kita kan sekolah bayar buat belajar bukan mikir sendiri, udah gitu sok cantik lagi, cantikan juga saya kemana-mana" jelas Sinta lagi.
"hhuuu" sorak anak yang lain mendengar Sinta memuji dirinya sendiri.
Naufal sungguh kaget dengan penjelasan murid nya jika Bu Alika selama ini mengajarnya seperti itu, bahkan dia sama sekali tak tau pengajaran Bu Alika selama ini.
" udah-udah, kita mulai pelajaran aja ya, silahkan buka halaman 68 anak-anak" kata Naufal.
.
.
"iya Tan Alhamdulillah semuanya lancar sehat semuanya " jawab Aulia dalam panggilan telepon nya dengan Tante Maya, istri om herman alias bunda nya Reno.
" duhhh Tante jadi pengen kesana deh Lia... mau liat cucu Tante " ujar Tante Maya dengan air mata yang sudah menangis.
" emang kata om herman bisa nya kapan Tan?" tanya Aulia
" kayak nya sih Minggu depan baru bisa sayang .. soalnya om kamu mesti kosongin jadwal dulu" kata Tante Maya.
" ohh yaudah nggak apa-apa Tan, sabar aja" kata Aulia Tante Maya pun mengangguk.
" mana sini arahin lagi kamera nya sama shifa dong Lia" pinta Tante Maya, Aulia pun mengangguk lalu ia pun mengganti fitur kamera nya ke kamera belakang, dan mengarahkan ponselnya ke arah bayi nya yang sedang tidur pulas.
__ADS_1
" halo Shifa sayang ... ini Oma ... duhhh gemes banget sih Lia..." ujar Tante Maya.
setelah puas melakukan panggilan video dengan Tante nya Aulia pun makan siang, ya meskipun masih jam 11 siang Aulia sudah terasa lapar, mungkin efek ia sedang menyusui membuatnya gampang lapar.