
sebelum subuh Naufal terpaksa harus bangun karena harus melaksanakan kewajiban nya meskipun mata masih mengantuk tapi setelah mandi air hangat lumayan membuat Naufal segar kembali,.
setelah melaksanakan sholat subuh Naufal membangunkan istri nya agar Aulia juga segera mandi dan melaksanakan sholat subuh nya.
" udah kan mas ngga ada yang ketinggalan? buku catatan atau pulpen? " tanya Aulia naufal pun mengecek tasnya kembali.
"udah yang, ini udah masuk semua "
"yaudah, yuk sarapan dulu" ajak Aulia
"peluk dulu dong yang... kayaknya aku bakal kangen deh sama kamu" rengek Naufal yang kini malah dia yang enggan berpisah,
"yaudah, sini".. Aulia merentangkan kedua tangannya Naufal segera menyambut dan memeluk Aulia erat.
di tengah memeluk Aulia Naufal sesekali memberikan ciuman manis di bibir, pipi serta bagian-bagian wajah istrinya.
"udah mas, nggak kelar-kelar ini? ngga jadi berangkat??"
"hehe .. iya sayang," Naufal lalu berjongkok, tangannya mengusap perut buncit istrinya.
"jagain bunda ya sayang, jangan nakal di perut bunda, hibur bunda kalo kesepian, ya sayang" Naufal mencium agak lama perut Aulia.
setelah puas menciumi perut Aulia Naufal berdiri, keduanya pun melangkah ke lantai bawah untuk sarapan pagi, sudah ada umi dan Abah di meja makan.
"hati-hati ya nak disana, makannya jangan Sampe telat " pesan umi pada Naufal saat hendak menyantap makan paginya.
"iya mi, " mereka pun makan tanpa bersuara karena juga tidak baik.
" pamit dulu ya umi, Abah, kalian jaga kesehatan" Naufal mencium tangan kedua orang tua nya.
"iya fal kamu juga ya" kata Abah Naufal pun mengangguk, kini ia berhadapan dengan Aulia lagi.
"jaga diri ya sayang, mas pergi dulu" Aulia mengangguk lalu mereka berpelukan sebentar, tidak lama-lama karena masih ada umi dan Abah.
setelah selesai berpamitan Naufal Bun keluar gerbang pesantren dan sudah ada pak Affan yang menunggunya dengan mobil baru nya.
"udah lama nunggu nya pak??" tanya Naufal saat memasuki pintu di depan samping kemudi.
"nggak kok Gus, nggak terlalu lama, udah siap?" tanya pak affan Naufal memakai sabuk pengaman terlebih dahulu lalu mengangguk.
__ADS_1
mereka pun kemudian membaca basmalah terlebih dahulu untuk menuju depan gerbang sekolah terlebih dahulu karena Bu Alika sudah menunggu disana, setelah Bu Alika pun masuk pak Affan pun menancapkan gas mobil nya menuju ke salah satu hotel di Surabaya.
Aulia meminta antar pada Fahri untuk mengantar nya ke cafe nya. tidak lama Aulia sudah sampai, setelah itu Fahri kembali ke sekolah untuk mengajar, saat Aulia sampai Sam dan Hasan sedang duduk di salah satu meja depan barista.
"assalamualaikum" salam Aulia menyapa keduanya.
"waalaikumsalam Ning"
"waalaikumsalam" sam dan Hasan menjawab berbarengan.
" lagi ngomongin apa? kamu nggak kuliah san" tanya Aulia
"saya ada kelas siang Ning, oiya ini lagi ngomongin stok bahan dan kita lagi mikir-mikir lebih baik cari bahan yang seger dan fresh apalagi sayuran dan buah" jelas Hasan.
" iya nanti mau kita saranin ke bang Naufal Lia" tambah Sam
"ohh, yaudah kalian cari solusi bareng-bareng ya, saya mau ke ruangan saya dulu" Sam dan Hasan mengangguk, Aulia pun kemudian pergi masuk ke ruangannya.
setelah masuk Aulia mengecek laporan di laptop nya, karena Hasan masih belum belajar pada Naufal apalagi kini Naufal ada pelatihan selama tiga hari jadi sementara Aulia yang membuat laporan kemarin.
baru pukul setengah sembilan Aulia sudah bosan sekali ia pun berinisiatif menelfon suaminya.
"assalamualaikum,. kenapa sayang??" jawab Naufal setelah mengangkat panggilan video dari istri nya,.
"iya sayang, belum Sampe ini, ada apa? kamu udah di cafe?" tanya Naufal Aulia mengangguk.
"iya mas, ngga apa-apa cuma mau tau aja kamu udah Sampe apa belum"
"oh.. belum sayang, ini baru keluar tol, kamu jadi minta anterin siapa yang?"
" tadi di anterin kak Fahri, Hasan udah di cafe dari tadi" Naufal pun mengangguk mendengarkan penjelasan istrinya.
"oiya hp buat Hasan mas lupa beliin yang, mau di beliin kamu atau anak nya aja yang suruh beli sendiri?"
" biar aku aja kali mas, minta anterin Hasan biar dia juga milih, sama laptop sekalian ngga?"
"iya, sekalian sama laptop baru buat di ruangan Hasan ya sayang, uang nya mas transfer habis ini"
"ngga perlu mas, pake uang operasional cafe aja, ini juga kan buat kepentingan cafe"
__ADS_1
"gitu ya, yaudah, mas transfer buat kamu aja ya, "
"buat apa mas?"
"ya ngga apa-apa sayang, pengen aja"
"yaudah makasih ya mas" ucap Aulia Naufal pun mengangguk, setelah banyak pesan-pesan dari Aulia saat Naufal jauh darinya tidak boleh ini itu, harus begini begitu, setelah itu Naufal berpamitan dan kemudian Aulia mematikan sambungan telfonnya.
"Gus sama istri nya romantis banget sih,, jadi pengen cepet-cepet nikah, hehehe" ujar pak Affan yang dari tadi mau tidak mau harus mendengarkan percakapan Naufal dengan Aulia.
" ya cepet lah pak Affan, udah ada calonnya kan?" jawab Naufal menanggapi, sedangkan Alika di belakang menahan rasa jengkelnya karena dari tadi mendengar obrolan Naufal dengan Aulia sangat membuatnya iri,
"seharusnya aku yang jadi istrinya Gus Naufal" batin Alika kesal.
" untuk calonnya sih belum Gus"
"udah ada yang di suka belum?" tanya pak Naufal lagi, pak Affan menggeleng.
" kalau sama Bu Alika gimana?" tanya Naufal tiba-tiba membuat Alika sedikit terkejut sedangkan pak Affan menggeleng.
" pak Affan mah bukan tipe saya gus" sergah Bu Alika.
" Bu Alika juga bukan tipe saya" jawab pak Affan juga.
"hehehe, namanya jodoh kan ngga ada yang tau pak, " jawab Naufal kemudian fokus pada hp nya lagi karena hendak mentransfer ke rekening Aulia.
"eh gus Naufal sudah sarapan belum? ini saya bawa sandwich" Alika menyodorkan sebuah wadah bekal yang berisi beberapa potong sandwich.
" maaf Bu saya udah sarapan ini juga masih kenyang".
" ngga apa-apa Gus, di makan nanti siang juga masih bisa kok, ini saya bawa dua kotak bekal" Alika menunjukkan dua kotak bekal berwarna ungu dan putih. Naufal tidak enak sebenarnya menolak tapi ia masih ingat Aulia yang tidak suka saat Naufal menerima pemberian dari Bu Alika.
" ee.. maaf Bu saya udah kenyang tadi saya di layanin nasi banyak banget sama istri saya" jawab Naufal, pak Affan seakan mengerti apa kegundahan hati Naufal jadi ia memutuskan mengambil kotak bekal yang di sodorkan Bu Alika.
" buat saya aja Bu, kebetulan saya laper, belum sarapan " pak Affan menaruh kotak bekal itu di depan kacanya.
" ihhh... pak Affan, itu kan bukan buat bapak"
"ya kan sama aja Bu, daripada mubazir di buang kan sayang, ya nggak Gus??"
__ADS_1
"iya pak Affan, dari pada mubazir Bu.." akhirnya dengan kesal dan tidak mengucapkan apa-apa Alika kembali duduk di kursinya dengan wajah di tekuk.
"